NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga puluh tiga

Jackson dan Lunar pergi ke acara pameran di Paris atas undangan Richard yang Jackson temui ketika di Sotheby's Paris, sebuah pelelangan seni mewah yang menampilkan karya seniman terkenal dan koleksi pribadi.

Lunar terlihat sangat cantik memakai gaun koket berwarna tael. Perempuan bermata heterochromia itu menjadi pusat perhatian di pesta dan mendapat banyak pujian dari icon salah satu pusat mode internasional.

Jackson iri karena mayoritas yang memuji Lunar kaum pria. Jackson membenarkan tuxedo hitam yang dikenakannya tak ingin terlihat menyedihkan bersanding dengan Lunar.

Lunar hanya tersenyum ketika disapa kolega bisnis Jackson. Dia tak menyangka, suaminya itu fasih berbahasa Perancis. Entah kenapa Lunar berpikiran jangan-jangan Jackson mempunyai kisah cinta di negara ini. Sama seperti ketika di Jepang, Jackson tak seperti turis dan taunya Jackson pernah menjalin kasih dengan Yumi.

"Danse avec moi," ucap seorang pria yang memakai eye mask mengulurkan tangan pada Lunar mengajak berdansa.

Lunar kikuk tak mengerti. Jackson menatap pria lancang itu dengan tajam.

"Pardon!" pria itu tersenyum canggung lalu pergi.

Musik Jazz Perancis yang smooth dan elegan mengalun. Semua orang berpasangan dan mulai berdansa Tango. Ini pertama kalinya Lunar pesta topeng di Paris.

Jackson dan Lunar berdansa tapi wajah Jackson tetap merenggut. Lunar geli melihat kecemburuan pria itu yang tidak tahu tempat, tapi seperti itulah Jackson. Dia cemburu jika Lunar digoda pria lain tapi Jackson sendiri? Ah, sudahlah.

Kecemburuan Jackson masih awet bahkan ketika mereka beristirahat di hotel. Jackson memunggungi Lunar ketika tidur. Lunar malah bersyukur karena pria itu tidak meminta jatah.

"Kau sungguh mengabaikanku?" Jackson membisik di tengah malam.

Pria itu tak bisa tidur. Lunar pun demikian, begitu mendengar suara Jackson dia membuka mata. Karena tak menjawab, Jackson malah menarik Lunar untuk menghadapnya. Bibir pria itu masih mengerucut lalu mendusel -dusel wajahnya di dada Lunar. Manja sekali si ceo AHP itu.

"Peluk aku, umm! Pengen di puk puk!" ujar Jackson membuat Lunar bergidig.

"Kenapa diam? Kamu sakit, sayang? Sini aku imunisasi biar sembuh!" Jackson terus saja berbicara.

Jackson sudah menanggalkan kaos dan celana panjang. Lunar semakin bergidig melihat tingkah pria itu.

Lunar tak mood menanggapi Jackson. Meski marahan pria itu tak pernah absen nge-cas. Jika sudah seperti ini, Jackson tak lebih seperti bayi besar.

Lunar menggelinjang geli karena deru napas Jackson. Dia menjauhkan kepala Jackson agar tak menyentuh dadanya. Karena tak juga menyingkir, Lunar bangun lalu turun.

"Kau mau ke mana?" Jackson ikut turun.

"Aku akan tidur di sini saja," ujar Lunar merebahkan diri di sofa.

Jackson berdecak. Pria itu mengerang frustasi lalu menjatuhkan diri ke ranjang karena kesal pada Lunar.

"Sepertinya kau sangat ingin berdansa dengan pria itu, bukankah begitu?" tebak Jackson.

Kali ini Lunar yang berdecak. Dia tak terima dengan tuduhan pria itu.

"Bagaimana kalau aku bertanya hal yang sama tuan? Sepertinya kau sangat ingin berdansa dengan Irene ketika party anniversary Tablo!" Lunar tak mau mengalah.

"Irene mengajakku!"

"Kenapa tuan mau?"

"Aish! Aku hanya menghargainya!"

Mereka bersahutan tak mau mengalah. Lunar tak mau meladeni Jackson. Jika dipikir, Jackson sama seperti pria pada umumnya. Kucing mana yang menolak diberi ikan gratisan?

