NovelToon NovelToon
Randy Sang Tabib Tampan

Randy Sang Tabib Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Harem / Dokter Ajaib
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: jeffc

Randy, mahasiswa Teknik Mesin semester dua, punya segalanya: tinggi menjulang, senyum manis, motor Kawasaki Ninja yang gagah, dan kamera DSLR yang setia menemaninya berburu foto di sudut-sudut kota. Tapi di balik pesona itu, Randy tetap jomblo—lebih suka memotret penjual cilok atau suasana kumuh daripada nongkrong romantis. Cewek-cewek kampus gemas, tapi Randy selalu jaim, seolah menutup pintu hatinya.

Suatu malam, hidupnya berubah. Dalam mimpi yang terasa terlalu nyata, ia bertemu Ki Suromenggolo—kakek buyut tabib sakti yang mewariskan ilmu penyembuhan legendaris. Randy bangun dengan dada hangat dan perasaan aneh, seakan membawa kekuatan baru.

Di tengah hiruk-pikuk kota, persahabatan, godaan cinta, dan bahaya yang mengintai, Randy akan belajar bahwa menjadi “tabib tampan” bukan sekadar gelar. Ini adalah perjalanan tentang keberanian, tanggung jawab, dan hati yang selalu diuji oleh banyak perempuan yang diam-diam jatuh hati padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeffc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Timbul dan Vertigo yang Hilang

Salah seorang dari mereka langsung mencengkeram kerah Randy dengan muka mengintimidasi.

“Suwanto, lepas!” bentak Cu Niang yang berjalan di belakang Randy. “Dia teman papa, dan barusan menolong mamamu.”

Cu Niang kemudian melepaskan kerah Randy, namun tetap menatap Randy dengan tatapan curiga.

“Menolong apa?” kata Suwanto dengan angkuh. “Aku curiga dia ada maunya.”

“Ko Wanto!” bentak Mulan yang juga berjalan di belakang Randy. “Koko nggak pantes ngomong gitu, sama orang yang telah menolong mama.”

“Nggak apa-apa, Mulan,” kata Randy. “Mungkin karena saya orang asing yang nggak dikenal, kakakmu jadi curiga.”

“Nggak, ko Wanto memang harus belajar sopan santun,” jawab Mulan ketus. “Sudah sering bikin masalah dia di keluarga ini.”

“Sudah, sudah jangan ramai sama saudara, malu,” kata Cu Niang.

“OK lah, Om, saya pulang dulu. Besok saya kemari lagi, mau lihat kondisi tante bagaimana. Mulan, kabari aku hasil pemeriksaan dari rumah sakit, ya.”

“Baik, Rand,” kata Mulan. “Terima kasih.”

Randy kemudian naik ojek, yang sudah menunggunya untuk pulang ke rumah.

Tiba-tiba istri Cu Niang keluar dari kamar dan berjalan ke ruang tamu. “Ada apa ini ribut-ribut?” tanyanya dengan suara yang masih lemah.

Semua nampak terkejut. “Mama, mama belum boleh jalan-jalan, besok kita periksa ke rumah sakit dulu,” kata Cu Niang.

“Iya ma, demi keselamatan mama sendiri,” kata Mulan.

“Mama ngerasa vertigo mama sudah nggak ada,” kata istri Cu Niang. “Maka mama coba turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan.”

Cu Niang dan Mulan saling berpandangan, tidak percaya keajaiban apa yang terjadi barusan. Lalu mereka berdua memapah istri Cu Niang kembali ke kamarnya dan berbaring lagi.

“Merusak rencana!” umpat Rody dalam hati. Rody adalah teman Suwanto, kakak Mulan yang naksir Mulan. “Aku harus melakukan sesuatu.” Rody lalu menghisap rokoknya dalam-dalam dan menuang minuman ke dalam gelasnya.

“Jangan dihabisin, Rod,” kata Suwanto tertawa. “Gua juga masih mau.”

“Beli lagi,” kata Rody sambil tertawa, lalu melihat kartunya dengan hati-hati. “Kayak pabrik minuman sudah mau bangkrut aja.”

“Boro-boro beli minuman, gua lagi mau jual kolor, gara-gara boncos,” kata Suwanto sambil menutup kartunya dan tertawa. “Brengsek bener, suek bener hari ini.”

“Nih duit, beli 3 botol, gih,” kata Armin sambil mengeluarkan seratus ribuan dari dompetnya. “Segini cukup?”

“Mungkin cukup,” kata Suwanto mengambil uang itu dan beringsut membeli minuman lagi.

Setelah sampai rumah, Randy segera menyibukkan diri dengan memilah-milah foto-foto yang tadinya diambil di Petak Sembilan. Beberapa ada foto Mulan dalam posisi candid yang ia curi-curi tadi. Ada perasaan aneh yang berbeda dia rasakan pada foto itu, padahal entah sudah berapa puluh atau bahkan ratusan foto yang pernah ia jepret, tak pernah dia merasakan getaran aneh ini.

