Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.
Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.
Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 : ARSIP KASUS DI KANTOR PENGADILAN
Sinar matahari pagi yang cerah menyinari jalan-jalan Medan pada hari yang akan menjadi titik balik bagi penyelidikan mereka. Rania dan Reza berdiri di depan gerbang Kantor Pengadilan Negeri Medan, hati mereka penuh dengan harapan dan sedikit kekhawatiran. Hari ini mereka akan mencari arsip kasus lama yang berkaitan dengan Prima Teknologi dan usaha kecil yang pernah terlibat dengan perusahaan tersebut.
“Kita harus hati-hati dalam setiap langkah yang kita ambil,” ucap Reza dengan suara tegas saat mereka memasuki gedung yang megah tersebut. “Dokumen-dokumen yang kita cari bisa menjadi bukti penting untuk melindungi usaha kecil dari praktik yang tidak etis, tapi kita juga tidak ingin menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.”
Rania mengangguk perlahan. “Saya tahu, Reza. Tapi kita juga tidak bisa membiarkan sejarah berulang dengan cara yang sama. Banyak usaha kecil yang bergantung pada kita untuk melindungi mereka.”
Mereka masuk ke dalam ruang administrasi pengadilan yang penuh dengan rak-rak tinggi yang menyimpan berkas-berkas lama. Petugas administrasi bernama Bu Lina sudah menunggu mereka dengan senyum ramah. “Selamat datang, Bapak Reza, Mbak Rania,” ucapnya dengan suara hangat. “Saya sudah menyiapkan beberapa berkas yang mungkin relevan dengan kasus Prima Teknologi yang kalian cari.”
Ketika mereka mulai menyortir berkas-berkas lama tersebut, mata mereka langsung terpaku pada sebuah bundel dokumen dengan label yang sudah memudar: “KASUS PERUSAHAAN TEKNOLOGI – PRIMA TEKNOLOGI & USAHA KECIL – PERIODE 2005-2010”. Dengan hati-hati Rania membukanya, dan wajahnya langsung berubah menjadi campuran antara terkejut dan kagum. Di dalamnya terdapat catatan rinci tentang bagaimana Prima Teknologi bekerja sama dengan berbagai usaha kecil, termasuk usaha keluarga Rania sendiri.
“Lihat ini, Reza,” ucap Rania dengan suara penuh semangat. “Di sini tertulis bahwa ayah saya bekerja sama dengan tim Prima Teknologi untuk mengembangkan sistem yang bisa membantu usaha kecil dengan cara yang tepat – bukan hanya sekadar memberikan teknologi semata.”
Reza melihat dengan cermat pada setiap halaman dokumen tersebut. “Ini benar-benar merupakan warisan yang luar biasa, Rania. Setiap detail menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli dengan kesuksesan usaha kecil, bukan hanya mencari keuntungan semata.”
Bu Lina yang sedang membantu mereka juga merasa terkejut. “Saya tidak menyangka bahwa berkas lama seperti ini masih bisa memberikan manfaat yang besar bagi usaha kecil saat ini,” ucapnya dengan suara penuh penghargaan. “Kita semua bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu ini.”
Saat mereka melanjutkan penyelidikan, mereka menemukan lebih banyak dokumen yang mengungkapkan bagaimana Prima Teknologi pernah menghadapi berbagai tantangan hukum akibat praktik bisnis yang tidak jelas dari beberapa pihak yang bekerja di dalamnya. Di antara berkas-berkas tersebut terdapat catatan tentang bagaimana beberapa orang menggunakan nama perusahaan untuk melakukan praktik yang tidak etis, yang akhirnya membuat perusahaan harus menghadapi tuntutan hukum.
“Kita semua tahu bahwa setiap perusahaan memiliki masa lalu yang kompleks,” ucap Reza dengan suara penuh pemahaman. “Namun, yang penting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan tersebut dan membuat sistem yang lebih baik sekarang.”
