NovelToon NovelToon
Garis Tangan Nona Kedua

Garis Tangan Nona Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Spiritual / Time Travel / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:119.9k
Nilai: 5
Nama Author: ImShio

Lilian Beatrixia. Seorang mahasiswi cantik semester 7 yang baru saja menyelesaikan proposal penelitiannya tepat pada pukul 02.00 dini hari. Ia sedang terbaring lelah di ranjangnya setelah berkutat di depan laptopnya selama 3 hari dengan beberapa piring kotor yang tak sempat ia bersihkan selama itu.

Namun bagaimana reaksinya ketika keesokan harinya ia terbangun di sebuah ruangan asing serta tubuh seorang wanita yang bahkan sama sekali tak ia kenali.

Baca setiap babnya jika penasaran, yuhuuuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImShio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Kecil

Sore itu, cahaya matahari mulai merunduk di balik atap kediaman Perdana Menteri Wu. Angin bertiup pelan, membawa aroma dedaunan kering dan tanah lembap. Wu Zetian berdiri di hadapan Selir Zhen Zu, menatap wanita itu dengan sorot mata tenang dan hangat. Ia tahu, setelah ini mereka mungkin tidak akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Namun pasti ia akan kembali untuk membalas setiap perbuatan keji yang dilakukan oleh selir pertama dan selir ketiga.

“Bibi, aku harus kembali ke kediamanku hari ini.” Ucap Wu Zetian perlahan, suaranya lembut namun tegas.

Selir Zhen Zu terkejut sejenak, lalu bangkit sedikit dari duduknya. “Hari ini? Tidak bermalam satu malam lagi? Hari sudah senja, apakah kau tidak takut pulang malam? Apalagi jalannya sangat jauh berada di tengah hutan.” tanyanya, nada suaranya jelas mengandung kekhawatiran. “

Wu Zetian tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, Bi. Aku harus pulang karena ada seseorang yang menungguku. Aku tidak bisa meninggalkannya terlalu lama.”

Selir Zhen Zu terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Ia menggenggam tangan Wu Zetian erat-erat, seolah takut gadis itu akan menghilang begitu saja.

“Ahh begituu.." ucap selir Zhen Zu dengan hati tak rela namun ia tidak bisa menahan Wu Zetian untuk tidak pergi.

"Baiklah jika begitu. Terima kasih, nak. Bukan hanya karena kau menyelamatkanku… tapi karena kau masih mau kembali ke tempat ini, meski tempat ini tidak pernah memperlakukanmu dengan baik.” ujar selir Zhen Zu dengan tatapan sedih karena harus berpisah kembali dengan gadis didepannya.

Wu Zetian menunduk sedikit. “Jaga kesehatanmu, Bibi. Ingat apa yang kita bicarakan. Jangan percaya siapa pun dengan mudah.”

“Aku berjanji, dan aku akan menunggu kau kembali lagi.” ujar selir Zhen Zu.

Wu Zetian mengangguk, lalu melepaskan genggaman itu perlahan. Tanpa menoleh lagi, ia melangkah keluar dari kamar Selir Zhen Zu. Ia tidak menuju aula utama dan tidak mencari ayahnya. Tidak ada salam perpisahan, tidak ada penghormatan terakhir untuk Perdana Menteri Wu Zheng. Bagi Wu Zetian, lelaki itu bukan lagi seseorang yang pantas menerima pamit darinya.

Ia meninggalkan kediaman itu dengan kudanya, menyusuri jalan setapak menuju hutan yang mulai diselimuti cahaya jingga senja.

___________________

Perjalanan kembali ke kediamannya di tengah hutan berlangsung hening. Hanya suara langkah kuda dan desir angin yang menemani. Pepohonan tinggi menjulang di sekelilingnya, ranting-ranting bergesekan satu sama lain, menciptakan suara lirih yang menenangkan.

