Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah beneran?
*Kantor kementerian kerajaan Tangyu*
"Beneran nih aku di suruh tanda tangan?" Yu-nian terus menatap surat pernikahan yang ada di depannya. akta nikah juga sudah selesai hanya tinggal tanda tangan mereka.
"Cepat tanda tangani, aku tidak mau menunggu lama, Setelah itu kita pulang." jawab Feng Shiyan yang terlihat telah menandatangani surat nikahnya.
Dengan sangat enggan Yu-nian menatap surat pernikahan mereka, hatinya bergejolak. Amarah seolah ingin membakar dan meluap. Yu-nian menghela nafasnya dengan begitu dalam, dia kemudian dengan terpaksa menandatangani surat pernikahan mereka.
"Apes banget sih nasibku." gerutu Yu-nian.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri." hakim pengadilan telah menyatakan kedua insan sebagai suami istri.
Yu-nian benar-benar begitu kesal, moodnya langsung hancur total Setelah dia menandatangani surat pernikahan di kantor kementerian kerajaan.
"Setelah ini..," kata yang terucap dari mulut Gadis itu langsung terhenti. dua bola matanya menatap pria tampan yang tak sengaja lewat di depannya. Salah satu pejabat yang ada di kantor kementerian.
"Waduh, dia tampan banget..." ucap Yu-nian dengan wajah sumringahnya. dia memutar tubuhnya menatap pria tampan yang barusan masuk ke kantor kementerian.
"Apa yang kamu lihat?" Feng Shiyan melihat Yu-nian menatap seorang pria yang baru masuk ke kantor kementerian. Tangannya langsung meraih dagu Yu-nian.
"Ini kan mataku, mau lihat apa aja itu kan urusanku. Cih.. Kamu itu ikut campur banget." jawabnya. senyum nampak tersirat di bibir Yu-nian, salah satu matanya sedikit berkedip melihat pria yang barusan lewat.
"Ternyata nyonya orangnya mata keranjang juga." ucap Fu Tian dalam hati saat melihat istri jenderalnya itu ternyata suka bermain api.
Feng Shiyan menghela nafasnya, tanpa mengatakan apapun dia langsung meraih pinggang Yu-nian dan membawanya pergi. Siapa suruh matanya jelalatan menatap pria tampan yang lewat di depannya.
"Kenapa sih tarik-tarik." kesal Yu-nian ketika pinggangnya langsung ditarik oleh Feng Shiyan.
"Kelihatannya kamu senang sekali melihat seorang pria seperti itu? Apa kamu mau matamu itu aku congkel?" ancam Feng Shiyan.
"Ya nggak papa lah, ada pria tampan kok gak boleh dilihat. Itu namanya rejeki." jawab Yu-nian yang membuat Feng Shiyan sedikit gusar.
Sifat jelalatan Yu-nian memang tidak akan mudah dirubah begitu saja, dia suka sekali dengan pemandangan-pemandangan indah, dia bukan tipe seorang gadis penggoda namun keindahan ciptaan dewa tidak mungkin dia lewatkan.
"Kita langsung ke istana." perintah Feng Shiyan. Dia meminta Fu Tian untuk membawanya ke istana karena ada sesuatu yang sedikit gawat.
"Ngapain aku dibawa ke istana? Kenapa tidak diantarkan pulang dulu?" tanya Yu-nian.
"Aku yakin kalau kamu ditinggal sendirian pasti kamu membuat keributan di rumah, iya kan?" jawab Feng Shiyan.
"Siapa bilang?"
"Aku." setelah menjawab nampaknya
Feng Shiyan membuka surat yang ada di tangannya. beberapa pesan sudah ada di tangannya, pesan yang membuat dahinya sedikit mengkerut.
Zlepp..
Ketika memasuki jalan yang sedikit sepi, tiba-tiba saja ketika Feng Shiyan sedang melihat beberapa surat yang dikirim oleh prajurit rahasia miliknya. sebuah anak panah melesat menancap di kereta kudanya.
"Ada apa?!!" seru Yu-nian dengan keras saat dia melihat sebuah anak panah menembus kereta kuda yang dia naiki dan anak panah itu hampir mengenai wajahnya.
"Lajukan keretanya lebih cepat, Fu Tian." perintah Feng Shiyan.
"Baik, jenderal." jawab Fu Tian yang melajukan kereta kuda dengan kecepatan yang begitu luar biasa.
"Kenapa tiba-tiba ada penyerangan, dan kenapa tiba-tiba kereta kuda ini diserang?" tanya Yu-nian dengan panik.
"Jangan khawatir, tidak ada apa-apa kok." jawabnya.
Feng Shiyan mengeluarkan pedangnya, dia menatap Yu-nian yang terlihat begitu takut, dia bahkan bisa melihat kalau istrinya itu pasti akan mengalami trauma.
