Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebenaran tentang Fuad
Setelah Fuad pulang , ayah Ais ,Alex dan Raditya berkumpul di ruang tamu.
Ayah mereka akan membahas perihal Fuad dan juga Ais. Serta anaknya yang lain.
" Jadi ayah , katakan pada Ais , sebenarnya kenapa Fuad begitu benci pada Ais. ?" Tanya Ais .
" Ini terjadi ketika Ais kecil dulu. Fuad itu adalah anak tunggal. " Ucap sang ayah sambil menghela nafas panjang.
x" maksud ayah ?" Tanya Raditya dan Ais bersamaan.
" Iya Fuad itu anak Andini . Istri pertama ayah. "
" Ayah akan menceritakan semuanya pada kalian "
" 30 tahun yang lalu ayah menikahi seorang wanita yang bernama Andini. Setelah satu tahun pernikahan kami di karuniai seorang anak laki-laki . Dialah Fuad . Tapi malang nasibnya. Fuad baru berusia lima bulan harus kehilangan ibunya karena penyakit kronik.
Sebelum Andini meninggal dia berpesan agar ayah menikah dengan adiknya Rahayu, ibu kalian. . Dan Andini memberi syarat agar Fuad tidak tahu yang sebenarnya. "
" Dan lahir lah kalian. Kakak kamu Husna lahir saat usia pernikahan ayah dengan ibumu Rahayu menjelang dua tahun. Fuad kala itu berusia tiga tahun . Dia belum mengerti apa-apa saat itu.
Lalu lahir juga kakak kamu Alya. Lagi lagi anak ayah perempuan. Dan ibu kamu Rahayu ingin punya anak laki-laki walau hanya satu. Tapi ketika hamil yang ke tiga . Kakak kamu juga perempuan. FuaD begitu sayang pada adiknya. Dari Husna , Alya dan Adiba . Lalu lahir lha Raditya. Fuad masih sangat menyayangi kalian. Sehingga ketika ibu kalian mengandung Aisha. Saat itu ibu kalian sakit' sakit an dan waktu itu dokter menyarankan agar kandungan nya di gugurkan saja. Tapi ibu kalian tetap mempertahankan kandungan nya. Sampai saat Aisha lahir ibu kalian meninggal dunia. Disaat itulah Fuad marah dan benci pada Aisha . Fuad mengira bahwa kematian ibunya adalah karena Ais. Beberapa kali ayah mencoba memberikan pengertian tapi Fuad tetap pada pendiriannya. Hingga sampai saat ini Fuad benci pada Ais. " Ucap ayah Ais .
Ais Alex dan juga Raditya hanya diam memberi kesempatan pada ayahnya untuk bercerita tanpa menyela ucapan ayahnya.
" Lalu , kenapa Fuad mengambil uang Ais yang di simpan ayah. ?" Tanya Ais penasaran.
" Itu karena Fuad berpikir . Bahwa uang Ais itu sebagai pengganti ibu kalian . Karena menurut Fuad ibu meninggal karena Ais. ," Ucap ayah dengan mata berkaca-kaca. Ayahnya begitu sedih dengan kelakuan anaknya. Tapi mau gimana lagi Fuad tetap lah anaknya.
" Maafkan ayah Ais. Ini semua salah ayah. "
" Tidak perlu minta maaf ayah. Semua sudah terjadi. Jadi dimana Fuad tinggal sekarang. Ais mau bertemu dengan Fuad. Untuk masalah uang Ais tidak akan meminta lagi. Biar Fuad pakai saja. "
" Tapi uang itu sudah habis dipakai oleh isterinya Fuad. Ayah sampai heran uang sebanyak itu cepat sekali habis nya. "
" Memang apa yang dilakukan oleh isterinya ayah. "
" Istri Fuad itu suka foya foya . Belanja hal yang tidak penting. Dan suka pamer sana sini. Padahal semua orang juga tau Fuad kerja apa. "
" Hummmmm , kasian kak Fuad. Gara gara istri nya. Dia harus melakukan hal-hal yang tidak baik pada kita terutama pada Ais. " Ucap Raditya tiba tiba .
" Fuad bahkan tidak Setuju dulu ketika ayah mau merehab rumah kita dengan uang Ais. Fuad bilang bagus uang Ais kasi ke dia sebagai ganti nyawa ibu. " Ucap Raditya lagi.
" Ya Tuhan kak. Tega sekali kamu sama Ais. " Tangis Ais pun pecah seketika. Ais sangat sedih dengan apa yang di ketahui kali ini.