Namun ketenangan itu tiba-tiba terpecah. Isak tangis kecil terdengar dari arah semak-semak di sisi jalan. Wu Zetian menghentikan langkah kudanya. Alisnya mengerut tipis. Tangisan itu jelas suara seorang gadis kecil yang terdengar lembut namun penuh ketakutan. Ia turun dari kudanya, lalu melangkah perlahan mengikuti arah suara tersebut. Langkahnya ringan, hampir tak bersuara.

Di balik pepohonan, ia melihat seorang gadis kecil duduk meringkuk. Tubuh mungil itu gemetar, bahunya naik turun seiring tangisan tertahan. Usianya kira-kira tiga atau empat tahun. Rambutnya berwarna kuning keemasan. Pakaian yang dikenakannya terlihat mahal, namun kini ternodai tanah dan dedaunan.

Saat Wu Zetian berdiri tepat di hadapannya, gadis kecil itu mendongak. Tatapan mereka bertemu.Tangisan gadis itu terhenti seketika.

Mata kecil itu membesar, lalu tanpa peringatan apa pun, gadis kecil tersebut bangkit dan berlari ke arahnya. Sebelum Wu Zetian sempat bereaksi, dua lengan mungil sudah melingkari kakinya dengan erat.

“Mamaaa…” ucap gadis kecil itu, suaranya bergetar, sisa air mata masih mengalir di pipinya.

Wu Zetian membeku.

Seluruh tubuhnya menegang. Otaknya seolah berhenti bekerja. Ia menunduk, menatap kepala kecil yang menempel di dadanya.

Mama?

Sejak kapan Wu Zetian asli menikah? Bukankah ia baru berusia sembilan belas tahun? Bagaimana mungkin ia memiliki anak seusia ini?

Pertanyaan demi pertanyaan berputar cepat di benaknya, membuat dadanya terasa sesak.

Beberapa detik berlalu sebelum ia akhirnya tersadar. Dengan hati-hati, ia menurunkan tangannya dan menyentuh bahu gadis kecil itu dengan lembut.

"Maaf, adik kecil. Aku bukan ibumu. Kau salah mengenali orang.” Ucap Wu Zetian pelan, berusaha menjaga suaranya tetap tenang. Ia tersenyum lembut, berusaha tidak menakuti anak itu.

Gadis kecil tersebut perlahan melepaskan pelukannya. Ia mengusap air matanya dengan punggung tangan, lalu menatap wajah Wu Zetian dengan sangat serius, seolah sedang meneliti setiap garis wajahnya.

Beberapa saat kemudian, ia mengangguk kecil.

“Maaf, kakak…Sepertinya aku salah.” ucapnya lirih, nada suaranya sedih.

Namun kemudian, wajahnya kembali tampak penasaran. “Tapiii… kakak mirip sekali dengan mamaku. Apa mama kita sama?”

Wu Zetian terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan sambil tersenyum.

“Tidak mungkin, adik kecil,” jawabnya lembut. “Mamaku sudah lama meninggal. Jadi tidak mungkin mama kita sama.”

“Ohh…” Gadis kecil itu tampak berpikir, lalu tersenyum kecil. “Begitu ya… maaf kakak cantik. Maaf sudah salah mengenalimu sebagai mamaku.”

“Tidak apa-apa,” balas Wu Zetian. “Oh iya, siapa namamu?”

“Namaku…” Gadis kecil itu baru saja membuka mulut ketika Wu Zetian tiba-tiba mendengar banyak langkah kaki kuda yang mengarah kemari.

Wu Zetian langsung bereaksi. Dengan gerakan cepat namun halus, ia memasang cadarnya, menutupi sebagian besar wajahnya.

Tak lama kemudian, beberapa prajurit muncul dari arah belakangnya. Salah satu dari mereka bergerak paling cepat, langsung meraih gadis kecil itu dan menariknya ke belakang.

“Yang Mulia Putri, apakah kau baik-baik saja?!” tanya prajurit itu panik.

Gadis kecil itu mengangguk. “Aku baik-baik saja, Paman.”

Prajurit itu lalu menoleh tajam ke arah Wu Zetian. Tatapannya penuh kecurigaan dan amarah.

