NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:596.7k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. KEKHAWATIRAN YANG MANIS

Bercak merah itu tampak begitu kecil, hanya sejumput noda di lengan gaun Liora. Namun jantungnya seketika terasa jatuh ke dasar dadanya.

Bukan darah milik Liora.

Liora menatap noda itu lebih lama dari seharusnya, seolah berharap warnanya berubah, memudar, atau menghilang begitu saja. Tapi merah itu tetap merah. Pekat. Nyata.

Dan entah mengapa, hatinya langsung tahu.

"Ini bukan darahku," gumam Liora lirih.

Gladis yang sejak tadi duduk tak jauh darinya, tengah merapikan rambut Rowan, menoleh. Tatapannya lembut, namun waspada. Ia berdiri dan mendekat, memerhatikan noda itu dengan alis sedikit mengernyit.

"Kau yakin bukan darahmu, Liora?"

Liora mengangguk pelan, jemarinya mengepal di sisi gaun. "Aku tidak terluka. Tadi juga tidak ada noda merah ini. Kalau ada Sasa pasti sudah panik duluan."

Gladis berkata, "Artinya itu darah Alaric."

Napasnya tercekat. "Dia terluka."

Memikirkan Alaric terluka entah kenapa membuat Liora tidak nyaman.

Gladis terdiam sesaat. Lalu, seperti seorang kakak yang memahami lebih dari yang ia katakan, ia tersenyum tipis.

"Aku akan menemui Alaric dulu," kata Liora cepat, nyaris tanpa napas.

Gladis mengangguk. "Baiklah."

Rowan yang sejak tadi memerhatikan mereka dengan mata bulat tiba-tiba menunjuk Liora. "Lowan itut."

Liora tersenyum tipis, tapi Gladis segera menarik Rowan ke pelukannya.

"Rowan bersama Mama saja," ucap Gladis lembut. "Liora sedang ada urusan dengan Paman."

Pipi Rowan menggembung. "Paman nakal ambil Lilola dali Lowan telus."

Gladis tertawa kecil, mencium kening putranya. "Nanti Paman balikin. Sekarang diam dulu, ya."

"Hmph," respon Rowan.

Namun Liora sudah tidak mendengar percakapan itu lagi.

Wanita itu berlari kecil menyusuri koridor panjang kastel Ravens, gaunnya terangkat sedikit, langkahnya terburu-buru. Setiap detak jantungnya terasa berdentum di telinga. Gambaran Alaric yang terluka berkelebat di pikirannya tanpa henti.

Ia tahu suaminya.

Tahu betul bagaimana pria itu selalu meremehkan rasa sakit, selalu memilih diam, selalu menganggap dirinya cukup kuat untuk menanggung segalanya sendirian.

Dan itu membuat Liora marah.

Sekaligus ... takut.

Begitu sampai di depan kamar Alaric, Liora bahkan tidak mengetuk. Ia langsung mendorong pintu hingga terbuka.

"Al-"

Kata-kata Liora terhenti seketika saat melihat pemandangan tak biasa di depannya.

Alaric berdiri membelakangi pintu, tubuh bagian atasnya telanjang. Otot punggungnya tampak tegang, sementara Gideon berdiri di sampingnya, memegang kain bersih.

Keduanya serempak menoleh.

Mata Alaric membelalak.

"Liora?"

Ia bergerak cepat menghampiri istrinya, seolah lupa bahwa tubuhnya sendiri belum selesai diurus. "Ada apa?"

Namun Liora tidak menjawab.

Pandangan mata wanita itu menyapu tubuh Alaric dari kepala hingga kaki, tergesa, panik, penuh penilaian. Jemarinya bahkan hampir menyentuh bahu Alaric, lengannya, dadanya, seolah ingin memastikan tidak ada luka lain yang tersembunyi.

Dan di sanalah Liora melihatnya.

Di sisi perut Alaric, luka panjang, cukup dalam, meski sudah dibersihkan seadanya.

"Sudah kuduga," suara Liora bergetar. "Kau terluka."

Alaric mendengus ringan. "Bukan luka serius."

Liora menoleh tajam. "Tidak serius katamu?" Ia menunjuk luka itu dengan jari gemetar. "Kau tidak lihat lukamu sebesar itu?!"

Ia berbalik ke Gideon dengan wajah nyaris meledak. "Gideon! Panggilkan Tabib Aldren ke sini. Bilang kalau Tuan-nya ini terluka parah!"

Gideon tersenyum geli, bukan mengejek, melainkan seperti seseorang yang baru saja menyaksikan pemandangan yang sudah lama ia tunggu.

"Baik, Nyonya." Ia membungkuk hormat, lalu berjalan keluar. Namun sebelum menutup pintu, ia melirik ke dalam sekali lagi, tersenyum kecil melihat kedekatan Tuan dan Nyonya-nya itu.

