NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersentuh karena surat

"Jen, baca ini.", dari wajahnya aku tau itu sesuatu yang tidak ia sukai.

"Ooo... kak Erick, maaf Bel.", ucapku sambil tersenyum membaca pesan antara kakak beradik itu.

Jauh sebelum aku diminta membaca pesan mereka seperti sekarang, Belva sudah mencurigai sikap kak Erick padaku, jadi aku sudah jujur dari awal mengenai pernyataan perasaan kak Erick waktu itu.

"Jen kalau kakakku menggila dan kamu terganggu dengan sikapnya, bilang ya Jen. Untuk hal ini aku akan selalu berada dibelakangmu, kalau urusannya dengan kamu, Erick bukan kakakku, jadi jangan sungkan untuk bilang kalau ada apa-apa ya Jen."

"Iya Bel, makasih."

"Jadi, ada dimana posisi Erick saat ini dari 1 sampai 10?."

"Entahlah Bel 7, atau 7.5."

"Aku ga terganggu dengan sikap Erick, jujur itu menyenangkan, tapi dia seperti kakakku juga jadi aku masih bingung."

"Apa kamu pernah bertanya dengan perumpamaan pada diri sendiri? Misalnya, andai aku jalan sama Erick apa aku bisa bergandengan tangan dengannya?."

"Kak Erick pernah membayangkan untuk menciumku, jadi aku juga pernah bertanya pada diri sendiri, apa aku bisa berciuman dengannya? Dan ternyata aku ga bisa membayangkan itu, rasanya sangat aneh seperti berciuman dengan salah satu sepupuku."

"Iyuhhhh... jangan utarakan pikiran mesum kalian secara eksplisit didepanku Jen".

Aku tersenyum melihat tingkah Belva yang merasa geli mendengar perkataanku barusan.

"Tapi Bel sebenarnya aku pernah berpegangan tangan dengan kak Erick, waktu itu kejadiannya setelah dari resepsi pernikahan, di kantor sesaat sebelum kak Erick bilang suka. Waktu itu aku secara sadar berpegangan tangan dengannya, meski canggung tapi aku ga menarik tanganku, canggung tapi biasa aja, entahlah aku juga bingung."

"Apa kamu juga suka berpegangan tangan dengan kak Erick, Bel?"

"Iyuhhh... jangan gila Jen, mana mungkin aku berpegangan tangan dengannya, mungkin waktu aku tk, tapi sd aja ga pernah deh kayanya."

"Bel kadang aku takut juga merasa senang dengan perhatian kak Erick, aku takut memanfaatkan kak Erick untuk melupakan kak Kairi."

"Jen, aku percaya kamu ga akan berniat buruk sama Erick. Lagipula aku yakin Erick pasti rela dan senang dimanfaatkan sama kamu, baginya itu kesempatan, jadi jangan terlalu khawatir, kamu bisa memikirkannya pelan-pelan."

"Makasih Bel, sungguh.", Belva tersenyum dan memelukku.

Semester depan aku akan memulai skripsiku, ga ada salahnya aku mulai lebih awal untuk mempersiapkannya. Sambil mendengarkan musik melalui earphoneku, aku berkutat dengan laptop di perpustakaan.

Kak Kairi, sejak kapan dia duduk disitu, berjarak 2 kursi dari tempatku sekarang. Aku mengacuhkannya dan tetap berjalan ke rak buku mencari beberapa buku tambahan. Saat aku kembali ke tempatku kini ia duduk hanya berjarak kursi kosong dariku. Lalu ia menyerahkan selembar kertas untuk aku baca.

"Aku minta maaf Jen. Maaf karena kamu menyukai orang yang tidak layak untuk kamu sukai. Maaf karena sikapku yang menyakiti kamu. Maaf karena kata-kataku yang melukaimu. Maaf untuk waktu yang telah aku sia-siakan. Maaf karena perasaanku ternyata masih belum cukup untukmu."

"Tapi aku yakin sekarang, aku ternyata lebih dari menyukaimu, aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu karena kebodohanku, keegoisanku membuatmu menjauh dariku. Bisakah aku memperbaikinya. Mari kita mulai dari awal, dari perkenalan."

"Hai Jeny, aku Kairi, seseorang yang mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu."

Jujur aku tersentuh dengan isi surat ini, tapi sebagian dari hatiku berkata jangan goyah hanya karena selembar surat. Aku membereskan buku buku yang berserakan di mejaku, laptopku aku masukkan ke dalam tas, lalu bersiap pergi dari tempat itu.

Kak Kairi memegang lenganku dan berkata, "Maafkan aku Jen.".

Aku mengacuhkannya dan pergi menuju parkiran mobil.

Aku menunggu Belva di dalam mobil sambil memegangi surat yang kak Kairi berikan tadi, perasaanku campur aduk membacanya, aku harus bersikap bagaimana?.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!