NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:238
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Anggie masih tak habis pikir dengan apa yang baru saja ia lihat. Banyak perubahan yang ia lihat semenjak memutuskan untuk pergi dari hingar bingar banyak orang.

Anggie memutuskan untuk home schooling jauh dari kota yang sudah membuat mentalnya runtuh. Namun semenjak kuliah Anggie mencoba kembali menata mentalnya dengan bantuan dari dokter Abi dan tentunya keluarga. Hingga akhirnya Anggie bisa kembali bersosialisasi dengan orang lain.

Tapi sikap Anggie sekarang menjadi lebih cuek dari sebelumnya. Anggie juga merubah tampilan dari sebelumnya sekarang Anggie jadi lebih tertutup walaupun tidak berhijab. Sampai Zian pun hampir tidak mengenalnya. Namun Zian selalu mengingat mata coklat Anggie yang menurutnya berbeda.

Setelah kejadian drama yang dibikin Nia barusan membuat Zian takut jika Anggie akan pergi lagi.

"Apa Anggie akan berpikir kalau gue ada hubungan sama Nia. Gue harus segera luruskan masalah ini."

Zian pun memanggil sekertaris nya lewat interkom untuk segera masuk. Namun saat yang masuk ternyata bukan Anggie tapi Lusi.

"Ngapain kamu ke sini?" tanya Zian ketus.

"Kan bapak barusan panggil."

"Bukan kamu yang saya panggil tapi Anggie. Bukannya kamu sudah memberikan tugas kamu semuanya sama Anggie?"

"Maaf Pak. Kalau begitu saya panggil Gita."

"Iya udah sana cepat."

Lusi pun pergi pamit keluar sambil misuh-misuh tak karuan. Anggie yang baru datang dari toilet pun hanya tersenyum melihatnya.

"Kenapa Kak?"

"Sebel banget deh sama Pak Zian tadi katanya manggil nyuruh masuk tapi setelah masuk di suruh ke luar lagi. Gak lihat apa gue udah gak bisa jalan cepat," Anggie tertawa melihat Lusi yang terus saja ngomel sampai terdengar suara interkom kembali bunyi.

Lusi pun kembali mengangkatnya dan benar saja Zian kembali mengingatkan untuk cepat masuk sekertaris nya.

"Ya ampun gue lupa lo di suruh masuk cepat Gi. Cepetan masuk nanti kena omel pak Bos lagi."

Anggie pun pergi menuju ruangan Zian.

Tok

Tok

"Masuk."

"Maaf Pak ada yang bisa saya bantu."

Zian langsung berdiri mendekat ke arah Anggie. Zian kembali memeluk Anggie, pelukan itu membuat Anggie nyaman tapi Anggie harus bisa menjaga perasaannya supaya mentalnya tidak kembali hancur.

"Yang kamu lihat tadi tidak semuanya benar. Aku gak pernah menyukai Nia yang aku sukai hanya kamu seorang dari dulu sampai sekarang."

Anggie sebenarnya juga memiliki rasa yang sama seperti Zian tapi Anggie selalu menepisnya. Karena Anggie terlalu takut jika mentalnya harus kembali hancur.

Anggie kembali mendorong dada Zian, "Maaf Pak."

"Kamu gak suka ketemu aku lagi? Aku mencari kamu sampai aku frustasi gak pernah mendapatkan hasil hingga akhirnya kita dipertemukan oleh takdir di sini kamu menjadi sekertaris aku. Dan aku gak akan pernah melepas kamu lagi. Aku akan secepatnya menemui Abang kamu."

Anggie mencoba bersikap profesional karena ia takut jika nanti harus melibatkan perasaannya akan kembali terluka.

"Kalau bapak gak perlu bantuan saya ijin kembali ke meja saya."

"Siapa bilang saya gak perlu bantuan kamu. Makanya kamu saya panggil juga saya butuh bantuan kamu. Sekarang kamu duduk di sana dulu," tunjuk Zian pada sofa yang ada di sana.

Anggie pun duduk di sofa yang di maksud Zian dan Zian pun duduk di sebelahnya sambil membawa pekerjaannya.