“Hei, kau! Beraninya kau menculik tuan putri kami! Apa kau tidak takut mati?!” Bentaknya

Tatapan Wu Zetian berubah dingin. Namun sebelum ia sempat berbicara, gadis kecil itu sudah lebih dulu berseru.

“Tidak, Paman! Bukan dia! Kemarin ada banyak orang yang menculikku dan membawaku sampai ke sini. Untung saja aku berhasil kabur.” Ucapnya cepat dengan suaranya bergetar.

Prajurit itu terkejut, lalu segera menurunkan nada suaranya. “Baiklah, sekarang kita harus pulang. Di sini tidak aman bagi kita. Kita harus kembali sebelum Yang Mulia menghancurkan semuanya.” Katanya serius.

Ia pun segera membawa gadis kecil itu pergi dengan langkah tergesa. Dari kejauhan, gadis kecil itu menoleh ke belakang. Air mata kembali mengalir di pipinya.

“Kakakkk!” teriaknya dengan suara kecil yang pilu.

Wu Zetian berdiri diam, dadanya terasa aneh seperti ada sesuatu yang tertinggal, sesuatu yang tak bisa ia jelaskan. Ia mengepalkan tangannya perlahan, lalu menarik napas dalam-dalam. Tanpa berkata apa-apa, ia berbalik dan melanjutkan perjalanannya kembali ke kediamannya di tengah hutan, membawa perasaan ganjil yang terus mengendap di hatinya.

__________________

Yuhuuuu~🌹

Kalian penasaran tidak dengan gadis kecil itu? Jika penasaran, berikan lebih banyak dukungan agar author bisa upload 3 chapter besoknya.

Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen, subscribe dan vote karya-karya Author💖

See you~💓

1
Maria Lina
bisa di doublw thor n hilang kn tamat nya tu thor ya hehe
☘️🍁I'mShio🍁☘️: Okelah, krna sepertinya klean semua pada bilang kok tamat, kok tamat.. jadi author apus aja yaa logo end nya😄 Apapun buat reader author. semangat yaa
total 1 replies
Sisilia Hernianti
ada ayam potong kh di jman kuno
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
siapa itu?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
kami menunggu thor up s2 nya
Mommy Ayu
waaa.... semakin seru nih Thor .... ayo di lanjut lagi S2nya
semangat Thor ....
Maria Lina
jfn 1 thor klo cerita bgus tu doble"thor hehe
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
mulanya kaget kok udh end aja.. tapi setelah baca balasan author ada s2 ya.. dinanti thor lanjutnya..
Mommy Ayu
oke Thor..... di nanti nih S2nya, semoga segera rilis ya
Maria Lina
jdi kpn s2 nya thor di up nya
Wahyuningsih
ok thor 💪💪💪 dlm melanjutkn S2 nya
Novita Ardie Wianto: ditunggu S2 nya thor sehat selalu
total 1 replies
Deasy Megaputri
ditunggu S2 nya Thor, semangat
Mineaa
Di tunggu S2 kk author....,😁
Wahyuningsih
loh thor kok udah tamat aj 🤣🤣nggantung lgi yg benr aja thor 🤔🤔🤔 author sungguh mengecwkn jodoh wu zetian aja blm ketmu wkwkwkwk
Deasy Megaputri
nge prank ya Thor?
jgn tamat dulu lah Thor. selesai aga lama juga ngga apa2, pasti ditunggu
Osie
eeehh kok tamat?? serius nih..kesannya ngambang gitu deh.
@Mita🥰
kok kesan nya di percepat tamat nya thor padahal banyak yang belum jelas
@Mita🥰: Ok thor siap di tunggu
total 2 replies
Maria Lina
kok cepat selesai thor ..jgn kh thor msh bkm merasakn hudup enak lo thor
Lyha Arroyyan Alfarizqi
masih gantung ceritanya thor dan masih bnyak teka-teki yg blm terjawab
Julia thaleb
Thor..
makasih..😍😍
Mineaa
beneran tomat....nich thorrrrrrr....?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!