NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Protective Shield

Malam di kediaman keluarga Kim terasa begitu panjang. Meski bunker bawah tanah memberikan rasa aman secara fisik dari serbuan sindikat di luar sana, sisa-sisa ketakutan masih merambat di dinding-dinding beton yang dingin. Suara desing peluru dan teriakan yang mereka dengar di paviliun tadi seolah masih bergema, menciptakan simfoni horor yang sulit dihapus dari ingatan.

Setelah interogasi singkat dan pembersihan area oleh tim keamanan Jin, Shine dipindahkan ke kamar darurat di dalam bunker. Kamar itu kecil namun mewah, dengan ranjang empuk dan pencahayaan redup yang didesain untuk menenangkan saraf. Namun, bagi Shine, kemewahan itu terasa hampa tanpa kehadiran sosok yang baru saja mempertaruhkan nyawa demi dirinya.

Jungkook masuk ke kamar membawa segelas air putih dan beberapa butir vitamin dari Suga. Wajahnya masih memiliki bekas memar, dan kemeja hitam yang ia kenakan sudah diganti dengan kaos abu-abu yang lebih santai. Ia bergerak tanpa suara, namun auranya tetap waspada, seperti seekor serigala yang belum benar-benar melepaskan mode berburunya.

"Minumlah," ucap Jungkook lembut, memberikan gelas itu pada Shine.

Shine meminumnya perlahan, matanya tidak lepas dari sosok Jungkook. "Kau tidak terluka parah, kan? Tadi kulihat kau melawan tiga orang sekaligus..."

Jungkook mendengus pelan, sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. "Hanya beberapa goresan kecil. Kulitku lebih keras dari yang kau bayangkan, Nona Oracle."

Setelah Shine menghabiskan minumnya, Jungkook mengambil bantal cadangan dari lemari kecil dan sebuah selimut tebal. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia meletakkan bantal itu di atas karpet bulu, tepat di samping ranjang Shine.

Shine mengerutkan kening, memperhatikan gerakan pria itu. "Apa yang kau lakukan?"

"Tidur," jawab Jungkook singkat sambil merebahkan tubuhnya di lantai. Ia memposisikan dirinya sedemikian rupa sehingga punggungnya bersandar pada rangka ranjang, sementara matanya bisa mengawasi pintu kamar dengan bebas. "Jin-Hyung mungkin sudah menempatkan sepuluh pengawal di luar pintu, tapi aku tidak percaya pada siapa pun malam ini. Satu-satunya cara aku bisa memejamkan mata adalah jika jarakku denganmu tidak lebih dari satu jengkau."

"Tapi lantainya dingin, Jungkook-ah. Karpet itu tidak akan cukup menahan hawa bunker," protes Shine. Hatinya perih melihat Jungkook yang baru saja bertarung habis-habisan kini harus tidur di lantai yang keras.

"Aku sudah biasa tidur di tempat yang lebih buruk dari ini saat masih di jalanan," sahut Jungkook, suaranya terdengar mulai berat karena kelelahan. "Tidurlah, Shine. Pejamkan matamu. Aku ada di sini."

Shine terdiam. Ia menatap langit-langit kamar, mencoba untuk tidur, namun pikirannya terus berputar. Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat wajah Sang Konduktor dan ancaman sindikat itu. Ia merasa kedinginan, bukan karena suhu udara, melainkan karena rasa kesepian yang mendalam yang selalu menghantui seorang Oracle.

Ia menengok ke bawah. Jungkook sudah memejamkan mata, namun tangannya masih mengepal di atas selimut, menunjukkan bahwa ia hanya tidur ayam—siap melonjak kapan saja jika ada suara sekecil apa pun.

"Jungkook..." panggil Shine lirih.

"Hmm?" Jungkook tidak membuka matanya.

"Di sini sangat dingin."

Jungkook menghela napas, ia menarik selimutnya lebih tinggi. "Aku akan meminta RM mengecilkan pendingin udaranya nanti."

"Bukan itu maksudku," Shine duduk tegak, ia mengulurkan tangannya dan menarik ujung selimut Jungkook. "Naiklah ke sini."

