NovelToon NovelToon
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:318.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari angkat nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.

Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 : Ganti Rugi

​Kasim Li melangkah masuk ke halaman Paviliun Utama dengan wajah yang dibuat-buat sedih. Di belakangnya, dua tabib istana mengekor sambil membawa kotak obat, bersiap untuk memberikan "pertolongan" pada korban yang mereka harapkan sudah menjadi abu.

​Namun, langkah Kasim Li mendadak kaku. Matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang berdiri di teras paviliun. Di sana, Pangeran Zhi Chen berdiri tegak dengan aura yang sangat gelap, dan di sampingnya—segar bugar tanpa luka bakar sedikit pun—adalah Xiao Xiao.

​"K-kau... Nyonya Muda?" Kasim Li tergagap, hampir menjatuhkan titah yang dibawanya.

​Xiao Xiao tidak membuang waktu. Begitu melihat Kasim Li, ia langsung menyandarkan tubuhnya pada lengan Zhi Chen. Kepalanya terkulai lemas, dan ia mengeluarkan sapu tangan untuk menutupi wajahnya, berpura-pura terisak pelan.

​"Kasim Li..." suara Xiao Xiao terdengar bergetar dan serak, hasil akting yang sangat meyakinkan. "Syukurlah Anda datang. Jika Pangeran tidak menerobos api semalam untuk menyelamatkan saya, mungkin hari ini Anda hanya akan menemui tumpukan tulang."

​Zhi Chen sempat melirik Xiao Xiao dengan sudut matanya. Ia terkesan dengan betapa cepat gadis ini berubah dari seorang negosiator yang tangguh menjadi korban yang sangat rapuh. Zhi Chen pun menjalankan perannya. ia mempererat rangkulannya pada pinggang Xiao Xiao dan menatap Kasim Li dengan mata merah penuh amarah.

​"Berani sekali kau menginjakkan kaki di sini, Kasim Li!" bentak Zhi Chen hingga suaranya menggelegar di halaman. "Di mana para penjaga semalam? Mengapa paviliun istriku terbakar habis dan tidak ada satu pun orang yang menolong? Apakah Istana Utama memang ingin melihat istriku mati?"

​Kasim Li langsung bersujud di tanah yang dingin, tubuhnya gemetar hebat. "Ampun, Pangeran! Ini... ini pasti kecelakaan akibat lilin yang jatuh. Permaisuri sangat terpukul mendengar berita ini, makanya beliau mengirim saya untuk memastikan keadaan Nyonya Muda."

​Xiao Xiao melangkah maju dengan lemas, dibantu oleh Mao yang juga sudah mulai ikut berakting menangis. "Kecelakaan? Kasim Li, bukan hanya nyawa saya yang terancam. Di dalam paviliun itu, tersimpan seluruh peti harta hantaran dari ayah saya, Jenderal Liu. Ada emas murni, mutiara langka, dan kain sutra surgawi yang baru saja tiba."

​Xiao Xiao menjeda kalimatnya dengan isak tangis yang lebih keras. "Semuanya musnah! Harta yang seharusnya menjadi aset bagi kediaman Pangeran kini hanya jadi arang. Bagaimana saya harus menghadap ayah saya nanti? Beliau pasti akan mengira Pangeran tidak bisa menjaga harta pemberiannya dengan baik!"

​Kasim Li berkeringat dingin. Jika Jenderal Liu sampai murka karena hartanya hangus di dalam istana, posisi Kaisar pun bisa goyah. "Nyonya... tenanglah. Kami akan... kami akan melapor pada Baginda."

​"Tidak perlu melapor lewat kau," potong Zhi Chen dingin. "Aku sendiri yang akan membawa istriku yang sedang trauma ini menghadap Kaisar sekarang juga. Siapkan kereta! Aku ingin Kaisar melihat sendiri apa yang tersisa dari harta Jenderal Liu."

​Satu jam kemudian, aula pertemuan Kaisar menjadi saksi ketegangan yang luar biasa. Kaisar Wang duduk di singgasananya dengan wajah pucat, sementara Permaisuri yang duduk di sampingnya terus meremas sapu tangannya dengan gelisah.

​Xiao Xiao duduk di kursi roda kayu—sebuah properti yang ia minta agar terlihat benar-benar lemas—di tengah aula. Di sampingnya, beberapa nampan berisi arang hitam diletakkan.

​"Baginda," ujar Xiao Xiao dengan suara lirih. "Hamba tidak meminta banyak. Hamba hanya sedih karena harta pemberian ayah hamba yang bernilai ribuan koin emas harus hilang dalam semalam. Ayah hamba berpesan agar harta itu digunakan untuk menyejahterakan Paviliun Pangeran Keempat agar kami tidak perlu lagi merepotkan kas negara."

