NovelToon NovelToon
Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05 ( terjebak )

"Apa pak! berangkat ke luar kota? saya belum menyiapkan apapun? saya pikir saya ke sini karena wawancara tahap kedua" ucap Sukma panik sampai sampai dia meminum kopi milik Adven karena gugup.

"Si Surya kebiasaan kalau minta orang datang sering tanpa persiapan" gerutu Adven

‎"Saya tidak punya waktu, ayo cepat pergi, kamu bisa beli pakaian di jalan" ucap Adven meminum kopinya dan menarik tangan Sukma untuk ikut dengannya.

‎"Tapi pak.. saya belum pernah ke luar kota, saya tidak tahu tempat ataupun alamat di sana, saya jadi office girl saja pak" mohon Sukma

‎"Tanda tangani ini" ucap Adven

‎Sukma akan membacanya tapi Adven meminta Sukma langsung menandatangani itu dan mengatakan kalau itu hanya prosedur dari kantor. Sukma yang memang belum pernah bekerja kantoran tidak tahu kalau yang disodorkan Adven adalah kontak kerja miliknya yang isinya sudah pasti mengikat Sukma supaya tidak bisa keluar seenaknya dari kantor itu.

‎"Sudah pak" ucap Sukma memberikan kertas itu pada Adven

‎"Sekarang kamu adalah sekertaris saya, dan tugas kamu akan mengatur jadwal saya dari mulai saya masuk kerja sampai saya pulang kerja" ucap Adven tegas memperlihatkan tulisan di atas kertas yang membuat Sukma kembali terbelalak.

‎"Bapak membohongi saya, bapak bilang itu prosedur kantor" kaget Sukma yang wajahnya sudah mulai pucat

‎"Itu memang prosedur, prosedur untuk karyawan baru di sini, harus menandatangani kontrak, dan kontrak kerja kamu adalah selama lima tahun" jawab Adven tersenyum sinis.

‎"Bapak..."

‎Bruk.

‎"Jangan berdrama!" bentak Adven saat Sukma tiba tiba saja pingsan

‎"Sukma! Sukma Paramitha!" panggilnya tapi Sukma tidak merespon sama sekali.

‎"Shit!"

‎ Adven segera menggendong Sukma saat sadar kalau Sukma benar benar pingsan, dia menidurkannya di sofa dan segera menelpon ayahnya untuk mengatakan kalau hari itu dia tidak bisa pergi karena ada masalah kesehatan, akhirnya Adam yang pergi menggantikan Adven ke luar kota, meskipun Adven merasa kalau Adam mungkin tidak akan bisa mengurus pertemuan itu dengan baik.

‎"CK.. baru hari pertama sudah merepotkan! kalau bukan karena Axel mengincar kamu, aku pasti akan lebih suka kamu jadi pemulung saja di jalanan!" gerutu Adven meminta Surya untuk membawa dokter yang bertugas di perusahaan itu.

"Apa mama menjaga Axel dengan baik, untung semalam aku bilang akan ke luar kota, jadi Axel pasti tidak akan ke sini" gumam Adven membuka kotak kue yang di bawa Sukma kemudian tanpa sadar dia mengambil satu potong dan memakannya.

"Lumayan untuk ukuran pemula" ucap Adven tapi mengambil lagi kue itu tanpa membersihkan tangannya terlebih dahulu, padahal Adven selalu ketat menjaga kebersihan dirinya setiap kali berhadapan dengan orang lain.

‎ Ceklek.

‎"Pak, dokter sudah datang" ucap Surya melirik Sukma yang tak sadarkan diri di atas sofa

‎"Minta dia segera masuk dan memeriksa Sukma" ucap Adven

‎ Dokter masuk, dia mulai memeriksa Sukma dengan tatapan tajam Adven yang membuatnya tidak nyaman, bahkan saat dokter membuka satu kancing kemeja Sukma, Adven langsung protes dengan alasan kalau itu tidak perlu di buka.

‎"Sepertinya nona ini terkejut karena sesuatu dan mungkin dia belum makan" ucap dokter yang sudah memberikan resep untuk di tebus Adven.

‎"Belum makan" gumam Adven

‎"Terima kasih dokter"

‎ Dokter keluar, Adven duduk di kursi miliknya sambil menatap tong sampah berisi kertas keterangan kesehatan milik Sukma. Adven juga sedang membaca riwayat hidup Sukma yang memang tidak diketahui siapapun, hanya info tentang lima tahun ini yang menuliskan kalau dia berkuliah sambil bekerja, setelah lulus dia lebih fokus untuk bekerja di kafe tapi beberapa bulan lalu kedua orang tuanya di tabrak seseorang dan mengalami luka yang cukup serius sampai meninggal dua bulan setelah di rawat.

‎"Tabrak lari, rumah hampir di sita bank, dia hidup menyedihkan selama lima tahun ini tapi dia tetap berdiri" gumam Adven menutup kembali berkas Sukma yang dia buka.

‎ Tok. Tok. Tok

‎"Masuk"

‎"Maaf pak, ini makanan yang bapak pesan" ucap Arifin yang hari itu sudah mulai bekerja menjadi office boy.

‎ Matanya sempat melebar saat melihat Sukma terbaring di sofa, bahkan wajahnya yang pucat membuat Arifin khawatir tapi dia tidak bisa melakukan apapun di depan atasannya.

‎"Kamu boleh pergi" ucap Adven

‎"Baik pak" jawabnya lalu keluar dari sana.

