NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29.

Santi dan Aurley langsung menoleh ke arah jalan. Jantung Aurely berdetak lebih kencang saat kedua matanya sudah melihat bagian depan mobil Rizky..

“Ayo Rel!” suara Santi agak keras dan ia segera membalikkan tubuhnya, berlari ke jalan.

“Yah.. Bun.. Mas Rizky sudah datang!” teriak Aurely.

“Iya Ayah juga sudah siap.” Ucap Pak Baskoro bergegas melangkah.

Ibunya Aurely juga melangkah tergesa di belakang suaminya.. Aurely cepat cepat pamit pada Ibunya dan segera berlari ke jalan.

Mobil telah berhenti di tepi jalan di depan rumah kayu Aurely. Jantung Aurely kini berdetak lebih keras lagi. Bukan karena Elin dan Elang yang tidak muncul dari pintu depan mobil. Akan tetapi di balik kaca depan, Aurely melihat Ibu Retno duduk dengan tenang di jok depan di samping Rizky.

Aurley dengan tangan gemetar memegang lengan Ayahnya, “Yah itu Bu Retno.” Ucap lirih Aurely berjalan di samping Ayahnya. “Mamanya Mas Rizky.” lanjutnya

“Ooo bagus kalau begitu, Ayah akan minta izin pada beliau. “ ucap Pak Baskoro dengan suara tenang.

Mobil itu berhenti sempurna. Mesin masih menyala pelan. Rizky turun lebih dulu, senyumnya hangat seperti biasa, tapi matanya sempat melirik ke arah ibunya, seolah memastikan sesuatu.

“Pagi, Pak,” sapa Rizky sambil menunduk hormat ketika melihat Pak Baskoro mendekat.

“Selamat Pagi, Mas,” jawab Ayah Aurely sambil membalas anggukan. Tangannya sedikit kaku, tapi sorot matanya tetap tenang.

Pintu depan dibuka dari dalam. Ibu Retno turun dengan gerakan anggun yang sederhana. Baju kerjanya elegan rapi, tas kerja tersampir di bahu. Matanya menyapu halaman rumah kayu itu, berhenti sejenak di wajah Aurely, lalu ke Pak Baskoro.

“Selamat pagi,” ucapnya ramah.

“Selamat Pagi, Bu,” jawab Pak Baskoro sopan. “Maaf, saya numpang sebentar. Anak saya sudah minta izin… sampai jalan raya saja.”

Ibu Retno tersenyum tipis. Senyum orang yang terbiasa berada di posisi memberi keputusan. “Oh, ini Pak Baskoro, Ayahnya Aurely ya?” katanya. “Rizky sudah cerita. Silakan, Pak. Tidak masalah.” Ucapnya, “dan Bapak bisa turun di pasar.”

Aurely mengembuskan napas yang sejak tadi ia tahan. Tangannya sedikit mengendur dari lengan Ayahnya.

“Terima kasih, Bu,” kata Pak Baskoro tulus. “Saya sampai jalan raya saja tidak apa apa.”

“Mobil juga mau ke pasar dulu, mengantar saya ke kios catering di Pasar. Wiwid belum bisa ke sana.” jawab Ibu Retno ringan. “Tak perlu sungkan. Kerja di pasar itu berat. Saya tahu.”

Kalimat itu membuat Ayah Aurely menoleh sebentar. Ada kilat kecil di matanya, bukan kaget, tapi seperti dihargai.

Aurely lebih kaget lagi, karena sikap Bu Retno benar benar beda. Tidak seperti sikap yang diberikan kepada dirinya.

Mereka pun naik ke dalam mobil. Ayah duduk di kursi belakang bersama Santi dan Aurely.

Di dalam mobil aroma masakan menguar. Di jok paling belakang ada tumpukan box box besar transparan berisi lauk pauk dan sayur. Ada sayur gudeg kering, ada sambel goreng ati-kentang, kering tempe, perkedel, tahu tempe. Semua itu diambil Rizky dari rumah produksi satu. Akan dibawa di kios cabang baru di dekat kampus.

