Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2. tiga keluarga besar
Yang Chen kemudian mulai bersiap untuk keluar berlatih di halaman rumahnya.
Karena matanya yang sedikit aneh dan masih misterius, Yang Chen memutuskan untuk menutupi mata sebelah kanannya dengan seutas kain putih demi tidak menarik perhatian.
Ia tidak tahu mata apa yang ia miliki, tapi Yang Chen merasakan matanya memiliki kekuatan yang luar biasa yang mungkin akan menarik perhatian banyak orang.
Hebatnya adalah walaupun Yang Chen menutupi matanya dengan kain tebal, Yang Chen masih bisa merasakan apa yang ada didepannya. Salah satu kemampuan matanya adalah membuat semua lima indra ditubuhnya meningkat dengan gila, terutama indra peraba yang bisa merasakan orang atau benda apapun didepannya.
Dengan begitu Yang Chen tidak kesulitan berjalan, dan bisa beraktifitas seperti biasanya.
Setelah itu Yang Chen keluar rumah dan mulai berlatih.
Saat Yang Chen mengikuti ujian masuk akademi pedang terbang, ia berhasil menjadi yang pertama menyelesaikan ujian itu.
Hal ini membuat ia mendapatkan 100 batu roh tingkat rendah, satu pedang spirit tingkat menengah dan juga satu buah teknik bela diri di tahap spirit tingkat tinggi.
Hal itu sangat membantu Yang Chen dalam berkultivasi. Secara Yang Chen hanya bisa mendapatkan batu roh dengan berburu binatang iblis yang tentu tidak mudah.
Ia juga tidak memiliki teknik bela diri ataupun senjata spiritual sehingga Yang Chen hanya bisa mengandalkan kekuatan fisiknya saja dalam bertarung.
Yang Chen telah memasuki akademi pedang terbang sejak satu minggu lalu, dari satu minggu itu Yang Chen mendapatkan banyak informasi.
Yaitu tingkatan alam kultivator, jika diurutkan dari yang terendah sampai yang tertinggi yaitu tahap spirit, tahap mistik, tahap bumi dan langit. Dan setiap alam memiliki 9 tingkatan.
Sebagai pemuda desa Yang Chen memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang kultivasi, ia hanya tahu alam spirit saja.
Dari senjata spiritual juga memiliki beberapa tahap untuk menunjukkan kualitas suatu senjata.
Dari yang terendah adalah spirit, mistik, bumi dan langit. Dan juga di bagi antara tingkat rendah, menengah, dan tinggi.
Teknik bela diri juga memiliki tingkatan yang sama dengan tingkatan senjata spiritual.
Dari semua informasi itu, Yang Chen sudah bisa mengetahui sudah seberapa kuat dirinya.
Akademi pedang terbang dikuasai oleh tiga keluarga besar yaitu keluarga Mo, keluarga Lin, dan keluarga Liu.
Salah satu alasan Yang Chen masuk ke akademi pedang terbang karena keberadaan keluarga Liu disana.
Walaupun pemuda yang telah membunuh ibu dan kakaknya kemungkinan telah mati tapi rasa amarahnya masih belum terlampiaskan. Hal ini membuat ia berniat untuk membalas anak-anak dari keluarga Liu yang berada di akademi pedang terbang.
Walaupun itu akan menjadi hal yang sulit dan berbahaya secara keluarga Liu memiliki kekuatan yang bisa dengan mudah membunuhnya saat ini. Tapi ia tidak takut, ia percaya selama ia memiliki kekuatan yang lebih besar dari keluarga liu maka ia tentu bisa melakukannya.
Saat Yang Chen masih berlatih, tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang kearahnya. Bisa dilihat di dari ekspresi mereka, sepertinya mereka hendak berbuat masalah.
Meski begitu Yang Chen tetap fokus berlatih mengayunkan pedangnya.
Kelompok itu kemudian tiba dan seseorang pemuda keluar dan berteriak " Yang Chen aku ingin bertarung dengan kamu, aku masih tidak terima bocah desa seperti kamu berhasil menjadi juara pertama dalam ujian masuk akademi pedang terbang."
Pemuda itu memiliki tampilan yang gagah, di tambah ia berpakaian mahal sehingga keberadaannya menarik perhatian, dari situ bisa dilihat ia berasal dari keluarga yang tidak sembarangan.
Ia terlihat berusia 13 tahun dan memiliki aura layaknya seorang bangsawan.
Dan benar saja, itu adalah Mo Ling yang berasal dari keluarga Mo yang memiliki pengaruh besar di akademi pedang terbang.
Saat ujian masuk akademi pedang terbang, mereka anak-anak yang berasal dari tiga keluarga besar yang memiliki pengaruh besar di akademi malah di kalahkan oleh seorang pemuda yang tidak jelas berasal dari mana.
Hal ini jelas tidak diterima oleh Mo Ling, dan ingin bertarung dengan Yang Chen untuk membuktikan kalau Yang Chen hanya beruntung saja mengalahkan mereka.
Sejak dulu anak-anak dari tiga keluarga besar terkenal dengan bakat mereka sehingga mereka selalu dominan dalam setiap ujian, dan selalu pasti dari salah satu keluarga itu yang keluar sebagai pemenang.
