NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Tak terasa sudah seminggu lebih Bhima dan Xeline melakukan chat yang begitu intens. Banyak hal yang telah diobrolkan antara mereka berdua. Mulai masalah pribadi, curhat, gosip, dan WA yang nggak penting lainnya. Hal itu ternyata sedikit banyak memberikan pengaruh pada lelaki itu.

Perubahan dalam diri Bhima begitu terlihat, terutama pada wajah. Ia terlihat suka tersenyum sendiri. Para temannya, terutama the Bhima geng sangat bisa melihat perubahan pada diri temannya tersebut dengan sangat jelas. Para temannya langsung bisa menyimpulkan satu hal yaitu Bhima sedang jatuh cinta. Arga yang paling bisa melihat perubahan dalam diri Bhima karena ia adalah temannya sejak dari sekolah dasar.

Hari masih pukul lima sore. Selepas makan, Bhima terlihat berbaring di kamar tidurnya.

Ada pesan dari Arga di ponselnya

Bhim, teman-teman ngumpul di kafe biasa kamu ikut nggak?

Bhima membalas

oke. Bentar lagi OTW

Bhima segera bersiap untuk pergi ke kafe Hijau Daun, tempat biasa mereka nongkrong disana. Ia ke kamar mandi, cuci muka dan berganti kostum di walk in closet dengan kaos oblong warna hitam, celana pendek berwarna cream. Tak lupa ia juga memakai hoodie berwarna hitam kesukaannya. Ia menyambar kunci motor matic kesayangannya di lemari paling atas. Hari ini ia malas sekali naik mobil karena ingin menikmati suasana kota di sore hari.

Setelah semua siap, ia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju ruang tamu di mana mamanya sedang duduk santai di sana.

"Maa, aku ke kafe dulu. Sudah ditunggu sama temen," izin Bhima pada mamanya yang tengah asik melihat tv series kesukaannya di layar televisi. Tak lupa ia juga menyalami sang mama.

"Sayang, jangan lama lama nongkrongnya. Besok sekolah. Jam sembilan maksimal jam sepuluh harus sudah dirumah ya," pinta mama Bhima.

"Iya maa. Beres. Aman aja."

Bhima berjalan ke arah garasi dan menghampiri motor matic mio modifikasi kesukaannya.

Tak berselang lama, ia telah sampai di kafe hijau daun dan memarkir motornya dibawah rindang pohon karsen.

Bhima memasuki kafe dan menuju kedai untuk memesan kopi pada barista.

"Bang, Cappucino satu sama kentang goreng lima porsi. Satu porsi shake pake bumbu balado seperti biasa bang. Tempat duduk seperti biasanya. Pojok," pesan Bhima pada barista tersebut.

"Okeyy bro."

"Makasih bang."

"Sama-sama."

Bhima menuju tempat duduk biasanya. Tempat duduk di area pojok, dekat dengan gazebo, bandulan dan ada area baca. Disana sudah ada Haydar, Arga, dan Ryan. Mata Bhima nyalang ke sana kemari melihat sosok yang lain dengan kening mengernyit tanda keheranan.

"Dhani mana? Kok nggak ikut?" Selidik Bhima.

"Tadi aku sudah ke rumahnya. dia lagi repot katanya,"Jelas Arga.

" Ooo ...."

Tak seberapa lama pesanan telah datang.

"Lima porsi kentang Bhim?" Ryan kaget saat pesanan datang.

"Iya. Kukira ada Dhani. Udah lama dia nggak ikut nongkrong bareng."

"By the way,Kalian ada masalah?"Selidik Haydar.

"Siapa? Aku?" pertegas Bhima.

"Iya. Kamu dan Dhani."

"Nggak ada masalah apa-apa aku sama dia. Ada apa emangnya?"

"Nggak Bhim," Haydar terlihat tidak enak akan melanjutkan perkataannya.

"Eh bentar. Gue mau ke belakang. Nggak tau ni. Perutku nggak bisa diajak kompromi," Pamit Bhima pada teman gengnya.

Bhima telah kembali ke tempat duduk semula setelah empat puluh menit kemudian.

"Kalian kenapa pada lihatin aku?" tanya Bhima keheranan.

"Kami ingin tanya sesuatu. kamu chat intens sama Xeline? Sejak kapan?" Selidik Arga.

"Baru seminggu ini aku chat intens sama dia."

"Baru seminggu, tapi sudah seintens ini?"

"Salah paham. Dia nganggap aku itu Clara."

"Xeline nggak sadar kalo itu nomer kamu?"

"Nggak. Biarin. Nanti saja aku yang jelasin ke dia bila waktunya sudah tepat."

