NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Ly_Nand

🌶Boleh Skip Part Boncabe🌶

Niat hati bekerja menjadi guru bimbel untuk menambah pendapatannya, justru Rini berada di situasi rumit yang membuatnya terjebak pada duda dingin yang juga dosen di kampusnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"ingat, pernikahan ini hanya demi Adam. jangan harap ada cinta atau pun hubungan suami istri yang sebenarnya." Kalimat menusuk dari suami yang baru dinikahinya seketika membuatnya kecewa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Meski tak dianggap bahkan kehadirannya seolah antara ada dan tiada dimata suaminya. Rini terus menjalankan tugasnya sebagai istri, kecuali hubungan ranjang.

Namun di suatu malam,

"Mas... tolong hentikan. Kamu sadar aku siapa?"
Pria itu terus menjamah seluruh tubuh Rini, bahkan semua pakain Rini telah disobek dan dibuang entah kemana.
"Aku tahu kamu istriku sekarang. Lakukan saja kewajibanmu untuk melayaniku" tak ada suara dengan kelembutan.
"Mash..." Rini merasakan sakit saat bagian intinya ditrobos.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly_Nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Apa Kamu Akan Senang?

Malam ini entah kenapa Adam sangat manja padanya. Ia terus menempel dan tidak mau ditinggal.

"Ma, Adam mau tidur dengan Mama lagi. Boleh ya? Malam ini saja, Please!"

Bagaimana bisa Rini menolak ketika putranya itu memohon denga nada halus dan mata yang menatap penuh permohonan.

"Baiklah... Ayo kita ke kamar."

Sampai di kamar, Adam lantas mengambil sebuah buku cerita yang menjadi kesukaannya. Ia memberikan buku itu kepada Rini.

"Kamu mau Mama bacakan cerita ini lagi?"

Adam mengangguk antusias.

"Baiklah, Mama akan bacakan untukmu. Berbaringlah!"

Adam merebahkan dirinya disamping Rini yang bersandar pada head board. Rini mengecup puncak kepala Adam, kemudian memulai membacakan cerita sampai selesai.

"Pangeran sangat bahagia karena ada keluarga yang selalu menyayanginya dan saudara yang selalu membantu menghadapi kesulitan." Bagian terakhir dibaca Rini sambil tersenyum kepada Adam yang masih terjaga.

"Mama, apa memiliki adik itu menyenangkan?"

"Tentu, sayang. Seperti dalam cerita tadi, sebagai Kakak pangeran selalu melindungi adiknya, ketika adiknya sudah besar dia juga akan melindungi kakaknya. Saudara itu saling menjaga dan melindungi."

"Apa mama akan memberiku adik?"

"Kamu mau punya adik?"

"Aku senang ketika di panti. Deni selalu melindungi adik-adik panti kalau ada yang ganggu. Adik-adik panti juga sayang Deni. Deni banyak yang menyayangi"

"Kalau Adam jadi kakak yang baik, adik Adam juga pasti sayang Kakak Adam" Rini membawa tangan Adam ke atas perutnya?

"Apa Adam akan punya adik juga?"

"Iya, sayang. Di perut Mama ada adik Kakak Adam. Dia akan memanggilmu Kakak Adam."

"Benarkah Mama? Adam akan dipanggil Kakak Adam?"

"Iya, apa mau Mama tunjukkan foto adik Adam?"

"Tentu, ma"

"Baiklah, tunggu sebentar, mama ambilkan dulu di kamar mama."

Adam menunggu dengan baik sampai akhirnya Rini datang membawa foto USG nya.

"Mama, seperti apa wajah adik? Mengapa gambarnya hitam?"

Rini tertawa, ia merasa lucu dengan pertanyaan dari putranya.

"Ini foto kondisi didalam perut mama. Kamu lihat titik ini?"

Adam mengangguk setelah menemukan titik yang dimaksud mamanya.

"Titik ini adalah adik Adam. Dia masih sebesar biji kopi. Adam tahu ukuran biji kopi?"

Adam menggeleng. Rini mencari sesuatu dan menemukan roda mainan seukuran biji kopi.

"Kamu lihat Roda mobil ini. Adik Adam masih sekecil ini."

"Mama, ini kecil sekali. Bagaimana Adam menggendongnya?"

"Karena masih sangat kecil, Adik Adam akan ada di perut mama sampai sembilan bulan. Setelah sembilan bulan, Adik Adam sudah semakin besar dan dokter akan membantunya keluar dari perut Mama."

"Jadi adik ada di dalam sini sembilan bulan ya, Ma?" Adam mengelus perut Rini.

"Iya, Kakak Adam. Adik bersembunyi di perut Mama dulu ya..." Rini menirukan suara anak kecil membuat Adam tertawa.

"Baiklah, kakak Adam akan menunggu dengan sabar" ucap Adam dengan penuh kegembiraan.

