Satrio seorang laki - laki yang membawa amanah ke barat dan amanah itu di berikan oleh Allah yang sepanjang perjalanan nya di kawani 3 syeh dan para leluhur, lalu apa saja rintangan yang di hadapi dan mengapa sehingga Satrio dipingit alam ikuti kisah nya hingga mengetahui jawaban nya 😊😄
Mau tau kehidupan sang Satrio ikuti terus perjalanan nya hingga dia menemukan pujaan hati nya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifullah ellang maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PASAR MALAM
Di muka bumi ini sering kali kita menjaga begitu banyak perasaan agar tidak terluka namun yang terjadi sikap kita itu mengakibatkan orang lain terluka hati nya lalu bila seperti itu siapa kah yang di persalahkan ??
Maka seharus nya segala hal ada waktu nya dan ada saat nya, bila harus kita berkata - kata maka kata kan lah dan bila kita harus diam maka diam lah, jika seseorang tau waktu dan saat nya maka tidak akan terjadi kesalah pahaman dan peribahasa musang berbulu domba tidak pernah terucap kan namun sayang nya waktu hanya milik Allah bukan milik kita atau pun musuh kita 😊😊🙏
......................
Hari ini begitu cerah bahkan langit pun tanpa awan dan angin berhembus sepoi - sepoi, bagi hati yang sedang di mabuk cinta cuaca seperti ini sangat mendukung, Pagi ini Satrio seperti biasa setelah sholat subuh dia segera mencuci mobil truk nya milik Bang Asmi lalu memanasi nya agar mesin tidak dingin setelah tugas pertama selesai Satrio melanjutkan membuka toko beras milik Bang Iwan.
Semua itu Satrio jalan kan penuh keikhlasan dan sejak pertemuan Satrio dan Ani serasa semua berubah di dalam kehidupan Satrio dan Ani, Satrio selalu berharap bisa berjumpa dengan Ani lagi begitu pun sebaliknya dan hari sabtu ini Ani sedang libur maka pergi lah ke pasar dengan harapan bisa berjumpa dengan Satrio nanti nya.
" Tio..........kamu nanti ada acara tidak.......?? "
Tanya Kang Biran kepada Satrio yang sedang menyapu lantai..........
" Tidak Kang..........memang ada apa Kang kok tumben tanya begitu ?? "
Jawab Satrio sambil melanjutkan menyapu........
" Aku mau mengajak kamu nanti malam ke pasar malam yang baru buka itu lo Tio........pasti ramai di sana......"
Kata Biran sambil meletakkan box berisi buah mangga........
" Nama nya pasar malam ya rame to Ran.........kalau sepi nama nya kuburan........"
Saut Tarjo sambil senyum dan meletakkan karung berisi singkong.........
" Iya aku tau Jo.......maksud ku itu kan pasar malem di tambah lagi ini hari sabtu malam minggu pasti banyak lah cewek - cewek jalan - jalan dan siapa tau nyangkut satu gitu........."
Kata Biran sambil menata buah - buahan di meja dagangan nya.........
Dan akhir nya mereka berdua terjadi lah adu argumentasi hanya masalah pasar malam dan kuburan, sedang kan Satrio sendiri masih sibuk dengan hati dan pikiran nya yang mengingat senyum Ani saat pertama berjumpa di pasar waktu itu dan ternyata Allah memberi kesempatan kepada Satrio untuk berjumpa dengan Ani lagi di pagi itu.
" An.......kamu mau kemana kok tumben pagi - pagi sudah rapi begitu.......?? "
Tanya Santi sambil membawa cucian dari kamar nya......
" Aku mau kepasar beli beras, sayur, ikan, buah sekalian mau beli sabun cuci ku habis jadi besok aku bisa nyuci......."
Kata Ani sambil melipat kantong plastik yang di pegang nya........
" Kalau begitu bisa dong aku nitip An.........?? "
Kata Santi sambil menyalakan air kran untuk merendam cucian nya...........
" Nitip apaan San.......asal jangan aneh - aneh nitip nya, jangan seperti kapan itu malah nitip sate bekicot mana ada yang jual di daerah sini San........?? "
Kata Ani sambil mengenakan sepatu sport nya.........
" Hahahahahaha..........lagian kamu juga aneh sudah tau aku iseng malah kamu serius nyariin ya gak nemu lah.......aku nitip cogan saja nanti kalau nemu bawain satu An hahahahaha.........."
Kata Santi sambil tertawa melihat respon Ani yang sedikit bingung melihat ulah sahabat nya saat itu........
" Kalau pun ada buat aku duluan lah San..........dari pada buat kamu hehehehe.........."
Jawab Ani sambil berjalan meninggal kan Santi........
