Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Hari yang ditunggu pun tiba juga. Selama dua hari, Alceena sudah berada di rumah sakit. Sebab, empat puluh jam sebelum proses inseminasi dilakukan, dokter harus menyuntikkan hormon untuk memicu ovulasi atau pecahnya sel telur.
Dan kini Alceena masih berbaring di ruang rawat VIP tiga. Menunggu perawat menjemput karena saat ini pendonor masih dalam proses pengeluaran cairan.
Sementara itu, Dariush sedang berjuang seorang diri di dalam kamar mandi ruang rawat Amartha yang masih di rumah sakit, karena kondisi ketiga keponakannya belum stabil.
Dariush segera menampung cairan putih kentalnya ke dalam tabung kecil lagi. Menatap puas benda itu karena yang keluar lebih banyak dari sebelumnya.
“Kalian harus jadi pejuang yang tangguh, hamili wanitaku dan buat Alceena bertekuk lutut padaku.” Dariush berbicara dengan bibit kehidupannya seolah memberikan wejangan pada calon anak-anaknya.
Dariush segera keluar dari kamar mandi. Dan langsung disambut gelak tawa oleh Delavar.
“Cara menghamili wanitamu lucu juga, bisa mengandung tanpa disentuh,” kelakar Delavar diiringi tawa mengejek.
“Lebih lucu lagi karena dia hamil tapi masih virgin,” tambah Dariush.
Membuat Delavar semakin tertawa terbahak-bahak. “Konyol, tidak mungkin wanita seseksi Alceena belum pernah melakukan hubungan badan dengan seorang pria.”
Dariush berdecak karena Alceena diremehkan. “Tentu saja mungkin, karena pasti aku gagalkan setiap ada kekasihnya atau pria yang ingin melakukan hal intim dengannya.” Dia mengulas senyum licik diiringi sentakan alis ke atas. “Aku harus menjadi yang pertama untuknya.”
“Dasar licik,” ejek Delavar yang tak habis pikir dengan kembarannya yang selalu melancarkan segala cara tak normal demi mendapatkan Alceena.
“Aku mau menghamili Alceena dulu, bye!” Dariush berpamitan seraya memperlihatkan tabung kecil berisi cairan putih.
Delavar mengibaskan tangan. “Pergilah, aku ingin lihat berapa banyak anak yang akan kau cetak dari bibit kehidupanmu.”
Dariush pun keluar dan menuju ruangan Dokter Hillary. “Ini cairan berhargaku, Dok. Pastikan prosesnya berhasil agar tak perlu mengulangi lagi,” pintanya seraya memberikan tabung.
“Bukan saya yang bisa mengendalikan berhasil atau tidaknya proses inseminasi buatan ini, tapi Tuhan. Saya hanya membantu saja, tapi tetap semua adalah kuasa Sang Pencipta.” Dokter Hillary menerima cairan itu seraya memberikan pencerahan.
“Maksudku, lakukan yang terbaik.”
Dokter Hillary mengulas senyumnya. Dia membawa cairan Dariush untuk dilakukan proses reparasi spermatozoa atau dipilih sel yang berkualitas baik dengan gerakan serta morfologi yang bagus. Itulah yang nanti akan dimasukkan ke dalam saluran reproduksi Alceena.
Dariush sedari tadi mengekori Dokter Hillary terus, membuat tak nyaman. “Anda tidak ingin keluar, Tuan? Nona Alceena sebentar lagi datang ke sini untuk mulai dilakukan inseminasi. Nanti Anda bisa ketahuan jika mendonorkan cairan.” Dia mengusir salah satu anak Tuan Dominique itu dengan cara yang sopan dan halus.
Dariush segera keluar dari sana. Rencana ini harus berhasil agar dia memiliki ikatan dengan Alceena. Dan anak kedua Dominique itu segera bersembunyi saat melihat wanitanya berjalan menuju ruangan Dokter Hillary.
“Aku penasaran, ingin tahu bagaimana prosesnya, tapi pasti ketahuan,” gumam Dariush. Dia pun memilih untuk menunggu saja di depan pintu.
Sementara itu, di dalam ruangan Dokter Hillary, Alceena sudah berbaring dengan kedua kaki yang terbuka. Siap menerima sumbangan cairan kehidupan dari pria misterius yang dia tak tahu siapa.
“Sudah siap, Nona? Relax saja saat alatnya masuk,” ucap Dokter Hillary yang sudah memindahkan cairan milik Dariush ke suntikan khusus yang terdapat selang kecil di ujungnya.
“Dari tadi aku sudah tenang, Dok,” balas Alceena. Memang dia tak terlihat gugup atau takut sedikit pun. Wajahnya nampak biasa saja dan penuh keyakinan bahwa jalan ini adalah yang terbaik.
“Saya mulai masukkan alatnya, Nona.”
...*****...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya bestie....
...Ada-ada aja kelakuan orang kaya, hamil tapi masih perawan wkwkwk....
...Tuh cobain kalo mau punya anak tapi gamau punya pasangan, palingan tetangga tetep nyinyir dikira zina....