NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Pecahnya Topeng Kesetiaan

​Aruna merasa seluruh sendinya membeku. Nama Master Daryan yang baru saja ia sebut terasa asing di lidahnya sendiri. Pria di hadapannya ini memiliki raut wajah yang sama, namun sorot matanya yang dulu teduh dan bijak kini digantikan oleh ambisi dingin yang seolah bisa membekukan darah siapa pun yang menatapnya.

​"Daryan sudah mati, Aruna. Dia hanyalah topeng yang kupakai untuk mengawasi kalian dari dekat," pria itu melangkah maju ke dalam reruntuhan kereta yang pengap. "Panggil aku Pangeran Elian. Pemilik sah takhta yang dicuri oleh kaisar pengecut itu."

​Arel semakin mengeratkan pelukannya pada Aruna. Tubuh kecil itu gemetar hebat. "Ibu... dia orang jahat. Dia yang memberikan racun itu dulu..." bisik Arel dengan suara yang nyaris tak terdengar.

​Mata Aruna membelalak. Jadi selama ini, dalang di balik penderitaan Arel bukan hanya Selina atau ambisi buta Lady Ratri, tapi pria yang pura-pura menjadi guru dan pelindung mereka. Amarah yang selama ini ia tekan kini meluap, membakar rasa takutnya.

​"Kamu memanfaatkan anak kecil untuk dendam pribadimu? Kamu benar-benar monster, Elian!" Aruna berdiri, menghalangi pandangan Elian ke arah Arel.

​"Monster?" Elian tertawa sinis. Ia mencengkeram rahang Aruna dengan satu tangan, memaksa wanita itu menatapnya. "Di dunia ini, tidak ada orang suci. Arvand adalah anjing kaisar, Kaelan adalah ular yang mencari mangsa, dan kau... kau hanyalah jiwa asing yang tersesat di tubuh wanita jalang. Jangan berpura-pura menjadi pahlawan."

​Aruna tersentak. Elian tahu dia bukan Ratri yang asli. "Bagaimana kamu..."

​"Aku yang menciptakan mekanisme kunci perak itu, Aruna. Kunci itu bereaksi dengan energi jiwa pemiliknya. Sejak pertama kali kau memegangnya setelah 'bangkit' dari kematian, aku tahu kau berbeda. Dan itu justru membuat rencanaku semakin menarik."

​Elian melepaskan cengkeramannya dan mengulurkan tangan. "Berikan kuncinya. Jika tidak, aku akan memastikan Arvand tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi. Lihat ke luar."

​Aruna menoleh ke arah celah pintu kereta yang hancur. Di sana, Arvand masih berlutut, kepalanya tertunduk dengan tombak-tombak yang menekan lehernya. Salah satu prajurit Elian mengangkat pedang, siap melakukan eksekusi hanya dengan satu isyarat.

​"Jangan! Hentikan!" teriak Aruna.

​"Kuncinya, Aruna. Sekarang."

​Aruna menatap kunci perak di telapak tangannya. Pikirannya berputar cepat. Ia adalah seorang penulis, ia tahu bagaimana cara membalikkan plot yang buntu. Kunci ini bukan sekadar logam, ini adalah bom waktu politik.

​"Baik. Ambil ini," Aruna mengulurkan kunci itu, tapi saat Elian hendak meraihnya, Aruna dengan sengaja menjatuhkan kunci itu ke dalam kobaran api kecil yang masih membara di lantai kereta.

​"Kau!" Elian berteriak murka. Ia mencoba memadamkan api dengan jubahnya, namun Aruna menggunakan kesempatan itu untuk menendang dada Elian sekuat tenaga.

​"Arel, lari ke arah Ayah! Sekarang!"

​Aruna dan Arel melompat keluar dari kereta yang hancur. Mereka berlari menembus kabut asap dan hujan anak panah yang masih sesekali melintas. Di sisi lain, Arvand yang melihat istri dan anaknya berlari ke arahnya, tiba-tiba mendapatkan kekuatan baru.

​"Haaaah!" Arvand meraung, ia menangkap salah satu tombak yang menekannya, memutarnya dengan tenaga sisa, dan menjatuhkan tiga prajurit sekaligus.

​Arvand bangkit dengan tubuh yang bersimbah darah. Ia menyambut Arel dan Aruna di tengah medan perang yang kacau. Tanpa kata, ia menarik mereka ke balik sebuah kereta logistik yang belum terbakar.

​"Kalian gila... kenapa tidak lari saja?" tanya Arvand sambil terbatuk darah. Namun, tangannya tetap siaga memegang pedang rampasan.

