NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Enzo terdiam cukup lama. Tatapan Erza dan Elora menunggu jawabannya dengan penuh harap, mata yang berbinar, senyum yang nyaris tak sabar. Dua pasang mata itu seperti menggantungkan seluruh kebahagiaan mereka pada satu kata darinya, liburan. Sesuatu yang baginya kini terasa semewah waktu.

“Daddy?” Erza memanggil pelan, suaranya mengandung cemas yang ia coba sembunyikan.

Enzo menelan ludah. Dalam benaknya, jadwal rapat, perjalanan dinas, dan tenggat proyek berdesakan. Selama sebulan ke depan, nyaris tak ada satu hari kosong. Bahkan akhir pekan pun sudah terisi. Ia menoleh ke arah Azalea.

Wanita itu menangkap kebimbangannya hanya dari satu tarikan napas. Azalea tersenyum tipis, lalu berkata lembut, “Kalau Mas belum bisa, tidak apa-apa.”

Namun dalam sorot matanya, Enzo tahu, Azalea sedang berusaha melindunginya dan juga melindungi hati kedua anak itu.

“Aku … belum tahu,” jawab Enzo akhirnya. Jujur, tapi terasa menyakitkan.

Wajah Elora sedikit meredup. Erza menunduk, mencoba bersikap dewasa, meski jelas rasa kecewa menyelusup di sana.

Malam itu, setelah anak-anak tidur, Azalea duduk sendirian di teras belakang. Angin malam menyapu lembut, membawa suara dedaunan. Ia memikirkan wajah Erza yang berusaha tersenyum padahal kecewa. Elora yang memeluk bantal lebih erat dari biasanya.

“Anak-anak itu tidak butuh pantai atau hotel mewah,” batin Azalea. “Mereka hanya ingin bersama.”

Pagi berikutnya, saat Enzo bersiap berangkat kerja, Azalea menyapanya dengan rencana sederhana. “Mas,” ucapnya hati-hati, “kalau tidak bisa pergi jauh, bagaimana kalau kita berkemah saja? Di halaman belakang.”

Enzo tertegun. “Berkemah?”

“Iya. Tenda kecil, tidur bersama. Anak-anak belum pernah merasakannya, kan?”

Sejenak Enzo membayangkan halaman luas rumah itu. Tak pernah benar-benar digunakan. “Di rumah sendiri?” tanyanya ragu.

Azalea tersenyum. “Liburan bukan soal tempat. Tapi soal bersama.”

Kalimat itu seperti mengetuk sesuatu di dada pria itu.

Malam itu juga, Enzo memesan perlengkapan berkemah. Hari libur yang dinanti akhirnya tiba. Begitu mendengar rencana berkemah, Erza dan Elora melonjak kegirangan.

“Kemah? Kayak di TV itu?” tanya Erza tak percaya.

“Kita tidur di tenda?” Elora memeluk Azalea erat. “Semuanya bareng?”

Azalea mengangguk sambil tertawa. “Iya. Satu tenda. Satu keluarga.”

Keluarga, kata itu membuat Enzo terdiam sejenak. Selama ini dia kurang merasakan kebersamaan bersama keluarganya.

Sepulang kerja, Enzo membawa mobil penuh perlengkapan. Ramon ikut membantunya mendirikan tenda di halaman belakang.

Erza dan Elora berniat membantu, tapi justru berlarian mengitari tenda, saling mengejar sambil tertawa.

“Pegang talinya!” teriak Ramon.

Elora malah tertawa dan bersembunyi di balik tiang.

Azalea dan Bi Minah menyiapkan bahan barbeque di dapur luar. Daging dimarinasi, jagung dibersihkan. Aroma bumbu mulai menyebar, bercampur dengan udara sore.

Saat matahari tenggelam, api dinyalakan. Enzo berdiri di depan panggangan, membalik daging dan jagung. Sesekali ia meniup bara api dengan kipas kecil.

“Daddy jago!” seru Elora.

Erza mengangguk penuh bangga. “Iya. Daddy kelihatan keren.”

“Tentu, dong!” Enzo tertawa kecil. Tawa yang dulu jarang ia keluarkan.

Azalea duduk tak jauh dari sana, memandangi mereka dengan hati hangat. Dia melihat Enzo benar-benar hadir, bukan sekadar tubuh, tetapi juga hatinya.

