NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan di Bawah Bintang

Sudah tiga minggu sejak malam hujan itu. Tiga minggu Fira dan Ditya semakin deket. Mereka chatting setiap hari, telpon sebelum tidur, ketemu hampir setiap akhir pekan. Dan Fira semakin nggak bisa bohong sama perasaannya sendiri.

Fira mulai suka dengan Ditya, ia merasa nyaman saat berada di dekatnya. Tapi Fira masih takut buat mengakui itu semua. Takut kalau sekali ia bilang, semuanya bakal berubah. Dan perubahan itu menakutkan.

Hari ini hari Sabtu malam. Fira baru selesai kerja di kafe, tak lama ponselnya berbunyi, sebuah Pesan masuk dari Ditya.

...📩...

Ditya: Fir, kamu sudah pulang belum?

Fira segera membalas pesan itu.

^^^Fira: Aku baru mau pulang nih. Kenapa?^^^

Ditya: Aku jemput kamu ya. Ada tempat yang pengen aku tunjukin ke kamu.

^^^Fira: Tempat apa?^^^

Ditya: Rahasia dong, pokoknya kamu pasti bakalan suka.

Fira tersenyum saat membaca pesan itu. Ditya selalu punya kejutan-kejutan kecil yang membuat hari-harinya menjadi berwarna.

^^^Fira: Oke deh. Aku tunggu.^^^

Lima belas menit kemudian, Ditya sudah nongol di depan kafe pakai motor. Dia turun sambil membawa helm cadangan, tersenyum lebar seperti biasa.

"Siap untuk petualangan malam ini?" tanya Ditya.

"Petualangan? Serius Dit? Kemana sih?"

"Udah, naik aja dulu. Nanti, kamu juga akan tau."

Fira meniki motor Ditya, ia memeluk pinggang Ditya dari belakang. Sudah jadi kebiasaan sekarang, memegang pinggang Ditya sambil bersandar dikit ke punggungnya. Berasa aman, berasa hangat.

Ditya membawa motornya keliling kota Jogja yang malem itu agak sepi. Lewat Malioboro yang masih ramai oleh penjual, lewat Alun- Alun Utara yang lampunya terang benderang, sampai akhirnya mereka sampe di gedung parkir?

"Gedung parkir, Dit? Serius?" tanya Fira merasa bingung ketika mereka berhenti di lantai paling bawah.

"Iya, tapi bukan di sini. Kita naik ke atas. Ayo."

Mereka naik tangga darurat sampai ke lantai paling atas gedung parkir. Lantai yang terbuka, nggak ada atap, langsung keliatan langit malam Yogyakarta.

Dan pemandangannya indah dan cantik banget. Lampu-lampu kota berkelip-kelip di bawah sana, gedung yang tinggi berdiri megah, dan yang paling bikin Fira terpesona adalah langit. Langit malam yang penuh bintang, bersih banget karena malem ini nggak ada awan.

"Wow," gumam Fira sambil melongo melihat pemandangan malam ini.

"Keren kan? Apa kamu suka?" tanya Ditya sambil tersenyum, lalu jalan ke pinggir, bersandar di pagar pembatas. "Aku nemu tempat ini pas lagi iseng jalan-jalan malem. Sepi, viewnya juga bagus, bintangnya keliatan jelas."

Fira ikut berdiri di sebelah Ditya, ia melihat langit yang penuh bintang. Angin malam langsung terasa mengusap wajahnya, suasananya tenang banget.

"Bintangnya cantik, ya" kata Fira pelan.

"Iya. Tapi nggak secantik kamu."

Fira langsung nengok pada Ditya, mukanya terlihat memerah. "Apaan sih, Dit. Gombal banget deh."

Ditya tertawa kecil. "Aku serius, Fir. Kamu terlihat sangat cantik."

Fira nggak tau harus jawab apa. Jantungnya berdetak nggak karuan. Dia balik ngeliatin bintang sambil nyoba nyembunyiin senyum nya.

Keheningan sebentar. Cuma suara angin sama suara kota di bawah sana yang terdengar samar samar.

"Fira," panggil Ditya pelan.

"Hm?"

"Ada yang pengen aku bicarakan sama kamu."

Nada suara Ditya menjadi serius. Fira nengok ke dia, ngeliat Ditya yang lagi melihat langit dengan tatapan berat begitu. Seperti ada sesuatu yang lagi dia pendam.

"Ngomong apa?"

Ditya menarik nafas dalem-dalem, tangannya menggenggam pagar pembatas erat-erat.

"Kita kan udah cukup kenal, sering menghabiskan waktu bersama. Gimana, kalo kita HTS-an. Kamu setuju gak?"

Jantung Fira berhenti sedetik.

"Apa?"

"Aku takut untuk memulai pacaran lagi, takut jika di antara kita ada yang menyakiti, atau tersakiti lagi. Itu sebabnya, aku mengajak kamu untuk menjalin HTS."

