NovelToon NovelToon
Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Di khianati tunangan sampah, eh malah dapat pamannya yang tampan perkasa!

Cerita berawal dari Mayra andini kusumo yang mengetahui jika calon suaminya Arman, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri.

Di hari pernikahannya mayra mengajak Dev-- paman dari Arman untuk menikah dengan nya, yang kebetulan menjadi tamu di pernikahan keponakannya. Dan mayra juga membongkar perselingkuhan arman dan Zakia yang di lakukan di belakangnya selama ini.


Cerita tidak sampai di situ, setelah menikah dengan Dev, Mayra jadi tahu sisi lain dari pria dingin itu.

Dapatkan mayra meluluhkan hati Dev yang sekeras batu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta restu

Malam itu setelah makan malam yang Dev masak sendiri, spaghetti aglio olio dengan ayam panggang yang sangat enak. Setelah perut kenyang, mereka kemudian duduk di sofa dengan wine, untuk membahas lebih banyak detail pernikahan.

"Apa kau sudah menentukan temanya? " Tanya Dev sambil mencatat di iPadnya. Rupanya dia sangat teroganisir tentang ini.

"Hmmm... bagaimana tema taman romantis? dengan banyak bunga putih dan pink lembut, dan lampu- lampu hias. Bukankah akan menakjubkan? seperti dalam negeri dongeng, " kata Mayra sambil membayangkan nya dengan mata berbinar terang.

Dev menoleh, tersenyum. "Kedengarannya indah. Lalu dresscode? "

Mayra menyeringai, dia terlihat sangat bersemangat. "Semi formal? aku mau para tamu nyaman tapi tetap terlihat elegan. Seperti suasana pesta taman, " jawab Mayra.

"Di mengerti. " Dev manggut-manggut, suka melihat istrinya mengoceh dengan semangat seperti itu. "Lalu musik? "

Mayra menepuk-nepuk telunjuk nya di dagu. "Band akustik langsung. Sesuatu yang lembut dan romantis. Dan pastinya tarian pertama kita harus spesial," kata Mayra dengan ekspresi yang tak sabar sambil membayangkan akan seromantis apa nantinya.

Dev tersenyum, lagi. "Sudah memikirkan tarian pertama? "

"Tentu saja! Kali ini aku akan memilih lagunya dengan hati- hati. Sesuatu yang bermakna untuk kita, " ujar Mayra.

"Ada ide? " tanya Dev.

"Mungkin... 'All of me' dari John legend? atau 'A thousand years'? atau yang lain. Kayanya aku perlu memikirkan nya lagi, " jawab Mayra.

"Oke, tidak apa- apa sayang, kita punya waktu. Tidak perlu terburu-buru, " ujar Dev sambil mengusap rambut Mayra dengan lembut.

"Dev, " panggil Mayra setelah keheningan sebentar.

"Hmm? "

"Ini tentang papa... Aku perlu memberitahu dia tentang pernikahan kedua ini. Dan aku mau melakukannya dengan benar. Mungkin dengan mengundang dia untuk makan malam disini? Supaya kamu juga bisa langsung meminta restunya? " usul Mayra dengan penuh harap.

Dev terdiam sejenak, jelas memikirkan nya.

"Aku tahu hubungan dengan papa masih agak...rumit setelah semua yang terjadi. Tapi kali ini berbeda. Ini nyata, honey. Dan aku mau papa menjadi bagian dari ini dengan sepenuhnya sadar dan bahagia, " jelas Mayra.

"Baiklah, " kata Dev akhirnya. "Aku mengerti. Dan kamu benar, aku harus meminta restunya dengan benar dan secara langsung. Terutama karena yang dulu... kacau sekali. "

Mayra tersenyum sumringah. "Terimakasih."

"Kapan kamu mau mengundang nya? " tanya Dev.

"Mungkin rabu ini? agar kita mempunyai waktu untuk mempersiapkan segalanya? " usul Mayra.

Dev mengangguk. "Rabu waktu yang cocok. Aku akan pastikan aku pulang lebih awal dan bersama, kita bisa memasak sesuatu yang enak untuk nya, " tukas Dev.

"Kita masak bersama. Aku suka itu, " kata Mayra sambil memeluk Dev dengan erat.

Mereka lalu menghabiskan sisa malam seperti itu, berpelukan, berbicara tentang masa depan, membuat rencana, merasa bersyukur atas kesempatan kedua untuk bahagia yang akhirnya mereka temukan satu sama lain.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rabu malam pun tiba, dengan Mayra yang merasa sangat gugup.

