NovelToon NovelToon
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.

Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 : Ganti Rugi

​Kasim Li melangkah masuk ke halaman Paviliun Utama dengan wajah yang dibuat-buat sedih. Di belakangnya, dua tabib istana mengekor sambil membawa kotak obat, bersiap untuk memberikan "pertolongan" pada korban yang mereka harapkan sudah menjadi abu.

​Namun, langkah Kasim Li mendadak kaku. Matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang berdiri di teras paviliun. Di sana, Pangeran Zhi Chen berdiri tegak dengan aura yang sangat gelap, dan di sampingnya—segar bugar tanpa luka bakar sedikit pun—adalah Xiao Xiao.

​"K-kau... Nyonya Muda?" Kasim Li tergagap, hampir menjatuhkan titah yang dibawanya.

​Xiao Xiao tidak membuang waktu. Begitu melihat Kasim Li, ia langsung menyandarkan tubuhnya pada lengan Zhi Chen. Kepalanya terkulai lemas, dan ia mengeluarkan sapu tangan untuk menutupi wajahnya, berpura-pura terisak pelan.

​"Kasim Li..." suara Xiao Xiao terdengar bergetar dan serak, hasil akting yang sangat meyakinkan. "Syukurlah Anda datang. Jika Pangeran tidak menerobos api semalam untuk menyelamatkan saya, mungkin hari ini Anda hanya akan menemui tumpukan tulang."

​Zhi Chen sempat melirik Xiao Xiao dengan sudut matanya. Ia terkesan dengan betapa cepat gadis ini berubah dari seorang negosiator yang tangguh menjadi korban yang sangat rapuh. Zhi Chen pun menjalankan perannya. ia mempererat rangkulannya pada pinggang Xiao Xiao dan menatap Kasim Li dengan mata merah penuh amarah.

​"Berani sekali kau menginjakkan kaki di sini, Kasim Li!" bentak Zhi Chen hingga suaranya menggelegar di halaman. "Di mana para penjaga semalam? Mengapa paviliun istriku terbakar habis dan tidak ada satu pun orang yang menolong? Apakah Istana Utama memang ingin melihat istriku mati?"

​Kasim Li langsung bersujud di tanah yang dingin, tubuhnya gemetar hebat. "Ampun, Pangeran! Ini... ini pasti kecelakaan akibat lilin yang jatuh. Permaisuri sangat terpukul mendengar berita ini, makanya beliau mengirim saya untuk memastikan keadaan Nyonya Muda."

​Xiao Xiao melangkah maju dengan lemas, dibantu oleh Mao yang juga sudah mulai ikut berakting menangis. "Kecelakaan? Kasim Li, bukan hanya nyawa saya yang terancam. Di dalam paviliun itu, tersimpan seluruh peti harta hantaran dari ayah saya, Jenderal Liu. Ada emas murni, mutiara langka, dan kain sutra surgawi yang baru saja tiba."

​Xiao Xiao menjeda kalimatnya dengan isak tangis yang lebih keras. "Semuanya musnah! Harta yang seharusnya menjadi aset bagi kediaman Pangeran kini hanya jadi arang. Bagaimana saya harus menghadap ayah saya nanti? Beliau pasti akan mengira Pangeran tidak bisa menjaga harta pemberiannya dengan baik!"

​Kasim Li berkeringat dingin. Jika Jenderal Liu sampai murka karena hartanya hangus di dalam istana, posisi Kaisar pun bisa goyah. "Nyonya... tenanglah. Kami akan... kami akan melapor pada Baginda."

​"Tidak perlu melapor lewat kau," potong Zhi Chen dingin. "Aku sendiri yang akan membawa istriku yang sedang trauma ini menghadap Kaisar sekarang juga. Siapkan kereta! Aku ingin Kaisar melihat sendiri apa yang tersisa dari harta Jenderal Liu."

​Satu jam kemudian, aula pertemuan Kaisar menjadi saksi ketegangan yang luar biasa. Kaisar Wang duduk di singgasananya dengan wajah pucat, sementara Permaisuri yang duduk di sampingnya terus meremas sapu tangannya dengan gelisah.

​Xiao Xiao duduk di kursi roda kayu—sebuah properti yang ia minta agar terlihat benar-benar lemas—di tengah aula. Di sampingnya, beberapa nampan berisi arang hitam diletakkan.

​"Baginda," ujar Xiao Xiao dengan suara lirih. "Hamba tidak meminta banyak. Hamba hanya sedih karena harta pemberian ayah hamba yang bernilai ribuan koin emas harus hilang dalam semalam. Ayah hamba berpesan agar harta itu digunakan untuk menyejahterakan Paviliun Pangeran Keempat agar kami tidak perlu lagi merepotkan kas negara."

