NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggil Mama

Apa kesalahan Anisa sampai Nyonya besar sendiri datang tanpa pemberitahuan sebelumnya bahkan Sol yang sebenarnya sudah mengantongi informasi kedatangan Nyonya besar tak langsung menyampaikan pada Canaria.

Didepan pintu kamar Anisa Canaria hanya takut Anisa tertekan dan merasa tersudutkan.

Nenek dari Tuannya itu terkenal dengan wajah galaknya dan sangat jarang tersenyum bahkan nada bicaranya selalu datar dan kaku ia jauh dari para cicit dan cucunya karena sikapnya yang seperti membentengi diri, atau enggan didekati anak-anak tapi, Tuannya memang dekat dengan nyonya besar sama-sama datar dan ketus.

Di taman kini Sol dan Nenek dari James, Luna Plena Oceanus.

"Ceritakan selagi aku menunggu bocah itu bersiap. "

"Nona datang di waktu sebelum hujan datang dan badai tiba selama sebulan kemarin dan nona juga sangat dekat dengan Tuan, mereka hampir sulit di katakan kalo tidak punya hubungan darah. "

"Apa yang terjadi setelahnya?"

Sol pikir Nyonya Luna tak mengetahui insiden pembunuh bayaran yang datang beberapa hari setelah nona Anisa tiba.

"Kediaman kedatangan tamu yang menginginkan nyawan Nona Anisa lalu, Nona dari keluarga Australis, nona Alexa kakak dari Nona Rosa yang memulai pertengkaran dengan nona Anisa lebih dulu sampai menunjukkan hal yang seharusnya di rahasiakan, waktu yang tepat Tuan datang dan membuat semuanya selamat. "

"Lalu kejadian setelahnya adalah Keluarga Tresan Serpens yang terang-terangan membunuh Nona didepan mata Tuan dengan mencekiknya, ia hanya tersinggung dengan ucapan Nona yang tanpa sadar kalo itu berarti kasar."

"Apa yang James lakukan?"

"Tuan hanya memberinya pelajaran dan itu mampu membuat mental Tresan terganggu, Nona juga sudah banyak belajar di taman belajar yang Tuan berikan untuknya belajar banyak hal."

Meletakkan teh yang ia minum sambil mendengarkan Sol bicara.

"Ternyata banyak sekali kejadian yang cukup bahaya dan sisanya yang tidak kau katakan adalah hal biasa terjadi, sikap James setiap harinya pada anak itu apa pernah berubah kasar?"

Sol menggeleng.

"Sama sekali tidak ada Nyonya, perubahan yang sering terjadi adalah saat tingkah nona yang mengemaskan atau membuat Tuan kesal tapi, itu malah mengundang senyuman di wajah Tuan bukan amarah."

"Rumah yang dingin dan hanya terasa seperti bangunan kosong tiba-tiba berubah meriah dan kami yang bekerja setiap hari bisa merasakan suasana berbeda padahal hanya dari satu orang saja."

Anisa datang dengan wajah yang terlihat kaku juga takut membuat masalah.

Tatapan yang lembut tapi, sikap pembawaan yang tegas tak terlihat ramah di mata Anisa itu lebih seperti kemarilah aku akan membuatmu menderita.

Itu seperti pengertian yang berlebihan.

Tidak boleh takut Anisa harus berani mendekatinya dan membuatnya sama luluhnya dengan yang lain.

"Selamat siang Nenek.. " Sapaannya yang terdengar benar di telinga seorang Nenek dari ayah nya.

Membuat sudut bibirnya tertarik secara bersamaan memandangi Anisa yang seolah menyapa nya dengan hormat dan sopan.

"Siapa yang mengajarimu hal seperti itu?"

"Aku belajar di tempat belajar, awalnya ada guru yang mengajarkan tentang sopan santun dan tata Krama tapi, di pecat ayah. "

Terdiam dengan wajah tersenyum, Anisa tak bisa paham artinya.

"Duduk lah apa kau akan berdiri seperti itu disana saat bicara denganku, atau kau tak suka kedatanganku?"

"Ah suka kok, aku akan duduk. "

Di bantu Canaria untuk duduk dengan benar dan di bantu menuangkan teh ke cangkir di bantu Sol.