Mobil mulai melaju pelan meninggalkan rumah kayu itu.

Mobil Rizky melintas perlahan di depan rumah Pak Sastro.

Nurul berdiri di balik pagar besi, tangannya mencengkeram jeruji. Matanya mengikuti mobil itu sampai hampir menghilang dari tikungan.

“Pak… Pak…” panggilnya keras.

Pak Sastro keluar ke teras sambil membawa cangkir kopi. Rumahnya tampak cukup bagus, hasil dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia ceritakan dengan jujur. Namun banyak tetangga tahu. Pak Baskoro dan almarhum Kakeknya Aurely yang membantu. Pak Sastro adalah tetangga, namun masih ada hubungan kerabat meskipun jauh.

“Apa?” tanyanya datar, matanya menyipit ke arah jalan.

“Aurely dijemput lagi sama Mas Rizky,” jawab Nurul. Lalu dengan suara lebih rendah, penuh rasa tak suka, ia menambahkan,

“Pak Baskoro juga ikut di mobil itu.”

Pak Sastro terdiam sejenak. Tangannya berhenti di udara sebelum menyeruput kopi.

“Hm,” dengusnya. “Enak ya hidup mereka.”

Nurul melangkah mendekat, wajahnya masam.

“Iya, Pak. Kok bisa sih? Mereka itu baru susah sebentar, sekarang sudah mau naik lagi.”

Nada suaranya tajam. “Apalagi Aurely baru beberapa hari di sini sudah didekati Mas Rizky.”

Pak Sastro menatap jalan kosong itu lebih lama dari perlu. Rahangnya mengeras.

“Namanya juga orang yang selalu minta belas kasihan,” katanya dingin. “Dulu ayahnya dibantu. Sekarang anaknya yang panen hasil.” Ucapnya memutar balikkan fakta. Padahal almarhum kakek Aurley dan Pak Baskoro yang membantu dirinya dulu.

Nurul mengepalkan tangan.

“Mas Rizky juga aneh. Kenapa sih mau dekat-dekat sama dia?”

Ada dengki terang-terangan di matanya. “Padahal… Aurely itu sekarang bukan siapa-siapa.”

Pak Sastro tersenyum tipis, bukan senyum senang.

“Sabar,” katanya pelan, tapi nadanya penuh arti.

“Orang yang cepat naik, biasanya jatuhnya juga cepat.”

Nurul akhirnya tersenyum. Senyum kecil yang pahit.

Sementara itu mobil Rizky terus melaju..

Beberapa menit pertama sunyi. Hanya suara mesin dan jalan pagi yang masih sepi. Rizky sesekali menatap Aurely dari spion depan, dan menoleh sekilas ke arah Mamanya. Dalam hati Rizky terus berdoa agar Snag Mama terus bersikap baik pada keluarga Aurely .

Sesaat kemudian..

“Pak,” suara Ibu Retno memecah keheningan, “belum lama tinggal di sini ya?” lanjutnya sambil menoleh ke belakang.

“Iya Bu, belum lama. Kami harus kembali ke sini. Di desa, di rumah Ayah saya yang sudah lama kami tinggalkan.” Jawab Pak Baskoro dengan santun, “Sebagai pendatang baru kami minta maaf jika sikap kami ada salahnya.” Lanjut Pak Baskoro sambil memeluk Aurely dari samping.

Aurely menunduk masih teringat sikapnya yang tidak baik pada Rizky dan kedua bocil.

Bu Retno mengangguk, “Iya Pak, kalau ada masalah jangan sungkan. Saya bisa memahami posisi Pak Baskoro.” Ucap Bu Retno pelan. Kedua matanya kini tampak memerah, “saya tahu ekonomi dunia sedang tidak stabil. Suami saya juga terkena imbasnya..” lanjutnya. Lalu ia menoleh ke arah Rizky..

