NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus Mengumpulkan Bukti Dan Saksi

#10

Di tempat Anjani, wanita itu nampak santai menanti pengumuman, sepertinya ia yakin, bahwa kali ini pun angin baik, akan berhembus kepadanya seperti biasanya. 

Karena desain pakaian yang ia kirimkan kemarin, benar-benar memukau pandangan matanya. Dan yang pasti dewan juri pun akan ikut terpukau pada keindahan gaun tersebut. 

Tapi, ketika detik pengumuman tiba, Anjani seperti tersambar petir di tempatnya. Karena karyanya justru tidak masuk dalam daftar deretan pemenang, namun, ada di daftar diskualifikasi, karena terindikasi melakukan plagiat. 

“Aaarrgghh!! Apa ini?!” teriak Anjani. 

Brak! 

Prang! 

Pyar! 

Anjani menggebrak meja, dan dengan tangannya ia menyapu semua yang berada di atas meja. 

Ia mengamuk seorang diri hanya karena karya yang didaftarkan atas nama MiJa Collection, terindikasi melakukan plagiat.

Bagaimana mungkin bisa terjadi, selama ini semuanya berjalan lancar, kenapa sekarang  tiba-tiba ada masalah? Dulu-dulu pun ia memplagiat pakaian hasil rancangan Giana, kemudian berinovasi mempekerjakan orang-orang di dunia fashion untuk membuat desain pakaian, yang kemudian diakui sebagai hasil karya Anjani sebagai pemilik MiJa. 

“Vina! Vina!” seru Anjani dengan suara menggelegar. Wanita itu berjalan mengelilingi ruangannya dengan perasaan marah dan gelisah, padahal baru kali ini ia dihantam masalah. Apakah kali ini uang akan mampu menyelesaikan segalanya? 

Vina tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruangan sang atasan, wajahnya pun pias tak berani menatap wajah Anjani yang sedang merah karena amarah. “Ada apa, Bu?” tanyanya gugup. 

“Panggil Suzan, bawa penipu itu kemari!” 

Vina berbalik, karena tak ingin mendengar amukan Anjani sekali lagi, telepon ia angkat, dan segera terhubung ke bagian dimana Suzan ditempatkan. “Suzan, dipanggil Bu Anjani,” kata Vina singkat, begitu telepon diangkat. 

“Suzan tak ada kabar, Bu.”

“Apa?!” Mendadak Vina ikut stress. “Baiklah, cari terus dimana keberadaan wanita itu.

Satu karya bermasalah, bukan sekedar masalah, tapi menyangkut plagiarisme. Tentu sangat memalukan bagi MiJa, karena image yang dibangun Anjani runtuh seketika. 

Dalam beberapa menit saja, serangan bertubi-tubi datang menyerang, para netizen  menghujat, mengirimkan cibiran serta komentar pedas di laman web official store MiJa. 

“Ternyata bisanya cuma nyontex, huuuu!! Mambu!! Gue juga bisa kalo mau.” 😏

“Anj irr aku pikir se eksotik itu karya MiJa, tapi ternyata—” 😱

“Jangan-jangan, selama ini mereka juga nyontek karya desainer lain? dasar be go! ” 🤔

“Oh my God, duit gue terbuang sia-sia membeli karya bajakan.” 🥴

Brak!! 

Baru sebagian kecil komentar masuk, Anjani langsung menutup laptopnya, ia tak ingin membaca dan mendengar informasi apapun dari luar. 

Kedua tangan Anjani mengepal erat, bibirnya pun mendesis marah. “Aku akan menuntut wanita jalang itu! Jangan-jangan Suzan sialan itu, sengaja melakukan ini karena iri dengan ketenaran dan kesuksesanku.” 

Tok! 

Tok! 

Pintu diketuk, dan tanpa menunggu persetujuan Anjani, Vina langsung masuk ke dalam ruangan. “Mana wanita sialan itu?!” 

Belum apa-apa, wajah Vina sudah pucat ketakutan. “Suzan, tidak ada kabar hari ini.” 

“Apa?!” Kembali Anjani berteriak dengan suara kencang. 

“Begitulah laporan dar—”

“Cari dia!” Anjani kembali mengeraskan suaranya tanpa menunggu Vina selesai dengan ucapannya. 

Anjani kembali duduk dan memikirkan siapa dalang dibalik ini semua. 

“Siapapun kalian, aku tak akan diam saja menerima permainan licik ini.” 

Anjani yang penasaran pun, membuka ponsel dan diam-diam kepo dengan si juara pertama. 

Ls Fashion, selama ini hanya dikenal publik sebagai merek lain yang bernaung di bawah payung Madame Gi. Tapi kemenangannya kenapa baru sekarang? Padahal sudah cukup lama, Ls berseliweran di dunia fashion Ibu Kota. 

Anjani terus mengulik, dan semakin mengulik ia semakin di buat penasaran, karena tak ada nama dan keterangan yang menampilkan sang owner. 

Apakah owner-nya adalah orang itu? Wanita yang berjalan bersama Giana di hari mereka menyerahkan formulir keikutsertaan dalam kompetisi. 