"Apa papa sudah lihat foto ini?" Tanya Adam.

"Apa Adam ingin menunjukkan foto ini pada Papa?"

"Tentu, Papa pasti bahagia seperti Adam."

"Apa benar kamu akan bahagia, Mas? Jujur, aku meragukan itu." Lirih hati Rini.

"Bagaimana kalau kita tunjukkan saat Papa ulang tahun?" tawar Rini, karena perasaanya masih belum siap bila Dean menolak janin di rahimnya.

"Baiklah. Kalau begitu ini rahasia kita." Adam berlari mengambil sebuah kotak "Adam akan menyimpan disini. Dan bolehkah kalau nanti Adam yang memberikan hadiah ini kepada Papa?"

"Tentu Kakak Adam" Jawab Rini dengan memeluk Adam, ia mencoba menyembunyikan perasaan takutnya.

"Semoga Papamu, bisa sebahagia kamu ketika mendengar kabar ini, nak" batin Rini.

...****************...

Pagi ini setelah terbagun di kamar Adam, Rini bergegas ke kamarnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan suaminya. Setelah selesai, ia membersihkan diri dan turun untuk sedikit membantu menyiapkan sarapan.

Seperti biasa setelah memastikan sang suami siap dengan pakaian kantornya, Rini beralih ke kamar Adam untuk memastikan Adam sudah siap sekolah.

Suasana sarapan tertib seperti biasa. Hingga kegiatan sarapan selesai, Mama Bella yang sejak tadi penasaran dengan tingkah Adam akhirnya bertanya pada cucunya itu.

"Adam hari ini sangat senang?"

"Iya, Oma. Adam sangat senang."

"Apa yang membuat Adam senang?"

"M..." Adam nampak berpikir "Ini rahasia Oma, tapi apa bisa kalau sekarang Adam ingin dipanggil Kakak Adam?"

Mama bela mengerutkan dahinya, mencoba mencari jawaban dari Rini namun Rini hanya tersenyum sambil melihat Adam.

"Baiklah Kakak Adam. Sudah waktuya sekolah. Salim kepada Oma dulu." Rini akhirnya bersura karena Adam memang harus segera berangkat sekolah.

"Ok, Mama."

Setelah Adam dan Dean pergi, Mama Bella meminta Rini untuk duduk berdua di taman.

"Rini, jujur sama Mama. Apa kamu hamil?"

"Iya, Ma." Rini tak bisa menyembunyikan ini dari sang mertua yang sangat menyayanginya.

"Berapa usianya, nak?" Mama Bella mengusap lembut perut Rini yang masih datar.

"Tujuh Minggu, Ma."

"Kamu sudah periksa?"

"Sudah, Ma. Rini periksa kemarin setelah sidang skripsi selesai."

"Dean sudah tahu?"

Rini diam, bagaimana Rini mau menyampaikan kabar ini pada suminya. Mengingat bagaimana sikap dingin suaminya dan keengganan suaminya untuk berbicara dengannya, cukup membuat Rini yakin ia tak punya harapan dengan rumah tangganya sendiri.

"M... Adam ingin buat kabar ini jadi kejuta di hari ulang tahun Mas Dean."

"Benarkah? Ah... Manis sekali Cucu pertamaku!"

"Permisi nyonya" seorang pembantu menghampiri mereka.

"Iya, kenapa Bi?"

"Sepertinya ini milik tuan Dean. Saya temukan ini di halaman depan dekat tempat parkir mobil tuan Dean, nyonya. Sepertinya terjatuh."

"Oh, baik Bi. Terimakasih banyak" Rini mengambil dokumen itu.

"Sepertinya itu dokumen untuk meeting hari ini. Biar Mama minta orang untuk mengantarkan."

"Tidak, Ma. Biar Rini saja, Rini akan memastikan dokumen ini sampai di tangan Mas Dean."

"Baiklah, berhati-hatilah. Berangkat dengan supir. Jangan pergi sendiri."

"Siap Mama Bella yang cantik" Rini mengecup pipi kanan dan kiri membuat mertuanya tersenyum.

Sesekali memang Rini bertingkah manja dengan mertua yang sangat disayanginya itu.

Setelah beberapa menit, Rini sampai di kantor Dean. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di kantor suaminya.

"Maaf Mbak, bisa saya bertemu Mas Dean?" tanya Rini pada Receptionis.

Mendengar nama Dean yang disebutkan, membuat sang receptionist heran. Karena tamu bos mereka selalu menyebut nama Yoga, nama Dean hanya disebutkan oleh tamu yang merupakan keluarga bos mereka.

"Maaf, sebelumnya. Ini dengan mbak siapa?"

"Saya Rini, istri Mas Dean." Rini tersenyum ramah, karena sikap receptionistnya juga sangat ramah.

"Maaf nyonya Rini, saya tidak mengenali anda. Terakhir saya melihat anda di pernikahan anda."

