NovelToon NovelToon
Toxic Love

Toxic Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mizzly

"Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong! Kamu wanita pertama dalam hidup aku, Luna. Apa kamu tidak mau menjadikan aku lelaki pertama yang pernah tidur denganmu?"

Saat Noah meminta pembuktian cintaku padanya, aku bisa apa selain dengan bodohnya memberikan keperawananku padanya? Semua atas nama cinta. Cinta yang bagaimana? Cinta yang penuh dengan toxic?

Diilhami dari kisah nyata pergaulan anak muda jaman sekarang. Mohon bijak menyikapinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Mau Menikahi Aku?

Luna

Mama pergi setelah memberikanku pilihan yang sangat sulit. Apa yang Mama katakan memang benar, kami sangat mirip. Kami sulit untuk melepaskan orang yang kami cintai, padahal kami sendiri tahu kalau terus mempertahankan hubungan hanya akan membuat diri kami sendiri terluka.

Aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku, berharap semua ini hanya mimpi buruk yang jika aku terbangun akan hilang dan menjadi bunga tidur semata. Nyatanya semua ini nyata. Aku bingung mau berbuat apa, aku tak bisa jauh dari Noah. Aku sangat mencintai Noah.

Untuk menikah dengan Noah, jujur aku belum siap. Kami masih sama-sama kuliah, bagaimana caranya membiayai hidup kami nanti? Satu lagi yang penting, aku tidak percaya dengan pernikahan.

Pernikahan itu bagiku hanya membuat hidup jadi rumit. Menggabungkan dua orang yang berbeda pemikiran dalam satu hubungan. Pasti banyak ketidakcocokannya. Tujuan pernikahan itu apa sih? Kalau hanya ingin punya anak, cukup adopsi saja.

Argh ... bisa gila aku kalau begini terus. Lebih baik aku pulang ke kosan saja lah, toh Mama dan Papa sudah selesai masalahnya. Mama hanya tinggal mengajukan gugatan cerai dan aku tidak perlu khawatir lagi karena apa yang aku inginkan sudah tercapai, yakni melihat Mama dan Papa berpisah, tak perlu bertengkar lagi.

Setelah mandi dan sarapan, aku pergi meninggalkan rumah Mama. Tak lupa, aku pamit pada Mama untuk kembali ke kosan. Mama berpesan padaku untuk tidak lagi menyia-nyiakan hidupku dan terus bergelimang dosa seperti kemarin lagi. Aku hanya membalas dengan satu kata, iya.

Dengan menaiki ojek online aku kembali ke kosan yang belum sempat aku inapi. Hari pertama pindah, malamnya aku sudah pergi ke rumah Mama. Sekarang aku harus membiasakan diri untuk tinggal di kosan ini. Setidaknya sampai aku selesai dengan skripsiku.

Suasana kosan siang ini begitu sepi. Kebanyakan anggota kosan sedang sibuk di kamarnya masing-masing. Aku masuk ke dalam dan langsung menuju kamarku di lantai atas. Kurebahkan tubuhku namun saat mataku hendak terpejam suara dering ponsel membuatku terganggu. Noah. Huft ....

"Kenapa kamu baru angkat sih? Dari kemarin aku chat dan telepon kamu terus tapi sama sekali tidak kamu jawab!" omel Noah.

"Maaf," kataku singkat. Aku malas berdebat. Otakku sudah penuh dengan banyak masalah.

"Kamu pindah kemana? Aku ke kostan kamu sekarang!"

"Untuk apa?" tanyaku dengan malas.

"Ya untuk ketemu kamu, gimana sih? Udah cepat jawab, kamu dimana?" paksa Noah.

Dengan terpaksa kuberikan alamat kostku yang baru. Aku takut Noah marah. Tak lama, ponselku berdering kembali.

"Aku di bawah!" kata Noah tanpa basa basi.

Aku pun turun ke bawah dan berpapasan dengan para penghuni kost yang kebanyakan memakai hijai. Mereka tersenyum ramah padaku, kubalas dengan tersenyum balik. Aku keluar kost dan kulihat Noah sedang duduk di teras.

"Kita bicara di kamar kamu saja!" Noah merangkulku dan mengajakku ke dalam kostan.

Aku mencegah Noah. "Enggak bisa. Kostan ini khusus cewek. Kamu enggak bisa masuk!"

"Hah? Kok gitu? Kenapa kamu mau pindah ke kostan yang culun kayak begini? Sudah, pindah saja!" paksa Noah. "Aku yang bayar!"

"Papa yang menyuruhku tinggal di kostan ini kalau aku masih mau kost. Aku tak bisa pindah lagi," tolakku.

"Gimana sih? Aku yang bayar, Lun. Sudah tenang saja. Kamu tak perlu khawatir!" kata Noah seenaknya.

"Aku yang enggak mau. Sudahlah, aku banyak masalah. Aku tak mau mencari masalah lagi dengan Papa. Ada apa kamu mencariku?"

"Ya aku khawatir sama kamu. Aku tahu Papa kamu marah besar kemarin. Andai kamu tidak menyuruhku pergi, aku pasti bisa meyakinkan Papa kamu. Kamu terlalu gegabah sih, sok mau menanggung semuanya sendiri," omel Noah.

Aku menghembuskan nafas dalam. Lelah sekali rasanya. Kalau begini bagaimana aku bisa fokus mengerjakan skripsiku?

"Urusan sama Papa dan Mama sudah beres. Kamu tak perlu khawatir, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Ada apa lagi? Aku mau ke kamar, aku mau mengerjakan skripsiku," kataku dengan dingin.

