NovelToon NovelToon
Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cut founna

"Aku bukan di sini untuk menyelamatkan nyawamu. Aku di sini untuk memastikan kematianmu tidak jatuh ke tangan yang salah."

Kenzi hanyalah pengawal misterius dengan tatapan sedingin es yang disewa untuk melindungi Alana, pewaris tunggal yang penuh musuh. Namun, di balik seragamnya, Kenzi adalah "eksistensi terlarang" ---seorang pembunuh bayaran tingkat tinggi dengan misi rahasia untuk menghancurkan keluarga Alana..

Saat konspirasi mulai terkuak, Kenzi terjebak dalam pilihan sulit: Menyelesaikan misi mautya atau mengkhianati takdir demi melindungi wanita yang mulai dicintainya.

Ketika pelindungmu adalah ancaman terbesarmu, masihkah ada jalan keluar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut founna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Demonstrasi Anarkis

## **Bab 29: Demonstrasi Anarkis**

Suara gerbang besi yang dihantam massa terdengar seperti lonceng kematian yang bergema di seluruh halaman kediaman Wijaya. Ribuan orang—mantan karyawan yang kehilangan pesangon, kreditur yang panik, dan massa anarkis yang memanfaatkan kekacauan—telah mengepung tempat itu. Mereka tidak lagi datang untuk meminta keadilan; mereka datang untuk mencari pelampiasan.

Kenzi berdiri di balik pilar marmer ruang tamu, memegang *tactical handgun* miliknya dengan posisi siap. Matanya terus memindai kamera keamanan yang tersisa melalui tablet di lengannya.

"Kenzi... mereka akan membunuh kita," Alana berbisik di belakangnya. Gadis itu gemetar, tangannya mencengkeram erat jaket taktis Kenzi. Ilusi tentang kehidupan mewahnya telah hancur total dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

"Secara statistik, massa yang tidak terorganisir memiliki pola serangan yang acak namun brutal. Tetap di belakang saya, Alana. Jangan lepaskan peganganmu," perintah Kenzi, suaranya tetap sedatar biasanya meski situasi di luar berada di ambang ledakan.

---

*Brak!*

Pintu kayu jati besar di bagian depan akhirnya menyerah. Massa merangsek masuk, membawa spanduk yang kini robek dan batang-batang kayu. Batu-batu mulai beterbangan, memecahkan kaca jendela kristal yang harganya bisa memberi makan satu desa selama setahun.

"Mana Wijaya?! Keluar kau, pencuri!" teriak seorang pria bertubuh besar di barisan depan.

Kenzi melangkah maju, menghalangi jalan mereka. Wajahnya yang dingin dan machine-like memberikan tekanan psikologis yang instan. Ia tidak mengarahkan senjata langsung ke kepala, melainkan menembakkan satu peluru ke langit-langit.

*Dor!*

Gema tembakan itu membekukan ruangan selama beberapa detik.

"Satu langkah lagi melewati garis ubin ini, dan saya akan menetapkan Anda sebagai ancaman fatal," ujar Kenzi dengan nada yang sangat tenang, yang justru terasa lebih mengerikan daripada teriakan massa. "Mundurlah. Kekayaan Wijaya sudah habis. Menghancurkan rumah ini tidak akan mengembalikan uang kalian."

"Kau hanya anjing penjaganya! Minggir!" Massa kembali merangsek. Sebuah batu besar melayang ke arah Alana.

Dengan refleks yang tidak manusiawi, Kenzi menangkap batu itu di udara dengan tangan kirinya, lalu menjatuhkannya tanpa melihat. Ia kemudian bergerak cepat, menggunakan bagian belakang senjatanya untuk melumpuhkan pria terdepan tanpa membunuhnya. Gerakannya begitu efisien, sebuah tarian kematian yang teknis.

---

Di tengah pertempuran jarak pendek itu, Kenzi merasakan sebuah dilema logika. Secara operasional, cara termudah untuk membubarkan massa adalah dengan eliminasi target kunci. Namun, ia melihat wajah-wajah orang di depannya—mereka adalah korban dari sabotase yang ia lakukan sendiri.

*Analisis Konflik: Massa adalah korban tidak langsung dari Protokol Blackout. Agresi mereka valid secara sosiologis. Namun, perlindungan aset Alana adalah prioritas mutlak.*

"Kenzi, awas!" teriak Alana.

Seorang demonstran mencoba memukul Alana dengan botol kaca. Kenzi memutar tubuhnya, membiarkan punggungnya menerima hantaman botol tersebut demi melindungi Alana. Kaca pecah, namun Kenzi bahkan tidak mengedipkan mata. Ia hanya membalas dengan tendangan yang membuat penyerangnya terpental sejauh tiga meter.

"Kenapa kau tidak membalas mereka dengan benar?" tangis Alana di sela isakannya. "Kau bisa membunuh mereka semua, kan?"

"Mereka bukan musuh sebenarnya, Alana. Mereka hanya pion yang digerakkan oleh keputusasaan yang saya ciptakan," jawab Kenzi tanpa menoleh. Ia menembakkan gas air mata ke arah pintu masuk, menciptakan kabut putih yang menyengat dan memaksa massa mundur sesaat.

---

Memanfaatkan kekacauan akibat gas air mata, Kenzi menarik Alana menuju koridor rahasia yang menuju ke rubanah (safe room). Tuan Wijaya sudah menunggu di sana, meringkuk di sudut ruangan yang dingin, memandangi layar monitor yang menampilkan rumahnya sedang dijarah.

"Rumahku... semuanya hilang," ratap Wijaya.

Kenzi mengunci pintu baja setebal sepuluh sentimeter itu. Suara amukan massa di atas terdengar samar, berganti dengan suara barang-barang pecah dan barang mewah yang diseret keluar.

"Anda masih memiliki nyawa Anda, Tuan Wijaya. Untuk saat ini, itu adalah aset paling berharga yang Anda punya," ujar Kenzi. Ia duduk di lantai, menyandarkan punggungnya pada pintu baja, dan mulai memeriksa luka di punggungnya akibat pecahan botol tadi.

Alana duduk di sampingnya. Ia melihat Kenzi yang berdarah, namun tetap terlihat seperti patung batu yang tak tergoyahkan. Kehancuran ini adalah ulah Kenzi, namun Kenzi jugalah satu-satunya alasan ia masih hidup.

"Kenzi," Alana menyentuh tangan pria itu. "Kau bilang mereka bukan musuh sebenarnya. Lalu siapa?"

Kenzi menatap lampu neon yang berkedip di langit-langit rubanah. "Musuh sebenarnya adalah mereka yang memerintahkan saya untuk menghancurkan ayahmu. Dan mereka tidak akan berhenti sampai tidak ada lagi saksi yang tersisa. Massa di atas hanya gangguan kecil. Badai yang sesungguhnya sedang dalam perjalanan."

Kenzi tahu, Vero dan tim pembersih organisasi "The Erasers" kemungkinan besar sedang memantau kerusuhan ini dari kejauhan, menunggu saat yang tepat untuk masuk dan menyelesaikan apa yang massa mulai. Dan kali ini, Kenzi tidak memiliki dukungan logistik dari siapapun. Ia sendirian melawan organisasinya sendiri.

---

1
Cut Founna
terimakasih😍
Dewa Naga 🐲🐉
awal yg menarik.....👍
Dewa Naga 🐲🐉
cerita yg menarik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!