Kemudian Ani pun berjalan menyusuri perkampungan untuk menuju ke pasar yang letak nya tidak begitu jauh sebenar nya hanya saja bila arah pulang jalan nya menanjak jadi lebih baik naik becak agar tidak menguras banyak tenaga, sambil sesekali Ani menyapa warga sekitar yang kebetulan berada di luar rumah atau yang kebetulan searah menuju ke pasar, sampai juga di pasar nya dan Ani pun mulai berbelanja keperluan nya dan saat itu Ani melihat buah mangga dan Ani berniat membeli nya.
" Kang berapa mangga sekilo nya......?? "
Kata Ani sambil memilih - milih buah mangga di hadapan nya..........
" Mangga yang mana neng......?? kalau yang mangga manalagi 10 ribu, mangga arum manis nya 15 ribu neng, paling murah mangga muda neng cuma 7 ribu sekilo......."
Kata Biran sambil senyum kepada Ani..........
" Kirain mangga arumanis nya boleh 10 ribu Kang......?? "
Kata Ani sambil fokus memilih buah mangga........
" Kang.........arumanis nya 2 kilo "
Kata Satrio yang tiba - tiba sudah berdiri di samping Ani.........
Saat itu sontak Ani menoleh ke arah Satrio dengan perasaan yang bahagia sebab akhir nya berjumpa juga dengan Satrio.
"Ehhh..........Mas Satrio, assalamualaikum Mas mau beli mangga juga ya Mas.......?? "
Kata Ani reflek sambil senyum ke arah Satrio........
" Wa'allaikumusallam Mbak.........tidak Mbak saya hanya mau minta mangga nya untuk Mbak saja......."
Jawab Satrio sambil menyerah kan buah mangga kepada Ani sambil tersenyum.......namun pandangan mata Satrio memandang ke arah atas kepala Ani..........
" Waduh repot - repot saja Mas.........terimakasih banyak lo Mas sudah membelikan saya mangga......."
Kata Ani sambil senyum sambil menerima mangga pemberian Satrio........
Lalu mereka berdua pun berjalan bersama sambil Satrio membawakan belajaan Ani yang lumayan banyak, Satrio mengantar kan Ani sampai naik becak untuk menuju pulang, percakapan mereka sederhana saja namun namun memiliki kesan mendalam bagi kedua nya, sesampai nya Ani di rumah nya melihat ada Faizal, imam dan Robi yang sedang duduk di teras bersama Sinta dan Santi.
" Dari mana An...........kok naik becak......?? "
Tanya Faizal kepada Ani sambil membantu menurun kan belanjaan nya Ani dari becak.......
" Dari pasar Zal.........makasih ya Pak....."
Jawab Ani sambil membayar becak nya.........
" Kenapa kamu tidak bilang kalau mau ke pasar kan aku bisa antar kamu An.......?? "
Kata Faizal sambil berjalan mengikuti Ani masuk menuju dapur......
" Apaan sih lebai banget deh.........orang mau olah raga aku nya kok malah kamu anterin..........aneh....."
Kata Ani sambil menata belanjaan nya di dalam kulkas......
" Oh olah raga..........An nanti kita jalan yuk ke pasar malam ya itung - itung refresing lah....."
Kata Faizal yang berdiri di belakang Ani..........
" Jam berapa Zal......?? kalau sore aku tidak bisa sebab aku mau setrika........"
Jawab Ani dengan nada datar..........
" Bagaimana kalau setelah sholat magrib An.......?? "
Tanya Faizal sambil senyum kepada Ani........
" Ok kalau begitu........ya sudah aku mau ganti baju dulu......gerah "
Jawab Ani sambil berjalan meninggal kan Faizal di dapur sendirian..........
Faizal sejak dulu menyukai Ani namun Ani tidak pernah merespon nya sama sekali sebab Ani tau betul watak Faizal yang temperamental segala sesuatu di hadapi dengan emosi hal itu yang Ani tidak sukai dari Faizal, sesampai nya Ani di dalam kamar nya segera membuka hijab nya dan switer nya lalu mengambil buku diery.
Alhamdulillah akhir nya aku bisa juga berjumpa dengan Mas Satrio, dia orang nya sangat sopan kepada wanita dan selama aku mengenal nya belum pernah melihat dia memandang wajah ku, pasti yang di pandang atas kepala ku, dia benar - benar menjaga pandangan nya.......ya Allah aku mengagumi hamba Mu itu izin kan lah aku berada di sisi nya amiin...........
Tulis Ani dalam buku diery nya dan sesekali tersenyum mengingat percakapan mereka tadi, di sisi lain ada Faizal, Imam, Robi, Sinta dan Santi yang sedang bercanda di teras depan rumah tugas, saat itu Faizal mengatakan kepada teman - teman nya bahwa nanti di pasar malam akan menyatakan cinta nya lagi kepada Ani dan teman - teman nya mendukung nya.