Rania mengangguk dengan setuju. “Sangat benar, Reza. Kita telah melihat bagaimana sistem lama bisa diintegrasikan dengan baik ke dalam aplikasi kita sekarang. Setiap kesalahan masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.”
Ketika hari mulai siang, mereka menemukan sebuah berkas khusus tentang bagaimana Prima Teknologi pernah membantu usaha kecil dalam menghadapi masalah hukum akibat praktik bisnis yang tidak etis. Dokumen tersebut berisi langkah-langkah yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa setiap usaha kecil mendapatkan perlindungan yang layak.
“Lihat ini, Reza,” ucap Rania dengan suara penuh semangat. “Di sini tertulis bahwa mereka tidak hanya memberikan bantuan teknis, tapi juga pendidikan hukum dasar agar usaha kecil bisa melindungi diri mereka sendiri.”
Reza tersenyum melihat antusiasme yang terpancar dari wajah Rania. “Ini adalah bukti bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan memberikan manfaat yang besar, bahkan hingga sekarang,” ucapnya dengan penuh rasa hormat.
Pada saat itu, mereka mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat dari arah pintu ruangan. Doni masuk dengan wajah yang tampak cemas. “Maafkan saya datang terlambat,” ucapnya dengan suara yang sedikit gemetar. “Saya baru saja mendapatkan informasi bahwa ada usaha lain yang mencoba mengakses sistem kita dengan cara yang tidak benar.”
Rania melihat dengan cermat pada wajah Doni. “Kita sudah menghadapi hal seperti ini sebelumnya, kan? Kita harus segera mengambil tindakan untuk melindungi semua usaha kecil yang bergantung pada kita.”
Reza segera mengeluarkan laptopnya dan mulai memeriksa sistem keamanan. “Ada beberapa aktivitas mencurigakan dari alamat IP yang tidak dikenal,” jelasnya dengan suara tegas. “Sistem kita masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.”
Dewi juga segera bergabung, matanya fokus pada layar monitor. “Saya menemukan beberapa baris kode yang aneh di dalam sistem,” ucapnya dengan suara penuh kekhawatiran. “Sepertinya ada yang mencoba mengakses data penting dengan cara yang tidak sah.”
Rania merasa jantungnya berdebar kencang. “Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi lagi, Reza. Banyak usaha kecil yang akan merugi jika data mereka jatuh ke tangan yang salah.”
Reza mengangguk dengan tegas. “Kita akan memperkuat sistem keamanan segera. Tidak ada yang boleh merusak kepercayaan yang telah kita bangun bersama selama ini.”
Ketika mereka bekerja keras untuk mengidentifikasi sumber masalah, mereka menemukan bahwa ada jejak aktivitas yang mengarah pada beberapa orang yang pernah bekerja dengan perusahaan teknologi lain yang memiliki sejarah praktik tidak etis. “Mereka menggunakan metode yang sama seperti yang pernah kita temui sebelumnya,” jelas Dewi dengan suara penuh ketegangan. “Mereka mencoba menyusup ke dalam sistem kita dengan menyamar sebagai pengguna sah.”
Rania merasa semakin khawatir. “Kita harus mengingatkan semua usaha kecil agar tetap hati-hati,” ucapnya dengan suara penuh perhatian. “Jangan mudah mempercayai orang yang datang dengan menawarkan bantuan tanpa melalui proses yang benar.”
Reza mulai melakukan penyelidikan lebih dalam. “Saya akan mencari tahu siapa yang berada di balik semua ini,” ucapnya dengan suara penuh tekad. “Kita tidak bisa membiarkan usaha kecil kita dirugikan lagi seperti masa lalu.”
Dalam beberapa jam berikutnya, tim bekerja tanpa henti. Setiap baris kode diperiksa dengan seksama, setiap akses dicatat dengan teliti. Mereka menemukan bahwa serangan tersebut bukan hanya datang dari luar, tapi ada yang membantu dari dalam dengan memberikan informasi tentang sistem keamanan mereka.
