NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 AKHIRNYA.

Sore hari setelah pulang dari kampus, Khay benar-benar pergi ke mall.

Langkahnya terasa berat saat memasuki salah satu toko pakaian dalam. Ia berdiri di depan pintu beberapa detik, sebelum akhirnya memberanikan diri masuk.

Di dalam, berbagai pakaian malam tergantung rapi. Dari yang sederhana… sampai yang sangat berani.

Khay menelan ludah “Ya ampun… ini beneran harus dipakai?” gumamnya pelan.

Seorang penjaga toko menghampirinya. “Mau cari yang seperti apa, kak?”

Khay langsung gugup. “E-eh… anu… yang biasa aja…”

Namun matanya justru tertuju pada salah satu gaun tidur berwarna merah lembut, dengan bahan tipis yang terlihat elegan.

Tangannya perlahan meraih pakaian itu “Ini cantik sekali…” bisiknya.

Tanpa sadar, bayangan Revan muncul di pikirannya. Bagaimana pria itu akan melihatnya… bagaimana reaksinya…

Wajah Khay langsung memerah “Aku sudah bulat…” gumamnya pelan. “Aku ingin menjadi milik mas Revan sepenuhnya…”

Akhirnya, ia membeli pakaian itu Malam hari. Khay sudah berada di rumah. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap bungkusan di tangannya Jantungnya berdegup tidak karuan.

Tangannya perlahan membuka bungkusan itu, lalu mengeluarkan pakaian yang tadi ia beli Ia berdiri di depan cermin.

“Ini… terlalu berani nggak ya?” gumamnya.

Namun setelah beberapa detik, ia menarik napas dalam-dalam “Tidak. Aku harus berani.”

Khay kemudian mengenakan pakaian itu. Saat melihat pantulan dirinya di cermin, ia sendiri terkejut Ia terlihat… berbeda. Lebih dewasa. Lebih… menarik.

Pipinya kembali memerah.

Tak lama kemudian, suara pintu terbuka terdengar.

Revan pulang.

Khay langsung panik. Ia buru-buru duduk di ranjang, berusaha menenangkan dirinya Langkah kaki Revan semakin mendekat.

Pintu kamar terbuka.

Revan masuk sambil melepas jasnya. Namun langkahnya langsung terhenti saat melihat Khay. Tatapannya membeku Untuk beberapa detik, tidak ada suara.

“Baby…” ucapnya pelan.

Khay menunduk, tidak berani menatap. “Mas… pulang cepat ya…”

Kalimat itu terdengar canggung Revan perlahan mendekat. Matanya tidak lepas dari Khay.

“Kamu…” suaranya sedikit berat. “Kenapa kamu seperti ini?”

Khay menggenggam ujung pakaiannya. “Aku… cuma…”

Ia tidak sanggup melanjutkan.

Revan kini sudah berdiri tepat di depannya. Tangannya perlahan mengangkat dagu Khay “Lihat aku.”

Dengan ragu, Khay menatap Revan Ada sesuatu yang berbeda di mata pria itu. Bukan hanya lembut… tapi juga dalam.

“Kamu yakin?” tanya Revan pelan.

Khay menelan ludah, lalu mengangguk kecil. “Aku… ingin menjadi milik mas sepenuhnya.”

Revan terdiam sejenak Lalu… ia tersenyum tipis.

Tangannya mengusap pipi Khay dengan lembut.

“Kamu tidak perlu memaksakan diri.”

“Aku tidak memaksa,” jawab Khay cepat. “Aku mau… karena aku percaya sama mas.”

Kalimat itu membuat Revan menarik napas dalam.

Ia lalu memeluk Khay dengan erat “Terima kasih sudah percaya padaku,” bisiknya.

Khay membalas pelukan itu. Jantungnya masih berdegup kencang, tapi kini terasa lebih tenang.

Revan mulai melancarkan aksinya, mencium bibir khay hingga melepaskan pakaian khay secara perlahan.

Keduanya kini sudah tak memakai sehelai pakaian pun. Revan berada di atas khay dan....

“Auh… sakit, Mas…” lirih Khay dengan napas yang sedikit tertahan.

Revan langsung menghentikan gerakannya sejenak. Wajahnya berubah penuh kekhawatiran. “Maaf… aku akan lebih berhati-hati lagi,” ucapnya lembut.

Tangannya mengusap lengan Khay dengan penuh perhatian, berusaha menenangkan. Ia tidak ingin momen itu berubah menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi istrinya.

Dengan kesabaran, Revan melanjutkan dengan lebih pelan. Ia menyesuaikan diri, memastikan Khay merasa nyaman. Tidak ada paksaan, hanya kehangatan dan kehati-hatian.

Perlahan, ketegangan yang sempat terasa mulai mencair. Khay tidak lagi menahan diri seperti sebelumnya. Ia justru mulai mengikuti, membiarkan dirinya tenggelam dalam kedekatan yang baru pertama kali ia rasakan.

Revan tetap menjaga ritme yang lembut. Baginya, ini bukan sekadar hasrat, tapi tentang bagaimana ia menjaga dan menghargai wanita yang kini menjadi miliknya.

