NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:191.9k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Akhir pekan ini, Putra kembali mengajak kembar untuk bermain di playground salah satu mall. Sengaja Putra membawa mereka di mall yang agak jauh dari Jakarta agar tak bertemu Khale yang bisa saja sewaktu-waktu membawa Aura ke mall yang sama. Suasana kali ini pun tak seperti biasanya, terutama yang Syafira rasakan. Kebaikan Putra justru terasa seperti ancaman baginya.

Di tengah asyiknya bermain perosotan di pemandian bola, Khayra merengek meminta diantar ke toilet. Syafira pun bergegas menggandengnya dan berjalan cepat ke arah toilet. “Turunkan roknya.”

7 menit kemudian, mereka berdua tampak keluar dari salah satu kamar toilet.

“Eh, Halo, Om,” sapa Khayra pada seorang lelaki yang tengah berdiri tak jauh darinya.

Seketika Syafira yang berada membelakangi lelaki itu, membalikkan badannya mengikuti arah kedua bola mata anaknya.

“Hai, lama tidak bertemu. Apa kabar? Khayra sekolahnya baru, ya?” jawab seorang lelaki tersebut yang ternyata adalah Khale.

Syafira yang masih berdiri mematung, pergerakannya hanya kedipan mata menyaksikan percakapan ini.

Tampak bak sedang curhat, Khayra mengangguk dan mengatakan bahwa ia kini bersekolah di tempat yang baru, yang ternyata masih lebih seru sekolah lamanya. Ia juga mengatakan bahwa saudara kembarnya rindu cokelat pemberian Khale. Entah mengapa, Khayra tampak begitu nyaman bercerita pada lelaki asing yang baru ditemuinya beberapa kali itu. Khale pun semakin mendekat ke arah Khayra dan bersiap berjongkok. Tapi, Syafira bergegas menghadangnya dan membawa Khayra menjauh.

“Khayra kembali ke playground, ya. Bunda mau pipis sebentar,” bisiknya.

Bocah itu pun segera mengucapkan salam perpisahan pada Khale dan bergegas berlari kembali ke permainannya.

“Anakku,” ucap Khale lirih dengan pandangan berkaca-kaca memandangi Khayra.

“Berhenti temui kami, kamu dan kami punya kehidupan masing-masing,” tegas Syafira.

“Aku tidak peduli sekalipun kamu telah menikah lagi. Mungkin, memang itu caramu bertahan hidup. Aku hanya ingin anak-anakku kembali,” ujar Khale tenang tapi kalut.

Tersenyum kecut, Syafira mempertanyakan anak-anak mana yang Khale maksud. “Anak-anak yang kamu tinggalkan demi anak dari mantanmu itu?”

“Aku tidak pernah meninggalkan kamu dan anak-anakku. Kamu yang pergi begitu saja tanpa penjelasan dariku,” bantah Khale.

Mengatakan bahwa ia tak perlu adanya penjelasan karena foto-foto yang ia kumpulkan kala itu sudah cukup menjelaskan, Syafira merasa Khale tak pantas masih membela diri.

“Kalau memang kamu ingin menjelaskan, kenapa sampai bertahun-tahun kamu tak pernah mencariku dan malah terus memiliki hubungan dengan mantanmu itu! Aku tak pernah benar-benar pergi dari Jakarta dan aku tahu kamu kembali menjalin hubungan dengannya sepeninggalku. Bahkan saat kembar harus ke sekolah dengan motor berboncengan bertiga dengan pengasuhnya, kamu malah mengantar jemput anak dari mantanmu itu! Jadi sudahlah, anggap semua sudah berlalu. Urus saja keluarga barumu itu, bukankah kini kamu telah berbahagia bersamanya? Kenapa tidak saja kalian memiliki anak agar kamu berhenti mengusik kembar? Aku saja tak pernah ingin melihatmu lagi!” Raut wajah Syafira memerah menahan luka begitu dalam.

“Aku tak peduli dengan apapun itu, aku hanya ingin anak-anakku tahu akulah ayahnya!” Khale menatap tajam wajah mantan istrinya itu.

Tak terima dengan ucapan Khale yang seakan ingin merebut kembar darinya, Syafira menampar wajah tampan lelaki di hadapannya itu. “Aku membesarkan mereka dengan darah dan air mataku sendiri. Tak akan aku biarkan kamu menemui mereka dan mengaku sebagai ayahnya. Aku bahkan sudah mengatakan bahwa ayahnya telah mati! Jijik sekali aku melihatmu, Khale!”

Meminta agar Khale berhenti menyakitinya, Syafira yang tengah membara pun siap kembali memukul sang mantan suami. Tapi dengan cepat Khale menangkal tangan lembutnya. Dipegangnya begitu kuat hingga mereka kembali saling tatap. Khale mendorong pelan tubuh Syafira hingga terbentur pelan ke tembok, lalu mendekatkan wajahnya seakan posisi mereka kini seperti duo sejoli yang ingin berciuman.

“Sampai kapanpun aku akan memperjuangkan kembar karena mereka darah dagingku!” ucap Khale begitu mantap.

Sementara itu, Putra yang terheran karena Khayra kembali ke playground tanpa bundanya, bertanya pada bocah cantik itu. “Bunda mana?”

Menjawab dengan lugu bahwa bundanya masih di toilet, Khayra kembali bermain bersama saudara kembarnya.

