NovelToon NovelToon
Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vanzhuella annoy

Mengandung adengan 21+
Harap bijak, cek usia Anda!



CEO Casanova yang terkenal sukses, kaya raya, tegas, berwibawa. Tentunya memiliki wajah tampan dan diagungkan seperti arti namanya CULLEN FREY SYWA. Sehingga membuat kaum hawa rela melemparkan tubuhnya.



Untuk sementara hiatus

AILEEN ACIEL wanita yang memiliki paras cantik seperti cahaya terang, cerdas dan murah hati seperti namanya. Wanita berusia 25 tahun dari kalangan bawah. Setelah mahkotanya direnggut oleh pria yang tidak dikenal, membuat impiannya sirna. Berkat kehadiran anak genius kembarnya, merubah gelap menjadi terang.


Season 2

Benci jadi cinta diantara Max Adelard Sywa dengan Emily Luisa

Mau tau bagaimana kisah mereka? jangan lewatkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30

•••••

Cup

Dengan cepat Ai menutup wajahnya menyadari pria itu ingin menciuminya, sehingga pria itu hanya menciumi telapak tangannya yang menghalangi bibirnya.

" Huh....., " lirihnya sedikit kecewa.

" Tuan mesum, " ucap Ai dan segera bangkit.

" Itu karena kau yang menggodaku, " pria itu melabuhkan pandangannya kepada dada Ai. Ai mengikuti pandangan pria itu dan.

" Hah....., " sekilas kilat ia merapikan kembali kancing baju kemeja yang terlepas dengan wajah sudah memerah.

" Baru sadar? jadi jangan salahkan aku bila berpikiran mesum, apalagi ini masih pagi. Kau lebih berpengalaman tentang itu, " ujar pria itu.

" Maksudnya berpengalaman apa? " tanya polos Ai yang membuat pria itu membatin mengatai dirinya sok polos.

" Bukankah statusmu sudah janda? "

Tok tok tok

" Buka pintu itu, mungkin itu seorang kuril mengantar pakaian ganti untukmu, " pria itu semalam ternyata sudah memesan pakaian untuk Ai, karena sudah tengah malam akhirnya pagi ini baru diantar.

Tanpa menunggu lama Ai segera melangkah menuju pintu.

Ceklek

Ai dan seorang kuril itu sedikit berbicara. Ai memegang paper bag dan segera menutup kembali pintunya.

" Aku akan ke kamar untuk membersihkan diri, "

" Maaf Tuan bukannya Tuan demam? " Ai menghentikan pria itu ingin bangkit. " Tubuh Tuan masih panas, " tanpa rasa takut Ai mencoba merasakan suhu tubuh pria itu menempelkan telapak tangannya di kening serta leher pria itu. Pria itu terdiam dan tidak menolak, dari hati yang terdalam ia merasa tersentuh karena Ai adalah wanita luar pertama yang mengkhawatir serta peduli kepadanya. Selama ini wanita-wanita diluaran sana hanya menginginkan uangnya saja.

" Tidak masalah, ini sudah terbiasa, " pria itu tetap kekeh ingin mandi.

" Baiklah saya akan siapkan air hangat, " tanpa mendengar jawaban pria itu, Ai masuk ke kamar. Didalam kamar mandi ia mengisi bathtub dengan air hangat. Merasa cukup ia keluar, ternyata pria itu sedang menunggunya dalam kamar.

" Tuan bathtub sudah saya isi, " ucap Ai dan mendapat anggukan, ia segera masuk ke kamar mandi dengan langkah gontai.

" Sepertinya dia sangat kelelahan, " gumam Ai karena ia bisa melihat raut kelelahan di wajah pria itu. Ia meraih paper bag dan membawanya masuk ke Walk-in closet untuk menggantikan bajunya.

Ternyata itu adalah dress 3 pasang dengan warna yang berbeda, komplit dengan ********** juga. Ai mencoba dress warna biru dengan garis warna putih. Dress model lengan kensi, dengan panjang sebatas lutut.

" Kenapa bisa pas semua, bahkan dalaman, " Ai didepan cermin. " Bahkan dia tau ukurannya, " Ai segera menutup wajahnya ketika pikiran negatifnya bermunculan di benaknya.