Akhir nya jam pun menunjuk kan pukul 6 sore dan saat itu Faizal, Imam dan Robi pun datang untuk menjemput Ani, Sinta dan Santi untuk berjalan - jalan ke pasar malam dan ternyata saat itu pun Satrio, Kang Biren dan Kang Tarjo juga berada di pasar malam tersebut.
" Kalian tau tidak kenapa aku mengajak kalian semua kemari.......?? "
Tanya Biran sambil berjalan di samping Satrio.......
" Mau ngerayain ulang tahun Kang........?? "
Tanya Satrio sambil senyum melirik ke arah Biran.......
" Bukan........aku saja lupa kapan tanggal lahir ku "
Kata Biran sambil dengan nada datar........
" Oh.......aku tau kamu pasti baru dapet lotre to jadi ajak kita - kita makan Ran.......?? "
Kata Tarjo sambil ketawa melihat Biran yang masih memasang wajah datar........
" Salah.........sejak kapan aku main lotre Jo.....?? "
Jawab Biran sambil melirik ke arah Tarjo.......
" Lalu buat apa Kang kemari......?? "
Tanya Satrio sambil melihat para pedagang yang mulai menawar kan dagangan nya........
" Aku mau merayakan hari jomblo fisabilillah kita bertiga hehehehehe............"
Jawab Biran sambil tertawa........
" Kamu aja kali Ran............kalau Satrio bukan jomblo bukti nya banyak itu gadis - gadis cantik ngejar dia......"
Kata Tarjo sambil membetulkan jaket nya.........
" Kang Tarjo........kadang orang yang datang kepada kita itu tidak selama nya dengan tujuan yang sama lo Kang......ada yang kehadiran nya hanya sebagai teman, sahabat, agar kita belajar dan ada juga yang memang jadi kekasih......."
Kata Satrio sambil menghentikan langkah nya dan melihat ke arah Ani yang berjalan bersama Faizal saat itu........
" Iya benar juga sih apa kata Tio.......lo kemana lagi ini anak kok ilang...........??? "
Kata Kang Biran sambil menoleh ke samping nya dan di lihat Satrio tidak ada........
Kemudian Biran, Tarjo dan Satrio pun merasa lapar maka mereka bertiga memutus kan untuk membeli pecel lele di pasar malam itu dan ternyata di situ ada Ani dan teman - teman nya juga dan Ani duduk bersandingan dengan Faizal saat itu, saat Satrio dan teman - teman nya menunggu pesanan nya datang antara Satrio dan Ani saling curi - curi pandang dan saat itu hati Ani sangat senang melihat Satrio yang ternyata ada di situ juga.
" Ani aku sudah lama sekali ingin mengatakan hal ini pada mu dan aku berharap saat ini kamu menerima nya.........?? "
Kata Faizal sambil memegang tangan Ani dan saat itu Satrio melihat nya dengan sorot mata yang tajam.....
" Apaan sih Zal......main pegang - pegang aja......"
Kata Ani sambil menarik tangan nya..........
" Menikah lah dengan ku Ani........"
Kata Faizal sambil menyerah kan sebuah cincin ke hadapan Ani.........
Sebelum Ani menjawab pertanyaan Faizal tiba - tiba datang lah petir yang sangat kencang dan di sertai angin berhembus sangat kencang, saat itu wajah Satrio memerah dan tatapan mata yang sangat mengerikan bak srigala kelaparan yang akan menerkam mangsa nya, reflek Ani memandang ke arah Satrio entah mengapa dalam hati Ani seperti mengetahui bahwa saat itu Satrio tidak suka dengan sikap Faizal.
" Aduh.........seperti nya mau hujan yok kita pulang dari pada nanti malah kehujanan......"
Kata Ani sambil bangkit berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan meninggal kan teman - teman nya.....
Sial di tolak lagi aku sama Ani........harus pakai cara apa sih agar dia mau menerima aku.....??
Gumam Faizal sambil berjalan mengikuti Ani dari belakang, sedang kan teman - teman Ani yang lain lumayan bingung dengan cuaca yang tiba - tiba saja ada petir padahal langit sedang cerah tidak mendung sama sekali, lalu mereka pun menuju pulang.
......................
Rasa cemburu itu sangat menyiksa hati apa lagi cemburu kepada seseorang yang belum mengetahui kepastian nya itu sama saja seperti kita sedang berdiri di atas bara api, saling menjaga hati yang kita sendiri tidak tau pasti hati yang kita jaga sudah ada pemilik nya atau tidak ??
Memang Satrio belum berani mengatakan isi hati nya kepada Ani lalu apakah Ani akan menerima Satrio ?? sedang kan Satrio bukan manusia umum nya dan saat ini Satrio belum bisa mengendalikan itu semua yang sudah menyatu dengan tubuh nya.
Ikuti terus kisah Satrio jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar makin rajin author update nya 😊🙏