Dariya Camilla gadis yatim piatu yang memiliki photograpic memory memiliki anak genius tanpa tahu siapa ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Milla menemani Sam makan tanpa bersuara dia sedang memikirkan semua kemungkinan.
Gibran menghampiri orang tuanya . Dia tahu pikiran uminya , uminya sedang gelisah, Gibran tidak suka ibunya seperti itu, dan itu karna abinya, dia mendengar semua isi hati abinya yang merasa menyesal dan bingung. Abinya berusaha menutupi semua dengan mencoba bersikap seperti biasa tapi tidak menyadari perubahan sikap uminya. Lihat saja siapapun tidak akan Gibran maafkan dan akan Gibran beri pelajaran jika ada yang menyakiti uminya tak perduli jika itu abinya sendiri. Gibran melihat , dia melihat semua yang ada dipikiran Sam bahkan kejadian itu dia juga melihatnya. Gibran mengepalkan tangannya dia mendekati uminya dia akan membuat umi tidak memikirkan hal buruk agar tidak strees dan berakibat tidak baik pada adik kembarnya.
" Umi.. ayo temani Gibran nonton , udah lama umi gak temenin Gibran. Gibran tahu uminya merasa canggung . Gibran tidak akan membiarkan umi berdua dengan abi dia akan menjauhkan uminya dengan abi.
" oh..iya , ayo..!"
Milla langsung pergi bersama Gibran tanpa mengucapkan apapun.
" Umi..Gibran rindu Bali, mba Tika , mba adis dan semua yang ada di Bali, umi .. Gibran mau pulang ke Bali. " Kata -kata Gibran mengejutkan Milla .
Kenapa Gibran meminta pulang ke Bali bukankah dia betah di sini karena ada abinya, oma ,opa, si kembar, Gibran pasti mengatakan itu ada alasannya. Milla tahu anaknya.
" Ada apa sayang , kenapa kamu ingin pulang ke Bali , bukankah kamu betah di sini nak?" tanya Milla
Gibran tidak bisa menjawab dia langsung memeluk ibunya dan menangis dia tak bisa bayangkan jika ibunya tahu, Gibran menangis tersedu-sedu.
" Gibran rindu Bali umi..Gibran ingin pulang.. ayo kita pulang umi."
" Kamu kenapa menangis sayang , ada apa cerita nak sama umi, apa yang mengganggumu biar hatimu lega sayang ?." kata Milla membelai rambut Gibran.
" Tidak umi Gibran hanya rindu," kata Gibran . memang hati Gibran lega setelah cerita tapi hati umi yang akan hancur berkeping, tidak akan Gibran biarkan umi tahu." lanjut Gibran dalam hati.
Gibran melihat ibunya melamun dan dia juga melihat pikiran uminya rupanya uminya sudah menerima foto abi bersama wanita itu, Gibran mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya sampai giginya berbunyi. Dia menghapus air matanya .
"umi, boleh Gibran pinjam hp umi Gibran mau liat no mba Adis ?" alasan Gibran dia ingin mengecek hp uminya.
" Boleh ambil di kamar ada di atas nakas."
" iya ..umi , Gibran ambil dulu, umi tunggu di sini ya !" Gibran langsung lari ke kamar uminya dan membuka pintu.
Kamar itu kosong , dia tak perduli di mana abinya, Gibran mengambil hp uminya dan keluar.
Sam sedang berada di ruang kerjanya, dia merasakan kalau sikap Milla dan Gibran berubah padanya. Apakah mereka tahu apa yang terjadi? , itu tidak boleh !" kalau sampai mereka tahu , mereka pasti akan meninggalkannya memikirkannya saja membuat jantungnya berdetak cepat.
Apa yang harus dia lakukan dengan wanita itu, dia juga tidak bersalah , dia korban , lantas dia harus apa . Dia bisa saja membunuh orang itu tapi itu tidak bisa mengubah yang terjadi, tidak bisa membuat noda di tubuhnya menjadi bersih hanya akan membuat kesalnya terlampiaskan dan jika Milla tahu mungkin tidak bisa memaafkannya, dan meningglakannya bukan hanya Milla tapi ke empat anaknya ,dia harus apa?.
" Maaf Milla, sungguh maafkan aku..Milla." Sam menangis sendiri di ruang kerjanya.
Gibran bersama uminya dan yang lain sedang berkumpul Gibran mencari kiriman foto itu lalu mengirimkannya pada Hpnya.Gibran menghapus riwayat pengiriman.
Gibran lalu mengembalikan hp nya pada umi.
"Umi temani Gibran belajar di kamar yuk ," ajak Gibran.
" Tumben amat lo belajar ngajak umi, sejak kapan? "kata King yang memang bari saja pulang.
" sejak sekarang dan seterusnya !" jawab Gibran ketus lalu membantu uminya berdiri dan pergi ke kamarnya.
Semua terkejut mendengar Gibran bukan perkataannya tapi nadanya yang terdengar ketus, belum pernah Gibran seperti itu.