Merasa cukup Ai keluar dari Walk-in closet, berbarengan keluarnya pria itu dari dalam kamar mandi hanya mengenakan lilitan handuk sebatas pinggang.

" Maaf Tuan saya pinjam untuk bergantian pakaian, " ucap Ai menunduk tanpa menatap lawan bicaranya, saat ini ia merasa gugup dengan keadaan pria itu. Pagi-pagi matanya di suguhkan oleh pahatan dewa yang sempurna.

" Kau cantik sekali, " ucap pria itu dan melewati tubuh Ai yang membeku mematung, memuji pakaian serta wajah Ai yang begitu cantik.

Deg

Ai seperti sedang terbang ke awang-awang mendapat pujian itu, sangat terlihat jelas di rona merah pada wajahnya.

Di meja makan keduanya sedang menikmati sarapan yang dibuat Ai. Ternyata pria itu menyukai hamburger buatan Ai, ia melahapnya tanpa sisa.

" Hmmm ini enak sekali. Jika kau selalu memasak buatku, bisa-bisa tambah berat badan, " ucapnya sembari mengelap mulutnya menggunakan tisu.

" Jika rutin olah raga tidak akan berpengaruh Tuan, " sahut Ai disela kunyahannya.

Deg

Tiba-tiba pria itu mengusap ujung bibirnya menggunakan ibu jarinya. " Makan seperti anak kecil saja, " ujar pria itu tanpa merasa jijik, bahkan ia menjilati sisa makanan itu.

Mata Ai membulat tidak percaya melihat hal itu, ingin sekali ia protes tetapi pria itu terlebih dahulu meninggalkan meja makan, menuju ruang kerjanya.

" Ya ampun apa yang dia lakukan? susah ditebak, " gumamnya tidak percaya dengan barusan yang ia lihat.

Dret

Ponsel pintar milik pria itu bergetar menandai notifikasi pesan diterima. Ia meraih ponsel itu yang diletakkan diatas meja kerjanya.

" Akas, " gumamnya dan segera membuka pesan tersebut. Seketika matanya membulat setelah membaca pesan itu.

Sesaat pria itu terdiam, ia bingung dengan pesan itu dimana pesan itu adalah pesta ulang tahun perusahaan rekan bisnisnya yang berada di Bali. Masalahnya yang ikut serta hadir harus dengan pasangan masing-masing. Sedangkan ia tidak memiliki kekasih yang serius, bisa saja ia mengajak wanita tetapi ia tidak menginginkan wanita itu lagi.

" Pesta yang rumit, " gumamnya sembari memijit ujung keningnya yang sedikit pusing. Sudah diwajibkan membawa pasangan, harus mengenakan topeng lagi. Tapi itu sangat bagus baginya karena untuk saat ini ia tidak ingin wajah Ai disorot terlebih dahulu.

Sesaat ia berpikir, seketika ia mendapatkan ide cemerlang. Tidak ingin berlama-lama, ia keluar dari ruang kerja dan mencari Ai. Ternyata Ai berada di ruang laundry mencuci pakaian yang ia pinjam, bagaimanapun itu kewajibannya untuk mencucinya.

" Kau sedang apa? " tiba-tiba suara bariton dibelakangnya mengagetkan dirinya.

" Mencuci baju Tuan yang saya pinjam, " sahutnya sembari mengantungkan baju tersebut.

" Kenapa kau repot-repot? " tanyanya dengan kedua tangan menyilang di dadanya sehingga membuat Ai membalikkan tubuhnya menatap pria itu.

" Ini sepantasnya saya lakukan Tuan, hmmm apa Tuan ingin berangkat sekarang? maaf bolehkah saya menumpang? " tanya Ai dengan sedikit perasaan malu.

" Aku ingin bicara sebentar, " ungkapnya tanpa menjawab pertanyaan Ai.

Kini keduanya sedang berada di balkon dengan saling berdiri bersebelahan memandang kedepan. Dari sana mereka bisa melihat bangunan-bangunan bermacam gedung, bahkan termasuk gedung perusahaan SYWA GRUP.

" Hmmm aku ingin minta bantuan kepadamu, apa kau bersedia? " ungkap pria itu menoleh kearah Ai.

