NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: KERUSAKAN SISTEM (THE NEUROLOGICAL GLITCH)

Dermaga selatan London bukan hanya sebuah jebakan, melainkan sebuah medan pembantaian sensorik. Saat mereka memasuki hanggar kontainer, sistem keamanan Baron tidak menyerang dengan peluru, melainkan dengan frekuensi tinggi yang memicu resonansi pada chip Silk di kepala Elara.

"Agh!" Elara ambruk ke lantai, tangannya mencengkeram kepalanya seolah ingin merobek tengkoraknya sendiri.

Dunia digitalnya meledak. Visual yang dikirimkan Kael mendadak terfragmentasi, bercampur dengan rekaman memori masa lalu yang berputar dengan kecepatan yang merusak.

"Elara!" Julian menerjang ke arahnya, namun saat ia menyentuh bahu Elara, wanita itu memukulnya dengan kekuatan yang tidak terkendali.

"Jangan... sentuh... aku... Kael!" Elara berteriak, matanya yang digital berkedip liar antara warna biru, merah, dan putih statis.

“Sinkronisasi gagal, Elara,” suara Kael di kepala Elara terdengar terdistorsi, seperti kaset yang terbakar. “Sistem sarafmu... menolak... Julian... hapus... hapus dia...”

"Dia meracunimu, Elara! Dia membebankan sistemmu agar memori tentangku dianggap sebagai virus!" Julian menarik Elara ke dalam pelukannya meskipun Elara terus meronta.

Julian menarik sebuah tablet teknis dari saku taktisnya—alat yang diam-diam ia siapkan sejak mereka meninggalkan rumah aman.

Julian menghubungkan kabel ke soket di belakang telinga Elara. Layar tablet itu segera dipenuhi dengan peringatan merah yang berkedip: [CRITICAL SYSTEM OVERLOAD: MEMORY SECTOR CORRUPTED].

"Apa yang kau lakukan?" suara Elara kini terdengar kecil, rapuh, dan bingung.

Julian menatap layar dengan tangan gemetar. "Kael sengaja membuat loop pada memori emosionalmu untuk membakar chip ini. Jika aku tidak melakukan reset sekarang, chip ini akan mematikan fungsi otakmu secara permanen."

Julian membaca log sistemnya. Kael telah memetakan "kehadiran Julian" sebagai beban data terbesar. Untuk menstabilkan saraf Elara, sistem butuh menghapus sektor yang paling berat.

Sektor itu adalah: [10 YEARS OF JULIAN MORETTI].

"Elara, dengarkan aku," Julian memegang wajah Elara, memaksa mata wanita itu yang bergetar untuk menatapnya. "Aku harus melakukan reset manual. Aku harus memutus akses Kael, tapi harganya... harganya adalah semua tentang kita."

"Jangan..." Elara berbisik, air mata jatuh dari matanya yang berkedip statis. "Julian... aku ingat... lukisan itu... aku ingat..."

"Kau akan selamat, Elara. Itu yang paling penting," Julian menelan ludah, suaranya pecah. "Kau akan bangun tanpa rasa sakit ini. Kau akan bangun tanpa kebencian padaku, tapi juga... tanpa rasa cintamu."

“Jika kau melakukannya, Julian... kau akan kehilangan dia selamanya,” suara Kael mendadak jernih melalui pengeras suara hanggar. “Biarkan dia bersamaku, dan aku akan membiarkannya menyimpan memorinya sebagai koleksi berharga.”

"Dia bukan koleksi, Kael!" raung Julian.

Julian menatap Elara untuk terakhir kalinya. Ia mengecup dahi Elara, sebuah ciuman selamat tinggal untuk wanita yang mengenalnya. "Aku mencintaimu, Elara. Cukup aku yang mengingat kita. Kau... kau harus bebas."

Jari Julian menekan perintah: [EXECUTE MANUAL RESET - WIPE EMOTIONAL SECTOR: CONFIRMED].

Lampu di mata Elara mendadak bersinar putih terang yang menyilaukan, lalu padam sepenuhnya. Tubuh Elara lunglai di pelukan Julian. Suasana hanggar mendadak sunyi, hanya menyisakan suara mesin yang mendingin dan napas Julian yang tersedu-sedu.

Sepuluh menit berlalu dalam kegelapan yang menyiksa.

Mata Elara terbuka perlahan. Warna birunya kini bersih, tanpa cahaya digital yang berkedip atau kode yang bergulir. Ia menatap langit-langit hanggar, lalu menatap pria yang sedang memeluknya dengan sangat erat.

Elara tidak menghindar. Tapi dia juga tidak membalas.

"Tuan? Apakah Anda terluka?" tanya Elara, suaranya sopan, tenang, dan asing.

Julian melepaskan pelukannya, jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia menatap mata Elara, mencari sisa-sisa kemarahan, kebencian, atau cinta yang biasanya ada di sana.

Kosong.

"Elara... kau tahu siapa aku?" tanya Julian, suaranya hampir tak terdengar.

Elara mengerutkan kening sejenak, menatap setelan taktis Julian dan wajahnya yang penuh luka. "Maafkan saya. Saya rasa kita pernah bertemu... Apakah Anda salah satu pengawal yang disewa Ayah saya?"

Julian terhuyung mundur. Rasa sakitnya lebih hebat daripada saat peluru menembus bahunya. Elara mengenali dunianya—dia ingat ayahnya, dia ingat identitasnya—tapi "Julian Moretti" telah terhapus sepenuhnya dari peta jiwanya.

"Ya," bisik Julian, memaksakan sebuah senyum hancur yang merupakan kebohongan terakhirnya. "Aku pengawalmu. Namaku... tidak penting. Aku di sini untuk membawamu pulang."

Elara berdiri, merapikan pakaiannya dengan keanggunan seorang wanita yang tidak pernah mengenal neraka. "Terima kasih. Tempat ini sangat mengerikan. Mari kita pergi dari sini."

Julian berjalan di belakangnya, menatap punggung Elara yang kini tegak dan tanpa beban. Kael telah kalah, Baron telah gagal mengendalikan Elara, namun Julian... Julian telah membayar kemenangan itu dengan kematian dirinya di dalam ingatan wanita yang paling ia cintai.

Saat mereka melangkah keluar dari hanggar, sebuah pesan muncul di ponsel Julian dari nomor yang tak dikenal:

“Menarik. Kau memberinya kanvas kosong, Julian. Mari kita lihat siapa yang akan melukis di sana lebih dulu.” — Kael.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!