Fira nggak bisa ngomong. Otaknya blank. Dia cuma bisa melihat Ditya yang masih menatap langit, nggak berani menatap mata Fira.

"Tapi kan, HTS itu... Hubungan Tanpa Status, Dit."

Ditya tersenyum tipis, senyum sedih.

"Iya, aku juga tau. Itu sebabnya aku mengajak kamu untuk menjalin HTS. Dan jangan sampai pakai hati, karena aku nggak mau akhirnya kita malah saling menyakiti dan membuat kecewa," jelas Ditya, yang sebenarnya dia memang sudah suka dengan Fira.

"Tapi, kenapa harus aku yang kamu ajak HTS?" tanya Fira pelan.

Ditya menatap Fira sekilas, lalu ia kembali menatap langit yang penuh bintang.

"Karena... karena aku sudah nyaman sama kamu, Fira. Mungkin sekarang kita cuma HTS, tapi mungkin juga, suatu saat nanti kita bisa resmi pacaran. Gimana, apa kamu setuju?"

Fira terdiam sebentar, ia berusaha memikirkan apa yang di katakan Ditya barusan.

"Ehm, baiklah. Aku setuju, lagian aku juga masih takut untuk pacaran lagi," jawab Fira akhirnya.

Ditya tersenyum senang, "Jadi... kita sekarang HTS-an, nih?"

Fira tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan.

"Tapi ingat ya, Fir. Jangan sampai pakai hati, karena aku gak mau ada yang terluka lagi."

"Iya, aku juga nggak mau sakit hati lagi."

Suasana menjadi hening, tak ada obrolan lagi di antara mereka. Hingga tak lama, Ditya kembali berbicara.

"Fira, sebenarnya ada hal lain lagi yang belum kamu tau."

Fira menoleh, "Hal apa, Dit?"

"Sebenarnya, aku sudah suka sama kamu, bahkan aku selalu stalking akun instagram kamu, dan itu sudah sejak lama. Tapi aku nggak berani untuk mengatakannya, apalagi aku takut untuk pacaran lagi. Tapi setelah kita ada status kaya gini, ya... meskipun cuma HTS sih. Aku baru berani bilang sekarang."

Fira merasa kaget dengan pengakuan Ditya, yang mana ia telah stalking akun instagramnya sejak lama.

"Tapi... sejak kapan kamu mulai suka dan sering stalking akun instagram aku?"

"Sejak pertama kali aku melihat kamu di kafe itu. Bahkan, waktu kamu masih bersama Anggara."

Fira tersentak. "A-apa maksudnya?"

Ditya akhirnya nengok ke Fira, matanya mulai berkaca-kaca.

"Aku tau kamu, dan mencoba stalking Instagram kamu setelah pertama kali kita ketemu. Dan aku melihat foto-foto kamu sama cowok lain. Aku tau waktu itu kamu masih punya pacar. Tapi entah kenapa... aku malah semakin tertarik dan suka sama kamu Fir."

Air mata Fira mulai berkumpul. "Dit."

"Waktu itu aku cuma bisa diam aja. Cuma bisa liat dari jauh. Soalnya aku tau, kamu udah punya orang lain. Aku nggak berhak ganggu kebahagiaan kamu."

"Tapi, kenapa kamu baru bilang sekarang?"

"Soalnya, sekarang kamu sudah nggak sama dia lagi. Aku melihat kamu sakit, Fir. Kamu sedih, dan aku pengen jadi orang yang membuat kamu tersenyum lagi. Aku pengen ada buat kamu."

Fira nggak bisa nahan air matanya lagi. Netes jatuh begitu aja. Adit langsung panik, ngusap air mata Fira pake jempol nya.

"Eh, Fir. Jangan nangis dong. Aku nggak bermaksud membuat kamu nangis."

"Aku nangis bukan karena sedih, Dit," isak Fira sambil senyum di antara air mata. "Aku nangis karena aku nggak nyangka ada orang yang perhatian banget sama aku. Yang mau menunggu dan sabar banget."

Ditya tersenyum lembut, lalu mengusap air mata Fira pelan.

"Aku suka sama kamu. Dan aku tau, kamu masih punya luka. Makanya aku mau kita HTS aja dulu, biar kamu juga bisa sembuh dulu dari luka itu."

"Tapi..."

"Aku cuma pengen kamu tau, Fir. Aku pengen kamu tau, kalau masih ada orang yang peduli dan bakal nemenin kamu. Yang nggak akan pergi ninggalin kamu, seperti dia yang udah ninggalin kamu gitu aja"

Fira menutup mulutnya pake tangan, nangis makin kenceng. Semua kata kata Adit nusuk dalem banget ke hatinya.

"Ditya, aku..."

