NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka sama saja

Terlalu terlihat mencintai itu tidak baik terlalu terlihat membenci nya itu juga bukan hal baik, Nella bingung harus bagaimana menggambarkan perasaannya dan perasaan Javier padanya, wajah ini terlalu menyukai sikap tak memiliki perasaan.

Sudahi kejadian kemarin.

Nella mencoba salah satu alat olah raga di ruangan ini yang punya banyak koleksi alat olahraga. Sepertinya fasilitas cukup untuk pemiliknya malas keluar rumah.

Sibuk dengan lamunannya Nella tak sadar kalo Javier memperhatikannya dari awal treadmill di nyalakan.

Lelah mendapatkan limpahan cinta dari suaminya yang belum ia kenal, ia merasa ia belum kenal dengan Javier, suami yang ia nikahi sebenarnya orang seperti apa dan ia dari keluarga seperti apa.

"Kau tidak lelah hampir dua jam berjalan di sana."

Menghela nafasnya Nella memilih pergi setelah mematikan alatnya dan acuh saja tak menganggap Javier ada, tujuannya adalah membuat Javier muak dan kannya. Jahat sekali ya Nella seperti tidak mau bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi.

"Nella." Berhenti langkahnya saat akan membuka pintu kaca.

Berbalik menutupnya kembali.

"Aku bicara padamu, kau tidak harus menjawabnya setidaknya berikan tanggapan apapun itu."

"Aku benci dan aku tak mau kau mengajakku bicara, paham."

Javier diam membiarkan Nella yang kesal entah kenapa pergi dari ruangan ini.

Jujur Javier juga tidak tahu kenapa ia mau memperlakukan Nella seperti ini, jika ia melakukan sebaliknya ia tidak akan baik-baik saja dan malah gelisah jika mengajaknya bicara duluan jika menjaga perasaannya juga, Javier lebih baik ia merasa tenang selagi Nella yang marah-marah padanya dunianya akan baik-baik saja.

Selesai Nella mandi membersihkan dirinya memakai pakaian santai untuk keluar atau di rumah saja.

"Ada lowongan kerjaan?"

Javier masuk kamar membuat Nella yang sibuk membaca lowongan kerja menoleh kearahnya.

"Kau bilang belum tau berkasnya, ini tandatangani aku sudah membawanya dan bacalah." Datar acuh dan serius.

Apa Nella membuatnya kesal.

Oh berhasil berarti ya sudahlah.

Mendekat ke Javier membaca berkas yang ia ambil dari atas meja dan meletakkan ponselnya, mata Javier melihat Nella sedang mencari kerja.

Setelah sudah di baca dan semua di tanda tangani Nella memberikan pada Javier.

"Aku percaya.. Kau simpan saja." Tidak perduli dengan berkas itu sementara karena ia akan mengecek jika lowongan ini benar atau tidak.

Tidak mengeceknya bagaimana Nella tak punya uang sama sekali bagaimana mau pergi. Langkah yang baru saja akan keluar kamar terhenti.

"Pinjam uang, aku mau keluar sebentar."

Javier memberikannya kartu dan uang tunai.

"PINnya nanti kukirim lewat pesan."

"Ok makasih nanti ku ganti."

Javier tidak akan lagi terlihat mencintai, ia akan memilih lebih banyak bertindak walaupun Nella tidak paham ia akan tetap memilih tindakan terserah ia mau menganggapnya apa.

Nella merasa sikap Javier agak aneh apa yang salah ya Nella pusing memikirkan nya.

Sibuk sekali rasanya logikanya bekerja.

Langkah kakinya ringan dengan sepatu santai dan menyapa Shinta juga Daman yang baru saja dari luar dan berkeringat.

"Nyonya?"

"Yaa..." balasnya melambaikan tangan lengkap tersenyum cerah.

Jalan kaki lebih sehat sampai depan lalu berjalan ke alamat yang sudah ia berikan pada sopir taksi saat sudah dapat taksi tadi.

Turun didepan rumah sakit ini dan berjalan ke ruang petugas keamanan.

"Ehm permisi pak saya mau tanya tentang lowongan kerja yang terpasang." Bicara dengan jelas menggunakan bahasa negara ini.

Nella sudah belajar bahasa negara ini saat sekolah dulu dan beruntungnya ia masih bisa menggunakan nya dengan baik.

"Oh, iyaa benar... Kamu bukan asli sini?" Pertanyaan petugas itu membuat Nella terdiam.

"Oh saya baru pindah sebulan kemarin dan saya juga punya tanda pengenal negara ini kemarin saat pindah..."