‎ Adven berjalan mendekati Sukma, dia lalu duduk di sofa single yang ada di samping sofa tempat Sukma berada. tatapannya begitu serius sampai sampai dia sadar kalau Sukma sudah membuka matanya dan terduduk.

"Pak"

"Kamu bangun setelah ada makanan, apa kamu sengaja pingsan karena mau membuat saya kehilangan proyek ratusan miliar?" tanya Adven sinis

"Maafkan saya pak, saya benar benar terkejut dan masih tidak percaya kalau saya menandatangani kontrak sebagai sekretaris bapak" ungkap Sukma

"Alasan, saya tahu banyak tentang perempuan yang sering menghalalkan segala cara untuk menarik simpati laki laki, tapi jangan harap saya akan bersimpati pada kamu, cepat makan dan segera bekerja, gara gara Kamu saya jadi batal ke luar kota!" kesal Adven

"Sekali lagi maafkan saya pak, saya makan kue saya saja, ini juga bisa di makan ko dan saya tidak akan pingsan lagi" jawab Sukma yang entah kenapa mendengar Adven menghinanya, dia merasa begitu sedih dan sakit hati.

"Jangan salahkan saya kalau kamu pingsan lagi" ucap Adven tidak peduli dan memilih untuk kembali memeriksa berkas berkas yang kemarin sempat dia tunda.

"Maaf pak, sebelumya yang memegang jadwal bapak siapa?" tanya Sukma yang hanya meminum air mineral saja karena dia tidak akan makan di depan Adven.

Brak.

Adven melempar buku yang sebelumnya di pegang oleh sekretaris lamanya ke depan Sukma yang terperanjat karena terkejut Adven tiba tiba saja melempar buku itu.

"Semuanya ada di sana, jangan lupa tulis nomor telepon kamu karena para klien biasanya akan menelepon kamu terlebih dahulu sebelum membuat janji atau pertemuan" yang cantik Adven

"Baik pak" jawab Sukma

"Tunggu, berikan handphone kamu dan pakai yang ini, nomor ini sudah diketahui banyak klien kita, jadi kamu tidak perlu memakai handphone usang itu" ucap Adven menunjuk handphone Sukma yang layarnya sudah banyak yang retak dan merupakan handphone keluaran lama, bahkan layarnya telah menghitam sebagian.

"Saya akan ambil handphone ini sebagai barang kantor pak, tapi bisakah saya tetap menyimpan handphone saya ini, ini berharga karena..."

"Karena apa?"

"Ini dari cinta pertama saya, itu yang saya ingat tapi saya tidak tahu siapa" jawab Sukma menggenggam handphone itu dengan erat.

"Berikan"

"Tapi pak"

"Berikan!"

1
neni nuraeni
semoga aja Paramitha dan Axel serta Adam slmt ya
Ridwan01: aamiin terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Retensi aman gak Thor?
Erchapram: kalau kenanga dulu bagus ya?
total 5 replies
neni nuraeni
ooh jdi mata"nya si Tsania,,, lah klau gitu mh mnding cerai'n aja dam tu ular,,, lma" jdi benalu dia buat hubungan kmu sma anita
neni nuraeni: gawat dong... mnding lngsung tendang aja thor si Tsania nya
total 3 replies
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni: 👌 thor 😁😁
total 2 replies
neni nuraeni
weeh seruuu euuy
Ridwan01: terima kasih kak🙏
total 1 replies
May Maya
ihhhhh ayah macam apa si Adven ini kok kata2 nya n perlakuan nya kasar padahal Axel masih umur 5 THN n butuh ksih sayang ayah nya
Ridwan01: Adven terlalu dingin karena memendam sesuatu kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
mantaaap lnjuut
neni nuraeni: sama sama
total 2 replies
Hana Rulisti
semalin seru panjut kak 💪💪🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
yaaaa hp nya mulai ada sinyal Sukma pngen tak elus"🤭🤭🤭
neni nuraeni: 😁😁😁 iihhh tatut ah😀😀
total 2 replies
Hana Rulisti
🤣🤣🤣bukan hp itu paramita
Ridwan01: Itu tongkat sakti 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
weeeh mantaaaap
Ridwan01: terima kasih kak🙏
total 1 replies
Erchapram
Safira yang sama ya?
Ridwan01: iya kak.
total 1 replies
neni nuraeni
tuh kan... ayo thooor dlnjut lgi atuh ah sllu deh bikin pnsrn Mulu ah othor mahhh, seruuu ini
neni nuraeni: iya nih ini juga lgi baca yg sblahnya... seruuu bnget thor😁
total 2 replies
Hana Rulisti
lanjut kak
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Baru baca beberapa bab, tapi sudah yakin jika novel ini pasti menarik. Lanjut Thor...
Ridwan01: terima kasih dukungannya kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gmees nya kaliannn,,, lnjut atuh nya thor seruuu
neni nuraeni: d tunggu ka othoortrr😁
total 2 replies
neni nuraeni
siapa ya Sukma itu apa ibu kandungnya Axel kah,,, klau Sukma ibu kndungnya Axel ko bisa ya ga punya ikatan batin,,, kasian axel
Ridwan01: belum bisa di buka sekarang kak, tunggu kelanjutannya 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: sama" thor
total 2 replies
Diana Febbriyanti Rukmana
semangat
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Hana Rulisti
apa sukma ibunya axel ya /Hey/
Ridwan01: bisa ya, bisa tidak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!