NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Tamat
Popularitas:649.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JATUH CINTA

"Kau sudah pulang? Bagaimana fitting gaunnya? Kau senang?" tanya Bu Tina ketika melihat anaknya pulang dengan wajah sumringah. Nuri tak menjawab, ia hanya tersenyum sambil berlalu menuju kamarnya.

Nuri merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya yang nyaman. Matanya memandang langit-langit kamar dengan gamang. Tiba-tiba sesungging senyum menghiasi bibirnya yang tipis manis. Entah kenapa otaknya tak berhenti memikirkan tampannya Shandy dengan setelan jas milik Radit.

Nuri mengambil ponsel di dalam tasnya. Sebuah pesan masuk. Rupanya dari designer butik Hareza Wang. Dia mengirimkan beberapa foto ketika fitting baju. Matanya berbinar menatap fotonya dan Shandy sedang berdampingan. Serasi sekali.

"Ah, apa yang kau lakukan Nuri? Pernikahanmu dengan Radit hanya tinggal menghitung hari. Kenapa kau terus memikirkan Shandy?" ucap Nuri bicara sendiri.

Telepon berdering, Raditya memanggil.

"Halo! Kau sudah pulang?"

"Iya, aku sudah dirumah" jawab Nuri dengan bahagia. Ia tak menyangka Radit mengkhawatirkannya.

"Baiklah kalau begitu, aku mau bilang kalau besok aku tak bisa mengantarkanmu ke Wedding organizer, aku ada meeting dengan Loman Konstruksi"

"Tapi bukankah itu hanya meeting biasa, kau biasanya menyuruh asistenmu?"

"Aku hanya ingin mengunjungi kantornya saja" jawab Raditya.

"Pernikahan kita tinggal sebentar lagi, aku tak bisa mengurus segalanya sendiri"

"Kau minta temani Ibuku saja ya, aku sangat sibuk. Okay!"

Telepon ditutup. Nuri bahkan belum selesai bicara. Ia menghela nafas panjang.

"Kukira kau mengkhawatirkanku. Cih, Kau bahkan jauh lebih cuek dari sebelumnya" gumam Nuri sambil menatap ponselnya. Tidak lama kemudian ponselnya berdering lagi. Shandy memanggil. Nuri dengan cepat mengangkat teleponnya.

"Kau sudah dirumah? apa kau sudah makan?"

"Iya, aku baru sampai rumah. Aku belum makan, kenapa? kau mau mengajakku makan malam?"

"Aku di depan rumahmu sekarang"

Nuri segera beranjak dari ranjangnya. Ia lalu membuka tirai jendelanya. Dari atas balkon ia melihat Shandy sedang di depan gerbang melambaikan tangan. Tanpa banyak bicara, Nuri segera berlari turun. Ia bahkan melewatkan Ayah dan Ibunya yang sedang makan malam.

"Aku tak pernah melihat anak itu berlari tergesa-gesa. Ada apa dengannya? Dia terlihat sangat bahagia" tanya Bu Tina.

"Dia sedang jatuh cinta" jawab Pak Darmawan sembari tersenyum.

"Apakah Radit menunggunya di depan? kenapa tidak masuk rumah?"

"Ah biarkanlah. Jangan terlalu ikut campur urusan mereka. Mereka sudah dewasa." pungkas ayah Nuri.

Beberapa menit berlalu, dan Nuri tak menyangka ia sedang berada di atas motor memeluk tubuh Shandy. Dengan motor bebek berwarna merah menyala bertuliskan "Kalifornia Fried chicken, KFC". Dimana urat malu Nuri yang biasanya terlalu nampak? Dia seakan larut dengan kenyamanan bersama Shandy. Hal yang tak pernah ia rasakan ketika bersama Radit.

"Shan.."

"hmmm"

"Kau masih mencintai Kinan?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Aku hanya ingin tahu" jawab Nuri salah tingkah.

"Kau iri dengan Kinan?"

"Tidak, kenapa harus iri?" Nuri terdengar sewot.

"Nada suaramu terdengar seperti "kenapa semua orang mencintai wanita itu?" hahahaha"

Nuri mencubit pinggang Shandy yang masih saja tergelak. Nuri merenggangkan tangannya, namun tangan Shandy segera menangkapnya dan melingkarkannya kembali ke perutnya.

"Kau tahu kakak Raditya yang bernama Juliana? Dialah ibu kandung dari Shanju, anak yang dirawat Kinan selama ini. Aku menikah dengan Kinan untuk memenuhi permintaan Juliana yang tak ingin anaknya tidak punya orang tua"

"Sebentar..lalu kak Juliana?"

