Leon angga reksa mencintai Zafi laulani remaja polos yang ternyata kekasih Arief angga reksa adik kandungnya sendri, malam yang gelap menjadi saksi sakitnya hati Leon melihat wanita yang di cintai di tunang oleh adiknya. Akankah Leon mengalah dengan Arief adiknya? atau sebaliknya dia akan merebutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MIMPI
Mimpi
...****************...
" Atau jangan - jangan kau berusaha meninggalkanku tapi tidak punya alasan, secara hatimu milik orang lain ?" tanya Zha .
" Kamu ngomong apa sih Zha , tidak mungkin lah, jika aku ragu sama kamu, kenapa aku nekat melamar kamu, karena aku tidak mau kau di miliki orang lain karena aku mencintai kamu bukan hanya cinta, tapi sangat mencintai kamu " jawab Arief sambil memegang dagu kekasihnya.
" Kamu juga ngomong apa ? apa kamu capek denganku ? kenapa seolah Leon lah tempatmu mencari sasaran " kata Zha .
" Maafin aku sayang " kata Arief penuh penyesalan.
Tukang bengkel sudah datang, dan sudah membenahi alatnya dan bersiap untuk pulang.
" Maafin aku ya sayang, aku bukan cemburu, namun aku takut berpisah denganmu " kata Arief.
" Terserah Rif . . !?" kata Zha singkat.
Arief yang sedang menjalankan mobilnya seketika rem mendadak membuat Zha terkejut.
" Apa apaan sih Rif ?" Kata Zha meninggi.
" Zha aku sudah minta maaf, kenapa kamu masih keras ?" tanya Arief.
" Aku emang keras Rif, ini sisi keburukanku, aku memang keras !" kata Zha di ulang, air mata yang terbendung sedari tadi ahirnya mengalir deras tanpa permisi.
" Zha, maafin aku, karena telah menyakitimu?" kata Arief dengan tulus.
" Kalau kamu ingin memutuskan aku, aku siap, sebelum terlanjur,sebelum acara pertunangan kita di lakukan " kata Zha.
" Zha, apakah kau tidak bisa memaafkan aku, aku mau melakukan apa saja asal kamu mau memaafkan aku Zha, aku mohon. . !" rintih Arief pada Zha, sambil menciumi tangan Zha, tapi yang di ajak bicara lebih senang memandang gelapny malam dari kaca mobil.
Perjalanan begitu hening hingga sampai di pelataran rumah Zha, Zha masih diam membisu saat Ariefembuka mobil untuknya.
" Sayang maafin aku dengan yang tadi, aku tidak mau kehilangan kamu, kau bidadariku? " Kata Arief sambil memeluk dan mencium kening Zha berkali - kali.
" Jangan pernah kau berpikir kalau aku akan meninggalkanmu sayang " sambung Arief.
Zha berjalan ke pintu dan Arief mengikutinya, tanpa ada kata srdikitpun yang keluar dari mulut Zha.
" Diam lah, kalau diamu bisa membuat lega, selamat tidur sayang. . . ?" sambung Arief pada Zha mencium kening Zha.
" Om, tante Arief pulang dulu. !" pamit Arief saat orang tua Zha membuka pintu untuk anak gadisnya.
" Ya Rif, terima kasih sudah mengantar anak kami " sambung Rima.
" Seharusnya Arief tante yang berterima kasih, karena sudah di beri izin membawa Zha " kata Arief, dan di angguki oleh Rima dan Didik.
" Arief permisi tante " kata Arief.
...****************...
Tidak terasa, acara pertunangan Arief dan Zha akan di laksanakan lusa, kedua keluarga sudah siap berangkat ke resort yang sudah di sediakan, dan memesan dua Vila, supaya Arief dan Zha terpisah untuk sementara.
Namun saat Leon akan menemui Arief, Arief sudah tidak ada di kamarnya.
" Mi, Arief ke mana ?" tanya Leon.
" Di kamarnya lah Leon " jawab Dahlia.
" Kalau ada di kamar, Leon tanya sama mami !" jawab Leon.
Seketika maminya yang masih sibuk pakai masker wajah seketika terkejut.
" Terus kemana anak itu ?" tanya Dahlia pada Leon.
" Kalau Leon tahu, pasti tidak tanya sama mami " kata Leon sambil mengangkat pundaknya.
" ayo cari dia Leon, pasti ke tempat Zha , bandel sekali anak itu " kata Dahlia sambil berdiri.
Di taman, dua sejoli masih merajut kasih membayangkan kebahagiaan yang terencana,
" Rif ?" tanya Zha.
" Hmm " kata Arief sambil menarik kepala Zha ke pelukanya.
