NovelToon NovelToon
Good Partner

Good Partner

Status: tamat
Genre:Romantis / Detektif / Pembunuhan / Kriminal / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / TKP / Tamat
Popularitas:461.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Chocollacious

TERSEDIA VERSI CETAK

Penny Patterson, sang detektif wanita berjuang menyelidiki kebenaran dibalik berbagai misteri dan kekacauan di kota asalnya, yaitu kota Magnolia, merupakan salah satu kota terdamai di dunia. Bersama rekan tim andalannya menyelidiki beberapa kasus dihadapinya penuh teka-teki.

Di tengah penyelidikannya, Penny selalu didukung, dibantu, dan dilindungi oleh Adrian Christopher, sang jaksa tampan dan cerdas sangat diandalkannya sejak pertama kali berhubungan sebagai partner kerja baik.

Dibalik suasana penuh ketegangan, Penny merasa partner kerjanya memperlakukannya bukan seperti sebatas partner kerja atau sahabat istimewa. Melainkan seperti menginginkan hubungannya lebih dari itu.

Apakah Penny, Adrian, dan rekan timnya berhasil memecahkan semua kasus mereka hadapi? Apakah Adrian sungguh memiliki perasaan istimewa terhadap partner kerjanya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocollacious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 - Bodyguard

Dengan sigap aku mencari ayah di seluruh koridor rumah sakit, tapi aku tidak menemukan keberadaannya di mana pun. Ayah tidak mungkin bisa jalan dengan sendirinya dalam kondisi seperti itu. Pasti ayah diculik orang lain ke suatu tempat di mana aku tidak akan bisa menemukannya lagi.

Aku pergi ke ruang pemantauan CCTV rumah sakit. Di rekaman CCTV, terlihat sosok dokter misterius memberikan suntikan infus kepada ayah sehingga ayah tidak sadarkan diri. Lalu, ayah dibawa kabur dokter itu. Sekitar lima menit yang lalu, mereka masih di luar rumah sakit.

Aku langsung berlari keluar rumah sakit mengejar pelaku yang menculik ayah. Namun, sayangnya aku gagal menemukan ayah di luar rumah sakit.

Aku mengamati sekelilingku melihat ayah dibawa penculik dengan menggunakan taksi. Kemudian aku memanggil taksi dan memerintahkan sopir taksi mengikuti taksi yang ditumpangi ayah.

Aku hanya bisa berdoa dalam hati untuk keselamatan ayah dan juga berhasil membawa ayah pulang dengan selamat. Apalagi di luar negeri begini masih saja ada orang yang ingin mencelakakan ayah.

Semakin lama taksi yang ditumpangi ayah semakin menjauh dan hampir tak terlihat dari kasat mataku. Aku sudah mulai kesal memerintahkan sopir taksi menambah kecepatannya.

Akhirnya aku berhasil mengejar taksi yang ditumpangi ayah. Taksi itu menuju arah bangunan kosong terbengkalai dan berhenti di sana.

Aku langsung turun dari taksi dan menghampiri pelaku itu. Wajahnya ditutupi masker dan memakai topi sehingga aku tidak bisa melihat wajah pelaku dengan jelas.

"Kalau Anda ingin ayah Anda selamat, jangan menggali informasi lebih dalam lagi!" celetuk pelaku misterius.

"Cepat lepaskan ayah saya! Kalau tidak, saya akan membunuh Anda sekarang juga," ancamku mengepalkan tanganku.

"Aku ada di mana?" Ayah baru sadarkan diri membuka matanya perlahan kebingungan melihat sekelilingnya.

"Ayah bertahanlah! Ayah diculik orang ini. Aku akan membunuhnya sekarang juga!"

Pelaku itu melempar ayah ke tanah dan mengeluarkan pisau kecil sambil berlari menghampiriku.

"MATI SEKARANG JUGA!" teriak pelaku itu sambil mengayunkan pisaunya mengarah padaku.

Aku kemudian melawannya dan menendang orang itu. Tapi tidak semudah itu, gerakan orang itu sangat lincah sehingga aku sulit untuk melawannya. Aku terjatuh kemudian bangkit lagi lalu aku menendang perutnya.