" Gibran kenapa , kok kaya yang marah, memang yang papah tanyain menyinggung Gibran ya?" tanya King bingung pada istri dan anaknya.
" Enggak kok, papah nanya biasa aja, tapi emang pas abi pulang Gibran sama umi berubah jadi lebih diem." kata Aston.
" Iya, terus Gibran nempel banget sama umi gak mau jauh dari umi ," tambah Adam.
" Iya, Milla juga kenapa ya sejak tadi ke kamar sama Sam jadi berubah banyak ngelamun." Julia juga mengungkapkan keheranannya.
" Sam mana ?" tanya King.
" Di ruang kerjanya, tadi habis makan langsung ke sana belum keluar." kata mami.
" aku ke kak Sam dulu !" King berdiri tapi Julia menahannya.
" Jangan biar dia merenung mungkin ada sesuatu , apalagi di sini ada anak-anak , besok saja di kantor ya.. jangan di rumah !" pinta Julia. King memikirkan perkataan Julia.
" Baiklah...," King menuruti Julia.
Di kamar Gibran
" Umi Gibran mau nanya sama umi?"
" Tanya apa sayang,"
" Bagaimana menurut umi kalau Gibran membuat perusahaan apa umi mengijinkan ?" tanya Gibran .
" Apa.. usaha ? hi..hi.. ," uminya tertawa kecil bukan meragukan kemampuan Gibran mengingat kemampuan dan kegeniusan Gibran tapi aneh saja sekecil Gibran sudah memikirkan usaha.
" Umi kenapa ketawa, umi ngeremehin Gibran ?" Gibran pura-pura kesal dia senang uminya tertawa.
" Maaf sayang, bukannya umi ngeremehin kamu, umi tahu kemampuan kamu cuma lucu aja, anak sekecil kamu kok kepikiran membuat usaha, nanti pikiran kamu stress sayang , lebih baik kamu bermain aja nikmati masa kecil kamu dengan menyenangkan , walau kamu mampu ,belum saatnya Gibran, mungkin otak kamu bisa tapi fisik dan mental kamu apakah mereka bisa ?" Mila mencoba memberi tahu Gibran.
" Tapi bukankah jika kita melakukannya dengan senang hati tidak akan menjadi beban, umi Gibran senang melakukannya dan ini cita-cita Gibran agar kegeniusan Gibran bisa bermanfaat untuk orang banyak umi, dan ada umi yang akan selalu mengingatkan Gibran untuk istirahat jika Gibran terlalu fokus bekerja , boleh ya restu umi adalah berkah buat Gibran dan membuka jalan kesuksesan buat Gibran umi." Gibran membujuk uminya.
" Oh..sayang , umi bersyukur memilikimu nak, kau anak yang soleh , umi akan selalu merestuimu dan mendo'akanmu berbahagialah selalu sayang ...muah ." Milla memberi restunya dan memcium kening Gibran.
" Gibranlah yang bersyukur menjadi anak umi, umi merawat Gibran penuh dengan kasih sayang, tak pernah menunjukkan kesedihan walau hati umi terluka, umi wanita tangguh dan baik hati. Love you umi. .." Gibran mencium kening umi.
" memang Gibran mau usaha apa? terus modalnya dari mana ?" Tanya umi pada Gibran yang sedang membuka laptopnya.
" Umi , coba liat ini!" Gibran menunjukkan gambar di layar, gambar grafik yang bergerak dan haris grafik yang warna warni.
" Kamu main trading ?" tanya Milla .
" Iya umi, Gibran mau membuka usaha di bidang IT di Indonesia, Gibran udah dapat 1 juta dari trading."
" Wah..hebat masih kecil udah dapet 1 juta, terus maksudnya kamu mau pakai uang 1 juta ini untuk modal begitu, boleh sih , itu kan uang kamu . Nanti kalau kurang umi tambahin tapi gak tahu cukup atau enggak." kata Milla
" Dolar !!"
" Apa ?"
" 1 juta dolar amerika umi bukan 1 juta rupiah !!!"
" Hah..kenapa kamu gak ajak-ajak umi, tahu gitu umi kan bisa nitip sama kamu !" Milla protes , kenapa Gibran dapet uang banyak gak ngajak-ngajak.
" Ya..Gibran kan gak tahu, tadinya coba-coba itu juga pake nama umi kalau pake nama Gibran kan masih kecil pasti gak bisa daftar, jadi pake nama umi.".
" Subhanallah, Allah melimpahkanmu dengan banyak kemampuan sayang, Alhamdulillah." kata umi.
" Kita akan pergi dari sini umi dan mulai hidup baru, Gibran yang akan mengurus umi dan adik-adik, semua ini untuk umi. Gibran harus lebih sukses dari abi. " Batin Gibran.
...********...
Alhamdulillah inspirasi mengalir deras jadi bisa double up, ini untuk semua pembaca yang sudah menjadi semangat buat author Terima kasih . maaf typonya masih bertebaran
💕Love you all 💕
waktu itu sama vanesa
udah bikin mewek lagi...😭😭😭