"Aku cuma pengen kamu tau itu aja, Fir"

Fira melihat Ditya lama. Mata coklatnya yang berkaca-kaca, senyumnya yang lembut meski keliatan dia lagi nahan sedih. Ditya beneran suka dan peduli sama dia.

"Ditya, makasih untuk perhatian dan rasa peduli kamu," bisik Fira pelan.

"Aku kan udah bilang, aku bakal terus ada buat kamu. Dan kamu jangan merasa sendirian lagi, kapan pun kamu butuh, aku bakal selalu ada kok. Meskipun kita cuma HTS, tapi kamu sangat berarti buat aku."

"Tapi... kalo di antara kita ada yang jatuh hati, gimana?"

Ditya tersenyum tipis, "Aku sih nggak masalah, cuman kalo bisa jangan sampai jatuh hati, aku nggak mau kalo akhirnya kita malah jadi orang asing karena sakit hati dan kecewa."

Fira nggak bisa nahan lagi, dia memeluk Ditya erat-erat sambil menangis di dadanya. Ditya membalas pelukan itu, sambil mengelus rambut Fira pelan.

"Maafkan aku, Dit. Maafkan aku yang selalu merepotkan kamu. Bahkan kamu rela hujan-hujanan, demi jemput aku pulang kerja."

"Nggak apa-apa, Fir. Itu kan kemauan aku sendiri, sudah jangan nangis lagi."

Mereka berdiri, dan masih berpelukan di bawah langit yang penuh bintang. Angin malam membawa aroma kota, suara kota di bawah sana jadi musik latar yang menenangkan.

Dan Fira merasakan sesuatu yang sudah lama nggak dia rasakan, ia merasa di hargai, di lindungi, bahkan ia merasa seperti mempunyai rumah untuk pulang.

***

Malem itu Ditya mengantarkan Fira pulang dalam diam. Nggak banyak ngomong, cuma sesekali tersenyum tipis. Fira juga diem, kepalanya penuh dengan kata-kata Ditya tadi.

"Aku suka sama kamu, Fir. Dan itu sudah lama."

"Sejak kamu masih sama Anggara."

Semua kata-kata itu terus berputar di kepalanya, hingga membuat dadanya sesak tapi terasa begitu hangat.

Sampai di kost, Fira turun dari motor sambil mengembalikan helm.

"Makasih ya, Dit. Makasih buat semuanya."

"Sama-sama Fir. Istirahat yang cukup ya," ucap Ditya sambil tersenyum manis.

Tapi sebelum Fira masuk, Fira nengok ke belakang.

"Dit."

"Iya?"

"Jadi, sekarang kita HTS-an ya?"

Ditya tersenyum lebar. "Iya, sekarang kita punya status. Tapi... status HTS," ucap Ditya sambil tersenyum kikuk

Fira tersenyum sambil mengangguk pelan, lalu ia masuk ke dalam kost.

Saat di dalam kamar, ia rebahan di kasur sambil melihat langit-langit. Hatinya nggak karuan, Fira merasa senang, bingung, takut, bahagia, semuanya menjadi satu.

Fira membuka ponselnya, lalu ia melihat chat terakhir bersama Ditya.

"Tidur yang nyenyak ya, Fir. Semoga mimpi indah."

Fira tersenyum saat membaca itu, Fira menaruh ponselnya di dada, lalu menutup mata sambil tersenyum. Tapi di balik senyum itu, ada rasa takut yang masih menghantui Fira.

Takut kalau Fira salah pilih lagi, takut jika Ditya ternyata sama seperti Anggara. Dan Fira takut, kalau ia nggak bakal kuat jika harus patah hati untuk yang kedua kalinya.

Dan malam itu, Fira tidur dengan hati yang penuh pertanyaan. Sementara Ditya, yang kini berada di apartemennya. Ditya duduk sendirian sambil melihat ponselnya.

Ditya membuka folder hidden, foto-foto Jessica yang masih tersimpan rapi di sana. Tapi kali ini, Ditya mengambil keputusan.

Ditya menghapus satu-persatu foto itu, meskipun terasa berat. Karena Ditya tau, ia harus bisa mengikhlaskan Jessica, jika ia memang mau bener-bener dekat dengan Fira.

"Maafkan gue, Jess," bisiknya sambil menghapus foto terakhir. "Gue harus move on, dan gue harus mencoba bahagia tanpa bayang-bayang lo lagi"

Sekarang, folder itu terlihat kosong, dan Ditya merasa sedih, tapi ia juga merasa lega. Sekarang tinggal menjalani hari-harinya bersama Fira, dengan status yang baru, hubungan baru, meskipun hubungan itu hanya sekedar HTS.

1
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
checangel_
Jika begitu, Ta'aruf aja gimana?😇, jika pacaran membuatmu tersakiti, jangan ambil langkah yang bergelar HTS itu ya, Ditya🤝
checangel_: Coba di bisikin 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!