" Bantuan? " ucap Ai dengan kening mengerut.

" Begini besok akan ada pesta ulang tahun perusahaan rekan bisnisku, masalahnya syarat pesta itu harus membawa pasangan masing-masing, " ujarnya. " Aku minta tolong padamu, bisakah menjadi pasanganku di pesta itu? " ungkap pria itu tidak ingin bertele-tele.

Deg

" Memangnya Tu-tuan tidak memiliki pasangan atau kekasih gitu? " tanya Ai tanpa disadari karena pertanyaan itu lancang.

" Jika aku memiliki yang kau katakan buat apa aku minta tolong padamu! " ucapnya tanpa menatap Ai.

Senyuman mengembang di bibir Ai mendengarkan hal itu tanpa disadarinya. Entah kenapa mendengar pengakuan pria ini membuat hatinya senang.

" Hmmm apa ada yang lucu sehingga membuatmu senyam-senyum begitu? " mendengar ucapan itu menyadarkan Ai, kini wajahnya bersemu merah karena salah sangka.

" Aku.... aku------, "

" Aku tidak memaksa jika kau keberatan, " potongnya sedikit kecewa karena melihat wajah Ai mengisyaratkan penolakan. Ai bisa melihat wajah tidak semangat bahkan rasa kecewa di wajah pria itu.

" Maaf Tuan, " ucap Ai tertunduk.

" Tidak masalah, aku bisa membatalkan itu semua, " balasnya dengan raut wajah kecewa. Padahal ia menginginkan menghadiri pesta itu dengan menggandeng wanita berparas cantik ini, tetapi tidak semudah yang ia bayangkan.

" Bersiaplah aku akan mengantarkanmu, sepeda motormu sudah diantar oleh suruhan ku, " ucapnya sembari meraih ponsel pintarnya untuk menghubungi seseorang. Keduanya meninggalkan balkon, Ai masuk ke kamar untuk mengambil tas jinjingnya sedangkan pria itu menelpon dengan posisi berdiri didepan televisi di ruang bersantai.

" Haha..... hmmm saya tau alasan Tuan Cullen tidak bisa menghadiri pesta saya ini hmmm, " suara itu sangat jelas terdengar oleh Ai yang tidak sengaja mendengarkan percakapan pria itu dengan orang yang mengadakan acara.

" Brengse*, " umpat pria itu karena mendapat ejekan dari rekan bisnisnya. Walaupun itu hanya candaan tetapi ia terbawa emosi.

Seketika membuat Ai merasa kasian, ia akan membuat alas kebaikan pria itu yang telah menolongnya tadi malam.

" Tuan saya akan bersedia menerima ajakan Tuan, " ucap Ai membuat pria itu membalikkan tubuhnya.

" Apa itu kau terpaksa melakukannya? " ia kurang yakin karena dari awal Ai menolak.

" Tidak Tuan, " sahut Ai sembari tersenyum manis.

...Akhirnya siang menjelang mereka berangkat ke Bali karena acara itu diadakan di Bali. ...

•••••

1 minggu telah berlalunya

Seorang wanita paruh baya menatap foto dengan raut wajah tidak terbaca, bisa dilihat raut wajahnya tidak bersahabat. Bagaimana tidak yang ada di genggamannya adalah foto putranya sedang menggandeng seorang wanita, tapi sayangnya ia tidak mengetahui wajah wanita bertopeng itu karena tema acara itu mengenakan topeng menutupi mata serta hidung.

" Aku harus menemuinya, " gumamnya dan segera meraih tas jinjingnya.

Di kantor

Brak

Tiba-tiba pintu ruang kebesaran sang CEO terbuka begitu saja, dan langsung masuk nyelonong begitu saja.

" Mami, " ucap Cull sedikit kaget dengan kedatangan sang Mami dengan sikap tidak seperti biasanya.

Kamu bisa menjelaskan ini, " sang Mami melemparkan selembar foto di meja kebesaran putranya.

Cull tau betul itu foto dirinya dan Ai saat menghadiri pesta ulang tahun perusahaan rekan kerjanya di Bali.

" Itu kekasih Cull Mi, " ungkapnya begitu saja yang membuat sang Mami membelalakkan mata mendengar pengakuan Cull tentang wanita bertopeng menggandeng lengannya layaknya sepasang kekasih pada umumnya.