" Sudah , jangan menangis lagi. Semua sudah terjadi. Fuad juga belum tau yang sebenarnya. Suatu saat pasti Fuad akan Sadar juga nanti. " Ucap ayah sambil memeluk Ais dengan penuh kasih sayang.
"""""""""
Dirumah ibu mertua Fuad.
Karena Fuad pulang dengan penuh emosi. Sampa disana Fuad langsung masuk kamar . Tanpa peduli dengan tatapan keluarga mertua. Istri nya tidak peduli akan hal itu. Selagi uang yang di beri Fuad cucuku untuk foya foya. Maka dia akan cuek bebek tak perduli dengan keadaan suaminya.
" Kenapa suami mu Res? " Tanya ibu mertua nya kepada anaknya Resti istri Fuad.
" Lelah kali ma. Dia kan baru bertemu dengan adiknya yang baru pulang dari Malaysia itu lho ma. ,?" Ucap Resti cuek.
" Hmmmm
Mungkin saja
Semoga doa mendapatkan banyak uang. Agar kita bisa foya foya lagi . Dan belanja banyak tas baru. Heheheh" ucap ibunya Resti.
Ibu dan anak sama saja. Pikiran nya hanya uang saja.
Tak lama Fuad keluar dari dalam kamar. Lalu duduk di sebelah istri nya.
Lalu berkata kepada istrinya.
" Buatkan saya kopi . Saya capek." Ucapnya .
" Huffftttt pulang pulang bukan nya kasih duit malah suruh bikin kopi. Dasar. " Gerutu Resty pada suaminya.
" Ehhhh bikin kopi tidak berat yah Res. Tidak sama seperti aku harus cari uang demi hobby mu yang suka belanja itu. Mau kamu saya tidak kasih uang hmmmmm,?" Ucap Fuad lagi penuh dengan penekanan.
" Iya iya. Apaan sih. Dikit-dikit ancam. Huufftt " Resti masih saja mengelu pada suaminya.
Tiba ibu mertua nya bicara pada Fuad
" Gimana Fuad. Jadi tidak jual rumah ayah kamu. Ibu tidak sabar untuk belanja. " Ucapnya antusias. Karenanya dalam pikiran nya saat ini uang itu Fuad yang akan mendapatkan nya. Karena saudara yang lain begitu segan dengan Fuad. Tapi semua itu hanya hayalan ibu mertua tersebut.
" Tidak jadi Bu. Rumah itu sekarang jadi rumah Ais. Saya tidak dapat apa-apa. Karena uang yang kamu pakai untuk belanja selama ini Ais memintanya kembali. " Ucap Fuad lesu.
" Apa, yah tidak bisa dong. Itu kan uang kita. Ais itu harus kasi ke kita uang terus menerus. Biar dia tau diri. Dia itu kan yang buat ibumu mati. " Ucap Resti tiba-tiba . Kebetulan Resti sudah membuat kopi untuk suami nya Fuad.
" Tapi Ais minta uangnya kembali. Dan rumah itu memang warisan untuk Ais. Karena warisan ku sudah saya jual untuk memenuhi gaya hidup kalian yang serba serbi kelihatan wah. Padahal uang itu dari orang lain. Tidak tau malu. " Ucap Fuad jengah. Fuad jengah dengan kelakuan istri nya. Dan Fuad juga sudah bosan hidup dibawah Tekanan mertua nya yang tidak punya perasaan.
" Kok kamu bicara seperti itu Fuad. Mau jadi suami durhaka kamu hah. Mau jadi mantu durhaka. ?'. Bentak ibu mertua nya
" Maaf Bu Fuad capek. Kalau mau belanja silahkan kalian cari uang sendiri. Dan Aisha juga sudah tidak bisa lagi kasih kita uang karena sekarang Aisha sudah menikah. " Ucap Fuad lagi.
" Justru itu. Aisha harus minta mahar yang mahal . Lalu mahar itu untuk kita. " kata Resti lagi.
" Kalian memang sudah gila. Fuad muak dengan kalian .Fuad akan pulang kerumahnya ayah. Kalian tidak usah ikut. Nanti ganggu . "
" Tidak bisa begitu dong Fuad. Ibu dan Resti akan ikut. Itu kan rumah Fuad. Dan Resti juga berhak tinggal disana. Yang tidak berhak itu Aisha. Aisha yang harus pergi. ," Ibu mertua Fuad mengatakan dengan menggebu-gebu.
" Dasar mertua tidak tau malu. , " Sentak Fuad lalu pergi keluar Entah kemana.
""""""""
,