BRUKK

Namun pelaku itu masih saja kuat walaupun terkena tendanganku yang cukup kuat. Pelaku menghampiriku lalu melemparku hingga menabrak tembok. Lututku memar dan susah untuk melawannya lagi hingga napasku tersengal-sengal akibat kelelahan berkelahi. Pelaku itu berjalan menuju ke arahku sekarang sambil menggenggam pisaunya erat, sedangkan aku hanya bisa berharap semoga saja ada seseorang yang tidak sengaja melewati area ini untuk menolongku dan ayah. Meski aku belajar beladiri, tapi mustahil bagiku melawannya seorang diri, apalagi aku hanya seorang wanita.

BRUKKK

Tiba-tiba dua orang muncul memukuli pelaku itu hingga tak sadarkan diri. Lalu mereka berdua meraih tanganku dan membantuku berdiri. Dua orang yang berhasil menyelamatkanku dari bahaya adalah kedua teman terdekatku.

Aku bingung apa yang terjadi sebenarnya. Rasanya banyak pertanyaan ingin aku tanyakan pada mereka satu per satu.

"Penny, apakah kamu terluka parah?" tanya Tania memeriksa kondisi tubuhku panik.

"Maaf kami datang menolongmu lama," tutur Nathan menunduk bersalah.

"Bagaimana kalian bisa menemukanku di sini?" Akhirnya aku tidak bisa menahan rasa penasaranku dengan bagaimana bisa kedua temanku mengetahui keberadaanku dan juga aku tidak mengajak mereka mengikutiku.

"Adrian yang mengutus kami," jawab Tania berterus terang.

"Adrian?"

Reaksiku terkejut dicampur bahagia. Aku sangat bahagia mendengar Adrian masih bisa mencemaskanku di saat begini. Berkatnya, aku dan ayah masih hidup.

"Sudah tidak ada waktu berbincang di sini. Ayo, kita harus kembali ke rumah sakit!" jawab Tania.

"Aku akan membantu ayahmu," ucap Nathan menghampiri ayah.

Setibanya di rumah sakit, Nathan langsung mengantarkan ayah kembali ke kamarnya sedangkan aku memakai obat untuk mengobati memarku. Setelah mendapatkan pengobatan, aku kembali ke kamar ayah.

"Apakah ayah terluka? Kenapa orang itu tega melakukan ayah seperti itu?" tanyaku bermondar-mandir kesal.

"Kamu tidak usah mengkhawatirkan ayah. Sebaiknya kamu mengurus dirimu sendiri. Maafkan ayah hingga membuatmu terluka seperti ini," sesal ayah menunduk lesu.

"Seharusnya tadi aku tidak meninggalkan ayah sendirian di sini. Rumah sakit ini sangat tidak aman, aku harus membawa ayah kembali ke kota asal kita."

Ayah menggeleng. "Ayah lebih baik di sini saja."

"Jangan begitu, Ayah. Kalau ayah dirawat di kota asal kita, aku bisa mengunjungi ayah setiap hari dan merawat ayah. Lagi pula kalau ayah dirawat di sana pasti ayah sering dikunjungi oleh orang-orang terdekat ayah. Pokoknya besok kita harus kembali ke sana."

Ayah menghela napas pasrah sejenak sambil mengelus kepalaku lembut. "Baiklah, putriku yang sangat baik dan perhatian padaku. Ayah akan menurutimu."

"Nah gitu baru ayahku," balasku langsung memeluknya.

Sorot mata ayah beralih pada Nathan dan Tania berdiri di dekat pintu kamar. "Omong-omong, terima kasih telah menyelamatkanku dan putriku. Berkat kalian berdua, aku dan putriku jadi terselamatkan."

"Kami hanya sekadar membantu saja, Paman. Aku belum perkenalan diri tadi. Namaku Tania, aku adalah salah satu teman terdekat Penny," tutur Tania dengan ramah.

"Namaku Nathan, aku juga salah satu teman dekat Penny. Senang berkenalan dengan paman," kata Nathan tersenyum ramah.