Petugas keamanan itu tersenyum dan memintanya menunggu.

Datang ia membawa seorang wanita yang tak asing yang ia tahu itu adalah pengawal dari Kayla ibu mertuanya.

"Oh, Nona... Anda melamar pekerjaan ini. Saya direktur rumah sakit ini, mari ikut keruangan saya."

Nella mengangguk saja ikut berjalan kearah yang sama bersama wanita pengawal itu.

Perasaannya sama sekali tidak bilang ia akan dalam bahaya tapi, suasana berbeda saat di ruangan direktur rumah sakit ini ia hanya sendirian dan wanita itu.

"Kau bisa bekerja disini dengan baik dan dengan tanggung jawabmu sesuai kapasitas pekerjaanmu bagaimana... Kau tidak perlu memikirkan bagaimananya kau bisa bekerja disini tapi, aku bisa menemani jika kau bukan istri dari atasanku atau menantu dari atasanku."

Nella terkekeh dan bangun dari duduknya.

"Tidak perlu merepotkan dirimu karena aku begitu membahayakan kalian, aku di tolak dan selesai. Terimakasih aku akan pergi dengan tenang." Langkahnya yakin keluar dari ruangan direktur utama.

Ghina adalah nama dari perempuan itu yang Nella lihat nama itu ada di tanda pengenal dan juga nama yang tertulis di salah satu papan dokter jaga.

"Ternyata dia dokter sekaligus direktur dan dia juga pengawal."

"Wah lengkap dan banyak sekali tugasnya."

Nella berjalan keluar tanpa di temani siapapun mengantarnya pergi, dan akan bersenang senang saja lagi pula pekerjaan ini tidak ia dapatkan dari pada langsung pulang, bagaimana bermain sebentar.

Ghina menghubungi Kayla yang ada di salah satu ruang rapat sekarang.

"Dia datang untuk melamar pekerjaan apa dia punya rencana?"

"Tidak tahu nyonya."

Javier yang melihat Nella keluar dari rumah sakit ini dengan wajah ceria mengikutinya pergi keluar juga. Javier kira ia akan membuat rumah sakit ini menjadi ring tinju sekarang.

Di tempatnya berdiri Ghina jelas melihat seseorang yang mengikuti Nella keluar adalah Tuan mudanya.

"Tuan muda bersamanya, Nyonya." Mendengar lagi suara di telpon yang masih tersambung dengan Ghina.

Kayla tersenyum kecil pada rapat dan pertemuan yang memperhatikan pembahasan rapat dan dirinya yang menjadi tokoh yang di bahas juga.

"Saya setuju dengan saran di berikan pembicara kita dan usahakan semuanya selesai tepat waktu dan harus memuaskan seperti biasanya." Kayla bangkit dan semua ikut berdiri menyambut kepergiannya.

Pria dengan wajah yang sudah kencang sejak awal mengepalkan tangannya didalam mobil yang berhenti didepan gedung dimana Kayla mengadakan pertemuannya.

Kayla masuk setelah asisten dari pria yang menunggunya membukakan pintu untuknya.

"Terimakasih Jacob."

"Untuk anda Nyonya."

Setelah pintu tertutup Kayla melepas sepatu haknya dan memakai sendal nyaman dan melepas earphone di telinganya.

"Kau tahu hari ini istri putramu melamar pekerjaan di rumah sakit tempat Ghina mengelolanya."

"Kau membuat adalah dengannya tiga hari lalu."

"Mungkin tiga hari lalu tapi, serasa baru kemarin aku berdebat dengan putra mu."

"Kau harus membuatnya menganggapmu sebagai ibu semana mestinya."

"Kalian berdua sama gen kalian tidak ada yang di buang semuanya mirip."

"Dia putraku, aku cukup paham."

"Kau mau apa dengannya, membunuhnya karena mengatai aku tak bisa punya anak atau kau akan menyiksanya seperti biasanya..."

"Kau membahas hal tidak perlu."

"Dasar iblis, kau sama sekali tak pantas di sebut ayah oleh anak mu sendiri."

Wajah Kayla sangat puas setelah mengatai suaminya juga yang terlihat tak mau mencari ribut dan memilih meliriknya tajam itu cukup.

Lampu penyebrangan hidup tapi, sebuah motor menerobosnya hingga Nella yang mau berjalan maju hampir di tabrak jika tangan Javier tak menariknya dengan cepat. Semua orang disana mengumpati pengendara itu.

Tatapan mata terkejut dan juga kaget dengan siapa yang menyelamatkannya, wajah Javier sangat datar dan itu sama sekali tak hidup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!