"Dia meninggal setelah melahirkan"

Nuri terlihat shock.

"Raditya sudah mengetahui ini?"

"Sudah. Hal itu mungkin yang membuatnya semakin mencintai Kinan. Tapi bukankah hubungan mereka telah berakhir? kau bahkan akan menikah dengannya Minggu depan"

Nuri terdiam. Mendengar cerita Shandy ia merasa sangat kejam. Selama ini, ia selalu jahat kepada Kinan. Ia selalu merendahkannya dan bahkan sengaja membuatnya malu. Cintanya kepada Raditya membuat buta. Ia tak bisa lagi berpikir jernih karena perasaannya.

"Lalu kau sendiri bagaimana?" tanya Nuri.

"Aku jatuh cinta dengan orang lain" jawab Shandy dengan senyum khasnya. Nuri nampak penasaran.

"Siapa?"

"Coba kau lihat spion kiri" ucap Shandy. Nuri segera menoleh ke arah spion kiri dan ia melihat pantulan dirinya sendiri. Pipi nya langsung merah merona. Ia tersenyum salah tingkah.

"Kau menyukaiku?" tanya Nuri dengan malu-malu.

"Seharusnya aku tak boleh mengatakan itu kepada tunangan orang lain. Sudahlah! Berbahagialah dengan Raditya."

"Tapi aku lebih bahagia denganmu" jawab Nuri dengan spontan.

"Berhati-hatilah, kau bisa jatuh cinta kepadaku"

Nuri tak menjawab. Ia hanya semakin erat memeluk Shandy. Motor melaju pelan membelah malam yang semakin dingin. Tak lama kemudian mereka berhenti di sebuah kedai nasi goreng pinggir jalan. Nuri menurut saja ketika Shandy menyodorkan kursi plastik untuknya. Mereka duduk berdampingan sembari melihat mobil-mobil yang melintas di jalanan.

"Jadi begini rasanya.." gumam Nuri.

"Ini kali pertamamu makan di pinggir jalan?"

"Ya, aku dulu tak mau seperti ini. Kenapa sekarang aku baik-baik saja?"

"Tentu saja baik-baik saja. Tak ada orang yang mati karena makan nasi goreng pinggir jalan" kelakar Shandy. Nuri mencubit pipi pria itu dengan gemas.

"Jadi sekarang kau tinggal dimana? kau masih tinggal dengan Kinan?"

"Tidak. Aku menyewa kamar kost di dekat kedai ayam goreng. Hanya aku memang selalu menyempatkan untuk menjemput atau mengantar Shanju ke sekolah"

"Bagaimana keadaan Kinan sekarang?"

"Kenapa tiba-tiba bertanya soal Kinan?"

"Aku sebenarnya ingin meminta maaf kepadanya"

"Kau bisa menemuinya kapanpun. Ia dirumah saja. Entahlah ia hanya bermalas-malasan setiap hari"

"Apakah ia masih belum bisa melupakan Raditya?"

"Kenapa kau tak bertanya langsung kepadanya?"

Shandy tersenyum. Nasi goreng telah tersaji. Mereka makan dengan sangat lahap malam ini.

...***...

Matahari sepertinya lupa menjalankan tugasnya pagi ini. Dari shubuh tadi kabut pekat muncul, dan sekarang walaupun jam sudah menunjukkan pukul 9, matahari belum juga menunjukkan wujudnya. Kinan berulang kali mengusap hidungnya dengan tissue. Dia memang mempunyai alergi terhadap cuaca dingin.

Satu tangannya membawa keresek besar berisi kotak kue untuk acara meeting kantor kakaknya. Kemarin sepulang kerja Kak Bima memesan kepada Nenek 20 kotak kue untuk meeting di kantornya. Nenek yang telah lama tidak menerima pesanan, akhirnya dengan sangat bahagia menerimanya. Nenek bahkan bahkan bangun jam 1 pagi demi menyelesaikan pesanan kotak kue.

Kak Bima menyuruh Kinan mengikutinya. Kak Bima pun membawa satu kresek besar dengan isi yang sama. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan rapat. Ada meja panjang dan kursi-kursi yang mengelilinginya. Kak Bima menyuruh Kinan untuk menata kotak kue di depan setiap kursi.

"Ya Tuhan, aku lupa beli air kemasan" seru Bima sembari menepuk dahinya. Kinan hanya memonyongkan bibirnya melihat Kakaknya yang memang pelupa.