"Putriku sangat beruntung memiliki teman dekat seperti kalian berdua. Terima kasih telah setia dengan putriku selama ini," sahut ayah berjabat tangan dengan mereka.

Oh ya, bahkan aku sampai hampir lupa menanyakan hal penting pada Tania. Bibirku sangat gatal tidak bisa menahan rasa penasaranku. "Omong-omong Tania, tadi kamu bilang bahwa Adrian mengutus kalian berdua menolongku, ya?"

"Iya, Penny. Memangnya kenapa? Kamu senang mendengar Adrian yang sebenarnya berniat menolongmu?" Tania tertawa ledek menyenggol lenganku.

"Tapi kenapa?" tanyaku lagi.

"Dia sangat mencemaskanmu Penny. Jadi begini ceritanya ...."

*****

Di bandara saat Nathan, Tania, dan Adrian ingin kembali ke kantor, tiba-tiba Adrian merasakan dirinya tidak nyaman, terus menghembuskan napas lemas membuat Nathan dan Tania bingung melihatnya.

"Adrian, kenapa kamu tiba-tiba lesu?" tanya Tania.

"Entah kenapa aku merasa tidak enak saja tiba-tiba," sahut Adrian menghentakkan kaki gugup.

"Maksudmu apa?" tanya Nathan penasaran.

"Penny bepergian jauh ke luar negeri, aku cemas terjadi sesuatu padanya tiba-tiba. Apalagi belakangan ini dia selalu menjadi target pembunuhnya."

"Benar juga sih," sahut Tania menjadi lesu juga.

"Aku ingin meminta bantuan kalian. Aku ingin kalian melindungi Penny di sana."

Bola mata Nathan terbelalak. "Tapi bagaimana caranya, Adrian?"

"Kalian bisa langsung memesan tiket penerbangan selanjutnya. Lalu setelah kalian sampai di sana, kalian langsung mengunjungi rumah sakit tempat ayahnya Penny dirawat. Aku ingin kalian menjaganya diam-diam sepanjang hari. Apakah kalian ingin membantuku sekaligus melindungi teman kalian di sana?"

"Tentu saja kami ingin melindungi, Penny. Kami juga sebenarnya tidak rela melepas kepergiannya." sahut Tania menepuk dada tersenyum percaya diri.

"Serahkan saja Penny pada kami. Kami pasti akan melindunginya dengan baik!" tambah Nathan merangkul pundak Tania.

"Baiklah kalau begini rasanya aku sedikit tenang berkat adanya bantuan kalian. Terima kasih bersedia membantuku. Kalian harus membawa Penny dan ayahnya kembali ke sini dengan selamat."

*****

Aku sangat terkejut mendengar penjelasan sebenarnya dari Tania. Adrian sangat mencemaskanku hingga menjadikan Tania dan Nathan sebagai pengawalku di mana pun. Sebenarnya perasaanku sangat senang ketika ada sahabat yang sangat peduli dengan sahabatnya sendiri. Aku tidak sabar bertemu dengannya saat kembali ke kota asal.

"Begitu ceritanya, Penny. Dia sangat mencemaskanmu dan memiliki firasat akan terjadi sesuatu yang buruk menimpamu. Jadinya dia menyuruhku dan Nathan untuk mengawasimu di sini," pungkas Tania mengakhiri penjelasannya.

"Kemudian saat kamu sedang mengejar taksi di tengah jalan, kami sebenarnya mengikutimu dari belakang," lanjut Nathan.

"Begitu rupanya. Terima kasih sudah menolong kami, Tania dan Nathan," ucapku sambil memeluk mereka berdua erat.

"Adrian itu siapa, ya?" tanya ayah tiba-tiba.

"Adrian itu adalah pa--" Tania belum selesai bicara langsung mulutnya dibungkam aku dengan telapak tanganku.

"Sahabat setiaku, Ayah. Dia adalah putra dari sahabat ayah yang bernama Randy."

