NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - SINGGASANA BEKU DAN WASIAT SANG DEWA REMBULAN

Cahaya putih yang memancar dari tubuh Kaelan perlahan meredup, menyisakan ketenangan yang mengerikan di dalam gua bawah tanah tersebut. Kaelan tidak langsung melesat naik ke permukaan. Indra "Domain Kesunyian" miliknya, yang kini telah berevolusi menjadi "Indra Semesta Es", menangkap sebuah resonansi frekuensi rendah yang tidak berasal dari alam. Di balik dinding kristal tempat mata air "Air Mata Nadi Bumi" mengalir, ada sebuah detak jantung mekanis yang sangat lambat—sebuah segel energi yang telah bertahan selama ribuan tahun.

"Masih ada sesuatu di bawah sini..." bisik Kaelan. Suaranya bergema, memantul di dinding-dinding gua yang kini dipenuhi embun beku akibat kehadirannya.

Kaelan berjalan mendekati dinding gua yang tampak polos. Ia tidak memukulnya dengan kekuatan fisik. Sebaliknya, ia menempelkan telapak tangannya yang seputih porselen ke permukaan batu. Ia menyuntikkan Qi es murni dengan frekuensi yang sama dengan getaran dinding tersebut.

Krak!

Dinding batu itu tidak hancur, melainkan mencair seperti es yang terkena panas, menyingkapkan sebuah lorong rahasia yang terbuat dari logam perak purba. Lorong itu dipenuhi dengan ukiran-ukiran kuno yang menceritakan sejarah Klan Rembulan sebelum mereka dikhianati oleh Aliansi Langit Merah. Kaelan melangkah masuk, setiap jejak kakinya meninggalkan bunga es yang mekar di atas lantai perak.

Di ujung lorong, Kaelan sampai di sebuah aula bundar yang sangat luas. Di tengahnya, berdiri sebuah patung raksasa seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Kaelan, namun dengan aura yang jauh lebih agung. Patung itu duduk di atas singgasana yang terbuat dari kristal hitam transparan. Di pangkuan patung tersebut, tergeletak sebuah kotak kayu hitam yang tidak membusuk oleh waktu, dan di sampingnya bersandar sebuah senjata yang memancarkan aura kematian yang murni: "Pedang Eksekusi Rembulan: Slasher".

"Harta karun leluhur..." Kaelan mendekat dengan rasa hormat yang muncul secara insting dari darahnya.

Saat tangannya menyentuh kotak kayu tersebut, sebuah proyeksi cahaya (spirit) muncul dari singgasana. Sosok itu adalah bayangan dari Sang Dewa Rembulan pertama. Sosok itu menatap Kaelan dengan mata yang bijaksana. "Akhirnya, seorang pewaris dengan darah yang cukup murni telah tiba. Kau telah melewati neraka untuk sampai di sini, Nak."

"Aku tidak butuh pujian," sahut Kaelan datar. "Aku butuh kekuatan untuk menghancurkan mereka yang mencuri hidupku."

"Kekuatan ada di tanganmu, tapi kebijaksanaan ada di dalam kotak ini," roh itu menunjuk ke kotak kayu. "Di dalamnya tersimpan 'Kitab Sembilan Gerhana', teknik bela diri tingkat dewa yang akan menyempurnakan Qi es hitammu. Dan pedang itu... Slasher... ia tidak memotong daging, ia memotong takdir dan hubungan energi. Dengan pedang itu, kau bisa memutuskan rantai Nadi Bumi yang mengikat ibumu selamanya tanpa membunuhnya."

Kaelan membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat lembaran-lembaran kulit tipis yang bercahaya. Saat Kaelan menyentuhnya, informasi di dalam kitab itu seolah-olah mengalir langsung ke dalam otaknya, menyatu dengan ingatan dan tekniknya. Ia merasakan pemahamannya tentang manipulasi ruang dan waktu es meningkat sepuluh kali lipat.

Lalu, ia beralih ke pedang "Slasher". Pedang itu tidak memiliki bilah logam konvensional; ia tampak seperti seberkas cahaya hitam yang dipadatkan dalam bentuk pedang lurus. Saat Kaelan menggenggam gagangnya, pedang itu bergetar hebat, mengeluarkan suara tangisan ribuan jiwa yang telah dieksekusi olehnya di masa lalu.

"Kau... adalah milikku sekarang," ucap Kaelan dengan otoritas yang mutlak.

Pedang Slasher berhenti bergetar dan mengeluarkan aura dingin yang menyatu dengan Qi Kaelan. Sekarang, Kaelan bukan lagi hanya seorang pembunuh dengan belati kecil. Ia adalah Sang Eksekutor Rembulan yang memegang senjata paling mematikan di dunia persilatan.

Namun, pengambilan harta karun ini memicu mekanisme pertahanan terakhir gua. Seluruh aula mulai runtuh, dan tekanan air dari Nadi Bumi mulai membanjiri lorong.

"Waktumu di bawah sini sudah habis, Kaelan!" roh leluhur itu menghilang sambil tersenyum. "Pergilah! Tunjukkan pada dunia bahwa Rembulan tidak pernah benar-benar padam!"

Kaelan menyimpan Kitab Sembilan Gerhana di balik jubahnya dan menyarungkan Slasher di punggungnya. Ia tidak panik melihat air yang membanjiri ruangan. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh energi baru dari kultivasinya.

Teknik Sembilan Gerhana - Gerhana Pertama: Pemecah Cakrawala.

Kaelan melompat lurus ke atas. Dengan satu ayunan tangan yang dialiri Qi pedang Slasher, ia membelah lapisan tanah dan batu setebal ratusan meter di atasnya seolah-olah itu hanyalah air. Ledakan energi perak dan hitam membelah Jurang Tak Berdasar, menciptakan jalur cahaya yang menembus hingga ke langit malam.

Di permukaan, para penduduk Kota Takhta Langit yang sedang dalam masa pemulihan akibat ledakan sebelumnya, terkejut melihat sebuah pilar cahaya raksasa muncul dari jurang. Dari dalam cahaya itu, Kaelan melesat keluar, mendarat di puncak menara tertinggi yang masih berdiri.

Rambut putihnya berkibar ditiup angin kencang, dan pedang hitam di punggungnya memancarkan aura yang membuat setiap prajurit Aliansi di radius satu mil merasa jantung mereka seolah-olah membeku.

"Aku kembali," bisik Kaelan, matanya menatap tajam ke arah sisa-sisa Istana Rembulan Abadi tempat Aristhos bersembunyi. "Dan kali ini, tidak akan ada tempat untuk bersembunyi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!