" Kamu yakin dengan cinta kita ?" tanya Zha .
" Yakinlah, kenapa tidak? " tanya Arief balik.
" Secara kita masih di bilang remaja, sama - sama anak kecil ?" kata Zha.
" Ya itu pemikiran kamu, tapi sikapmu sudah dewasa, mungkin kamu mateng sebelum waktunya ha ha ha . . . !" tawa Arief.
" kamu tuh, di ajak ngomong serius ?" sebel Zha sambil mencubit perut Arief.
" Aw sakiit. !" teriak Arief.
" Salah sendiri. . . !" seka Zha sambil memonyongkan mulutnya.
" Maaf sayang ?" kata Arief sambil memeluk Zha " Katamu kita jalani dulu ?"
" Ya Rif, " jawab Zha
" Zha kenapa kamu tidak pernah panggil aku sayang sih, apa kamu tidak sayang sama aku ?" tanya Arief.
" Rif, cinta dan sayang itu bukan sekedar kata - kata, atau ungkapan tapi laksanakan, karena seorang tidak butuh ungkapan manis saja tapi buktikan, kalau hanya bilang saya a a a ng, aku bisa bilang gitu bukan cuma hanya buat kamu, kamu juga pun seperti itu bisa bilang pada setiap wanota sayang cinta, tapi rasa dan perhatian berbeda Rif " kata Zha agak di centilin dikit membuat Arief melongo.
" Tapi hati orang siapa tahu Zha ?" kata Arief.
" Apa kamu inginya aku berkata romantis, tapi hati berbeda ?" tanya Zha.
" Bukan gitu maksudku Zha " kata Arief.
Mereka berdua kadang debat, kadang berantem, namun tetap romantis, dan tidak mau saling kehilangan.
Tidak terasa mereka saling bertukar cerita membuat Zha merasa ngantuk, dan tertidur di pelukan Arief. Arief yang melihat bibir Zha merah muda warna alamo ingin **********.
" Zha, kenapa kau begitu menggoda ?" kata Arief sambil menyingkirkan ramburnya ke telinganya, terdengar dengkuran kecil dari mulut Zha.
" Dasar kebo (kerbau ) !" ungkap Arief samvil mencium bibir Zha , namun membuatnya ingin lagi.
Dan Arief sekarang sedikit berani ******* bibir Zha dan semakin dalam, Zha menggeliat Arief menghentikan aksinya, takut ketahuan Zha, dan dia marah.
" Zha kalau kita terus di sini, bisa - bisa aky makan kamu " kata Arief, dan siap mengangkat Zha pulang ke vila,
Sedangkan di vila terjadi keributan dengan hilangnya Arief dan Zha.
" Ya Arief tadi kesini mengajak Zha , katanya di suruh keluarga anda ? " jawab Rima saat Dahlia menanyakan Arief.
" Kurang ajar anak itu !?" geram Angga.
" Ya begitu om kebiasaan Arief kalau bolos kuliah ingin bertemu dengan Zha " kata Mita asal ceplos.
" Hop " Adi membekap mulut Mita supaya tidak meneruskan omonganya.
" Memang kalau sudah di mabuk cinta " kata Leon.
" Tapi Zha insya allah bisa mengendalikan Arief makanya Arief masih semangat kuliah " sahut Adi.
" Kalau gitu mari kita cari, sebelum terjadi apa - apa, sama keganasan Arief " kata Angga.
Lalu semua bersiap untuk mencari Zha dan Arief ketika membuka pintu.
" Arief, . . . !" Angga kaget, yang rombongan paling depan.
" Zha kenapa Rif ?, ada apa dengan Zha Rif ?" tanya Dahlia panik saat melihat Zha di gendongan Arief.
Tidak cuma Dahlia yang panik tapi semua orang, apa lagi Roma ibu Zha .
" Minggir, minggir minggir . . . . !" teriak Arief langsung membawa Zha ke kamarnya.
" Panggil dokter . . !" teriak Angga.
" Kenapa harus panik ?, Zha cuman tidur " jawab Arief santai.
" Emang selalu ya ? kapan bandel kamu hilang ?" kata Dahlia sambil menjewer telinga Arief dan menyeretnya keluar dan di ikuti semua orang, meninggalkan Zha sendirian di dalam kamar.
" Aduh mi s a k i t . . . !" teriak Arief sambil menahan sakit di teliganya.
" Semua orang panik tahu. . !?" kata Mita.
Namun tiba - tiba.
" A r i e f. . . ! jangan tinggalkan kita, aku aku sangat mencintaimu ! " teriak Zha dari dalam kamar.
Semua berhambur masuk ke dalam kamar Zha.
nikah sama kakaknya
omongan Zha jadi nyata 🤭