"Apa kau takut sekali sampai masih gugup berhadapan dengan ku, nak?"

"Ah tidak saya tidak takut, hanya jika saya salah bicara mungkin saya akan kembali di buang ya, saya tidak mau mengalami hal sama dua kali. "

Senyuman di wajahnya terlihat membuat Anisa sedikit nyengir polos.

"Panggil aku Mama, aku memang nenek dari laki-laki yang mengadopsi mu tapi, kau sudah memanggil ibu cucuku nenek. "

Senyum Anisa.

"Iya Mama. "

Mengangkat cangkir tehnya untuk Anisa .

Anisa ikutan mengangkat cangkir miliknya.

Pembicaraan yang ringan seputar Anisa dan cerita keseharian dan hal yang di laluinya dengan wajah yang sangat bersemangat.

"Aku tahu Mama memang putrinya Tresan itu mencari gara-gara denganku duluan tapi, aku tak langsung membalasnya."

"Lalu kau malah hampir di cekik bukan, seharusnya kau melawan saja masalah kerugian ayahmu bisa menanggungnya, kami tak kekurangan uang untuk membereskannya, nak?"

"Hahaha iyaa mama, uang adalah segalanya."

"Waktu itu aku membantu Anila yang sengaja di ganggu tapi, kupikir aku terlalu jauh sampai mencari masalah juga dengan ayahnya, cekikannya tak seberapa menyakitkan tapi, yaa karena aku agak kelelahan aku sedikit lengah. "

Anisa merasa kalo selesai mereka sama dan sama-sama sombong tentang uangnya seperti ayah nya.

Mama sedikit paham kalo sebenarnya anak ini sering berpikir melewati umurnya dan bersikap bukan seperti anak-anak karena ia lebih sering menemui masalah dalam langkahnya berkembang dan setiap Maslah mengharuskannya memikirkan jalan keluarnya sendiri.

"Kau belum mengadakan acara ulang tahun aku rasa kau sudah setahun, disini?"

"Ah yaa ayah tidak ada waktu, itu... Aku tidak berani membahasnya. "

Mengangguk saja sebagai tanggapan.

"Lain kali Anisa, kau lakukanlah apapun jika merasa tersudut atau kesulitan selagi tidak ada yang datang membantumu, termasuk pada keluarga Oceanus lainnya seperti waktu itu, mama suka... Mereka akhirnya sadar kalo jabatan yang mereka punya bukan segalanya jika tak bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. "

Wajah Mama terlihat puas.

Seperti benar-benar menyala semangatnya dan bahagianya melihat keluarga Oceanus lain jatuh karena mengganggu Anisa.

 Anisa malah merasa bersalah pada mereka jadi tahu sifat mama yang seperti itu acuh tak acuh dengan kesengsaraan yang mereka hadapi.

"Oiyaa, kita sampai sini mama harus mengurus hal lain, tentang ulang tahun mu kau bisa membuat pesta di manapun yang kau mau atau kau mau melakukan apapun, jika ayahmu tak kunjung membuat kepastian, mama selalu di pihakmu sayang. "

Anisa ikut bangkit mengantar Mama ke mobilnya.

"Baiklah mama, terimakasih banyak, karena mama mau menerimaku hari ini. "

Anisa di peluk Mama tiba-tiba dan semuanya yang melihat itu sempat terkejut.

Tapi, langsung terdengar suara Isak tangis yang membuat mama memeluknya lebih dalam sampai tangisnya berhenti dan asisten perempuannya terpaksa memundurkan jadwal lainnya beberapa jam untuk waktu haru bahagia ini.

"Sudah mama aku menyusahkan, selamat datang lagi mama, hati-hati di jalan. "

Kaget karena ucapan Anisa selamat datang itu membuat Mama terkekeh geli sambil naik ke mobilnya.

Setelah mama pergi Anisa menghadap Sol yang terharu dan Canaria yang menyambut tangannya untuk Anisa pegang jalan bersama.

"Nenek Sol aku mau makan apapun dan sayuran juga, aku akan belajar makan sayuran yang lain kalo Mama berkunjung lagi aku tidak perlu menolak makanan apapun. "

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!