•••

Sementara itu, di kantor Huda Tex, Giana sengaja memesan banyak makanan untuk merayakan kemenangan Ayu. 

Semua karyawan baik itu Huda Tex, Madame Gi, dan Ls. Ikut berpesta menikmati hidangan yang sengaja di pesan kedua atasan mereka. 

Dua wanita tangguh yang sekali lagi membuktikan kemampuan mereka, tak hanya mengandalkan paras serta karya abal-abal. Melainkan sebuah karya original, yang berasal dari buah pemikiran mereka sendiri. 

“Selamat, Bu Ayu.” 

“Cheers!” 

“Yeaahh!”

Gelas berisi jus, kola, bahkan air mineral sekalipun, semua diangkat ke udara sebagai perlambang kebahagiaan, dan ucapan selamat. 

Setelah minum, Giana menyalakan mikrofon. “Ibu Lembayung Senja, silahkan sepatah dua patah kata, untuk para karyawan Anda yang telah bekerja sangat keras selama ini.” 

Ayu yang masih dikuasai rasa haru tiba-tiba tersipu malu, namun demikian ia tetap mengambil mikrofon yang diserahkan Giana kepadanya. 

Ayu mengeringkan air mata bahagianya dengan selembar tisu, keberuntungan sedang menyambangi hidupnya. Siapa sangka setelah semua kesedihan, kepedihan, luka batin, dan psikis, kini Tuhan akhirnya menghadiahkan selaksa bahagia tanpa ada selimut duka. 

“Terima kasih, ya Allah. Atas kasih sayang dan nikmat yang Engkau anugerahkan pada kami. Terima kasih untuk Kakak sepupuku tersayang karena tak lelah mencari keberadaanku. Terima kasih pada kalian semua atas dedikasi, dan kerja keras kalian, yang selama ini mendukung, dan membantuku untuk terus bisa berkarya dari balik jeruji penjara.” 

Ayu kembali mengeringkan air matanya. “Aku, akan terus berusaha, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berinovasi tanpa lelah. Agar kalian semua merasa bangga bekerja bersama wanita mantan narapidana sepertiku. Terima kasih.” 

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Ayu membungkukkan badan beberapa saat, sebagai bentuk nyata penghormatannya pada orang-orang yang selama ini bekerja membantunya. 

Tepuk tangan kembali menggema, dan pesta terus berlanjut, khusus hari ini para karyawan bebas bekerja sambil bersenang-senang menikmati aneka hidangan yang sengaja disediakan oleh big boss mereka. 

Giana membawa Ayu menepi di meja tempat Mahar dan Suzan berada, mereka saling bertukar senyuman. “Suzan, apakah tempat persembunyian kamu aman?” tanya Giana. 

“Aman, Bu.” 

“Saya juga sudah menempatkan desainer bayangan baru di dekat Anjani. Kali ini tugasnya mungkin tak akan semudah Suzan. Tapi untuk sementara desainer itu hanya bertugas menjadi mata-mata, karena saya tak yakin Anjani mampu mengeluarkan produk baru dalam waktu dekat.” 

Giana memainkan gelas jusnya, “Kenapa tidak?” Ayu bertanya. 

“Kamu pasti belum melihat, banyaknya komentar buruk, dan hujatan yang mampir ke official store MiJa,” jawab Mahar dengan senyum sinis. Wanita yang sejak dulu terkenal di desa sebagai wanita penghibur di klub. Menjelma menjadi desainer, apa mungkin bisa? 

“Oh, iya, apakah ada kabar lanjutan dari Tuan Dandi?” 

“Info terbaru, Tuan Dandi sudah mengumpulkan banyak saksi yang pernah menjadi korban Gunawan dan Rudi dalam kurun waktu 20 tahun ke belakang, sejak kasus Ayu.” 

Ayu berdebar, namun, ia pun kagum dengan cara kerja tim Giana, mereka tidak asal bergerak menyerang, namun, mau menunggu dengan sabar. Hingga bukti-bukti mereka tak mungkin terbantahkan. 

“Ini salinan rekening yang keluar masuk dalam buku besar mereka.” Mahar menunjukkan salinan laporan yang berhasil di hack oleh TIM IT mereka. Laporan itu tak bisa dijadikan bukti, karena dilakukan dengan cara ilegal. 

Namun, bisa menjadi acuan penyelidikan, setiap kali ada uang masuk, artinya ada orang baru yang menjadi korban. 

1
Nar Sih
moga aja bnr klau biru dan miranda saudara satu ayah biar mereka ngk pcran
Reni
weeee mbak Jani makin lengket sama mas Jono
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
Reni
biru g secerah namamu kau bikin kelabu ayu lagi dan lagi pola pikirmu melukai mamamu miris
Nar Sih
semoga biru bisa memberi kejutan pada mama ayu dgb segaja msuk firma hukum punya si gunawan
Siti Siti Saadah
asyyyyyyiiiiiikkkkk
Rahmawati
hmmm apa biru sengaja deketin Miranda biar bisa mencari bukti bukti ttg kebusukan gunawan ya
Rahmawati
kok gedeg ya sama biru😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!