"Tidak apa. Santai saja, Mbak. Oh iya, Apa saya bisa menemui suami saya?"

"Silahkan nyonya, saya akan minta Mas Jono untuk mengantar anda. Mohon ditunggu sebentar."

Salah satu receptionist berlalu, tak lama kemudian datang seorang pria berpakaian scurity mengantarkan Rini untuk menunjukkan ruangan Dean.

1
Ratnaa Dinataa
iya thor mna cerita amel sma dokter gantengnya 😢
Soraya
mampir thor
Marina Tarigan
apa ayaj ibumu sdh berpisah stacy atau seperti kelusrga hidup sendiri 2 papamu punya selingkuhan dan ibumu juga begotu mlnya tfk perduli dgnmu berjuang utl masa depan selagi mereka masih membiayai hidupmu biarkan saja
Marina Tarigan
nanti tiap thn beranak Ririn apa sdh be KB anakmu msh perlu ibunya masih terlampau kevil
Marina Tarigan
biasanya gol drh O pendonor kesemua gol drh atau mungkin Adam itu anak selingkuhan Lisa kali karena lisa dulu punya laki2 lain
Marina Tarigan
ngeri kali nasipmu Lisa pacar meninggalkanmu sesudah hartamu dikuras spi habis dan meninggalkanmu di jalanan dan suami yg super pintar ceo dosen punya harta menggunung mulai sekarang tata hidupmu dgn berserah kpd Tuhan besarkan anakmu dgn baik dan Adam biarkan dia mengerti dulu demi phisnya sampai kapanpun kamu ttp ibu yg melahirkannya ke dunia ini
Marina Tarigan
adam tdk bisa dipaksan dia masih kecil belum bisa mengerti apa2 buat dia trauma nantinya
Marina Tarigan
coba lagi Alisa sampai darah penghabisan lawanmu sekarang sdh tahu sepak terjangmu dan sdh banyak punya mata2 mengawssi kamu
Marina Tarigan
akibat kesakitan yg pernah kau alami Rini dasa otak cerdasmu timbul dgn luar bisa bagus hancurkan Alisa tanpa dia darimana dan kamu Andre. kasihan sekali kamu dijadilan alisa cuma alat pemuas penyakinya😄 yg gila kamu belum pernah main wanita perjakamu sdh di obok2 wanita biadap bagus kamu sadar lah dgn lingkunganmu
Marina Tarigan
semasa Bean masih sendiri beberapa thn tak bisa kamu taklukkan lisa ini sdh nikah dgn wanita yg pintar semoga jeratanmu pd Andre berbalik padamu
Marina Tarigan
aduh Andre begitulah laki 2 pd umumnys asal digesek sedikit imannya terus hanvur kalau kau ladeni iblis itu kau akan masuk kehancuranmu Andre dikantor itu bukan lagi Bean yg berkuasa tapi Rini sdg mematai 2 lisa ular itu
Marina Tarigan
memang suamimu Rini perlu otaknya perlu di rukiah sifatnya kekanak2an
Marina Tarigan
pelacur itu kalau tdk dibenturkan kepslanya ketembok itu bikin rmh tggamu hancut baru beberapa menit daling memaafkan datang lagi ulsr cobra
Marina Tarigan
kamu marah sm lisa kamu siksa idtrimu begitu krjam behitu Rini sangat tulus merawst anakmu Afam
Marina Tarigan
suami biadap karena cembufu buta kamu perlakukan istri sahmu seperti binatang brian itu sdh deperti saudara bagi Rini karena keluarga mereka membantu Rini seperti kelusrganya karena kesakitanmu dgn mantan istrimu itu kamu lampiaskan brengsekmu sm istri sahmu yg sdh mengobati trauma analmu sendiri kok perangaimu sangat biadap
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
kok ada dosen se biadap brengselk kurang ajar sepeperti itu walsupun kamu ydk mencintai apakah patut kamu buat begitu kasarnya seperti pelacur tdk dia masih perawan kalau aku rini sdh kutendang asetnya itu biar mati sekalian maaf cetitanya terlampau sadis begitu Rimi mash sangat muda diperlakukan seperti anjingpun tdk lebih
Marina Tarigan
kamu idola banyak pemuda karena kepintaranmu tdk neko2 tulus bekerja kamu anak baik tdk pernah pacaran kamu mau dinikahi duda yg pernah disakiti mantan istrinya hingga infasnya ke kamu tahankan kalau kamu danghup ya
Marina Tarigan
belum akad pun sdh ada masallah minta undur saja sdh lagi pun menurut aku terlampau cepat Rini menerima belum tahu sedikitpun sifat masing2 Dean jauh lebih tua dari Rini aturan dia yg dewasa betul bisa membingbing kalau aku pasti aku pergi diam2
Marina Tarigan
kok mudah kali Rini menerima perjodohan itu kalau dgn segi finansial memang tdk akan kekurangan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!