Mimpi apa Yu-nian tadi malam? setelah dari kantor kementerian untuk mengurus surat pernikahan mereka, ketika mereka pulang Mereka sudah mendapatkan serangan yang entah dari mana. Kereta kuda di lajukan dengan kecepatan tinggi, goncangan di jalan membuat Yu-nian semakin merasakan ketakutan yang teramat luar biasa.
Zlepp..
Zlepp..
beberapa anak panah menancap di kereta kuda, Feng Shiyan berusaha untuk melindungi Yu-nian, rasa takut itu benar-benar tidak bisa dihilangkan, tubuh Yu-nian gemetar.
"Aaaa!!" teriak Yu-nian.
Beberapa anak panah menembus kereta kuda yang dinaiki oleh Yu-nian dan Feng Shiyan.
"Ya dewa.. Ya dewa.. Ya dewa.. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba mereka memanah kereta ini." ucap Yu-nian berulang kali..
Tiba-tiba kereta kuda yang kendalikan oleh Fu Tian berhenti mendadak, ternyata di depan kereta kuda mereka sudah ada beberapa orang berpakaian hitam yang menghadang.
"Persiapkan segalanya, Fu Tian." perintah Feng Shiyan.
"Baik, Tuan." jawab Fu Tian.
Dua pria itu mengeluarkan pedang mereka.
"Situasi seperti ini membuatku seperti berada di dunia para malaikat pencabut nyawa." ucap Yu-nian yang tubuhnya sudah panas dingin. "Mati aku..,"
Trang..
Zlepp.
Setelah ke luar dari dalam kereta kuda, Feng Shiyan ataupun Fu Tian langsung menyerang orang-orang berpakaian hitam itu.
"Jangan lepaskan mereka, Fu Tian!" perintah Feng Shiyan.
"Baik, Tuan." jawab Fu Tian yang terus menghunuskan pedangnya.
"Habisi pria itu!" perintah keras seorang pria.
"Diam dan jangan banyak bergerak agar mereka tidak menyerang mu." Feng Shiyan melindungi Yu-nian. Dia tidak ingin gadis yang baru dia nikahi itu mengalami luka sedikit saja. Maklum saja, Feng Shiyan tidak akan membiarkan Isterinya terluka.
Trang..
"Aaa!!! aku tidak mau mati!!" seru Yu-nian yang menundukkan kepalanya.
"Aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun." Feng Shiyan mencoba untuk menenangkan Yu-nian. dia berusaha agar para musuh-musuhnya tidak menyerang ke arah Yu-nian.
Trang..
Zlepp..
Kress..
Tiba-tiba terdengar suara pedang dan teriakan dari orang-orang yang menyerang mereka, seketika Feng Shiyan menoleh, dia menatap anak buahnya yang sudah ada di tempat itu. Dia tersenyum, dua orang kepercayaannya juga sudah ada di sana, dia tidak akan membiarkan orang-orang itu melukainya dan Yu-nian.
"Bunuh mereka semuanya, sisakan beberapa orang untuk kita bawa ke markas!!" perintah Feng Shiyan. Dengan sangat bengisnya dia membunuh orang-orang yang sudah menyerangnya, orang-orang yang berusaha melukai istrinya.
Dua pria yang dalam kondisi sekarat itu di bawa ke markas, Yu-nian tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia baru merasakan situasi yang dia hadapi kali ini, entah siapa mereka namun yang jelas suara pedang itu membuat kepalanya sakit bukan kepalang.
Setelah musuh-musuhnya di kalahkan, Feng Shiyan membuka tirai kereta kudanya.
"Kamu baik-baik saja?" Feng Shiyan menyentuh pundak istrinya dengan lembut, dia menarik Yu-nian yang merasa gemetar.
Mungkin kalau dalam hal berkelahi dia masih bisa menunjukkan taringnya, namun suara pedang itu bahkan tembakan panah yang menembus kereta kuda membuat nyalinya langsung menciut. seperti kerupuk yang digoreng tidak bisa mekar.
"Aku masih hidup atau tidak?" tanya Yu-nian yang tubuhnya masih gemetar.
Dengan lembut Feng Shiyan menarik tubuh Yu-nian, membawanya pindah ke salah satu mobil yang dibawa oleh anak buahnya. "Kalian bawa mayat mereka, aku akan membawa isteriku kembali kekediaman."
Wajah pucat dengan tubuh yang gemetar, sumpah Yu-nian baru pertama kali merasakan kejadian seperti ini. Kejadian yang sangat menegangkan mungkin juga tiba-tiba merenggut nyawanya.
"Tenanglah, tidak apa-apa. kamu akan aman bersamaku." bisik Feng Shiyan.
Yu-nian mendongakkan kepalanya, menatap pria yang terlihat biasa namun ternyata sangat luar biasa. "Kamu gila ya! kamu kira kejadian tadi tidak hampir membunuhku? aku ini hampir mati! tiba-tiba penyerangan di mana-mana!! Oh dewa... Barusan Menikah masa mau jadi mayat, mati gentayangan dong..," Yu-nian tubuhnya gemetar.
**Bersambung**