NovelToon NovelToon
Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adzana Raisha

Layaknya drama, memaksa seseorang Azzara biantika, menjalani perannya sebagai tokoh antagonis, yang menjelma menjadi orang ketiga dalam kehidupan pernikahan Anastasya dan Arkana surya atmadja, seorang CEO muda karena adanya sesuatu hal.

Mampukah Azzara bertahan, hingga menemukan kebahagiaan yang selama ini dirinya impikan. Ataukah kian terpuruk dalam hubungan tanpa kepastian, yang semakin erat membelenggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adzana Raisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlibur Part- 2

Gadis mungil itu tertegun. Pandangan tertuju pada sosok pria yang tengah mendekapnya erat, namun tidak pada fikirnya. Melayang jauh entah kemana.

"Iya, dia memang anakku, tapi bukan darah dagingku." Arka menatap raut sendu istri di depannya, entah mengapa seketika membuatnya lekas meluruskan maksud perkataanya.

Zara mengerjapkan netra beberapa kali, gadis itu terlihat tak memahamu ucapan sang suami.

"Maksud Tuan?"

Pria muda itu menghela nafas dalam dan berucap, "Aku menyangi Abigail saat bayi itu masih berada dalam kandungan ibunya. Aku pun mengangapnya sebagai putraku sendiri meski bukan darah dagingku." Arka memandang jauh lautan lepas. "Tetapi ketahuilah, Zara. Meski Anastasya lebih dulu masuk kedalam kehidupanku, kau tetap yang pertama dihatiku." Arka menatap gadis itu lekat hingga pandangan keduanya saling berpaut. "Apa kau mendengarnya?" sambungnya lagi.

Zara mengangguk samar.

"Aku tak pernah main-main dengan ucapanku, dan kuharap kau tak akan meragukannya."

Zara tak berniat menjawab, tengah sibuk berperang dengan batinnya sendiri.

"Zara, pernikahan kami memang tak selaknya pasangan pada umumnya. Terlalu rumit, seperti benang yang sulit terurai." Pria itu menghela nafas dalam. "Namun aku tak bisa mengatakan semuanya padamu sekarang, biarlah kami berdua yang akan membukanya pada waktu yang benar-benar tepat."

Arka bangkit dari kursinya dan bersimpuh di hadapan istri mungilnya. Meraih, mengengam hingga mendaratkan kecupan singkat pada punggung tangan istrinya itu.

"Zara, walau ujian seberat apa pun yang akan menerjang bahkan berusaha mengikis pernikahan kita nanti, aku mohon, tetaplah ada dan gengam tanganku erat untuk mampu melawannya." Arka berucap setengah memohon. Pria dingin dan tampak kaku itu, kini mengiba pada seorang gadis polos yang berstatus sebagai istrinya.

Zara menghela nafas dan ternyum tipis menatap wajah sendu suaminya. Meski sempat dibuat tak percaya pada apa yang sudah dilakukan pada pria yang bersimpuh dihadapannya namun ia merasa senang dan tak melakukan penolakan.

"Saya berjanji, Tuan. Meski seberat apa perjalanan yang akan di tempuh, Kita akan melaluinya bersama-sama dengan saling berpegangan."

Keduanya saling mengucap janji, seiring dan sejalan. Hingga Arka mendekap pinggang rang sang istri dan merebahkan kepala di pangkuannya.

********

Teriknya sinar mentari tak menghalangi sepasang pengantin baru yang tengah menikmati masa liburan ini untuk bersenang-senang. Keduanya tampak asyik bermain istana pasir dan berkejaran menyusuri bibir pantai.

Beberapa momen indah keduanya tak Arka biarkan berlalu begitu saja. Lewat kamera ponsel pribadinya, pria berbadan tegap itu mengabadikan setiap kejadian yang dirasa mengesankan baginya. Bahkan tak jarang ia mencuri beberapa gambar sang istri, tampa sepegetahuan sang gadis itu sendiri.

"Zara, apa kau tidak bosan hanya menghabiskan waktu dengan seperti ini." Wajah Arka berubah murung. Sejujurnya ia merasa bosan jika hanya bermain pasir seperti bocah selama beberapa jam.