Tapi, Putra merasa Syafira begitu lama di toilet hingga ia meminta Khanza menjaga Khayra karena ia akan menyusul ke toilet sebentar.

Saat akan menuju pintu toilet, ia berpapasan dengan Syafira yang baru saja keluar, dengan raut wajah sedikit gelagapan.

“Syaf,” panggil Putra lirih.

Tersenyum palsu, Syafira berjalan kembali ke playground.

***

Masih teringat akan percakapannya tadi pagi dengan Syafira, malam ini Khale melamun.

“Jadi sejak kapan mereka menikah, kenapa tadi Syafira bilang kembar harus naik motor bertiga dengan pengasuhnya? Bukankah seharusnya jika dia sudah menikah dengan Putra kembar pasti naik mobil? Apa mereka baru saja menikah?” lamunnya.

Ia kemudian teringat saat Putra mengaku ayah dari kembar. Setelah pengakuan itu, ia masih terheran-heran kenapa bisa anak seorang CEO ke sekolah naik motor. Bahkan, dulu ia juga sempat menawarkan tumpangan pada Ria saat acara sekolah di Bogor.

Belum lama ia menganalisa semua ini, ponselnya berbunyi.

“Ya, halo,” jawabnya.

Terdengar sebuah berita yang anak buahnya katakan di ujung telepon, membuat dahi ayah biologis kembar itu berkerut.

***

Sementara itu, setelah mengantar Syafira dan kembar pulang, Putra berpamitan karena hari sudah malam, Khayra bahkan sudah dibaringkan di atas kasur kamarnya karena terlelap sedari dalam perjalanan pulang.

Namun, saat Putra akan pergi, Syafira menahan tangannya.

“Aku rasa kita memang harus segera menikah,” ujarnya dengan tatapan dalam.

Sontak Putra pun mendelik mendengar ucapan Syafira, kemudian matanya menyipit dan sudut mulutnya naik ke atas, senyumnya mengembang.

...****************...

1
Lisna Wati
lanjut
Feri Setyawati
khale termasuk laki laki bodoh. jadi klop lah dengan Safira. yang laki di cundangi karina. yang perempuan di cundangi putra.
Feri Setyawati
shafira jadi perempuan tidak punya prinsip. gampang di rayu. kelewat tolol sih.
Feri Setyawati
syafirah bodoh. plin plan.
Niza Neza
terlalu muter2 kayak gasingan
Niza Neza
katanya waktu sklh berprestasi dpt biasiswa tp otak di taro lutut. udah tau putra sprt apa tetap di ladenin. disuruh buka hijab di ladenin. itu di ngangkang jg oke x. dasar goblog kelewat
Niza Neza
gampang banget si fira ini di ombang ambingkn hanya dngn sebuah ucapan. katanya anak berprestasi waktu sklh. ...
tp ko.....kenyata'an tak sesuai
Kembarr Kembaarr
ternyata karina ini sosok wanita kranjingan yaaa... dn si khale pria bodoh yg dngn mudah di bohongi oleh si kranjingan
Memyr 67
kalau suami saya modelan khale, saya juga langsung kabur menghilang. nggak mau muncul sekalipun di depannya. apaan? yg jadi istrinya siapa yg jadi prioritas mantan pacar. istri disuruh mengalah ke mantan pacar? lupakan
ayu cantik
suka
Memyr 67
𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖽𝗂 𝗋𝖾𝗌𝗍𝗈𝗋𝖺𝗇 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅. 𝗌𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗌𝗒𝖺𝖿𝗂𝗋𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗉𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗄𝖺𝗆𝖺𝗋 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗉𝗋𝖾𝗍𝖾𝗅𝗂
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝗌𝗒𝖺𝖿𝗂𝗋𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝗂𝖺 𝗆𝖺𝗆𝗉𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗄𝗈𝗋𝖻𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝖺𝗀𝖺𝗋 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗁𝖺𝗀𝗂𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗂𝗇? 𝗄𝗁𝖺𝗅𝖾 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗌 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺. 𝗍𝗂𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗅𝗂 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗅𝖾𝗉𝗈𝗇, 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗆𝗅𝗎𝗇𝖼𝗎𝗋. 𝗌𝖾𝗈𝗅𝖺𝗁 𝗉𝗋𝗂𝗈𝗋𝗂𝗍𝖺𝗌 𝗁𝗂𝖿𝗎𝗉𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖾𝗉𝖾𝗍 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗅𝗈𝗀𝗂𝗄𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖾𝗋𝗋𝗈𝗋
Memyr 67
𝗄𝗁𝖺𝗒𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗄𝗁𝖺𝗅𝖾? 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈
Dede Bleher
Thor hebaat.
bikin peran utama tangguh
Dede Bleher
pergilah sebelum tambah sakit!
Rosita Tumbelaka
Aq juga akan lakukan hal spt Syafira...
Dara Sari
maaf yaa Thor sedikit koreksi....cerita nya berbelit-belit dan muter muter...kurang penegasan dlm cerita nya Syafira juga lembek...ga ada sifat tegas nya...mohon maaf ya Thor kl dikritik 🙏🙏
Rezi Linda
putra nggak tulus. ..jgn. sampe nikah sm syafira...balikan aja sm khale...khale nggak nikah jg sm karina...jgn di buat berteletele lah critanya 😄
Nina Rochaeny
ehhh..endingnya gmn ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!