Hal ini membuat anak-anak dari tiga keluarga besar tidak menyukai Yang Chen, termaksud Mo Ling.
Tapi Yang Chen tidak begitu peduli pada kehadiran Mo Ling, ia hanya melirik Mo Ling dan orang lainnya sebelum kembali berlatih.
Melihat Yang Chen yang tidak menghiraukan mereka membuat orang-orang yang melihatnya menjadi kesal, apalagi Mo Ling yang merasa telah dipermalukan.
Dengan wajah kesal Mo Ling kembali berbicara, " Yang Chen aku sedang berbicara dengan kamu, apakah kamu takut bertarung denganku. Ternyata juara pertama hanya omong kosong saja, kamu hanya sampah yang beruntung saja tidak lebih dari itu."
Yang Chen tidak melirik Mo Ling tapi ia tetap menjawabnya, " kamu bukan tandinganku."
Kalimat Yang Chen singkat saja, tapi itu suda cukup membuat wajah Mo Ling memerah karena amarahnya.
Orang-orang yang disana juga menganggap Yang Chen telah berlebihan memandang tinggi dirinya. Ia dengan sombong karena menganggap Mo Ling salah satu talenta dari keluarga Mo tidak sebanding dengannya.
" Bocah desa, bilang saja kamu tidak percaya diri mengalahkan saudara Mo Ling, tidak perlu bersandiwara seperti itu." Ucap salah murid disana.
" Itu benar, kamu hanya bocah desa saja tapi berlagak seperti seorang raja."
" Bocah ini terlalu sombong, saudara Mo Ling biar aku saja yang menghajarnya. Aku sudah cukup untuk mengalahkannya."
Perkataan Yang Chen menimbulkan ketidaksukaan banyak orang sehingga ia segera dikritik oleh banyak orang.
" Kalau begitu aku akan buktikan siapa yang bukan tandingan siapa. Yang Chen saat bertarung mungkin kamu akan sedikit terluka, tapi tenang saja kamu tidak akan mati." Ucap Mo Ling sambil tersenyum jahat.
Mo Ling kemudian mengarahkan pedangnya pada Yang Chen, ia bersiap untuk melancarkan serangan.
Mo Ling langsung melesat menuju Yang Chen dan langsung menebas ke arah dadanya.
Yang Chen langsung melompat mundur menghindari tebasan pedang Mo Ling.
Tapi Mo Ling kembali mendekat dan menyerang dengan agresif.
Yang Chen lalu menahan semua serangan pedang Mo Ling.
Serangan Mo Ling sangat berbahaya, semua serangannya selalu menargetkan titik fatal tubuh Yang Chen, tapi tentu saja Yang Chen tidak akan membiarkan hal itu. Dengan sigap Yang Chen menahan dan menghindari segala serangan Mo Ling.
" Heh, apakah orang yang berhasil menjadi pemenang pertama dari ujian masuk akademi pedang terbang hanya memiliki kemampuan untuk menghindar saja layaknya seorang pengecut." ucao Mo Ling sambil tersenyum mengejek.
Yang Chen mulai kesulitan menahan semua serangan pedang Mo Ling, jika ia terus dipaksa ke posisi bertahan ia bisa dalam masalah.
Mo Ling berada di tahap spirit tingkat 3 yang sama dengan Yang Chen sehingga kekuatannya tidak bisa remehkan.
" Yang Chen terima ini." Mo Ling kemudian mengambil jarak jauh dan bersiap melancarkan serangannya lagi. Tapi kali ini serangannya akan lebih kuat lagi. Itu terlihat dari aura yang mulai dikeluarkan Mo Ling.
" Itu adalah teknik pedang langit cerah yang berada di tahap spirit tingkat menengah, aku rasa Yang Chen akan segera kalah." Ucap salah satu murid yang menonton pertarungan.
" Jika Yang Chen terkena serangan itu, maka sulit untuk ia tidak terluka."
" Tidak diragukan lagi Yang Chen akan kalah."
Para murid lain yang menyaksikan pertarungan itu menganggap Yang Chen akan segera kalah, mereka sangat yakin hal itu.
Mo Ling langsung menebaskan pedangnya yang menerobos udara dan melesat begitu cepat menuju Yang Chen.
Tapi Yang Chen sudah bersiap dan langsung menggunakan teknik pedang juga untuk melawan tebasan pedang yang mengarah padanya.
" Seni pedang air bergelombang." Dengan tenang Yang menebaskan pedangnya kedepan, walaupun terlihat pelan tebasan itu memotong udara disana dan bergerak lebih cepat.
Ledakan!
Kedua serangan itu bertemu memicu bunyi ledakan.
Serangan Yang Chen langsung menghancurkan serangan Mo Ling, tapi tidak berhenti disitu, serangan Yang Chen masih bergerak menuju Mo Ling.
Dengan panik Mo Ling berusaha untuk menghindar tapi serangan Yang Chen lebih cepat sehingga ia tidak menghindar tepat waktu.
Serangan itu langsung mengenai bahu kanan Mo Ling yang membuat ia terlempar dan jatuh kebelakang.
" Aarrggg!"
Mo Ling berteriak sambil memegang luka dibahu kanannya yang telah berceceran darah.
" Bagaimana bisa kamu melakukannya?" Tanya Mo Ling dengan ekspresi terkejut.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