" Aaahhhh.... "

" Aahhh.. bersama baby " Keduanya mencapai puncak bersama.

“Terima kasih, baby…” bisiknya pelan, lalu mengecup kening Khay dengan penuh kasih.

Khay mengangguk lemah. Tangannya melingkar di tubuh Revan, memeluknya hangat. Rasa canggung yang tadi ada perlahan berganti menjadi kenyamanan.

Malam itu menjadi awal dari hubungan yang lebih dalam di antara mereka.

PAGI HARI.

Revan sudah bangun lebih dulu. Ia duduk di tepi ranjang, menatap Khay yang masih terlelap. Wajahnya terlihat tenang, meski semalam sempat menahan rasa tidak nyaman.

Revan menghela napas pelan. Ia kemudian bangkit dan keluar kamar sebentar. Ia meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkan obat pereda nyeri, karena ia tahu Khay pasti masih merasakannya.

Tak lama, ia kembali ke kamar “Morning, baby…” ucap Revan lembut sambil duduk di samping Khay.

Khay perlahan membuka matanya. “Mas… sudah bangun?”

“Eum…” jawab Revan singkat, lalu mendekat untuk mencium Khay.

Namun dengan cepat Khay menahan dada Revan.

“Jangan dulu,” protesnya pelan. “Pinggangku masih sakit dan area sensitifku masih perih… jangan macam-macam.” ucap khay malu-malu.

Revan terkekeh kecil. “Sepertinya aku bisa jadi candu ya buat kamu.”

Khay langsung menatapnya tajam, tapi pipinya merona. “Candu sih… tapi Mas itu… lama banget,” gumamnya jujur tanpa sadar.

Revan mengangkat alis, terlihat sedikit terkejut tapi juga geli. “Oh ya?”

“Iya,” lanjut Khay sambil mengerucutkan bibir. “Aku capek tau…”

Revan tertawa pelan, lalu menarik tangan Khay dan menciumnya. “Nanti aku belajar lebih baik lagi.”

“Belajar apaan sih…” Khay memalingkan wajahnya, malu sendiri dengan ucapannya.

Namun beberapa detik kemudian, ia kembali menatap Revan dengan wajah curiga.

“Tapi Mas…”

“Hmm?”

Khay menyipitkan mata. “Mas ini kenapa dari pagi udah senyum-senyum aneh?”

Revan mendekatkan wajahnya. “Karena aku bahagia.”

“Bahagia?”

“Iya,” jawab Revan tulus. “Karena sekarang kamu benar-benar milikku… sepenuhnya.” Ucapan itu membuat Khay terdiam. Hatinya kembali berdebar, tapi kali ini bukan karena gugup melainkan karena perasaan hangat yang sulit dijelaskan.

Ia menunduk, lalu berbisik pelan, “Aku juga…”

Revan tersenyum, lalu mengusap kepala Khay dengan lembut. “Sekarang kamu istirahat saja dulu. Hari ini jangan banyak aktivitas.”

“Emang aku boleh nggak ke kampus?” tanya Khay.

Revan menggeleng tegas. “Nggak. Aku nggak mau kamu memaksakan diri.”

Khay menghela napas, tapi tidak membantah. “Yaudah… tapi Mas jangan lama-lama di kantor.”

Revan tersenyum. “Siap, Nyonya.”

Khay mendengus kecil, tapi tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Pagi itu terasa berbeda.

Bukan hanya karena rasa lelah yang tersisa… tapi juga karena hubungan mereka yang kini semakin dekat bukan sekadar suami istri di atas kertas, melainkan dua hati yang mulai benar-benar menyatu.

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bos mah bebas ya😅😅😅
Richard
Hidup khay sudah sempurna apa lagi ada revan. semakin sempurna hidup khay
Richard
Revan kamu manis sekali 😍
Richard
Pelan pelan aja Revan lambat laun khay pasti akan jatuh hati kepadamu💪
Richard
Enak ya kalo punya keluarga seperti keluarga khay 🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
so sweet 🥰🥰🥰
erma irsyad
awas ta kamu ulat bulu,jgn samapu ya kamu ngada2 pernah tidur sm revan,apalgi ngku2 pernah punya ank sm revan,q santet online kamu🤣
Richard
padahal aku menunggu malam pertama kalian
Richard
Aaahhhh meleyottt aku mendengar " Asal kau bahagia " ,🥰🥰🥰🥰🥰
Richard
Alhamdulillah kalian sudah sah. gak sabar nunggu malam pertamanya🤣🤣
Richard
Apapun yang menjadi keputusan khay dan Revan. aku harap kalian bisa happy ending 😍💪
Richard
Lihatlah romi mantanmu ini begitu mempesona. putus darimu malah dapat laki-laki tampan dan juga mapan. aku yakin kamu menyesal sudah putus dari khay🧐
Richard
Anak gadis ayah manja ya 😄
Richard
Ikut nyimak
Drama Queen
dih kepedean
Drama Queen
nah loh siapa ini?
Drama Queen
sweet banget revan😍
erma irsyad
dtunggu kelanjutanya
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
ayo Khay,puaskan suamimu..pe la kor diluar sana tuh serem serem loh😅😅
Drama Queen
Lanjut kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!