NovelToon NovelToon
Simfoni Yang Salah Nada

Simfoni Yang Salah Nada

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Pengganti / Persahabatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: aleeenaa

Bagi Alee gadis cerdas yang meledak-ledak dan ceplas-ceplos, Rama adalah cowok paling membosankan sekaligus jual mahal di 10 MIPA 1. Namun, hanya butuh satu lagu di panggung sekolah untuk meruntuhkan seluruh gengsi Alee dan mengubah benci menjadi cinta.

Masalahnya, Alee punya satu kelemahan: mulutnya sama sekali tak punya filter. Demi menjaga rahasia hatinya, Alee memilih kabur ke sudut belakang kelas dan mengunci mulut rapat-rapat.

Namun, masa SMA tak pernah berjalan sesuai rencana. Ketika kesalahpahaman, provokasi teman, dan kehadiran Karim mulai menguji arah takdir mereka apakah simfoni cinta Alee akan berakhir indah, atau justru Rama hanya menjadi nada yang salah dalam hidupnya?

Namun, segalanya berubah saat sekolah mengadakan Acara Panggung Unjuk Bakat. Di atas panggung, Rama yang biasanya tenang dan tidak suka menonjolkan diri, tampil membawa gitar dan menyanyikan lagu favorit Alee. Suara Rama yang begitu merdu dan hangat malam itu berhasil menyentuh perasaan Alee yang paling

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aleeenaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Tekanan Orientasi, Barisan Belakang, dan Kontak Pertama

Hari pertama Orientasi Kehidupan Kampus di Universitas Nusa Bangsa (UNB) resmi dimulai dengan skala ketegangan yang naik berlipat ganda. Lapangan tengah gedung FISIP yang tadinya lengang kini dipenuhi oleh ratusan mahasiswa baru berkaos putih dan bercelana hitam. Panas terik matahari pagi mulai menyengat kulit, beradu dengan gema pengeras suara yang tak hentinya menyuarakan instruksi dan teguran disiplin dari barisan panitia berkemeja PDL hitam.

Aleena yang akrab disapa Alee berdiri di barisan agak belakang bersama Dania. Berbeda dengan mahasiswa baru lain yang tampak tegang, gemetar, atau pucat saat ditatapi oleh para senior, Alee justru berdiri dengan sikap santai. Gaya petantang-petenteng khas dirinya tetap melekat erat, lengkap dengan pandangan mata yang ingin tahu dan cengiran tipis yang sulit disembunyikan setiap kali ada momen konyol di sekitarnya.

"Lee, suaranya pelanin sikit kek! Itu Kak Arlan dari tadi matanya jelalatan merhatiin barisan kita melulu, tau!" bisik Dania panik sambil menyenggol siku Alee.

Alee menoleh santai ke arah panggung utama dan barisan panitia di sisi lapangan. Benar saja, di sana berdiri Arlan Bachtiar. Ketua BEM Fakultas itu tampak berdiri tegap sambil bersedekap dada, memegang papan klipboard berkas dengan tatapan mata yang tajam menyapu seluruh barisan mahasiswa baru. Ketika pandangan Arlan beradu dengan mata Alee, bukannya menunduk takut seperti Dania, Alee malah menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum tipisbsebuah gestur menantang yang amat spontan.

Arlan yang menangkap respons dari gadis ber-nametag Aleena Putri itu hanya menggelengkan kepala pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang hampir tak terlihat, sebelum ia kembali memasang raut wajah tegasnya.

Sesi pertama diisi dengan simulasi penugasan kelompok yang menguji ketelitian dan kecepatan. Setiap kelompok mahasiswa baru diberi waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan susunan peta konsep sejarah keilmuan komunikasi dan mengumpulkannya langsung ke meja panitia di depan koridor utama.

Suasana kelompok Alee mendadak kacau. Ketua kelompok merekabseorang cowok berkacamata tebal tampak panik dan kebingungan membagi tugas. Kertas karton besar di atas meja masih bersih tanpa tulisan, sementara waktu terus berjalan.

"Gini aja! Lu bertiga cari materi bab satu, Dania garis spidol, sisanya biar gue yang tulis sama susun bagannya!" perintah Alee cepat dan cekatan.

Dalam situasi terdesak, sifat kepemimpinan dan ketangguhan Alee yang biasa tersembunyi di balik sikap santainya seketika mengambil alih. Dengan jemarinya yang lincah, Alee menggambar bagan alur yang rapi, menuliskan poin-poin utama dengan tulisan tangan yang jelas, dan mengarahkan teman kelompoknya tanpa panik sedikit pun.

Saat waktu tersisa satu menit lagi, Alee meraih karton yang sudah selesai dikerjakan, lalu berlari kecil menuju meja pemeriksaan panitia di ujung koridor.

Srett!

Alee menepuk kertas karton itu tepat di atas meja kayu tepat pada detik terakhir sebelum bel panitia berbunyi.

"Kelompok Tujuh, pas tepat waktu!" seru Alee ngos-ngosan namun tertawa bangga sambil mengusap peluh di dahinya.

Di balik meja pemeriksaan itu, Arlan sedang berdiri mengawasi. Pria itu mengambil karton milik kelompok Alee, memeriksanya dari ujung ke ujung, lalu menatap Alee yang masih berdiri memegang pinggangnya sambil tersenyum lebar.

"Gaya lu petantang-petenteng, tapi hasil kerjaan lu ternyata rapi juga," puji Arlan datar, nada suaranya berat namun ada apresiasi tersirat di sana.

"Ya jelas dong, Kak Arlan! Aleena gitu loh, enggak cuma modal gaya doang," sahut Alee bangga, menyilangkan kedua tangan di dada dengan cengiran tanpa beban.

Arlan menahan tawa kecil melihat kepedean gadis di depannya. Ia menarik selembar kertas catatan evaluasi kelompok, lalu membubuhkan parafnya di atas karton milik Alee.

"Iya, Aleena. Tapi kerja tim itu bukan cuma soal lari paling cepat di detik terakhir," ujar Arlan pelan sambil memajukan tubuhnya sedikit ke depan meja, menatap manik mata Alee lurus-lurus. "Nanti sore ada sesi evaluasi individu. Kita lihat apa lu masih bisa tersenyum santai kayak gini di hadapan panitia."

Alee menatap balik mata tajam Arlan tanpa rasa gentar sedikit pun. Justru, tantangan itu memantik antusiasme baru di dalam dirinya—sebuah dinamika baru yang segar dan berbeda dari apa yang pernah ia rasakan sebelumnya.

"Ditunggu evaluasinya, Pak Ketua BEM," balas Alee renyah sebelum berbalik dan kembali berlari kecil menghampiri Dania.

Arlan memperhatikan punggung gadis berambut terurai itu hingga menghilang di antara kerumunan mahasiswa baru. Senyum tipis kembali terukir di wajah tegas sang Ketua BEM. Untuk pertama kalinya selama masa orientasi yang membosankan ini, ada satu nama yang berhasil mencuri perhatiannya: Aleena Putri.

1
Muslimin Muslim
good
aleee
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!