Aku membantu Tania menjawab ayah daripada ayah akan salah paham mengira Adrian adalah kekasihku. Karena tingkah Adrian bahkan sudah terlihat seperti suamiku sungguhan, bukan sekadar sahabat atau kekasihku.

"Kamu bersahabat dengan putranya Randy? Itu bagus sekali. Orang tua dan anaknya saling berteman dekat," balas ayah terlihat senang.

"Iya nih. Kita dipertemukan seperti ini karena sudah takdir."

"Omong-omong, tadi Tania ingin bicara apa, ya?" tanya ayah penasaran lagi karena ucapan Tania sempat terpotong.

Aku tertawa terkekeh sambil menggarukkan kepalaku. "Tidak ada, Ayah. Tadi Tania hanya asal bicara. Memang dia sudah biasa seperti itu."

"Ish kenapa kamu memfitnahku seperti itu!" protes Tania bibirnya mengerucut.

"Ayah pasti lelah hari ini, sebaiknya ayah tidur saja. Nathan tolong jaga ayahku dengan baik!" pesanku pada Nathan sambil menarik tangan Tania meninggalkan kamar ayah.

Karena kami sudah bepergian jauh ke sini, aku mengajak Tania menemaniku berbelanja di pusat perbelanjaan. Sebenarnya aku bermaksud mengajak Tania agar ia tidak berbicara aneh pada ayah.

"Penny, coba ke sini deh!" ajak Tania menarik tanganku memasuki salah satu toko jam tangan.

"Oh, kamu mau beli jam tangan untuk pacarmu ya," ejekku menyipitkan mataku.

"Iya nih. Karena kita sudah jauh-jauh kemari setidaknya aku ingin belikan sesuatu untuk pacarku," sahut Tania tersipu malu sambil memilih jam tangan yang akan dibelinya.

Di tengah pembicaraan kami, aku melihat ada sebuah jam tangan pria yang modelnya sangat bagus. Pandanganku berbinar membayangkan jam tangan ini terlihat sangat cocok dipakai Adrian.

"Kenapa kamu melihat jam tangannya seperti itu? Apakah kamu ingin membelikan jam tangannya untuk pacar rahasiamu?" ejek Tania tersenyum usil padaku.

Aku menggeleng cepat. "Hmm tidak kok."

"Atau mungkin kamu ingin membelikannya untuk Adrian." Tania sengaja menyenggol lengan tanganku.

"Kalau itu sih ...."

"Sudah kuduga jam tangannya untuk Adrian. Aku bisa membaca pikiranmu hanya melihat wajahmu yang dari tadi tersenyum sendiri."

"Kamu jangan salah paham. Aku membeli jam tangan untuknya karena dia selama ini menjadi malaikat pelindungku terus. Bahkan sampai mengutusmu dan Nathan melindungiku. Hubungan kami hanya sebatas sahabat."

"Iya aku tahu hubungan kalian sebagai sahabat," balas Tania mengucapkannya sedikit menekan seolah-olah kata sahabat itu sangat ambigu.

Aku memutuskan membeli jam tangan model ini yang terlihat keren dan mewah. Selain mengunjungi toko jam tangan, kami juga mampir ke tempat lain dan membeli banyak makanan khas Korea hingga larut malam.

Keesokan harinya, aku, kedua temanku, dan ayah kembali ke kota asal kami. Aku memilih rumah sakit yang letaknya sangat strategis dan aman supaya Pak Colin tidak akan mengincar ayah lagi. Lalu di depan kamar ayah terdapat beberapa petugas dengan pengawasan yang sangat ketat sehingga tidak ada penyusup yang memasuki kamar ayah. Aku bergegas pulang ke rumah dan mengajak ibu untuk segera mengunjungi rumah sakit.