"Aku akan pergi!" Lunar bangun kemudian memakai celana jeans dan blouse pink.

Jackson hanya membisu menatap apa yang dilakukan Lunar. Pikir pria itu Lunar hanya mengancam, lagipula Lunar asing berada di Paris. Jackson masih tahan harga ketika Lunar ke luar dari kamar hotel.

"Kita lihat saja, dalam hitungan detik kau akan kembali lagi padaku!" ucap Jackson.

Satu ... dua ... tiga

Oh, sial!

Jackson tak henti menatap jam di tangan. Ini sudah lebih dari sepuluh menit tapi Lunar tak jua kembali. Dengan cepat pria itu menyusul tapi Lunar tak ditemukan sepanjang lorong hotel.

Jackson kalang kabut. Dengan segera pria itu mendial nomor Lunar, tapi ponsel Lunar tak aktif. Jackson semakin kesal karena kesulitan mencari bantuan, apalagi ke Paris dia hanya pergi berdua dengan Lunar.

Jackson mencoba mencari Lunar di area hotel. Dia sampai mencari Lunar ke Le Bristol Restaurant yang sempat mereka kunjungi, tapi nihil Lunar tak ditemukan. Akhirnya Jackson memberitahu resepsionis sebelum melapor polisi.

Dia harus cepat menemukan Lunar. Selain kuatir pada istrinya, apa yang harus dijelaskan pada polisi. Lunar pergi setelah bertengkar dengannya.

Jackson pun mencari ke luar. Dia memasang awas mata dan telinga dari ramainya orang. Jackson semakin frustasi, pria itu berjalan mengikuti langkah kakinya saja.

"Kamu di mana sih, sayang? Aku sangat kuatir!" desis Jackson dengan mata berkaca-kaca.

Dia tak bisa menghubungi orang lain karena tak ingin gaduh. Jackson terus berjalan sampai melewati Rue du Faubourg Saint-Honore menuju Place de la Concorde sampai akhirnya Jackson sampai di sungai Seine.

Pria itu menarik napas panjang melihat banyak turis di sana. Banyak orang berfoto di kapal pesiar. Bagaimana Jackson bisa menemukan Lunar, banyak jembatan-jembatan ikonik seperti Pont Alexandre III. Jackson pun menanyakan Lunar pada orang random yang ditemuinya.

"Seperti familiar. OMG, bukankah Anda Jackson Adiwangsa?!"

Sial!

Jackson tersenyum canggung karena dia bertanya pada penggemarnya. Jackson pun menerobos kerumunan tak ingin membuat kegaduhan. Karena kehilangan Lunar, Jackson sampai lupa bahwa dirinya seorang icon internasional.

Bayangkan, superstar berjalan-jalan sendiri kebingungan tanpa bodyguard dengan penampilan menyedihkan. Jackson sampai lupa latar belakangnya. Jackson sempat melihat, penggemar itu mencari keberadaan dirinya bahkan memberitahu teman-temannya.

"Oh, Lunar. Aku bersumpah, jika aku berhasil menemukanmu takkan kuampuni!" ancam Jackson.

Pria itu harus menyembunyikan wajahnya agar tak dikenali penggemar. Lantas dia naik ke jembatan mencoba mencari Lunar. Sebenarnya mudah saja mengetahui keberadaan Lunar melalui GPS ponselnya.

Menurut staf hotel, Lunar meninggalkan ponselnya di kamar hotel. Saat ini pria itu memegang dua ponsel. Jackson pun dibuat terkejut karena menerima panggilan internasional dari ponselnya.

"Kakak, apa kau baik-baik saja? Ada apa dengan Lunar?!" Naomi terdengar panik di seberang sana.

Jackson mengernyit. Sebisa mungkin dia menutupi kehilangan Lunar sampai dua puluh empat jam.

"Ya, tapi kau tau dari mana?" Jackson tak paham.

"Aku bisa melihatmu kebingungan di jembatan kakak!"

"Hah?!"

Tuuut!

Panggilan terputus. Jackson menganga menatap ke segala arah. Apa selama ini ada kamera rahasia yang mengintainya? Tapi semua orang terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing.

Jackson semakin kuatir pada Lunar. Karena penasaran dia pun melihat laman media sosial. Jackson terkejut kenapa berita kehilangan Lunar jadi berita utama. Siapa yang membuatnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!