"Tidak," ucap gadis bergaun putih dan topi pantai dengan warna senada itu cepat. Mendongak sebentar menatap sang suami dan melanjutkan kembali aktifitasnya bermain pasir.

"Astaga, kau memang masih bocah," gumam Arka dengan mengulas senyum tipis di bibirnya.

Tetapi anehnya, pria itu justru menikmati segala tingkah polah sang istri yang terkadang kekanak-kanakan. Usia mereka yang terpaut sangat jauh, begitu dimengerti oleh Arka. Akan tetapi di balik sifat kekanakan yang muncul alami pada sang istri, tak jarang kedewasaan pada diri gadis itu pun mampu melebihi dirinya sendiri.

Zara lebih mampu berfikir dengan matang dan menakar sebab dan akibat yang timbul dalam menentukan setiap keputusan yang akan ia ambil. Tak seperti dirinya yang kerap menggunakan emosi dan perdebatan saat menetukan keputusan yang dirasanya benar.

*******

"Jika seharian tadi aku sudah menuruti semua keinginanmu, maka biarkan malam ini aku yang akan menentukan seperti apa kita akan menghabiskan waktu." Arka menyerigai tipis, menatap tubuh gemetar istrinya yang kini terlihat cantik berbalutkan gaun berwarna biru muda dengan renda mutih di bagian kerah dan kedua lengannya.

Tuan Arka tidak mungkin melakukan hal yang aneh bukan. Misalkan mengajakku berenang di laut malam-malam seperti ini atau ...

Gadis cantik itu mulai terlihat gelisan dan sesekali meremas ujung gaun selututnya.

"Bagaimana jika kau tutup matamu dengan ini," ucap Arka dengan mengulurkan kain panjang berwarna merah muda.

Zara menelan salivanya berat, wajahnya kian terlihat pias. "Apa yang akan kita lakukan Tuan, lalu untuk apa menggunakan kain itu sebagai penutup? Saya pasti kesulitan untuk bisa berjalan Tuan." Zara tak mampu menutupi tanda tanya besar di benak yang bercampur dengan kecemasan.

"Kau tenang saja. Lagi pula ini tidak akan menyakitkan." Arka mulai memasangkan kain guna menutupi kedua netra istrinya. Ia sempat menahan gelak mendapati sang istri yang seakan engan melakukan permintaan sang suami namun tak berani untuk menolak.

Setelah penutup terikat sempurna, Arka lantas mengengam tangan sang istri dan menutun langkahnya. Semilir angin malam serasa membelai kulit tipis Zara yang menebus gaunnya. Deburan ombak pun mampu gadis itu dengar dengan jelas.

"Tuan, kita tidak akan berenang malam-malam seperti inikan? Atau Tuan akan mengajak saya untuk mencari ikan?"

Arka sekuat tenaga menaha gelak, namun tetap membimbing langkah sang istri pada tempat yang sudah ia siapkan.

Langkah keduanya terhenti saat Arka mulai memberi isyarat.

"Duduklah," ucap Arka sembari menekan lembut tubuh sang istri dan mendaratkannya pada sebuah kursi.

"Tuan, di mana kita?"

"Sebentar, aku akan membuka penutup yang menghalangi penglihatanmu dan kau bisa melihat semua di sisimu, termasuk aku," goda Arka yang masih berdiri di belakang tubuh sang istri dan tengah membuka kain berwarna merah muda tersebut.

Kain yang membelengu itu mulai terbuka, Zara mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk pada kedua netranya, kemudian mengedarkan pandangan kesekeliling. Gadis itu tertegun dan terdiam beberapa saat. Sebuah meja makan di pinggr pantai dengan lilin kecil sebagai penerangan, diiringi lantunan musik lembut kian menambah suasana malam terkesan romantis.

Beberapa hidangan mewah dan buah segar pun tertata apik di atas meja beralaskan kain bermotif bunga mawar.

Gadis itu pun mendongak, berusaha mencari jawaban dari sang suami yang tetap berdiri di belakang kursinya.

"Tuan."