"Sayang, santai saja. Ini ayahmu, bukan orang asing yang menakutkan, " kata Dev sambil membantu menyiapkan makan malam. Mereka memutuskan untuk memasak beef wellington dengan sayuran panggang dan kentang tumbuk, plus pencuci mulut berupa chocolate lava cake.

"Aku tahu, tapi... terakhir kali papa melihat kita bersama adalah tepat setelah pernikahan gila itu dan kunjungan rumah sakit. Sekarang kita akan memberitahu nya soal rencana kita untuk mengulang lagi pernikahan ini dengan benar. Bagaimana kalau dia berpikir kita impulsif atau tidak serius? "

Dev sontak berhenti memotong sayuran dan berbalik menghadap Mayra sepenuhnya. Kemudian dia memegang bahunya dengan lembut.

"Baby dengar, ayahmu mencintai mu. Dia menginginkan mu bahagia. Dan dia pasti bisa melihat bahwa kita tulus tentang ini. Kita akan menjelaskan semuanya, tunjukkan rencana kita, dan aku akan meminta restunya dengan benar. Semuanya akan baik-baik saja, " kata Dev dengan kepastian yang tenang, yang entah bagaimana selalu berhasil memenangkan kecemasan Mayra.

"Oke.oke, kamu benar, " ujar Mayra sambil menarik napas dalam. "semuanya akan baik-baik saja. "

Sekonyong-konyong, bel pintu berbunyi tepat pukul 7 malam. Pak Bambang memang selalu tepat waktu.

Dev lalu pergi membuka pintu sementara Mayra memeriksa penampilannya untuk yang terakhir kali di cermin. Dia mengenakan gaun krem sederhana tapi elegan, rambut terurai dalam gelombang lembut dan riasan natural.

"Papa, selamat datang. Terimakasih sudah datang, " sapa Dev dengan hormat sambil berjabat tangan dengan pak Bambang.

"Dev, terimakasih atas undangannya, " jawab pria paruh baya itu sambil masuk.

"Papa! " Mayra bergegas memeluk ayahnya.

"Sayang, " Bambang balas memeluk putrinya dengan erat, jelas merindukan anak tersayangnya itu. "Kamu terlihat bersinar, sayang. Bahagia. "

"Aku memang bahagia, pa, " kata Mayra dengan senyum tulus.

Mereka lalu duduk di meja makan yang sudah di tata dengan indah. Dev rupanya punya selera yang bagus untuk ini. Lilin, bunga, dan penataan mejanya yang benar, tampak sangat elegan.

"Wah, ini mengesankan. Kalian menyiapkan semua ini? " tanya Bambang sambil mengagumi penataan nya.

"Ya, kami menyiapkan nya bersama. Dan oh ya pa, Dev sebenarnya koki yang luar biasa, " kata Mayra dengan bangga.

"Aku hanya mengikuti resep. Mayra banyak membantu, " kata Dev dengan rendah hati.

Pak Bambang tersenyum, matanya terlihat tulus menyaksikan putrinya benar-benar bahagia saat ini dengan pilihannya.

Makan malam dimulai dengan suasana yang nyaman. Bambang terlihat lebih santai dari yang terakhir kali, dan percakapan mengalir secara alami, tentang pekerjaan, tentang kehidupan dan hal- hal acak lainnya.

Sampai pencuri mulut pun tiba, dan Dev melirik Mayra dengan tatapan "siap? ".

Mayra lalu mengangguk.

" Papa, ada alasan khusus kenapa kami mengundang anda malam ini, " Dev memulai dengan nada serius tapi penuh hormat.

Pak Bambang menegang, langsung waspada. "ya? "

Dev meraih tangan Mayra di atas meja, lalu mengaitkan jari- jari mereka.

"Seperti yang Anda tahu, saya dan Mayra menikah dalam keadaan... yang tidak biasa sebulan lalu. Ini dimulai dengan perjanjian dan kontrak untuk beberapa alasan, "kata Dev dengan hati- hati.

Pak Bambang mengangguk.

" Tapi keadaan mulai berubah. Kami berubah. Apa yang dimulai sebagai kontrak perlahan- lahan menjadi nyata. Kami jatuh cinta sungguhan, " lanjut Dev sambil menatap Mayra dengan kelembutan yang membuat ekspresi Pak Bambang melembut.

"Dan sekarang, " Mayra mengambil alih. "Kami mau melakukannya dengan benar. Kami mau mengadakan upacara pernikahan yang benar. Yang sederhana, intim, dengan orang-orang yang kami cintai. Dan papa adalah salah satu dari orang yang paling penting dalam hidup ku. "

Mayra kemudian menunjukkan cincin pertunangan yang baru pada ayahnya.