“Jejaknya mengarah pada seseorang yang pernah bekerja dengan kita sebelumnya,” ucap Dewi dengan suara penuh kejutan. “Saya tidak menyangka bahwa ada yang bisa melakukan hal seperti ini setelah semua yang telah kita lalui bersama.”
Rania merasa dada nya sesak. “Kita semua telah bekerja keras untuk membangun kepercayaan dengan usaha kecil,” ucapnya dengan suara yang sedikit gemetar. “Bagaimana bisa ada yang melakukan hal seperti ini setelah semua yang kita lakukan untuk mereka?”
Reza menepuk bahu Rania dengan lembut. “Kita tidak bisa mengontrol semua orang, Rania. Tapi kita bisa memastikan bahwa sistem kita cukup kuat untuk melindungi mereka yang mempercayakan diri pada kita.”
Ketika malam menjelang, mereka masih terus bekerja. Suasana ruangan semakin tenang dengan hanya suara ketikan keyboard dan suara berbisik antar anggota tim. Mereka menemukan bahwa ada pola tertentu dalam cara penyerangan tersebut – sama seperti yang pernah dialami oleh Prima Teknologi sebelum perusahaan tersebut bubar.
“Mereka menggunakan metode yang sama seperti yang pernah kita hadapi dulu,” jelas Reza dengan suara penuh kekhawatiran. “Mereka tahu bagaimana sistem kita bekerja dan mencoba mengeksploitasi kelemahan yang kita miliki.”
Rania mengangguk dengan wajah yang semakin tegang. “Kita harus mengubah sistem keamanan kita secara menyeluruh,” ucapnya dengan suara penuh tekad. “Tidak ada lagi kesalahan yang sama yang akan kita biarkan merusak usaha kecil yang kita cintai.”
Dalam beberapa jam berikutnya, mereka merancang ulang sistem keamanan dengan fitur-fitur baru yang lebih canggih. Setiap modul diperiksa dengan seksama, setiap celah keamanan ditutup dengan hati-hati. Mereka menggunakan semua pengalaman masa lalu – baik dari Prima Teknologi maupun dari kesalahan mereka sendiri – untuk menciptakan sistem yang benar-benar aman.
“Kita akan mengintegrasikan semua pelajaran dari masa lalu menjadi sistem yang lebih kuat sekarang,” jelas Dewi dengan suara penuh semangat. “Setiap kesalahan menjadi bagian dari solusi yang lebih baik.”
Rania melihat dengan kagum pada kerja sama tim yang luar biasa. “Kita semua adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri,” ucapnya dengan suara penuh rasa syukur. “Setiap tantangan hanya membuat kita semakin kuat dan siap menghadapi masa depan.”
Ketika matahari mulai muncul di ufuk timur, mereka baru menyadari bahwa telah bekerja sepanjang malam. Suasana ruangan yang awalnya penuh ketegangan kini terasa penuh dengan harapan. Semua data telah dipulihkan dan sistem keamanan diperkuat dengan lapisan perlindungan baru yang jauh lebih tangguh.
“Semua sistem sudah siap, Mbak Rania,” ucap Dewi dengan suara penuh kebanggaan. “Tidak ada yang bisa lagi mengakses data penting tanpa melalui proses yang benar.”
Rania tersenyum melihat hasil kerja keras mereka. “Terima kasih kepada semua orang yang telah bekerja tanpa lelah,” ucapnya dengan suara penuh rasa syukur. “Kita semua telah membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang dengan kuat jika didukung oleh teknologi yang tepat dan keamanan yang handal.”
Reza mendekat dengan lembut. “Kita tidak hanya membangun aplikasi, Rania,” ucapnya dengan suara penuh makna. “Kita membangun komunitas yang saling melindungi satu sama lain.”
Rania mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. “Ya, Reza. Kita semua adalah keluarga besar yang saling menjaga dan melindungi satu sama lain.”