​Kaisar melirik Permaisuri dengan tajam. Ia tahu ini adalah ulah istrinya, namun ia tidak bisa mengakukannya di depan umum. "Lalu, apa yang kau inginkan, Putri Liu?"

​Xiao Xiao menunduk, menyembunyikan senyum kemenangannya. "Hamba hanya memohon ganti rugi yang setimpal agar hamba bisa menulis surat pada ayah hamba bahwa Baginda telah bertanggung jawab. Hamba menghitung kerugian itu sebesar lima ribu koin emas dan pemulihan anggaran bulanan paviliun Pangeran untuk sepuluh tahun ke depan sebagai jaminan keamanan."

​Permaisuri hampir melompat dari kursinya. "Lima ribu koin emas?! Itu pemerasan!"

​Zhi Chen melangkah maju, tangannya memegang hulu pedang. "Pemerasan? Istriku hampir mati di rumahnya sendiri! Apakah nyawa putri Jenderal Liu dan kehormatan keluarga kami tidak sebanding dengan koin-koin itu, Permaisuri?"

​Kaisar memijat pelipisnya. Ia terjepit. Jika ia tidak membayar, Jenderal Liu akan punya alasan untuk memberontak. Jika ia membayar, kas negara akan terkuras banyak.

​"Baiklah!" sahut Kaisar akhirnya dengan suara berat. "Aku akan mengganti semua kerugian itu dari kas pribadi Permaisuri, karena paviliun itu berada di bawah pengawasannya. Dan anggaran Paviliun Pangeran Keempat akan dipulihkan mulai hari ini."

​Xiao Xiao membungkuk dalam dari kursi rodanya. "Terimakasih atas keadilan Baginda."

​Saat mereka keluar dari aula, Permaisuri menatap punggung Xiao Xiao dengan kebencian yang mendalam. Namun bagi Xiao Xiao, ini hanyalah kemenangan kecil.

​Begitu sampai di area yang sepi, Xiao Xiao berdiri dari kursi rodanya dengan tegak, wajah lemasnya hilang seketika. Ia menatap Zhi Chen yang sedang memperhatikannya.

​"Bagaimana, Pangeran? Lima ribu koin emas cukup untuk modal bisnis kita yang baru, bukan?"

​Zhi Chen hanya menggelengkan kepala, separuh kagum separuh ngeri. "Kau benar-benar rubah yang cerdik, Xiao Xiao."

​"Di dunia ini, Pangeran, singa yang kuat akan selalu kalah oleh rubah yang tahu di mana letak lubang jebakannya," balas Xiao Xiao santai.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
sahabat pena
ayuk semangat pangeran...
sahabat pena
nyesel deh... tp tangan istri mu yg indah sdh terluka.. kau yg memberi jarak.. skrg gmn reaksi xiao. menjaga jarak jg tdk dgn pangeran
ANWi: bener banget kak ~
total 3 replies
sahabat pena
pangeran nya 4 kemah... mau aja masuk jebakan putra mahkota. kenapa td gudang nya ga dibakar aja xiao?
ANWi: xiao xiao : nanti meledak kak ada bubuk mesiu trs bukti kejahatan nya ilang
total 1 replies
sahabat pena
menegangkan...
sahabat pena
syukur lah terpecah kan. ternyata kaisar nya bijaksana dlm mengambil keputusan... ayuk balas putra mahkota.. guling kan putra mahkota
si kecil nikkey
lanjuuttt mantaapp
si kecil nikkey
lanjuuttt.....ceritanya seruu
ANWi: makasi suda mampir kaka si kecil nikkey~
total 1 replies
si kecil nikkey
liu xiu menuju kesialannya
Murni Dewita
double up thor
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪
ANWi: siap kak~
total 1 replies
saniamycloe
cerita nya menarik dan membuat saya penasaran untuk melihat part selanjut nya.
ANWi: mkasi ulasan nya ka sania~
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Mila Sari
baru baca, udah penasaran ceritanya thor💪
ANWi: makasi sudah mampir kaka cantik~
total 1 replies
sahabat pena
setelah menegangkan... skrg melihat keuwuan mereka berdua.. so sweet. lanjut kak.
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
langkah awal menang... masih hrs waspada..lanjut..
sahabat pena
ututututu... pengeran bisa berkata romantis jg😍😍😍
sahabat pena
dag dig ser nih... nunggu cerita berikut nya.. 🤣🤣🤣lanjut kak
sahabat pena
eh kok up nya cuma 1 kak
ANWi: maaf kak, lagi liburan , tanggal merah hehe
total 1 replies
gacadam
suka
gacadam
baru baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!