Randy jatuh cinta? Entahlah, tapi dari sekian puluh cewek cantik yang caper kepada Randy tak ada getar perasaan aneh seperti yang ia rasakan pada Mulan. Randy tak mau berkutat soal Mulan saja, lalu dia melihat foto-foto lain yang bernuansa China itu.

“Mungkin ini yang layak aku upload ke Shutterstock,” katanya dalam hati saat dia melihat fotonya tentang suasana Petak Sembilan yang ramai dengan pedagang aksesoris China dan motor yang lalu lalang dalam gang sempit itu.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, jam makan malam di keluarga Randy. Mama Randy sudah memanggil-manggil nama Randy untuk makan malam bersama. Tanpa menutup laptopnya, Randy segera keluar untuk bergabung makan malam dengan papa-mamanya.

“Bagaimana, Rand, pengalaman di Petak Sembilan?” tanya papanya yang sudah makan lebih dahulu.

“Seru, pa,” jawab Randy. “Seakan di Singapore dengan nuansa lokal. Sesekali papa harus ikut.”

“Ada yang bening-bening?” tanya papanya bercanda.

“Banyak, pa,” sahut Randy sambil tertawa.

“Kalau banyak yang bening-bening papamu jangan dibolehin ke sana,” timpal mamanya ikut bercanda.

“Apa sih, ma?” sahut Randy. “Wong maksudnya banyak yang jual air mineral bening di Petak Sembilan.”

Mamanya Randy cuma tertawa cekikikan menggoda suaminya yang cuma bisa klenyam-klenyem.

“Sekarang kita bicara soal Pak Cokro,” kata papanya berubah serius. “Terus terang papa sulit mengira-ngira dia orang baik atau jahat.”

“Betul, pa, Randy pikir juga begitu, pa,” jawab Randy. “Dari penampilan dan gaya bicaranya sih dia sepintas orangnya baik.”

Randy bilang begitu sambil menyendok sayur asem yang ada di depannya.

“Kamu harus hati-hati, yang tampak baik tak selamanya selalu baik,” kata papanya bijak.

“Jangan terlalu demonstratif mempraktikkan kemampuanmu itu, dan cari tahu siapa yang memberi tahu Pak Cokro kamu punya kemampuan menyembuhkan itu.”

“Baik, pa,” kata Randy sambil minum air putih di depannya. “Randy ada beberapa dugaan sih, tapi Randy harus selidiki dulu.”

Suasana hangat di ruang makan Randy dan keluarganya kontras dengan suasana di rumah Mulan malam itu yang terasa panas.

“Gua tidak suka sama anak itu!” dengus Suwanto.

“Maksud lu siapa, ko?” tanya Mulan. “Randy?”

“Iya,” jawab Suwanto pendek. “Gua nggak mau lihat muka dia lagi, titik!”

“Wan!” bentak Cu Niang. “Nggak boleh begitu!”

“Randy yang bikin mama sadar, ko,” kata Mulan. “Kita harus berterima kasih sama dia.”

“Nggak tahu ilmu apa yang dia pakai,” kata Suwanto. “Dia mau menipu kita, mungkin dia cuma mau sama lu.”

“Ko!” jerit Mulan.

“Wanto, teganya ngomong begitu?” kata Cu Niang sambil menggebrak meja.

Suwanto lantas beringsut dari ruang tamu, dan masuk ke kamar. Istri Cu Niang lalu keluar kamar dengan rambut acak-acakan dan jalan sedikit terseok. “Ada apa sih ribut-ribut?”

“Tuh, anak lu si Wanto, bikin ulah lagi,” kata Cu Niang.

Mama Mulan itu hanya diam saja. Matanya tampak basah, berlinang air mata. Anak kesayangannya yang dulu begitu imut dan lucu seolah kini sudah berubah jadi monster di keluarga itu.

“Mama, tiduran dulu di kamar,” kata Mulan. “Mama belum sehat 100%.”

Lalu Mulan dengan sabar memapah mamanya masuk ke dalam kamar dan membantunya berbaring. Dilihatnya kursi di sebelah ranjang mamanya yang tadi diduduki Randy. Terbayang sosok Randy duduk di kursi itu dengan senyum yang membuat hati semua wanita meleleh. Mulan kemudian senyum sendiri dan berusaha menepis khayalannya itu.

Di dalam kamar, Suwanto saling berkirim pesan dengan Rody, sahabatnya:

“Rencana kurang mulus, bro. Ada penghalang si Randy itu.”

“Maksud lu?” balas pesan Rody, nggak tahu apa yang dimaksud Suwanto.

“Lu inget cowok ganteng tadi yang dateng ke rumah gua kan? Kayanya adik gua termehek-mehek sama dia.”

“Gua nggak mau tahu. Kalau lu gagal nyomblangin gua sama adik elu, utang elu harus dibayar lunas sekarang juga!” jawab Rody keras.

“Demi lu, Rod, gua nggak bakal biarin dia ngedeketin Mulan,” gumam Suwanto pelan, sambil pandangannya nanar. “Besok kalau dia datang lagi, jangan panggil gua Suwanto kalau nggak gua kasih pelajaran.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!