" Tidak bisa, kamu sudah Mami jodohkan dengan Mommy Max dan Mia, " ucapnya dengan tegas.

Mendengar penuturan sang Mami membuat Cull membulatkan kedua matanya.

" Tidak bisa Mi, "

" Mami tau itu wanita-wanita yang rela tidur bersamamu. Mami sudah tau semua kenakalanmu Cull. Apa selama ini didikan Mami dan Papimu tidak berlaku? Mami sangat kecewa kepadamu Cull, Mami sudah gagal menjadi seorang Ibu bagi kalian, " ungkap Mami Lili dengan isakan, inilah saatnya wanita mantan desainer ini mencurahkan kekecewaan hatinya.

Deg

" Mami, " seketika membuat Cull terpaku. Hatinya pilu melihat wanita pertama yang ia sayangi menangisi kelakuan buruknya dimasa lampau.

" Apa salah Mami padamu Cull? kamu tanpa perasaan memperlakukan wanita, apa kamu lupa jika kamu bisa hadir di dunia ini karena seorang wanita? apa ini pendidikan yang kamu dapatkan sewaktu menempuh pendidikan di luar negeri? padahal Mami dan Papi sudah sangat mempercayaimu tidak akan macam-macam seperti pria-pria diluaran sana, " isakan kembali terdengar.

" Mami Cull minta maaf, " Cull langsung berlutut bersimpuh dikedua kaki sang Mami.

" Kamu sudah berumur, bukan saatnya lagi untuk bermain-main Cullen.... bagaimana bisa kamu memberi contoh kepada Max serta Mia, jika sifat dan perilaku burukmu tidak dapat kamu rubah, " seketika tangisan wanita paruh baya ini pecah. Cull dapat merasakan tubuh sang Mami bergetar.

" Maaf Mi.... ini bukan salah Mami dan Papi. Cull salah bergaul selama ini, " Cull masih bersimpuh dan ikut meneteskan air mata menyesali keburukannya selama ini. Hatinya sang perih melihat wanita yang sangat ia sayangi menangis tidak berdaya.

" Pokoknya mau tidak mau kamu akan Mami jodohkan dengan wanita pilihanami yaitu Mommy Max dan Mia, hanya wanita itu yang dapat merubah kebiasaan burukmu dan membawamu ke jalan yang benar, " ucap sang Mami mengebu-ngebu disertai isakan.

" Mami, " Cull ingin protes.

" Besok kamu harus menemuinya di Restoran xx. Mami tidak ingin mendapat bantahan, jika kamu membantah itu artinya Mami bukan siapa-siapa bagimu, " setelah mengatakan itu Mami Lili langsung bergegas meninggalkan ruangan sang CEO dengan perasaan kecewa.

Sebelum mereka mengenakan topeng.

1
Yoon niimaa
Luar biasa
Daniela Whu
bukan main x di servis kok
kok lengket akibat habis bergumul gimana ceritax
Berry 🦖
panjangnya cuma 5,6 cm? 😧😭😭
SVJ official
jalan bagus tidak membosankan
Ririn Nursisminingsih
kok gregeten muter2 orang ceo orang kaya mbok ya tes dna
Vivin Yulistian Pradesti
suka banget cerita nay
Umi Salsabilla
drqma dibalqs drama g ada habisx
KrisTie Lyiee
emily ada hutang penjelasan pasal jihan🤭🤭🤭🤭🤭
KrisTie Lyiee
idaman ku😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Muhammad Syahrul
ceritannya bagus bgt sayang gk di lanjutin lagi 😁🙏🙏
KrisTie Lyiee
ini juga terlalu tua
KrisTie Lyiee
terlalu tua
KrisTie Lyiee
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
KrisTie Lyiee
🥺🥺🥺😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
KrisTie Lyiee
jan. nti kalau lo dah lihat nanti lo klepek klepek🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
KrisTie Lyiee
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Lentera impian
tapi tak ada pelajaran buat si keluarga dedynya malah enak sudah mengatakan kata kata kasar huh menyebalkan .
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
selamat berbulan madu
Wirda Lubis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!