"Iya, ada apa istriku? Apa kau menyukainya?" tanya pria dengan kemeja abu-abu itu sembari mendaratkan kecupan manis pada puncak kepala istri mungilnya itu.

Zara mengangguk samar, " Tetapi, untuk apa semua ini, Tuan."

Pria itu pun berjalan dan menarik satu kursi yang tersisa, tepat di hadapan istrinya. "Seperti yang sudah kukatakan, malam ini biarkan aku yang menentukan cara seperti apa kita akan menghabiskan malam."

Arka menarik piring yang berisikan steak daging kualitas premium beserta saus yang tampak mengugah selera. Meraih pisau dan garpu, pria tampan itu dengan telaten mulai memotong daging menjadi ukuran lebih kecil kemudian menyerahkannya pada sang istri kala seluruh daging telah terpotong seluruhnya.

"Makanlah, kau pasti lapar." Arka sengaja mengulurkan piring miliknya dengan daging yang telah terpotong sempurna, sebab ia tahu benar jika sang istri masih belum pandai untuk bisa melakukannya. Hingga ia lebih dulu berinisiatif sebelum sang istri memintanya.

"Terimakasi Tuan. Seharusnya sayalah yang melakukan ini semua," gumam Zara setengah menahan malu.

"Tak apa. Aku justru senang melakukan ini semua."

Zara tersenyum senang. Dirinya tak menyangkan mendapatkan perlakuan semacam ini dari seorang pria yang sudah menikahinya beberapa hari yang lalu. Haru dan bahagia berbaur menjadi satu. Senang sekaligus sedih, datang bersamaan. Enggan beranjak dari kasih sayang berlimpah dari sang suami, namun gadis itu pun tak mampu menyimpan ketakutan dan rasa sedihnya jika kedua orang tuanya di kampung mengetahui pernikahan rumit yang tengah di jalani putrinya.

Gadis bernetra bening itu hanya bisa menelan kegetiran jika kembali mengingat orang tua yang sudah membesarkannya dengan susah payah. Walau serapat apa pun ia menutup pernikahannya, lambat laun semua pasti mampu terdengar hingga ketelinga kedua orang tuanya.

1
Surati
bagus
sinta febrianti
udah bisa di tebak pas Zara nyuruh suaminya ngelepasin sandy pasti bkln kya gni. hrusnya arka wlaupun Zara ngmng sruh lepaskan hrusnya dia ttep nyuruh bodyguard nya buat beresin sandy biar gak bkin ulah lgi.. lah ini malah di bebasin yo wis jdinya begitu sandy berulah lgi
Rikawaii San
Luar biasa
Retno Elisabeth
menarik ceritanya thor
Inaqn Sofie
knp manggilnya tuan trs ya
Adeva Rizky
kok Zara,ngomong sama arka msh aj formal.gk cocok
Lena Sari
masa lalu seperti apa yg nona Anastasya sembunyikan???
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trusvsukses
fifid dwi ariani
trus sehat
Murwa Malefy
heheeee puncak kepala thor...😀 semangaattt thor..
YK
memang lebih baik dengan Ken yg didewasakan dengan cobaan. bukannya rangga yg lari dari cobaan dan meminta sahabatnya yg bertanggungjawab atas permasalahan yg disebabkan oleh dirinya sendiri...
YK
noh, siapa yg kemaren sibuk menghujat arka????
YK
cowok kere aja belagu...
YK
apakah tasya sakit? HIV mungkin?
Sri Wahyuni
kan s zara msih punya bpk knp pke wali y hakim
Sri Wahyuni
hrus nya s tasya itu memprbaiki dri dn hrs bersyukur msih ada yg mau mengeluarkn dri dunia lmbah hitam s arka mau menikahi nya hrs hidup lah yg lbih baik nikmati yg udah d sdiakan suami nya the real az hidup dn hnya krn cinta yg blm d dpt jd tmbah hilng arah cp tau dngn bnyk bersyukur dn brsbar akn tba wktu y yg d ingin kn tpi ini klkuan bkin jengah suami az
Sri Wahyuni
mungkin tdi y tasya itu jalang yg taubat..dan s zara skrng az blng ga mau k dpn y pasti bucin merem melek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!