​Kaisar melirik Permaisuri dengan tajam. Ia tahu ini adalah ulah istrinya, namun ia tidak bisa mengakukannya di depan umum. "Lalu, apa yang kau inginkan, Putri Liu?"

​Xiao Xiao menunduk, menyembunyikan senyum kemenangannya. "Hamba hanya memohon ganti rugi yang setimpal agar hamba bisa menulis surat pada ayah hamba bahwa Baginda telah bertanggung jawab. Hamba menghitung kerugian itu sebesar lima ribu koin emas dan pemulihan anggaran bulanan paviliun Pangeran untuk sepuluh tahun ke depan sebagai jaminan keamanan."

​Permaisuri hampir melompat dari kursinya. "Lima ribu koin emas?! Itu pemerasan!"

​Zhi Chen melangkah maju, tangannya memegang hulu pedang. "Pemerasan? Istriku hampir mati di rumahnya sendiri! Apakah nyawa putri Jenderal Liu dan kehormatan keluarga kami tidak sebanding dengan koin-koin itu, Permaisuri?"

​Kaisar memijat pelipisnya. Ia terjepit. Jika ia tidak membayar, Jenderal Liu akan punya alasan untuk memberontak. Jika ia membayar, kas negara akan terkuras banyak.

​"Baiklah!" sahut Kaisar akhirnya dengan suara berat. "Aku akan mengganti semua kerugian itu dari kas pribadi Permaisuri, karena paviliun itu berada di bawah pengawasannya. Dan anggaran Paviliun Pangeran Keempat akan dipulihkan mulai hari ini."

​Xiao Xiao membungkuk dalam dari kursi rodanya. "Terimakasih atas keadilan Baginda."

​Saat mereka keluar dari aula, Permaisuri menatap punggung Xiao Xiao dengan kebencian yang mendalam. Namun bagi Xiao Xiao, ini hanyalah kemenangan kecil.

​Begitu sampai di area yang sepi, Xiao Xiao berdiri dari kursi rodanya dengan tegak, wajah lemasnya hilang seketika. Ia menatap Zhi Chen yang sedang memperhatikannya.

​"Bagaimana, Pangeran? Lima ribu koin emas cukup untuk modal bisnis kita yang baru, bukan?"

​Zhi Chen hanya menggelengkan kepala, separuh kagum separuh ngeri. "Kau benar-benar rubah yang cerdik, Xiao Xiao."

​"Di dunia ini, Pangeran, singa yang kuat akan selalu kalah oleh rubah yang tahu di mana letak lubang jebakannya," balas Xiao Xiao santai.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
Manggar Manggar
👍👍👍
ANWi/Berly Re: makasi ulasan nya kak Manggar Manggar~❤️
total 1 replies
Andrea
/Rose//Rose//Rose//Rose/
Andrea: sama2 thor😊
total 2 replies
Agustien Aerrobic
mulai suka
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak agustien Aerrobic~❤️
total 1 replies
Agustien Aerrobic
mampir ah, muga seru nih
Risna Udi
bagus ceritanya thor, sat-set nggak bertele-tele. tetap semangat thor
ANWi/Berly Re: makasi ulasan nya kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
tinie
padahal tak ada yang untk melanjutkan hidup
jika dirimu mencintai wanita lain
li Yue pasti ikut bahagia

kepengen ditabok nih si tabib alun
tinie
tetep semangaat
ANWi/Berly Re: makasi kak tinie ulasan nya~❤️
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di karya mu KA uthor, semoga makin seru kedepannya ya _ smngt up
ANWi/Berly Re: makasi sudah mampir kak Yue Li MZy❤️
total 1 replies
tinie
ya lagian kenapa tidak tidur dikamarmu saja
seperti awal
kan lebih aman
tinie
mirip siapa
orang tuanya yaa
yang dipinggiran kota
tinie
huu sangat tegang🤔🤔😌
tinie
jiaaah kalah telak
harusnya mikir gitu mikir
tinie
perlahan TPI pasti
kalian berdua harus tetap hati hati
tinie
dan setelah itu booomm
meledaakk untk jendral Liu Dan permaisuri
tinie
jadi penasaran
pangeran buruk rupa seperti apa,,
meski pake topeng pasti tetep tampan dan gagah🤣🤣🤣
tinie
padahal julukanya selir agung
TPI tetep kalah
lalu pangeran ke empat anak siapa
sampai saat ini masih hidup?
anak selir atau anak permaisuri dahulu yang mati?
tinie
hebaat🤣🤣🤣
5rb koin emas🤔🤔
tinie
dengan kekompakan
semua bisa berjalan lancar🏃🏃
tinie
wah wah permaisuri
sangat kejam
tinie
jual beli prodak untk para wanita
permaisuri dan selir🤔🤔🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!