NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

Malam Terakhir Sebelum Keberangkatan - Kamar Utama.

Puncak Asura sunyi senyap. Ribuan murid sedang bermeditasi, mengumpulkan Qi untuk pertempuran esok hari. Angin malam pun seolah menahan napas.

Di atas ranjang batu giok hitam, Shen Yu sedang tidur. Namun, tidurnya tidak tenang.

Alisnya berkerut dalam. Butiran keringat dingin sebesar biji jagung muncul di dahinya. Jantung Iblis di dadanya berdetak dengan irama yang kacau, mengirimkan gelombang panas dan dingin bergantian ke seluruh tubuhnya.

Dia sedang bermimpi.

Di Dalam Mimpi Shen Yu.

Dunia di sekelilingnya gelap gulita. Tidak ada langit, tidak ada tanah. Hanya ketiadaan.

Shen Yu berdiri sendirian. Di tangannya, dia menggenggam Jimat Giok Pelindung yang baru saja diperbaiki oleh Su Ling. Jimat itu bersinar hangat, memancarkan cahaya ungu lembut yang menjadi satu-satunya penerangan di kegelapan itu.

"Hangat..." batin Shen Yu dalam mimpi itu. "Selama cahaya ini ada, aku aman."

Namun tiba-tiba, suara retakan halus terdengar.

Krak.

Shen Yu menunduk. Garis retakan tipis muncul di tengah jimat giok itu.

"Tidak..." Shen Yu mencoba menutup retakan itu dengan tangannya. Dia menyalurkan Qi-nya. "Jangan pecah. Jangan pecah!"

Tapi Qi nya tidak berguna. Retakan itu menyebar seperti jaring laba-laba.

KRETEK... PRAANG!

Jimat itu hancur berkeping-keping di telapak tangannya.

Namun, yang tumpah dari pecahan itu bukanlah serbuk batu, melainkan Darah.

Darah segar yang panas mengalir deras dari pecahan giok, membanjiri tangan Shen Yu, menetes ke kakinya, dan terus mengalir hingga mengubah kegelapan di sekitarnya menjadi lautan darah yang tidak berujung.

Shen Yu mencoba memungut pecahan-pecahan itu, tapi setiap kepingan yang dia sentuh berubah menjadi debu cahaya dan terbang menjauh.

"Shen Yu..."

Suara Su Ling bergema dari segala arah. Suara yang menjauh, seolah dibawa angin badai.

"Hiduplah..."

"SU LING!!" Shen Yu berteriak, mencoba mengejar cahaya itu, tapi kakinya terpaku di lautan darah.

Dunia Nyata.

"TIDAK!"

Shen Yu tersentak bangun. Dia langsung duduk tegak, napasnya memburu.

Hah... Hah... Hah...

Tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin. Jantung Iblisnya berpalu di rusuknya, sakit sekali.

Shen Yu mencengkeram dadanya. Matanya liar menatap sekeliling kamar yang remang-remang.

Aman. Ini kamarnya.

Tangan Shen Yu gemetar saat dia meraba pinggangnya.

Jimat Giok itu masih ada di sana. Utuh. Dingin dan keras. Tidak ada darah.

Shen Yu menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya.

"Mimpi..." gumamnya. "Hanya mimpi."

Namun, perasaan tidak enak itu tidak mau pergi. Rasa sesak di dadanya terasa begitu nyata, seolah-olah takdir sedang berbisik di telinganya: Kau akan kehilangan segalanya.

"Konyol," Shen Yu menggelengkan kepala, mengusap wajahnya yang basah.

"Aku adalah Transformasi Dewa. Mimpiku seharusnya dikendalikan oleh kehendakku. Kenapa aku bermimpi buruk seperti mortal yang lemah?"

"Apakah aku gugup?"

Shen Yu menyeringai sinis pada dirinya sendiri.

"Gugup menghadapi Tian Fa? Tidak mungkin. Aku hanya... terlalu cemas memikirkan keselamatan Su Ling."

Shen Yu menoleh ke samping.

Di sebelahnya, Su Ling berbaring menyamping, memunggunginya. Napasnya teratur dan pelan. Bahunya naik turun dengan irama yang damai. Dia tampak tidur sangat nyenyak.

Shen Yu menatap punggung Su Ling dengan tatapan lembut yang bercampur kekhawatiran.