Kali ini Jungkook membuka matanya. Ia mendongak, menatap Shine dengan tatapan bingung yang sedikit tumpul karena kantuk. "Apa?"

"Tidur di sampingku. Ranjang ini cukup besar untuk kita berdua," bisik Shine, wajahnya mulai merona merah muda. "Aku tidak bisa tidur jika aku tahu kau kedinginan di bawah sana. Dan... aku takut, Jungkook. Aku butuh detak jantungmu untuk menenangkan penglihatanku."

Jungkook tertegun. Ia menatap ranjang itu, lalu menatap Shine. Sebagai pria, setiap inci instingnya berteriak untuk naik ke sana. Namun sebagai pelindung, ia merasa harus tetap berada di posisi siaga.

"Shine, kalau Jin-Hyung masuk dan melihat kita—"

"Biarkan saja!" potong Shine nekat. "Dia sudah mencopot CCTV-nya, kan? Ini kamarku, dan aku yang memintamu. Aku tidak mau kau menjadi pengawal yang kaku malam ini. Aku ingin kau menjadi Jungkook-ku."

Kata-kata 'Jungkook-ku' meruntuhkan seluruh pertahanan pria itu. Dengan gerakan pelan dan sedikit ragu, Jungkook bangkit dari lantai. Ia naik ke atas ranjang, berbaring di sisi luar, memberikan jarak yang sopan di antara mereka.

Namun Shine tidak membiarkan jarak itu ada. Ia segera mendekat, menyusupkan kepalanya ke bawah lengan Jungkook dan menyandarkannya di dada bidang pria itu. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Jungkook, menghirup aroma sabun dan aroma kayu cendana yang khas dari tubuh Jungkook.

Jungkook sempat membeku sejenak. Napasnya tertahan. Ia bisa merasakan kelembutan tubuh Shine dan kehangatan yang menjalar dari titik sentuhan mereka. Perlahan, ia mengendurkan otot-ototnya, melingkarkan satu tangannya di bahu Shine dan mendekapnya erat.

"Kau sangat keras kepala," bisik Jungkook di rambut Shine.

"Dan kau sangat posesif," balas Shine sambil tersenyum kecil di dada Jungkook. "Jadi kita impas."

Di dalam dekapan Jungkook, rasa takut yang tadi menghimpit Shine perlahan sirna. Suara detak jantung Jungkook yang kuat dan teratur menjadi melodi penenang yang jauh lebih hebat dari obat mana pun yang diberikan Suga. Inisial "JK" di lehernya terasa hangat, seolah ikut beresonansi dengan kehadiran sang pemilik nama.

"Jungkook-ah," gumam Shine, suaranya mulai menjauh ke alam mimpi.

"Iya?"

"Terima kasih sudah menemukanku di taman bunga lili itu... dan terima kasih sudah menemukanku lagi di sini."

Jungkook tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengecup puncak kepala Shine dengan penuh perasaan, lalu mempererat pelukannya. Di tengah pengepungan sindikat dan ancaman maut yang mengintai di luar bunker, malam itu mereka menemukan sebuah kedamaian kecil yang tak tersentuh.

Jungkook akhirnya memejamkan mata sepenuhnya. Ia tidak lagi siaga sebagai pengawal, tapi ia tertidur sebagai seorang pria yang telah menemukan rumahnya. Dan bagi Shine, bunker yang dingin itu kini terasa seperti tempat paling aman di seluruh dunia, karena perisai terkuatnya tidak lagi berdiri di depan pintu, melainkan sedang mendekapnya erat di bawah satu selimut yang sama.

Namun, di kegelapan malam, di balik pintu kamar yang tertutup rapat, sebuah langkah kaki terdengar menjauh. Jin berdiri di sana sebentar, memegang kunci cadangan yang tidak jadi ia gunakan. Ia mendengar bisikan mereka. Ia tahu ia telah kehilangan otoritasnya atas hati Shine, namun melihat adiknya bisa tidur tenang tanpa jeritan histeris untuk pertama kalinya, Jin hanya bisa menghela napas panjang dan pergi meninggalkan mereka dalam keheningan yang penuh cinta.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!