"Aku mau ditemani kamu kerjanya supaya lebih semangat lagi," Zian pun sambil memberikan senyum manisnya.

"Tapi Pak saya juga masih ada banyak pekerjaan yang harus segera saya selesaikan," memang masih banyak pekerjaan yang harus Anggie cepat selesaikan. Apalagi besok Lusi sudah mulai resign.

"Kenapa kamu juga gak bawa pekerjaan kamu ke sini aja seperti aku. Jadi kita bisa barengan," Anggie menarik nafasnya sungguh tak menyangka dengan Zian yang sekarang.

"Tapi Pak..."

"Gak ada tapi-tapian kamu cepat bawa pekerjaan kamu ke sini kalau enggak..." Zian sambil mendekat ke arah Anggie dan ia pun segera pergi pamit keluar.

Zian terkekeh geli melihat Anggie yang selama ini ia cari dan hampir menyerah. namun Zian juga tak menyangka kalau Anggie datang dengan sendirinya mungkin ini yang dinamakan jodoh pikir Zian.

"Kali ini aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa bersama kamu lagi."

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore pekerjaan Anggie pun sudah selesai dan Zian pun sama.

"Kalau begitu boleh saya pulang duluan Pak?"

"Nanti saya antar kamu pulang."

"Gak perlu Pak saya juga bawa motor. Maaf Pak saya duluan."

Anggie bergegas keluar dan segera pulang karena takut Zian akan mengikutinya.

Zian sebenarnya ada rencana mau mengikuti Anggie tapi tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nama temannya Andre yang memanggil.

"Ada apa Dre?"

"..."

"Iya gue ke sana sekarang."

Zian yang sudah di basement akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengikuti Anggie karena ada sedikit masalah di bengkelnya.

Sesampainya di bengkel sudah ada ke empat temannya juga di sana.

"Ada apa?" tanya Zian pada tempatnya yang nampak santai.

"Gak ada masalah apapun bengkel baik-baik aja kok," seru Samuel.

"Terus tadi lo bilang di bengkel ada masalah," tunjuk Zian pada Andre.

"Memang ada masalah karena lo udah lama gak pernah kumpul sama kita," seru Andre.

"Tapi gue lihat sekarang ada yang beda dari lo kayak lagi seneng gue lihat. Baru dapat jackpot lo?" tebak Frans.

"Lebih dari sekedar jackpot."

"Apaan Zi?" tanya Gio yang penasaran sama halnya seperti yang lainnya juga.

"Gue bisa ketemu sama cinta pertama dan terakhir gue."

"Lebay Lo. Ketularan Gio pasti," cibir Frans.

"Namanya juga orang jatuh cinta pastinya ya seperti ini kayak orang gila," celetuk Gio dan pendapat lemparan rokok dari Zian.

"Maksud lo Anggie? Lo ketemu sama Anggie?'

Zian mengangguk, "Setelah hampir menyerah akhirnya dia datang sendirinya. Mungkin ini yang dinamakan the real jodoh."

"Ikut senang dengernya Zi, lo gak bakalan uring-uringan lagi kalau lihat kita pacaran," seru Samuel.

"Bener juga kita bisa ngedate bareng."

"Tapi gue masih berusaha buat mencoba dekat lagi sama Anggie. karena Anggie kayak yang masih nutup diri dari orang lain."

"Mungkin trauma dia masih belum sembuh Zi," timpal Andre.

Zian yang terus mencari keberadaan Anggie hingga akhirnya Zian mendapatkan informasi kalau Anggie trauma di masa lalu dan trauma itu muncul kembali setelah Anggie kemudian hilang. Zian juga sebenarnya sudah mencari tahu tentang pemicu munculnya trauma Anggie dan ternyata orang terdekatnya yaitu ayahnya sendiri.

Pantas saja Anggie sulit membuka dirinya selama ini karena cinta pertama Anggie sendiri yang membuatnya terluka. Zian pun sekarang akan pelan-pelan saja mencoba mendekati Anggie dan akan membuat Anggie semakin nyaman jika ada bersamanya.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!