seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
" maaf Dila. Saya tidak jujur , sebenarnya sejak Dila datang tuan dan nyonya mereka sudah menjaga Nadila. Bahkan rumah ini juga milik mereka. " Ucap jhon .
" Jadi,,, selama ini ,,,, bahkan tempat Nadila kerja juga itu milik tuan dan nyonya. ??? Kenapa ,, kenapa kalian melakukan itu padaku tuan. Kenapa ?? " Nadila syok juga marah bercampur jadi . Rasa kecewanya begitu dalam terhadap keluarga itu.
" Maafkan kami nak. Kami melakukan itu karena tidak ingin Dila kaget. Dan tidak ingin Dila membenci kami. " Tuan Wirya masih saja bersimpuh di kaki Nadila . Begitu juga Ardhana. " Kami takut Nadila tidak ingin bertemu dengan kami. Kami takut Nadila menggugurkan kandungan Nadila. Kami begitu berharap cucu ku bisa lahir dengan selamat . Dan kami begitu menyayangi calon cucu cucu kami nak. Maafkan kami nak. " Tuan Wirya menangis tersedu . Tuan Wirya takut akan kehilangan calon cucu dan calon menantu nya.
Nadila pasrah dan menatap wajah Ardhana dengan tajam dan berkata.
" Dila memaafkan kalian semua , tapi Dila tidak memberikan memberikan bayi ini pada kalian. Bayi ini milikku dan selamanya milikku. Kalian tidak berhak mengambil nya. " Ucapnya datar.
" Kami tidak berniat memisahkan Nadila dengan anak Nadila . Bahkan kami berharap
Nadila jadi menantu di keluarga Senjaya. " Ucap nyonya Masayu. " Saya begitu bahagia dengan kabar kehamilan Nadila. Dengan bangga akan saya perkenalkan Nadila di khalayak ramai bahwa Nadila menantu kesayangan keluarga Senjaya. " Tambahnya
" Bagaimana Dila , ?" Tanya Ardhana kemudian , yang sejak tadi hanya diam sambil terus bersimpuh di kaki Nadila.
" Dila setuju dengan semua . Tapi Dila punya syarat" ucapnya masih dengan nada datar.
" Apapun itu nak kami Setuju . Asal Nadila tidak menjauhi kami. " Ucap Ardhana kemudian.
" Dila ingin nenek saya tau bahwa cucunya masih hidup. Dan Dila jugaa ingin membalas orang yang telah menyakiti hati dan juga orang yang tega mengusir Dila dari kampung Dila. Dan selama dila belum melahirkan dila tidak ingin bertemu dengan kalian semua termaksud pria brengsek ini. Memang waktu itu dia di jebak dan diluar kendali. Tapi bagiku dia tetap pria brengsek . Jika kalian setuju maka Dila siap mengikuti apa yang tuan dan nyonya ingin kan. " Ucapnya lagi lagi Nadila tidak berekspresi . Hanya wajah datar saja Nadila tunjukkan
" Baik kami setuju. Bahkan dengan senang hati kami akan melakukan yang dila inginkan. Namun setelah calon cucu kami lahir tolong biarkan kami menjenguk nya." Ucap tuan Wirya meski sedikit merasa keberatan dengan syarat yang Nadila berikan. .
" Tapi papi, bagaimana kalau mami ingin bertemu dengan Dila papi. Mami tidak rela harus jauh dari calon cucu mami dan Juga calon menantu mami. Dila sayang apa tidak ada syarat yang lain. " Ucap Masayu masih berusia meluluhkan hati Nadila. Nyonya Masayu berharap Nadila berubah pikiran.
" Maaf nyonya , jika taun dan nyonya tidak setuju. Maka jangan harap bisa bertemu dengan Dila lagi. Dan juga cucu nyonya. " Ucapnya tegas.
" Nadila nak., ,,, " Masayu begitu sedih dengan keputusan Nadila.
" Biarkan saja Nadila mami. Kita harusnya bersyukur . Nadila masih mau menerima dan melahirkan cucu kita. Jadi biarkan Nadila dengan keputusan nya. Kita kan menjaga Nadila dari jauh. " Ucap tuan Wirya menenangkan istrinya.
Tuan Wirya beranjak dari tempat tadi bersimpuh . Begitu juga Ardhana.
Ardhana sebelum menjauh dari Nadila berucap.
" Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi kalian bertiga. Dan saya juga Janji akan menunggu Nadila siap menerima saya. Saya harap Nadila tidak membenci saya selama nya. " Ucapnya lirih namun Nadila masih mendengarnya dengan jelas.
" Jhon. Dila tau sekarang Jhon kerja untuk siapa . Tapi Jhon terlepas dari semua itu Dila tetap sayang dengan Jhon. Dan Dila ingin jhon tetap berada di dekat Dila seperti biasanya. Jika tuan dan nyonya tidak setuju maka biarkan Dila pergi dari sini selamanya. " Ucap Nadila sambil menatap tajam ke arah Jhon.