Mereka makan bersama di atas tikar, bercanda, saling berebut jagung bakar.

“Mommy, punyaku gosong,” protes Elora.

“Yang gosong itu manis,” jawab Azalea sambil tersenyum.

“Punya aku manis,” ucap Erza sambil mengacungkan jagungnya. “Punya Daddy manis, nggak?"

“Manis,” balas Enzo tersenyum.

Malam semakin larut. Lampu-lampu kecil dipasang di sekitar tenda, menciptakan suasana hangat.

Erza dan Elora masuk ke tenda lebih dulu. Mereka berbaring di tengah, saling berhadapan, masih tertawa kecil. Sementara Azalea berbaring di sisi kanan dan Enzo di sisi kiri.

Jarak di antara mereka awalnya terjaga, namun anak-anak tak bisa diam. Elora berguling ke arah Azalea. Erza ikut bergerak, mencari posisi nyaman.

Dalam tidurnya, Erza tanpa sadar bergeser ke arah Enzo. Elora menyusul, mendorong pelan.

Azalea terbangun setengah sadar ketika merasakan kehangatan lain di sampingnya. Tangannya bersentuhan dengan dada Enzo. Ia hendak menarik diri, tapi tubuh kecil Elora menekan punggungnya, membuatnya tak bisa bergerak. Napas Enzo terasa di ubun-ubunnya.

Enzo membuka mata. Ia terdiam, menyadari Azalea kini berada dalam pelukannya, terjebak di antara dua anak yang tertidur pulas. Ia bisa saja bergerak, namun ia tidak melakukannya.

Malam itu, di bawah langit berbintang dan cahaya lampu kecil, Enzo merasakan sesuatu yang asing namun hangat. Bukan gairah. Melainkan rasa pulang.

Sementara Azalea, dalam tidurnya yang ringan, bergumam lirih, seolah berdoa, “Ya Allah … terima kasih.”

Hari masih gelap. Embun masih menggantung di ujung rumput halaman belakang. Udara dingin menyusup lembut ke sela-sela tenda, membawa aroma tanah basah dan sisa arang barbeque semalam. Enzo terbangun lebih dulu. Matanya terbuka perlahan, disambut pemandangan yang membuat dadanya tiba-tiba terasa hangat dan sesak sekaligus.

Azalea. Wanita itu masih terlelap di dalam pelukannya. Rambutnya sedikit berantakan, ujung jilbabnya terlepas, menyentuh dada Enzo. Wajahnya terlihat begitu damai, jauh dari kesan wanita yang selama ini selalu kuat dan menahan luka sendirian.

Di dadanya, Elora tidur sambil memeluk lengan Azalea. Sementara Erza meringkuk di sisi Enzo, satu tangannya mencengkeram kaus ayahnya, seolah takut terlepas.

Enzo menahan napas. Ini terlalu hangat untuk disebut kebetulan. Selama ini, tidur selalu menjadi urusan sendiri. Namun pagi ini, ia terbangun dengan perasaan utuh—lengkap—sesuatu yang tak pernah ia sadari selama ini.

Tangannya reflek mengencang sedikit, melindungi Azalea agar tidak terhimpit saat Elora bergerak. Gerakan kecil itu membuat Azalea terbangun. Matanya terbuka perlahan, lalu membulat ketika menyadari posisinya. Ia sedang berada dalam pelukan Enzo. Napasnya tercekat. Wajahnya memanas. Jantungnya berdegup kencang.

“Mas—” suaranya nyaris tak terdengar.

Enzo segera melonggarkan pelukannya. “Maaf,” ucapnya cepat, seolah takut Azalea salah paham. “Anak-anak, mereka bergeser semalaman.”

Azalea mengangguk pelan, buru-buru bangkit sedikit, tapi Elora mengerang kecil dan justru memeluknya lebih erat.

“Mommy ...,” gumam Elora dalam tidurnya.

Azalea terdiam.

Enzo ikut terdiam.

Akhirnya, Azalea kembali merebahkan tubuhnya, kali ini dengan jarak yang sedikit lebih aman. Namun kehangatan itu sudah terlanjur tinggal di kulit, di dada, di perasaan.

1
Someone
👍💪
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!