NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Ide Cemerlang Karakter Figuran

Ketenangan di vila yang jauh dari hiruk pikuk kota ternyata menjadi obat paling mujarab bagi otak Jennie yang penuh dengan rasa takut. Setelah menghabiskan waktu penuh gairah bersama Johan, dia merasa energinya penuh kembali.

Sore itu, Jennie duduk di kursi kayu di balkon lantai dua dengan memangku laptopnya. Benar kata Johan, untuk apa mendengarkan omongan orang-orang di luar sana? Lebih baik dia segera menyelesaikan novelnya dan mengambil bonus tahunannya.

Udara pegunungan yang dingin menerpa wajahnya, tapi jemarinya bergerak dengan cepat di atas tuts keyboard. Bola matanya seolah memancarkan api yang menyala-nyala, sebuah api kreativitas yang dipicu oleh rasa gemas.

Johan keluar dari dalam kamar dengan mengenakan sweater rajut dan juga celana santai. Dia membawa dua cangkir coklat panas dan meletakkannya di meja kecil di samping Jennie.

"Aku mencium bau kabel terbakar," godanya sambil melirik laptop Jennie. "Atau itu bau otakmu yang sedang bekerja terlalu keras?"

Jennie tidak menoleh, matanya tetap terpaku pada layar. "Aku sedang menyusun bab terakhir karena baru saja mendapatkan ide yang sangat cemerlang dan akan sangat memuaskan."

Johan duduk di kursi sebelah, menumpu kakinya dengan santai. "Oh ya? Apakah tokoh utama pria akhirnya memutuskan untuk beralih menjadi pemain sirkus?"

Jennie tertawa kecil dan menghentikan ketikannya lalu menoleh ke arah Johan dengan senyum licik yan jarang terlihat.

"Bukan, aku baru saja menambahkan karakter baru. Seorang karakter figuran yang muncul di akhir cerita hanya untuk mempermalukan dirinya sendiri."

"Siapa?"

"Karakter ini namanya....hmm, mari kita sebut saja Sissy," jawab Jennie dengan nada sarkastik.

"Dia adalah wanita yang terobsesi pada kesempurnaan dan status, dia harus perhatian dan selalu merasa paling berhak atas segalanya, tapi sebenarnya dia hanya karakter kosong yang kesepian."

"Dia mencoba menghancurkan hubungan tokoh utama dengan menyebarkan fitnah, tapi tindakannya itu justru jadi senjata makan tuan yang membuatnya terlihat menyedihkan di depan publik."

Mendengar penjelasan dari Jennie, Johan mengangkat alisnya. Dia langsung paham siapa inspirasi di balik karakter Sissy ini. "Balas dendam lewat tulisan, huh?"

"Kenapa tidak? Ajeng menggunakan media sosial untuk menghancurkanku, maka aku akan menggunakan keahlianku untuk mengabadikan kebodohannya dalam sebuah karya yang akan dibaca jutaan orang."

"Dia ingin panggung, kan? Aku beri dia panggung sebagai antagonis yang gagal total," jelasnya dengan semangat berapi-api.

Johan menyesap coklat panasnya lalu mencondongkan tubuh ke arah Jennie. "Coba bacakan apa yang kamu tulis, aku ingin dengar bagaimana caramu menghabisi dia di atas kertas."

Jennie berdehem, lalu mulai membacakan potongan bab yang baru saja dia tulis dengan suara yang dramatis :

"Sissy berdiri di tengah pesta dengan gaun merah menyala, seolah-olah di sedang berteriak bahwa dia ada di sana. Dia melempar sebuah rahasia ke udara, berharap itu akan menjadi bom yang menghancurkan musuhnya."

"Namun dia lupa satu hal, bom itu tidak punya kaki untuk lari. Saat bom itu meledak, asapnya justru menutupi wajahnya sendiri meninggalkan dirinya berdiri sendirian di tengah ruangan, sementara orang-orang yang ingin dia hancurkan justru berjalan pergi sambil berpegangan tangan, tidak sudi menoleh sedikitpun padanya."

"Sudah itu saja, nanti tidak menjadi kejutan jika aku membaca semuanya," ujar Jennie setelah selesai membaca.

Johan terdiam sejenak kemudian mengangguk pelan dengan senyum tipis yang penuh dengan apresiasi. "Deskripsi seorang penulis memang berbeda," komentarnya.

"Aku yakin dia akan membaca bab ini, dan dia akan merasa bahwa ini tentang dirinya. Tapi dia tidak bisa menuntutku karena aku tidak menyebut namanya, ini kan fiksi," ucap Jennie terkekeh puas.

Johan menatap Jennie dalam, dia mengambil laptop di pangkuan wanita itu dan meletakkannya di meja lalu meraih kedua tangan Jennie ke dalam genggamannya.

"Apa aku boleh menyarankan sedikit untuk endingnya?" ucap pria itu dengan suara yang mendadak serius.

Jennie mengerutkan alisnya, "Seperti apa? Coba aku dengarkan dulu."

"Mereka sudah saling memaafkan dan berakhir menikmati waktu berdua. Pembacamu mungkin merasa puas dengan adegan panas mereka, tetapi itu terlalu standar untuk novel erotis," ucap Johan.

"Lalu? Mas Johan ingin ending yang seperti apa?"

Johan menarik napas panjang, menatap langit senja yang mulai berubah warna menjadi ungu kemerahan. "Jangan hanya buat mereka berakhir di ranjang. Mungkin ranjang adalah tempat mereka bisa jujur dengan perasaan satu sama lain, tapi itu bukan tujuan akhirnya."

Pria itu menjeda ucapannya lalu menatap Jennie yang mana langsung membuat jantung wanita itu berdegup kencang.

"Buat mereka berakhir di pelaminan," lanjut Johan. "Tulis bahwa tokoh utama pria tidak hanya ingin menghabiskan malam-malam panas dengan tokoh wanita, tetapi dia juga ingin membangun rumah tangga yang nyata. Buat pembacamu tahu bahwa cinta mereka lebih kuat dari skandal apapun yang dilemparkan dunia."

Jennie terpana dengan ide yang diberikan oleh Johan. "Mas, kamu serius ingin aku menulis tentang pernikahan di novel erotis?"

"Kenapa tidak? Pernikahan adalah bentuk gairah paling tinggi, bukan hanya tentang tubuh yang menyatu, tapi tentang dua nyawa yang sepakat untuk tidak saling meninggalkan saat badai datang," jawab Johan lalu mengecup punggung tangan Jennie.

"Bukankah itu yang sedang kita alami sekarang?"

Jennie merasa matanya memanas, masukan dari Johan bukan hanya saran plot tapi sebuah komitmen yang sangat nyata di atas reruntuhan fitnah. Dia menarik Johan ke dalam pelukannya dan membenamkan wajahnya di leher pria itu.

"Terima kasih, Mas, aku akan menulisnya. Aku akan membuat ending yang paling indah yang akan membuat siapapun yang meragukan kita merasa kecil hati," bisik Jennie.

Jennie kembali mengambil laptopnya dan mulai merangkai kata-kata tentang pernikahan, tentang janji, dan juga masa depan. Dan Johan senantiasa duduk di sampingnya untuk menjaga dan mendukungnya sepenuh hati.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!