Dia mengulurkan tangannya, ingin membangunkan Su Ling dan memeluknya, ingin memastikan bahwa wanita itu nyata dan tidak akan hancur menjadi darah seperti di mimpinya.

Tapi tangannya berhenti di udara, hanya beberapa inci dari bahu Su Ling.

"Biarkan dia istirahat," pikir Shen Yu. "Dia sudah lelah memperbaiki jimat dan menggunakan Cermin Bulan. Jangan bebankan ketakutan konyolmu padanya."

Shen Yu menarik tangannya kembali. Dia membaringkan tubuhnya lagi, menatap langit-langit batu, terjaga semalaman dengan mata terbuka, menjaga wanita di sampingnya dari bahaya yang tidak terlihat.

Di Sisi Lain Ranjang.

Su Ling tidak tidur.

Matanya terbuka lebar, menatap dinding kosong. Air mata menggenang di sudut matanya, tapi dia menahannya sekuat tenaga agar napasnya tidak berubah.

Dia merasakan getaran di kasur saat Shen Yu terbangun kaget tadi. Dia mendengar napas panik Shen Yu. Dia merasakan tangan Shen Yu yang berhenti di atas bahunya.

Hatinya hancur berkeping-keping.

"Kau merasakannya, kan, Shen Yu?" batin Su Ling. "Instingmu tahu apa yang akan terjadi."

"Maafkan aku karena harus membohongimu. Maafkan aku karena berpura-pura tidur saat kau ketakutan."

"Jika aku bangun dan memelukmu sekarang, aku takut pertahananku akan runtuh. Aku takut aku akan menangis dan memintamu membatalkan perang ini."

"Tapi kita tidak bisa mundur. Tian Fa tidak akan berhenti memburumu. Satu-satunya cara agar kau selamat adalah jika aku menghancurkan rantai yang mengikatmu... yaitu aku sendiri."

Su Ling menggigit bibir bawahnya sampai berdarah, menahan isak tangis. Dia membiarkan Shen Yu menjaganya dalam diam, menikmati detik-detik terakhir kedekatan mereka sebelum takdir memisahkan mereka selamanya.

Fajar Menyingsing.

Matahari terbit dengan warna merah darah, seolah langit sendiri memberi pertanda buruk.

Suara terompet tulang bergema di seluruh Puncak Asura.

TOOOOOT!

Shen Yu sudah berdiri di balkon, mengenakan jubah perang hitamnya. Wajahnya kembali dingin dan tanpa ekspresi, topeng "Raja Iblis" telah terpasang sempurna. Mimpi buruk semalam telah dia kubur dalam-dalam di sudut hatinya.

Su Ling keluar dari kamar, sudah berpakaian rapi dengan jubah ungu. Wajahnya terlihat segar (berkat sedikit teknik ilusi untuk menutupi mata sembapnya).

"Siap berangkat?" tanya Su Ling, tersenyum cerah.

Shen Yu menatapnya sejenak, mencari tanda-tanda kelemahan. Tidak ada. Su Ling terlihat seperti dewi perang yang siap mendampinginya.

"Ayo," kata Shen Yu.

Mereka berjalan keluar menuju pelataran utama.

Di sana, Kapal Perang Tulang Naga yang raksasa panjangnya tiga ratus meter, terbuat dari kerangka hitam yang memancarkan aura mengerikan sudah melayang di udara.

Ribuan murid elit Sekte Asura berbaris rapi di geladak. Ye Qing, Feng Jiu, dan Cang Wu berdiri di haluan.

"HORMAT PADA PATRIARK! HORMAT PADA WAKIL PATRIARK!"

Teriakan ribuan orang mengguncang gunung.

Shen Yu dan Su Ling melompat naik ke atas kapal.

Shen Yu berdiri di anjungan paling tinggi. Dia menatap ke arah Utara, ke arah Lembah Penyegel Jiwa.

Tangannya tanpa sadar meraba Jimat Giok di pinggangnya.

"Aku akan menghancurkan siapa pun yang mencoba membuat mimpiku menjadi kenyataan," sumpah Shen Yu dalam hati.

"BERANGKAT!" perintah Shen Yu.

BOOM!

Kapal Perang Tulang Naga menderu, membelah awan, memimpin armada kematian menuju medan perang terakhir.

Su Ling berdiri satu langkah di belakang Shen Yu, menatap punggung lebar itu untuk terakhir kalinya dengan tatapan penuh cinta dan perpisahan.

"Selamat tinggal, Cintaku."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!