Tidak menyangka kalau mereka berdua yang dingin di altar justru bisa sampai sedekat ini sekarang.

Begitu pintu tertutup, Liora kembali menghadap Alaric.

"Kau selalu begini," omelnya mengalir tanpa henti. "Menganggap luka tidak penting, mengabaikan tubuhmu sendiri. Bagaimana jika lukanya beracun? Bagaimana jika terlambat diobati? Kau tahu bisa fatal-"

Alaric hanya diam.

Ia mendengarkan.

Menatap.

Dan tersenyum.

Hatinya terasa hangat dengan cara yang aneh. Di tengah rasa perih di perutnya, di tengah kelelahan setelah perjalanan panjang dan pertempuran yang tidak ia ceritakan pada siapa pun ... ia merasa pulang.

Mungkin Liora tidak perlu tahu kalau aku sempat melawan cukup banyak monster kemarin, pikirnya.

"Kau mendengarkanku, 'kan?" Liora berhenti bicara, menatapnya curiga.

Alaric tidak menjawab.

Pria itu justru melangkah maju, mengangkat wajah Liora dengan lembut, lalu melahap bibir istrinya.

Ciuman itu tidak kasar. Tidak tergesa. Namun cukup untuk menghentikan seluruh kecemasan Liora.

Wanita itu terdiam, tubuhnya kaku sesaat, sebelum akhirnya menyerah dalam kehangatan yang familiar itu.

Ketika Alaric melepaskan ciumannya, ia terkekeh pelan.

Liora berdiri terpaku, wajahnya memerah habis-habisan. "Bodoh," gumamnya.

Alaric tersenyum lebih lebar. "Melihatmu mengkhawatirkanku seperti ini sungguh menggemaskan."

"Diamlah," Liora memukul perut Alaric refleks.

Alaric meringis. "Ah-"

Lalu tertawa kecil.

Alaric meraih Liora kembali, mencium bibirnya lebih lama kali ini. Ciuman yang membuat dunia seolah berhenti.

Ketika akhirnya ia melepaskannya, Alaric menatap Liora dalam-dalam.

"Jangan pernah tunjukkan wajah manismu ini pada pria mana pun," kata Alaric rendah. "Karena aku mungkin tidak akan bisa menahan pedangku melayang ke mereka jika kau melakukannya."

"Posesif," Liora mendengus.

"Tentu saja." Alaric tersenyum miring. "Kau milikku. Ingat."

Liora kembali dihujani ciuman, di pipi, kening, hidung. Wajahnya semakin merah.

"Jangan anggap enteng lukamu," kata Liora tegas.

Alaric menatap Liora dengan pandangan yang membuat napas Liora tercekat, tatapan seorang predator yang tengah menahan diri.

"Berhenti melihatku seperti itu," Liora memperingatkan. "Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau harus istirahat. Kau baru kembali dari perjalanan panjang."

Alaric merengut.

"Berhenti merengut seperti itu. Kau terlihat seperti Rowan sekarang," protes Liora yang tertawa geli.

"Rowan tidak bisa menciummu seperti ini," ucap Alaric yang kembali mencium Liora. Kali ini lebih dalam dan ... panas.

Liora menjauhkan wajahnya untuk melepas ciuman dan berkata, "Aku tahu tujuanmu memancingku. Ini masih siang. Jangan macam-macam."

"Cih, aku ditolak istriku sendiri," kata Alaric.

Namun sebelum Liora bisa membantah, terdengar suara dehaman canggung dari pintu.

Liora dan Alaric menoleh bersamaan.

Gideon dan Aldren berdiri di sana dengan wajah ... sangat salah tingkah dan merah karena tidak sengaja menyaksikan pemandangan intim suami istri di hadapan mereka.

"Gideon mengatakan kalau Yang Mulia Duke terluka," kata Aldren, mencoba terdengar profesional.

"Iya," Liora buru-buru menjawab, mundur selangkah. "Tolong rawat dia. Jangan dengarkan kalau katanya lukanya tidak parah."

Aldren tersenyum. "Baik, Nyonya Duchess."

"Aku akan kembali ke ruanganku," kata Liora cepat.

Namun sebelum ia sempat melangkah, Alaric menarik pergelangan tangan Liora dan berbisik, "Aku akan datang ke kamarmu malam ini."

Liora merona. Ia mengangguk pelan, lalu berjalan pergi.

Begitu pintu tertutup, Gideon dan Aldren saling pandang, tersenyum menggoda.

"Sepertinya es akhirnya cair juga," kata Gideon.

"Kurasa begitu. Musim semi sungguh telah datang di kediaman ini," sahut Aldren.

"Diam kalian," Alaric mendengus.

Namun senyum Alaric tidak bisa disembunyikan.

Sedangkan Gideon dan Aldren hanya tertawa kecil melihat tingkah Tuan-nya itu.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!