“Kami dua tahun ini juga dalam perjuangan untuk bangkit. Untung dibantu Wiwid adik saya..” ucap Bu Retno jujur. “Papanya Rizky malah harus ke luar Jawa Pak, karena perusahaan tempat dia bekerja di sini juga bangkrut.”

Aurely terdiam kini ia mengerti Rizky dan keluarganya pun mengalami hal yang sama. Jatuh. Dan mereka tidak menyerah. Bahkan keluarga harus terpisah untuk sementara.

Tanpa Aurely sadari ia menggenggam erat tangan Ayahnya.. Ada rasa syukur di hatinya Sang Ayah dan Bunda nya masih setiap hari ada didekatnya.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lha dalah kenapa mlh jd 2 orang yg menjatuhan sih
ohh ndak kapok2 nya
apa mau dekam di pe jara lebih lama lagi
boar di intilin om wowo di teroro bru tau
Arieee
😡😡😡Nurul si biang kerok yang gak kapok kalo belum masuk penjara
Arias Binerkah: Iya tuh Nurul anak Pak Sastro pelit bin licik
total 1 replies
Lisa
Moga setelah diadakan pengajian org² yg biasa makan.di warung itu lebih yakin bahwa warung itu bersih dr hal² mistis
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ini si Nenek Lyncah kenapa jadi ikut2an Nurul 🙄🙄
Ai Emy Ningrum: bikin duet maut 😹😹 nyanyi dangdut sambil ngedebus 👻👻
total 12 replies
Siti Naimah
woalah..itu kok ada aja orang yg mau disuruh sama Nurul dan Nelly..maklum mungkin diberi upah yg banyak ya?
nurul supiati
masuk penjara om wowo sekalian 🤣🤣🤣 nurul dan bpknya🤣🤣
Arieee
Nurul kalo gak masuk penjara gak mungkin kapokkkkkkK 😡😡😡😡😡
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lahfalah piye too iki
mlh dadi kocar kacir
mg2 wae dang di out ben dang kapok
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh hayoo siapa neror itu

nahh udh di pringatin kok mlh ttp ngeyel aja
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaaa udh mimpi kek gtu malah masih di terusin lagi mau nyebar rumor klo pake pesugihan .blm kapok rupanya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehh di bilang om wowo nanti ya kok pake pesugihan segala hadehh cari mati rupanya
udh kalah tp g ngaku mlah mau bikin masalh baru lagi wis iki fix dek e ora waras utek e
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas para mahasiswa ngecek dapur dan gudang harusnya sekalian di videoin, biar ada bukti tuuh /Shy/
Ai Emy Ningrum: hmm 🧐🤔 ada mungkin seksi video2 nya ...sungguh sangat ngeselin 😕🫤
total 1 replies
Lisa
Moga rumor itu terkalahkan oleh pernyataan dr mahasiswa² yg udh liat ke dapur.
Lisa
Wah jgn sampe para mahasiswa itu percaya pd rumor itu..
Lisa
Pak Sastro ini udh tau anaknya salah eh malah dibelain dgn cara spt itu..liat aj tuh mana yg akhirnya kalah..
Siti Naimah
hari gini masih percaya sama hal2 klenik.ingat lho Nurul..kamu itu mahasiswi.. seharusnya logika dipakai😄
Nancy Nurwezia
fitnah emang kejam ya..
Thewie
manusia Dajjal si Nurul ini ya. untung bacanya pas HBS magrib KLO gak hampir batallah puasa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak mungkin ini om wowo kan..? om wowo kan gak punya hape 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤣🤣🤣 atau skrg om wowo udah melek teknologi, udh punya akun efbi, igoy, dll 🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: yoi.. om wowo kan siaga selalu 👻👻👻
total 7 replies
Nancy Nurwezia
dasar anak dan bapak sama2 sifatnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!