"Kalau begitu kau tata semua ini sendirian ya, aku mau beli air di minimarket depan"

"Jangan lama-lama! aku segera pulang setelah ini"

"Sebentar-sebentar.. tunggulah aku sebentar saja. Lagipula apa yang kau kerjakan dirumah? kau hanya bermalas-malasan"

Kak Bima berlari keluar. Kinan menyelesaikan tugasnya dengan menggerutu. Sesekali ia membuka kotak, ah..perutnya keroncongan. Ia lupa belum sarapan pagi ini. Bima membuatnya tergesa-gesa.

Tiga puluh menit sebelum meeting, ruangan sudah bersih. Seorang OB membersihkannya dibantu Kinan. Kata Kak Bima, perusahaan ini memang tak banyak pegawai, kebanyakan pegawainya adalah pegawai lapangan. Jadi kantornya sangat sepi. Hanya berisi 6 pegawai saja, termasuk Kak Bima.

Pintu ruangan terbuka perlahan, Kinan tak acuh saja karena mengira Kak Bima yang datang. Ia pun masih sibuk mempersiapkan proyektor. Suara langkah kaki terdengar masuk, pintu ditutup.

"Sudah ya Kak, aku mau pulang. Kau tata sendiri air minumnya." ucap Kinan sambil menyambar tas selempangnya. Tiba-tiba Kinan melihat sosok bukan Bima yang berdiri di depannya. Lelaki itu hanya diam menatap Kinan tanpa berkutik. Tubuh Kinan pun seolah membeku. Ia tak bisa melanjutkan langkahnya.

"Ehem" Kinan berdehem pelan, mengatur nafas dan suaranya. "A..aku tadi membantu Kak Bima membawakan konsumsi untuk meeting. Maaf jika mengejutkan mu. Permisi!" ujarnya tanpa berani menatap wajah Radit. Karena tak ada jawaban, Kinan pun melangkahkan kakinya keluar.

"Aku akan menikah Minggu depan" ucap Radit yang membuat Kinan menghentikan langkahnya. Entah kenapa ketika mendengar itu jantung Kinan seolah berhenti berdenyut. Sesak.

"Selamat ya! Aku harap kalian bahagia" ucap Kinan lalu melanjutkan langkahnya.

"Tidakkah dadamu terasa sesak ketika mendengarnya?"

Kinan tak menjawab, ia hanya tersenyum sembari menyembunyikan air mata yang mulai memburamkan pandangannya. Apakah Raditya bisa merasakannya?

"Apa cintamu hanya senilai 2Milyar? Hah? Kenapa kau tak bilang, "Radit, aku minta 10 Milyar dan aku akan menikah denganmu"? Aku akan memberimu kalau kau mau itu. Tapi kenapa kau memilih pergi dariku?" Radit tak bisa lagi menahan emosinya. Di luar ruangan, tanpa mereka sadari Bima sedang mendengarkan pembicaraan mereka.

"Bukankah kita sudah putus?"

"ITU KEMAUANMU!!!" Bentak Raditya dengan suara keras.

"Aku masih mencintaimu dan kau tahu itu!" lanjutnya dengan nafas terengah. Amarah dan kesedihannya memuncak disaat yang bersamaan.

"Raditya!" sela Kinan. "Sudahlah! Aku tak ingin membahas hal ini lagi." Kinan menyeka air matanya. Ia lalu membuka pintu dan keluar. Bima menatap adiknya yang berlari berurai air mata. Ia bisa melihat betapa sedihnya Kinan saat ini. Ia masih mencintai Raditya.

Bima masuk ke dalam ruangan meeting. Raditya duduk melamun di kursi. Bima menghampirinya lalu duduk disampingnya. Ia melirik Radit, laki-laki itu menahan tangisannya.

"Apakah ini kutukan Juliana? dia mengutukku untuk jatuh cinta kepada Kinan dan aku sepertinya terkena kutukan itu" ucap Raditya melantur. Bima menarik nafas panjang, ia merasa kasihan melihat Radit. Ia bisa merasakan ketulusan cinta yang dimiliki pria itu untuk adiknya.

"Cobalah untuk melupakan Kinan, kau akan menikah minggu depan"

"Aku sudah mencobanya setiap detik. Aku menyibukkan diri agar aku tak memikirkannya. Aku bahkan mendatangi meeting tak begitu penting ini agar aku sibuk tapi..." Radit tak menyelesaikan ucapannya, ia menutup matanya dengan tangan kanannya. Raditya menangis. Bima menepuk punggung lelaki tampan itu, mencoba menenangkan emosinya. Namun Raditya masih terisak.

"Aku mencintainya..."

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!