Pada saat itu, pintu ruangan dibuka dan Doni masuk dengan wajah yang tampak lega. “Semua usaha kecil yang kita bantu sudah diberitahu tentang perubahan keamanan,” ucapnya dengan suara penuh semangat. “Mereka semua siap untuk bekerja sama dengan sistem baru kita yang lebih aman.”
Rania tersenyum melihat dukungan yang datang dari semua pihak. “Kita semua adalah bagian dari cerita yang sama,” ucapnya dengan suara penuh semangat. “Cerita tentang bagaimana usaha kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan dukungan yang tepat.”
Dalam beberapa hari berikutnya, semua usaha kecil mulai menggunakan sistem baru yang telah diperkuat. Setiap usaha melaporkan bahwa mereka merasa lebih aman dan nyaman dalam mengelola data penting mereka. Fitur-fitur baru seperti notifikasi keamanan real-time dan sistem cadangan otomatis membuat mereka merasa lebih tenang.
“Kita tidak perlu lagi khawatir tentang data kita yang hilang atau jatuh ke tangan yang salah,” ucap Pak Sutiono dengan suara penuh kebahagiaan. “Sistem ini benar-benar melindungi kita seperti keluarga sendiri.”
Bu Sri juga merasa sangat terbantu. “Dengan sistem ini, saya bisa fokus pada produksi makanan tanpa harus khawatir tentang keamanan data saya,” ucapnya dengan senyum lebar. “Ini adalah bantuan terbesar yang pernah saya dapatkan.”
Rania melihat dengan kagum pada semua usaha kecil yang kini bekerja dengan lebih percaya diri. “Kita semua adalah bagian dari perubahan yang lebih baik,” ucapnya dengan suara penuh semangat. “Setiap usaha kecil memiliki nilai yang tak ternilai, dan kita akan selalu ada untuk melindungi dan mendukung mereka.”
Di kantor UMKM Connect, suasana semakin hangat dengan kedatangan beberapa anggota tim Prima Teknologi yang pernah bekerja dengan ayah Rania. Mereka semua berkumpul untuk berbagi cerita dan merencanakan langkah selanjutnya untuk mengembangkan aplikasi agar lebih baik lagi.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama,” ucap Pak Budi dengan suara penuh semangat. “Membantu usaha kecil untuk berkembang dan tetap menjaga nilai-nilai lokal mereka.”
Rania tersenyum melihat semangat yang sama yang terpancar dari wajah-wajah mereka. “Kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar,” ucapnya dengan suara penuh rasa syukur. “Dan kita akan selalu saling mendukung satu sama lain.”
Reza mengangguk dengan penuh kesepakatan. “Setiap usaha kecil adalah aset yang berharga bagi kita semua,” ucapnya dengan suara penuh keyakinan. “Kita akan selalu ada untuk mereka.”
Ketika malam menjelang dan semua pekerjaan hari itu selesai, mereka berkumpul di taman belakang kantor. Udara segar dan bintang-bintang mulai bersinar di langit malam. Rania melihat ke sekeliling dengan hati yang penuh rasa syukur.
“Semua yang kita lakukan adalah untuk kebaikan bersama,” ucapnya dengan suara lembut. “Kita semua adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.”
Reza menyandarkan pundaknya pada dinding dengan lembut. “Ya, Rania. Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga agar usaha kecil tetap hidup dan berkembang dengan baik.”
Doni juga datang bergabung dengan mereka. “Kita semua telah belajar banyak dari masa lalu,” ucapnya dengan suara penuh penghargaan. “Dan sekarang kita bisa membangun masa depan yang lebih baik bagi semua orang.”
Mereka tetap duduk bersama menikmati kedamaian malam hari, dengan hati yang penuh rasa syukur atas semua yang telah mereka lalui bersama. Setiap tantangan yang mereka hadapi hanya membuat hubungan mereka semakin erat dan membuat mereka semakin siap menghadapi masa depan yang penuh dengan harapan.