"Dev melamar lagi, pa. Dengan benar kali ini. Dan kami merencanakan untuk mengadakan upacara, pertengahan bulan depan, " jelas Mayra.

Pak Bambang menatap cincin itu, lalu wajah putrinya yang berseri dengan kebahagiaan, lalu Dev yang menatap Mayra seolah dia adalah pusat dunianya.

"Dev, " kata Bambang setelah momen yang terasa seperti keabadian. "Berdiri."

Dev langsung berdiri, terlihat hormat tapi juga sedikit khawatir.

Bambang juga berdiri dan berjalan mengelilingi meja untuk berhadapan langsung dengan Dev.

Lalu, mengejutkan, baik Dev maupun Mayra setelah Bambang menarik Dev dalam pelukan yang tegas dan ke-bapak-an.

"Terimakasih... " suara Bambang sarat dengan emosi. "Terimakasih karena membuat putriku benar-benar bahagia. Hingga aku bahkan bisa melihat nya di matanya. Ini berbeda dari yang dulu dengan... dengan anak itu. Ini nyata. "

Dev membalas pelukan itu, jelas tersentuh. "Aku mencintai putri anda pak. Lebih dari apapun. Dan aku berjanji akan melakukan segalanya untuk membuatnya tetap bahagia. "

Bambang mundur, tangannya berpindah ke bahu Dev, menatapnya dalam- dalam.

"Aku memberi restu. Secara resmi. Untuk menikahi putriku, lagi," kata Bambang dengan senyum yang akhirnya tulus dan bahagia. "Lakukan dengan benar kali ini. Lakukan dengan cinta. Dan berbahagialah bersama."

Wajah Dev langsung berubah sumringah, menatap ke arah Mayra.

"Pasti. Kami akan lakukan, Pah. Aku janji," kata Dev.

Mayra mulai menangis sekarang, air mata bahagia, dan dia bergegas memeluk ayah dan calon suaminya yang akan menikah lagi dalam pelukan berkelompok yang emosional dan indah.

"Aku sangat bahagia, Pa. Terima kasih karena mendukung kami," bisik Mayra.

"Papa hanya ingin kamu bahagia, sayang. Selalu," jawab Bambang sambil mencium kening putrinya.

Sisa malam diisi dengan pembicaraan pernikahan. Bambang sebenarnya bersemangat membantu, menawarkan untuk mengantar Mayra di altar (dengan benar kali ini, tanpa kejutan dan drama), dan bahkan menyarankan beberapa ide untuk upacara.

Saat Bambang akhirnya pergi sekitar jam 10 malam, dia memeluk Mayra dengan erat di pintu.

"Aku bangga padamu, sayang. Karena menemukan kebahagiaan lagi. Karena cukup berani untuk mengambil kesempatan kedua pada cinta," bisik Bambang.

"Terima kasih, Pah. Untuk semuanya," bisik Mayra balik.

Setelah Bambang pergi, Mayra menutup pintu dan bersandar padanya dengan senyum lebar.

Dev berjalan mendekat dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Lihat? Aku sudah bilang semuanya akan baik-baik saja," kata Dev sambil mencium keningnya.

"Kamu benar. Seperti biasa," aku Mayra sambil menatapnya. "Terima kasih karena melakukan itu. Karena meminta restu ayahku dengan benar. Itu sangat berarti untukku."

"Itu juga berarti banyak untukku. Restu ayahmu itu penting. Semua ini penting. Karena KAMU penting," kata Dev dengan ketulusan yang membuat Mayra jatuh cinta padanya lagi.

"Aku mencintaimu, Dev Armando. Sangat," kata Mayra.

"Aku juga mencintaimu, Mayra Armando. Selamanya," kata Dev sebelum menciumnya, ciuman dalam dan penuh gairah yang menjanjikan selamanya.

Dan Mayra tahu, kali ini, selamanya itu nyata.

Kali ini, mereka melakukannya dengan benar.

Kali ini, akan sempurna.

******

BERSAMBUNG

1
arniya
mampir kak
Siti Maryati
enak alur ceritanya
Siti Maryati
👏👏👏👏
Ryn
lanjut thourr
Siti Maryati
aku juga siap .....
menunggu mu update lagi
Siti Maryati
Doble triple ya up nya
olyv
lanjut....
Siti Maryati
seru
Siti Maryati
ditunggu up nya ya
astr.id_est 🌻
😄😄 wahh karya baru lagi thor semangat terus ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!