NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27: Bom asap skincare organik dan terbongkarnya tato bulan sabit

Di luar kereta, suara dentingan pedang dan teriakan para prajurit terdengar makin brutal. Xie Yufei yang masih terduduk di lantai kereta berusaha keras mengendalikan detak jantungnya yang tadinya jedag-jedug karena dipeluk Mas Jenderal, sekarang berubah jadi jedag-jedug karena ketakutan setengah mati.

Xiao Mei di sudut kereta sudah menangis tanpa suara sambil memeluk lututnya.

"Nona... bagaimana ini? Kita akan mati di Lembah Tengkorak ini, Nona!" tangis Xiao Mei lirih.

Yufei mencoba mengintip dari celah kecil jendela kereta kuda. Di luar, pasukan khusus Pangeran Mo Cheng memang tangguh luar biasa, tetapi para pembunuh bayaran berbaju hitam yang datang dari atas tebing jumlahnya terlalu banyak. Mereka bahkan mulai melempar anak panah api untuk membakar kereta tahanan besi di belakang.

(Gak bisa! Kalau kereta itu kebakar, si pembunuh berwajah arang bakal gosong, dan semua petunjuk konspirasi bakal hangus! Mana Mas Jenderal lagi dikepung tiga orang sekaligus di depan sana. Sialan, gue gak bisa cuma diem jadi beban tim kayak gini! Jiwa survivor anak kosan gue harus bangkit!)

Yufei langsung membongkar buntalan barang bawaannya dengan panik. Matanya berbinar saat melihat beberapa botol ramuan yang tersisa di tasnya, termasuk persediaan bubuk belerang untuk mengusir ular, sisa arang halus semalam, bubuk mesiu mentah yang sempat dia minta dari logistik untuk eksperimen, dan senjata pamungkasnya satu botol besar minyak sereh konsentrat tingkat tinggi yang baunya super menyengat.

(Oke, rumus kimia dasar! Campurin belerang, mesiu, arang... terus tambahin minyak sereh biar efek perihnya naik seribu persen! Ini namanya bom asap skincare organik penghancur masa depan kornea mata!)

Dengan tangan gemetar namun cepat, Yufei mencampur semua bahan itu ke dalam sebuah mangkuk keramik kecil di dalam kereta, lalu membungkusnya dengan kain tebal dan menyalakan ujungnya menggunakan pemantik api minyak milik Xiao Mei.

Begitu kain mulai membara dan mengeluarkan asap pekat yang baunya bikin bersin, Yufei membuka pintu kereta sedikit. Menggunakan seluruh tenaga dari otot tangannya yang biasa dipakai angkat galon di dunia modern, Yufei melempar buntalan itu tepat ke tengah-tengah kerumunan pembunuh bayaran yang sedang mengepung Pangeran Mo Cheng.

DUAARRR!

Buntalan itu tidak meledak seperti bom militer, melainkan pecah dengan suara letupan keras dan langsung menyemburkan asap abu-abu pekat dalam radius lima meter.

"Uhuk! Mata... mataku!"

"Bau apa ini?! Perih sekali! Kak, mataku tidak bisa dibuka!"

Efeknya luar biasa brutal. Minyak sereh yang menguap bersama asap belerang langsung menyerang mata dan hidung para pembunuh bayaran. Mereka seketika kehilangan arah, menjatuhkan pedang, dan sibuk mengucek mata mereka yang memerah brutal sambil menangis histeris.

Pangeran Mo Cheng yang memiliki penglihatan tajam langsung memanfaatkan momen kebutaan massal itu. Dengan gerakan pedang yang sangat efisien dan mematikan, dia menumbangkan tiga pengepungnya dalam hitungan detik.

Namun, perhatian Mo Cheng mendadak teralih ke arah tebing atas. Di sana, seorang pria bertopeng hitam yang tampaknya merupakan pemimpin operasi ini, sedang bersiap kabur menggunakan tali pengait setelah melihat rencananya dikacaukan oleh bom asap aneh.