​"Kami tidak akan pergi tanpa kamu, Arvand. Tidak akan pernah," jawab Aruna sambil mencoba menyeka darah di dahi Arvand dengan sobekan gaunnya.

​Namun, ketenangan sesaat itu hancur ketika suara tawa Elian kembali terdengar dari atas bukit. Pria itu berdiri dengan kunci perak yang sudah berhasil ia ambil dari api. Kunci itu kini bercahaya merah pekat.

​"Kalian pikir bisa lari dariku? Kunci ini bukan hanya untuk peti rahasia. Ini adalah kunci untuk mengaktifkan jebakan minyak di bawah lembah ini!" Elian mengangkat kunci itu tinggi-tinggi. "Jika aku tidak bisa memiliki kerajaan ini, maka tidak akan ada yang bisa memilikinya!"

​Aruna menyadari sesuatu yang mengerikan. Seluruh lembah ini sudah dipasangi pipa-pipa minyak kuno yang bisa meledakkan segalanya. Elian benar-benar sudah gila.

​Tiba-tiba, Pangeran Kaelan muncul dari arah samping, ia memacu kudanya dengan kecepatan penuh menuju arah Elian. "Elian! Kau melampaui batas!"

​Kaelan melompat dari kudanya dan menerjang Elian di atas bukit. Pertarungan antara dua pangeran itu pecah. Kaelan bertarung dengan teknik yang sangat cepat, sementara Elian menggunakan kekuatan gelap yang entah dari mana asalnya.

​"Arvand, kita harus keluar dari sini sekarang! Lembah ini akan meledak!" Aruna menarik tangan Arvand.

​Arvand menatap Arel, lalu menatap pasukan pribadinya yang masih bertempur. "Bawa Arel pergi, Ratri. Aku harus memberikan isyarat mundur pada prajuritku. Mereka tidak boleh mati konyol di sini."

​"Tapi Arvand---"

​"Pergi! Itu perintah!" bentak Arvand, meski matanya memancarkan rasa cinta yang mendalam.

​Aruna terpaksa menarik Arel menjauh, menuju jalur setapak di tebing. Namun, saat mereka baru melangkah beberapa meter, sebuah ledakan besar terjadi di bagian tengah lembah. Tanah berguncang hebat. Api menjulang tinggi ke langit, menciptakan dinding api yang memisahkan Aruna dengan Arvand.

​"Ayah!" teriak Arel histeris.

​Aruna terpaku. Di balik dinding api itu, ia melihat Arvand masih berdiri, mencoba menghalau runtuhan batu demi memberikan jalan bagi prajuritnya. Dan di atas bukit, Kaelan dan Elian masih saling mencekik di tengah kobaran api yang mulai melahap hutan.

​Tiba-tiba, sesosok pria dengan luka bakar di wajahnya muncul dari balik asap di depan Aruna. Itu Barka. Dia ternyata belum mati sepenuhnya setelah ledakan di istana tebing tadi.

​"Semuanya... harus... mati..." gumam Barka dengan suara parau. Ia mengangkat sebuah busur silang yang sudah diarahkan tepat ke arah Arel.

​Aruna melihat jari Barka mulai menarik pelatuk. Tidak ada Arvand di sini. Tidak ada Kaelan. Hanya ada dia, seorang wanita dari masa depan yang terjebak dalam tubuh ibu jahat.

​Aruna tidak berlari, tidak bersembunyi. Ia justru maju satu langkah, merentangkan tangannya lebar-lebar di depan Arel, menatap langsung ke lubang panah itu dengan mata yang menyala penuh dendam dan obsesi pelindung.

​"Tembaklah, Barka. Tapi aku bersumpah, jika aku mati, aku akan menyeretmu ke neraka bersamaku!"

​Cring!

​Anak panah melesat. Aruna memejamkan mata, bersiap merasakan sakit yang mematikan. Namun, suara yang terdengar bukanlah suara daging yang tertembus, melainkan suara logam yang beradu.

​Aruna membuka mata. Di depannya, berdiri seorang wanita dengan pakaian serba hitam, memegang kipas besi yang baru saja menangkis anak panah Barka. Wanita itu menoleh sedikit, memberikan senyum misterius yang membuat bulu kuduk Aruna meremang.

​"Maaf aku terlambat, Aruna. Tapi naskahmu belum seharusnya berakhir di sini."

​Siapakah wanita misterius pemegang kipas besi yang mengenali nama asli Aruna? Apakah dia juga seseorang yang terlempar ke zaman ini, ataukah bagian dari rahasia terdalam Lady Ratri yang belum terungkap? Dan mampukah Arvand selamat dari lautan api yang kini menelan seluruh lembah?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Linda pransiska manalu: hhhhhhh
total 3 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!