Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.
Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.
Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.
Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIMANA-MANA TERASA PANAS
Air kolam dingin.
Tapi suasana malam tidak.
Lampu-lampu kecil di sekitar kolam apartemen Rico memantulkan cahaya lembut di permukaan air. Kota di kejauhan terlihat seperti lautan lampu yang berkilau.
Hanya mereka berdua di sana.
Anela berdiri di tepi kolam.
Ia mengenakan bikini hitam yang sederhana tapi sangat pas di tubuhnya. Potongannya membuat bahunya terlihat ramping, sementara garis lehernya membuat Rico hampir lupa bernapas.
Rico yang sudah berada di dalam kolam hanya menatapnya.
Matanya turun naik perlahan.
“Anela…” panggilnya, suaranya rendah.
Anela menoleh dengan senyum kecil.
“Kenapa lihat aku begitu?”
Rico menghela napas pelan.
“Karena kamu tahu persis apa yang kamu lakukan.”
Anela tertawa kecil, lalu melangkah masuk ke kolam.
Air beriak lembut ketika tubuhnya menyentuh permukaan. Ia berjalan mendekat, rambutnya sedikit basah di ujungnya.
Air hanya setinggi pinggang.
Namun jarak di antara mereka cepat menghilang.
Rico mendekat perlahan sampai mereka hampir bersentuhan. Tangannya naik menyentuh pinggang Anela di dalam air yang dingin.
Tubuh mereka kontras dengan suhu kolam.
Hangat.
Napas Rico terasa lebih berat sekarang.
“Serius,” gumamnya pelan. “Kamu tahu kamu bikin aku tidak bisa berpikir.”
Anela tersenyum tipis.
“Bukannya itu tujuan kita ke sini malam-malam?”
Rico tertawa pelan.
Tangannya menarik Anela lebih dekat sampai tubuh mereka saling menempel di dalam air. Percikan kecil bergerak di sekitar mereka.
Anela menyentuh bahu Rico.
“Kalau ada orang lihat?”
Rico melirik sekeliling kolam yang kosong.
“Kolam privat. Ingat?”
Anela belum sempat menjawab ketika Rico menundukkan wajahnya dan mencium bibirnya.
Ciuman itu hangat meski air di sekitar mereka dingin.
Anela membalasnya perlahan, tangannya melingkar di leher Rico.
Air bergerak lembut setiap kali mereka bergeser sedikit. Tubuh mereka tetap sangat dekat, hampir tidak ada ruang di antara keduanya.
Rico memanggil namanya lagi di sela napas.
“Anela…”
Nada suaranya membuat Anela merinding.
Ia tertawa kecil, tapi tidak menjauh.
Lampu kolam memantulkan bayangan mereka di permukaan air yang beriak pelan.
Rico mulai menciumi leher hingga ke area bukit kembarnya. Menciuminya dengan agak sedikit kasar namun tetap dalam tempo yang membuat nikmat. Rico mulai tak bisa mengendalikan diri, ia menggigit ujung puting Anela yang masih berasa dibawah kain bikininya, sensasi hisapan dan gigitan dibawah kain itu ternyata sangat menggoda ketimbang gigitan langsung tanpa kain penutup. Anela mengerang menikmati permainan itu.
Rico tak sabar, mulai membuka kedua paha Anela dan mendekatkan diri. Celananya sudah tebuka setengah memberi kebebasan pada kejantananya yang sudah berdiri tegang.
Tangannya menggeser segitiga penghalang milik Anela, dan sejurus kemudia ia makin mendekatkan dirinya ke Anela. Air kolam bergerak perlahan saat penyatuan itu terjadi, dan makin bergerak liar mengikuti gerakan Rico dan Anela yang kini sudah bercampur dalam ritme panas dan menggoda.
"Aaah uuuhhh Rico...ahhhh, terus sayang ah...."
"Enak sayang?" tanya Rico menggoda Anela yang kini makin ekspresif.
"hu'um" jawab Anela dengan wajah penuh gairah yang menggemaskan.
Rico memacu gerakan nya hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.
"Ah ah ah aaaaaahhhh" teriak Anela tak terkendali.
"Terus teriak sayang, aku suka".
"Emahhh...emhmmmm....akhhhh...keluar sayang.... Emh...emhh". Desahan Anela sungguh sudah tak terkendali, itu membuat Rico makin bergairah. Ia menancap milik Anela dengan ritme yang lebih beringas dari biasanya. Rico benar-benar hilang kendali.
"aku juga... Ahhhkkk...akhhhhhh Anela sayang, kamu bener-bener....egh...bikin aku gila".
--------
---------------------