"Jangan harap bisa lolos!" teriak Pangeran Mo Cheng. Dia melompat tinggi, menendang pundak salah satu musuh sebagai pijakan, lalu melesat ke atas tebing seperti elang.

Yufei yang masih mengintip dari pintu kereta terus memantau pergerakan Mas Jenderal dengan mata melotot. Saat Pangeran Mo Cheng berhasil mendarat di tebing dan menebas tali pengait sang pemimpin musuh, pria bertopeng itu terpaksa berbalik dan menangkis serangan Mo Cheng menggunakan belati pendeknya.

CLANG!

Akibat benturan tenaga dalam yang kuat, lengan baju kanan sang pemimpin musuh robek tercabik hingga ke pergelangan tangan.

Pada saat itulah, di bawah sinar matahari siang yang terik, Yufei melihatnya dengan sangat jelas. Di pergelangan tangan kanan pria itu, terdapat sebuah tanda yang sangat mencolok: sebuah bekas luka bakar berbentuk bulan sabit sempurna, persis seperti yang dikatakan oleh tahanan berwajah arang tadi pagi!

(MAMAAAKKK!!! ITU DIA! Sialan, beneran ada tato atau bekas luka bulan sabit di tangannya! Fix, dia bos besarnya atau kaki tangan utamanya! Mas Jenderal, buruan tangkap dia hidup-hidup! Jangan sampai lolos!)

Pangeran Mo Cheng yang mendengar teriakan batin Yufei yang sangat spesifik tentang 'bekas luka bulan sabit' langsung memfokuskan pandangannya ke pergelangan tangan musuhnya. Benar saja! Rahang sang pangeran mengeras. Amarahnya memuncak saat mengenali bentuk luka tersebut yang sangat familiar di ingatannya.

Pangeran Mo Cheng meningkatkan kecepatan serangannya, berniat melumpuhkan pria itu. Namun, sang pemimpin musuh yang menyadari rahasianya telah terbongkar langsung melempar sebuah bola peledak tanah ke arah kaki Mo Cheng untuk menciptakan jarak, lalu melompat mundur ke dalam semak-semak lebat di balik tebing dan menghilang.

"Sialan!" umpat Pangeran Mo Cheng, terpaksa berhenti karena ledakan tanah itu memicu runtuhan batu kecil.

Di bawah tebing, sisa-sisa pembunuh bayaran yang matanya masih perih akibat ramuan skincare Yufei akhirnya berhasil diringkus sepenuhnya oleh Xie Jian dan pasukan khusus. Pertempuran di Lembah Tengkorak resmi berakhir dengan kemenangan pasukan kerajaan, meskipun sang pemimpin berhasil meloloskan diri.

Pangeran Mo Cheng melompat turun dari tebing dengan jubah zirah yang sedikit terkena debu. Dia langsung berjalan lurus menuju kereta kuda Yufei dengan langkah lebar.

Yufei yang melihat Mas Jenderal berjalan ke arahnya dengan wajah super tegang langsung mencicit ketakutan di dalam hati:

(Waduh... mukanya serem banget, aura membunuhnya masih pekat. Mana mata dia natap gue tajam banget lagi. Aduh, apa gue bakal dimarahin gara-gara lancang ngelempar bom asap sereh tadi ya? Tapi kan gue niatnya bantuin...)

Pangeran Mo Cheng berhenti tepat di depan pintu kereta, menatap Yufei yang sedang duduk menyusut dengan wajah polos tanpa dosa. Perlahan, ketegangan di wajah sang pangeran mencair, digantikan oleh tatapan hangat yang sangat dalam.

"Nona Xie," ucap Pangeran Mo Cheng, suaranya agak serak pasca-bertempur. "Ramuan 'skincare' milikmu itu... benar-benar sebuah keajaiban yang mengerikan di medan perang."

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!