NovelToon NovelToon
Supreme Imortal System

Supreme Imortal System

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Ritual Harian sang Tiran

​Hutan di sekitar lembah yang biasanya penuh dengan kicauan burung dan auman monster, tiba-tiba menjadi sangat sunyi. Kabut tipis menyelimuti pepohonan, seolah alam pun tahu bahwa predator paling berbahaya sedang dalam suasana hati yang sangat buruk.

​Kenzo berjalan dengan tangan di saku, Sniper Qi tersampir santai di bahunya. Aura membunuhnya begitu pekat hingga dedaunan yang ia lewati layu seketika.

​"Di mana kalian?! Aku sedang butuh poin!" seru Kenzo ke arah kegelapan hutan. Suaranya datar, namun penuh tuntutan.

​Seekor Serigala Bayangan Level 1 mencoba menerkam dari belakang. Tanpa menoleh, Kenzo menghantamkan popor senjatanya ke tengkorak serigala itu hingga hancur.

​Sret! Jleb!

​"Satu..." gumam Kenzo.

​Tak lama, dua ekor Beruang Tanah Level 2 muncul dengan raungan dahsyat. Kenzo hanya menggerakkan jarinya, menarik pistol Qi dan melepaskan dua tembakan presisi tepat di mata mereka.

​"Dua... tiga..."

​[Ding!]

[Membunuh Monster Level 1: +10 Poin]

[Membunuh Monster Level 2: +50 Poin]

[Membunuh Monster Level 2: +50 Poin]

​Kenzo terus melangkah seperti mesin maut. Hingga akhirnya, seekor Phyton Raksasa Level 3 menghadangnya. Ular itu memiliki kulit bersisik besi yang bisa menahan serangan pedang biasa. Namun bagi Kenzo, itu hanyalah tumpukan poin yang berjalan.

​Dengan teknik Langkah Bayangan, Kenzo muncul di atas kepala ular tersebut, menempelkan moncong pistolnya ke lubang telinga sang monster, dan...

​DOOR!

​[Ding! Membunuh Monster Level 3: +200 Poin!]

​Kenzo memeriksa saldo poinnya. Setelah dirasa "lumayan" untuk modal cadangan (atau mungkin untuk judi lagi), ia memutuskan untuk pulang. Rasa malasnya kembali mengambil alih rasa hausnya akan poin.

​Sampai di gubuk, pemandangan yang kontras menyambutnya. Ling Yue sedang duduk di rumput, mengajari Lin-er cara membuat mahkota bunga. Ling Yue tampak sangat anggun dengan sinar matahari sore yang menerpa wajahnya, namun kedamaian itu pecah saat ia menyadari kehadiran Kenzo.

​Ling Yue langsung berdiri dan menatap Kenzo dengan mata biru safirnya yang tajam. Tangannya berkacak pinggang.

​"Ingat janji kita, Tiran! Jangan gunakan poin itu untuk judi lagi!" ancam Ling Yue. Ia melangkah mendekat, mengendus bau darah yang menempel di baju Kenzo. "Dan hari ini... kita mau apa? Kau baru pulang seperti orang yang habis membantai satu desa."

​Kenzo tidak menjawab secara verbal. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kursi malas favoritnya, menghela napas panjang seolah seluruh beban dunia ada di pundaknya.

​"Aku lelah," ucap Kenzo singkat.

​Ia menjentikkan jarinya, membuka Ruang Dimensi, dan sebuah potongan besar daging paha harimau Level 1 jatuh tepat di depan kaki Ling Yue. Daging itu segar, sudah dibersihkan secara otomatis oleh sistem, dan mengandung energi Qi yang melimpah.

​"Masak saja itu untuk makan malam," gumam Kenzo sambil menarik topi jeraminya untuk menutupi wajah. "Aku ingin tidur. Malas sekali berbicara."

​Ling Yue menatap potongan daging itu, lalu menatap Kenzo yang sudah mulai mengatur napas untuk tidur siang. "Kau... kau memperlakukanku seperti koki pribadimu lagi?! Aku ini entitas sistem yang memiliki harga diri tinggi!"

​"Ibu, Lin-er lapar..." celetuk Lin-er sambil memegangi perutnya yang berbunyi.

​Ling Yue yang tadi hendak meledak marah, seketika luluh. Ia mendengus kesal ke arah Kenzo. "Beruntunglah kau punya anak yang manis, kalau tidak, sudah kupastikan daging ini akan kuganti dengan kepalamu."

​Ling Yue memungut daging itu dan berjalan menuju dapur luar sambil mengomel, meninggalkan Kenzo yang perlahan-lapan terlelap dalam kemalasan absolutnya.

1
I'm Nao
trauma sudah beliau 😬😬😅😅
I'm Nao
tolong bersabar ini ujian 🤗🤗🤗
I'm Nao
"turut mengheningkan cipta" kata si bodoh 😅😅😅
I'm Nao
hormat komandan!!!! pejuang kita akhirnya dapat ber istirahat dengan tenang 😬😬😬😬
I'm Nao
ekhem ini adalah sesuatu yang berada di luar logika sistem dan kamu masih terlalu kecil nak 😉😉😉
I'm Nao
houuuuu mengerikan 😬😬😬
I'm Nao
......kering pun kering wak 😅😅😅😅
I'm Nao: rillll
total 2 replies
I'm Nao
.....😐😐😐...........Allllamak😮😮😮
I'm Nao
😐😐😮😮😮😮😮😮😮
I'm Nao
anjay mulai berguna......



sebentar😅😅
I'm Nao: wkwkwkwkwkwkw
total 2 replies
I'm Nao
🤣🤣🤣🤣
I'm Nao
🤣🤣🤣
I'm Nao
anjirlah mau di smackdown juga wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Agen One: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Skull/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
ngakak🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
satu kali tembak langsung modaaarr
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Sistem nya tidak berkutik/CoolGuy/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Bagus dan menarik. semangat teruzzzz
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!