"Waktu yang tepat? Kapan itu Bhim? Maaf kami lancang baca chat kamu. Sebenarnya kami terutama, aku, sudah tahu kalau sejak lama kamu suka sama Xeline," jelas Arga.

Bhima kaget sekali mendengar perkataan Arga barusan.

"Kalian buka hp ku? Malunya aku. Privacy ku ke buka semua ini," ucap Bhima dengan senyum agak gimana gitu.

"Aku juga nggak sengaja buka. Tadi mamamu telpon, terus kuangkatlah biar mamamu nggak kepikiran. Katanya beliau minta kamu jangan pulang malam. Terus ada chat masuk dari Xeline yang tak sengaja kupencet. Terus aku sekerol ke atas karena penasaran," jelas Arga.

"Sudahlah nggak usah dibahas. Itu masalah pribadiku."

Arga menatap tajam ke arah Bhima.

"Kami juga tahu itu urusan pribadimu. Tapi kami semua juga liat gimana cemburunya kamu sama kamu dhani. Aku juga takut Dhani kenapa-napa."

"Cemburu sama Dhani dan Xeline? Punya hak apa aku cemburu sama mereka berdua? Aku juga bukan apa apanya Xeline kali. cuma temen. Temen itu bisa apa coba? Nggak bisa buat nglarang orang juga," elak Bhima.

"Confess Bhim," saran Ryan.

"Sepandainya aku menutupi perasaan ini, aku juga ngerasa jika kalian sudah tahu aku suka sama Xeline. Tapi untuk confess, bila itu hanya untuk menyatakan cinta, terus imbasnya kami jadi asing, aku akan memilih mending nggak usah confess sekalian. Liat dia dari jauh saja, sudah lebih dari cukup bagiku," jelas Bhima.

"Confess itu cuma menyatakan pada seseorang yang kita sukai, cintai bahwa kita memiliki perasaan suka dan cinta sama dia. Confess juga bukan minta untuk diterima jadi pacar. Tapi agar dia tahu perasaan kita yang sebenarnya. Bukan harus diterima dan jadian. Tapi kalo kamu nggak mau, ya udah. Kita cuma ngasih saran aja. Tapi, jika kamu ingin tahu, kami telah melihat rasa cemburu yang begitu mengerikan dari sorot matamu saat melihat Dhani Bhim. Aku takut kami tidak bisa mengendalikan rasa cemburumu yang begitu besar. Rasa cemburumu itu seperti macam yang siap menerkam siapa saja. itu saja menurutku," ucap Haydar dengan lembut.

Arga tersenyum melihat Haydar.

"Haydar, kamu hanya melihat dari sisi itu. Aku melihat dari sisi Xeline. Aku malah takut lho kalau Bhima sampai jadian dengan Xeline," jelas Arga.

Bhima melihat Arga dengan seksama.

"Kenapa emangnya? Bukannya lebih bagus mereka jadian Ga?" Selidik Haydar sembari penasaran pada perkataan Arga.

"Aku takut Xeline sesak napas. Nggak bisa ngapa ngapain. Ini Bhima sedang di fase nggak mau kehilangan seseorang sama sekali. Sekali saja suka sama seorang perempuan, ia akan lebih posesif akut dan high level. Bisa-bisa Xeline dikarungin dan dibawa pulang sama Bhima."

"Arga, Arga sok tahu kamu," seloroh Bhima.

"Aku tahu persis kamu gimana Bhim. Aku tahu gimana saat si Lovely malah milih Hardian daripada kamu."

"Udah nggak usah bahas Lovely. Nggak penting juga. Dia juga udah bahagia sama Hardian. Toh juga cuma suka. nggak sampai cinta mati."

"Terus kalo sama Xeline gimana? Suka atau ...," goda Arga.

"Udah. Nggak usah dibahas."

"Oke, aku nggak akan bahas lagi. Tapi Bhim, aku cuma pesan satu hal. Kendalikan rasa cemburumu. Sebelum kalian bertemu, entah Xeline punya pacar atau belum, sudah pernah pacaran atau belum, sudah punya crush atau belum, sudah pernah menyukai seseorang atau belum, intinya semua itu adalah masa lalu kalian. Terimalah semuanya. Aku juga minta kendalikan rasa cinta dan cemburumu dengan baik. Ini cintamu yang telah lama terpendam selama dua tahun seperti gunung aktif yang bisa meledak kapan pun. Kumohon, jagalah dirimu baik-baik."

"Makasih sarannya bro," jawab Bhima atas saran yang diberikan oleh Arga, sahabatnya.

1
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
Fatur
lanjut
MIROI
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!