Jhon , tuan Wirya nyonya Masayu serta Ardhana hanya diam menanggapi . Dalam Hati mereka semua kesal terhadap Jhon. Mengapa dia yang hanya di tugaskan untuk menjaga Nadila malah dia lebih dekat . Dan Nadila lebih percaya dengan Jhon.
" Baik Dila , saya dengan senang hati menjadi bodyguard Nadila nanti. Yesss"" ucap Jhon sambil melompat kegirangan.
" Awas saja kamu Jhon. Ingat Dila itu milik saya jadi jangan macam-macam . " Ucap Ardhana datar pada Jhon.
" Tenang tuan . Bagaimana pun Nadila lebih dekat dengan saya dari pada tuan Sendiri, dan asal tuan tau saya sudah menganggap Nadila adik sendiri. Makanya saya sangat menyayangi Nadila . " Ucap jhon bangga.
" Sudah sudah. Sekarang ayo kita pulang kasian Nadila , nanti mood tidak baik malah membahayakan cucu mami. " Ucap nyonya Masayu.
" Papi pulang dulu Dila . Jaga cucu dan juga jaga diri dengan baik. Nadila mulai sekarang semua kebutuhan Nadila jadi tanggung jawab Ardhana. Laki laki Brengsek ini. " Ucap tuan Wirya menekan kata brengsek pada anak si mata wayang nya.
"
" Terserah tuan mau melakukan apa . Tapi jangan temui Dila selama Dila belum melahirkan dan sebelum Dila memaafkan dia." Ucap Nadila . Tentu saja tuan dan nyonya Senjaya mengerti aka hal itu.
Mereka pasrah saja dengan keputusan yang di buat Nadila . Namun mereka akan menjaga Nadila dari jauh diam diam.
" Baiklah Jhon jaga calon istri dan anakku. Paham !!! Dan jangan terlalu dekat dengan Nadila. Awas saja nanti. " Ucapnya sambil melirik tajam Jhon.
" Tenang saja tuan. Nadila aman bersama ku. Dan juga Dila nyaman dekat dengan ku. Bukan dengan tuan. " Ucap jhon mengejek tuanya.
" Ayo Ar. Sudah sudah . , Biarkan calon mantu mami tenang. " Ucap nyonya Masayu. Lalu keluar dari rumah itu
*********
Sementara di kota K tempat keluarga Restu.
" Bu ibu,,,,, tadi ada yang Tanyakan kak Dila
Katanya mau ketemu dengan Nadila , " ucap si kembar bernamaan.
" Siapa nak. ?" Tanya ibu Santi.
" Aldo dan Alwi tidak tau bu. Orang nya baru Aldo lihat," ucapnya lagi.
" Kalau Nadila sudah ada kabar nanti ibu beri tahu. Dan ingat kalau ada yang tanya nanti bilang saja kalian tidak tau dimana Dila berada " ucapnya sambi memeluk kedua Naka kembar nya
" Ya sudah Bu , Aldi dan Alwi mau mandi dulu. " Ucap mereka bersamaan.
" Baiklah . Setelah itu makan dan juga belajar serta kerjakan PR kalian. "
" Iya Bu"
**********
Di rumah nyonya Yasmin.
" Jadi berita apa yang kamu bawa. " Ucap nyonya Yasmin.
" Ini tentang Nadila nyonya. Dia hamil anak tuan muda Ardhana. Dan itu karena kecelakaan. Itu juga akibat ulah cucu nyonya. Serly menjebak tuan Ardhana dengan memberikan obat pada tuan Ardhana ketika tuan Ardhana berkunjung ke kota K untuk kerjasama dengan pihak disana " ucap orang suruhannya
" Jadi,,,,, Nadila , astaga cucuku. Saya harus bertindak tegas terhadap mereka semua. " Ucap nyonya Yasmin geram pada anak dan cucunya. " Bagaimana dengan pemblokiran itu . Apa mereka masih berulah. ?"
" Seperti nya tuan Hartawan punya tabungan cadangan tanpa pihak kantor dan nyonya tau. Karena sampai sekarang tuan Hartawan masih bisa bergerak bebas dan masih mengincar Nadila , " ucapnya .
" Lalu Inggrid. ? Apa yang dia lakukan . ?"
" Dia masih berusaha mencari Nadila nyonya. Seperti nya nyonya Inggrit dan tuan Hartawan tidak saling terhubung. Mereka masing masing merencanakan untuk membuat Nadila celaka. Tapi tuan Hartawan sudah tau Nadila ada disini."
" Baiklah tetap awasi mereka diam diam. Jangan sampai kita lengah dan Nadila celaka. "
" Baik nyonya."
,