1
martina melati
kesempatan mumpung ada y
martina melati
hehehe... sekali mendayung 2 ato 3 pulau sanggup y /Facepalm/
martina melati
shrsny jangan terbuka beri info, walo pd jaksa sekalipun... cukup katakan, iy sedang bertugas.
martina melati
jangan2 bastian yg menusuk... hehehe, malah curiga y/CoolGuy/
martina melati
katany langsung kabur, melihat jauh koq bisa tahu 2x penusukan... gk cocok nih infony dg kondisi mayat yg dtemukn... luka gores memanjang dsekitar perut
martina melati
cari suami sikorban... berhutang pd sp?? kmungkinan suruhan x
martina melati
gt donk... hrs sergap, agar kasusny lekas terungkap beneran pembunuhan, bunuh diri ato kecelakaan
martina melati
knp bsk sih? bukanny hr ini aja, gercap donkkk
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Ka
kok saya curiga sama si ray
IG : Chocollacious: monggo kak, bawa sapu sekalian ngikutin ray diam diam dr belakang 🤣
total 1 replies
Maryam Al Bantani
Aku curiga sama si Ray.
IG : Chocollacious: monggo curiga kak, kalo perlu buntutin diam diam🤣
total 1 replies
KS_Hyde
Sorry g respect sm km Darren, hbs sih kelakuanmu sblmnya itu sungguh menguras emosi
IG : Chocollacious: sama aku bodo amat🤣
total 1 replies
KS_Hyde
Sumpah kl aku ada di sn, dah ku bunuh dr awal dtg. Greget bgt
IG : Chocollacious: sabar sabar kak😅
total 1 replies
KS_Hyde
plisss gpp tembak aja sumpah, ikhlas bgt aku. Kl aku jd penegak hukum, aku memihakmu, Adrian biar km g dpt sanski
IG : Chocollacious: mungkin aku bisa wakilin hrsnya🤭
total 1 replies
KS_Hyde
Ya Tuhan knp kisah nya begini semua, g ada happy² nya:)
IG : Chocollacious: karena authornya memang demen nyiksa pemeran utamanya🤣
total 1 replies
KS_Hyde
Jinja??? Woahh tmpt begini idaman buat kepolisian
IG : Chocollacious: authornya pun jg mau kerja di sana🤣
total 1 replies
ZasNov
Keren banget nih Kak Choco, dua novelnya udah terbit cetak..😍👍
Semoga semakin sukses ya Kakak..🥰
IG : Chocollacious: amiin makasih kak🥰
total 1 replies
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
Aaaa, selamat yaaa, Kak Choco. gegara baca ini jadi semangat lanjutin remake anak emas aku juga 😍 Peny Adrian jaya jaya jaya 🔥🔥😍
Neng Yuni (Ig @nona_ale04): tau, tuh. padahal udah yakin banget 🤣 eh, tapi endingnya bener juga, kan
total 2 replies
Tia Supriyanto
Polisi atau apa sih mereka, rame2 bawa pistol lagi kok keok, sebenarnya yg goblok yg nulis apa yg baca ya
IG : Chocollacious: kak, terima kasih masukannya. tapi alangkah baiknya jika memberikan kritik dengan bahasa yang lebih halus. memang ini cerita pertamaku sejak di dunia literasi jadinya bakal banyak kesalahan. lalu, sampai sekarang aku masih belum sempat menyempatkan waktu untuk revisi. sebenarnya aku tau banyak amat kesalahannya sampai jariku rasanya gatal ingin revisi, tapi urusan di RL yang menghalangiku melakukannya.

mengenai polisi membawa pistol kok bisa keok? dari sepengalaman aku riset dr berbagai film yg pernah aku tonton, polisi sebenarnya tidak boleh sembarangan memakai senjata api kecuali hanya untuk menakuti musuhnya. mungkin penggambaran adegannya masih kurang tepat, jadinya aku memang pengen revisi sebenarnya
total 1 replies
Tia Supriyanto
Cerita pembodohan, katanya taekwondo ban item kok ada perlawanan sama sekali
IG : Chocollacious: ga pembodohan. emgnya haruskah detektif itu selalu sempurna di mata manusia? coba kakak baca novel atau nonton film, pasti ada sisi kelemahannya. mengenai sabuk hitam, itu karakter Penny memang sengaja dia agak mulut besar, meski dia cewek, mana mungkin bisa melawan pelaku pelecehan hanya seorang diri. semua cewek ketika berhadapan dengan pelaku pelecehan pasti akan trauma dan ketakutan dong.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!