"Tunggu dulu dong, jangan ke kamar dulu." Noah melirik kiri kanan lalu menurunkan suaranya. "Kamu enggak bisa menyelundupkan aku ke kamar kamu?"

Aku terkejut mendengar permintaan Noah yang tak masuk di akal. "Enggak bisa! Kamu jangan minta yang aneh-aneh deh! Aku enggak mau ketahuan dan malu. Enggak mau!"

"Yaudah, kita jalan-jalan aja gimana? Atau kita pacaran di ruang senat?" ajak Noah.

Aku kembali teringat dengan ucapan Mama. Benar yang Mama katakan, hubunganku dan Noah sudah tidak seperti gaya pacaran anak ABG, Noah sudah kecanduan ingin terus berhubungan badan denganku. Aku juga ingat ancaman Mama, kalau aku tak putus, maka aku harus meminta Noah menikahiku.

"Aku akan mengiyakan permintaan kamu jika kamu jawab pertanyaanku dulu," kataku.

"Apa?"

"Kamu mau menikahiku?" tanyaku.

"Kenapa kamu tanya kayak begitu?"

"Jawab saja. Kamu mau menikahiku sekarang?"

"Hah? Sekarang? Kamu kenapa sih? Tiba-tiba kamu nanya kayak begitu?"

"Ya tinggal jawab saja, apa susahnya coba? Kamu mau menikahiku tidak?" tanyaku lagi.

"Ya ... mungkin nanti tapi tidak sekarang," jawab Noah.

"Kalau begitu aku enggak mau ikut sama kamu," tolakku.

"Loh kok begitu? Aku bilang mungkin nanti aku akan menikahi kamu tapi bukan sekarang. Kamu tahu sendiri kita masih kuliah, aku tak bisa menikahi kamu sekarang. Kita masih pacaran. Kita nikmati masa muda kita," bujuk Noah.

"Besok saja kita ketemu lagi saat aku ada jam di kampus. Aku masuk ke dalam dulu!" Aku berdiri dan tangan Noah mencegahku pergi.

"Kok masuk ke dalam sih? Kita jalan-jalan ya? Sayang, kita lagi libur. Kalau menunggu kamu ada jam lama dong. Aku sudah kangen nih sama kamu."

Aku menatap Noah dengan lekat. "Kalau kamu mau menikahiku sekarang, aku akan ikut kemanapun kamu pergi. Karena kamu tidak mau, ya kita harus jaga jarak mulai sekarang." Kulepaskan tangan Noah dan masuk ke dalam kamar.

Kuacuhkan semua pesan dan panggilan dari Noah. Aku kembali fokus menyelesaikan skripsiku sampai sebuah ketukan di pintu membuat perhatianku teralihkan dari laptopku.

"Hi, Lun!"

"Hi, Rin, masuklah!" Aku membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan teman baruku untuk masuk.

"Kata penghuni kost yang lain kamu sudah pulang, aku mau tanya langsung sama kamu. Kemarin bagaimana, Lun? Maaf, aku bukan mau mencampuri urusanmu. Aku khawatir dengan keadaan kamu, Lun."

Aku tersenyum senang dengan perhatian yang Rina berikan untukku. "Ya begitulah, Rin. Papa dan Mamaku bertengkar hebat. Untung saja aku datang tepat waktu."

"Kamu sudah kembali ke kostan berarti semua masalah sudah beres?" tanya Rina lagi.

"Ya ... untuk sementara beres."

Tak lama adzan maghrib berkumandang. "Lun, ayo siap-siap!"

"Siap-siap?" Siap-siap untuk apa ya?

"Ayo, ambil wudhu, kita sholat maghrib dan ngaji bareng."

"Ngaji?"

"Iya. Ayo, cepat kita wudhu!"

Aduh, gimana nih? Bisa ketahuan dong kalau aku tidak lancar mengaji?

****

1
Bun cie
karya yg bagus..dismpaikan dengan gaya bahasa yg baik , ada pembelajaran yg bisa diambil.
terimakasih kak author..sukses u karya2 selanjutnya🙏💐
Maria Ulfa
wah...
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🥰🥰🥰😍
indira kusuma wardani
Luar biasa
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 🥰🥰🥰🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lambemu mas 👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aku suka ama kamu sumpah...
keren sih jadi cowok 😁
fujichen
sosor terussss,,,
kaget pas bilang mantan narapidana🙃
fujichen
bagus rina
fujichen
kok papa bisa bener sich,,,,
fujichen
kasihan c Luna kena jebakan Batman
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaaa ketagihaannn🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Ya kali Bahri bs terpengaruh sama Luna..Luna ga sehebat itu juga kali bs mempemgaruhi Bahri..🤣
sirik aja kamu Zah, klu udh pikirannya negatif yaa susah deh🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaa emang gaya hidup Luna kayak apa🙄
Rina jg fun2 aja sama Luna, Bahri jugaa..loe aja yg sirik Zizah
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
ehek..ehekk😄😄
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..teenyata azizah kok bgitu yaaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..kok kakak nya sendiri malah bilang gitu...emang dia mau juga kalau dipoligami sama suamia nya🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Manaa tuh istri siri yg suka gonta ganti...kawin aja lagi sana.
sskarang aja bilang kesepian ga ada teman..telat Pak🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
khilaf tapi kok berkali kali 🤪🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
laki2 yg selalu ngintip yaa..yg luna merasa diawai laki2 inikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!