NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan / Tamat
Popularitas:827.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi-lagi Elgard

Kevin sudah menunggu Bianca di tempat yang mereka sepakati. Dia terlihat begitu senang karena Bianca juga ingin bertemu dengannya. Dia juga penasaran, sebenarnya apa yang ingin Bianca bicarakan kepadanya. Kevin berharap itu ada kaitannya dengan ungkapan perasaannya waktu itu.

"Maaf membuatmu menunggu Kak!"

Kevin tersenyum melihat kedatangan Bianca. Tadi sebenarnya Kevin ingin menjemputnya, namun Bianca menolak.

"Tidak, aku juga baru saja sampai!"

Bianca sedikit agak canggung berhadapan dengan Kevin karena niatnya yang sebenarnya.

"Kita pesan makan dulu, baru nanti kita bicara ya?"

Bianca mengangguk, dia tentu tidak bisa menolak karena dia membutuhkan Kevin sekarang. Bianca melihat daftar menu yang ada di restoran itu.

Dulu harga setiap makanan yang tertera di sana, semuanya terlihat kecil baginya, tapi sekarang setelah dia tidak punya apa-apa, semuanya begitu mahal. Bahkan Bianca bisa membeli makanan selama tiga sampai empat hari dari harga satu menu saja.

"Pilih apa yang kau suka, jangan sungkan!" Kevin tau kalau Bianca pasti merasa tidak enak kepadanya kalau memesan makanan yang mahal.

"Hmm" Bianca mengangguk dan memesan satu menu makanan dan satu minuman.

"Hanya itu saja?"

"Iya Kak, tadi aku sudah makan!" Bianca tentunya merasa malu kalau dia memesan makanan lebih dari satu.

"Baiklah!"

Bianca menatap pria di depannya yang sedang menyebutkan makanan yang mereka pada pelayan.

Menurut Bianca, Kevin cukup berubah banyak dari Kevin yang dulu. Sekarang, pria itu terlihat lebih matang. Garis rahangnya semakin tegas, tubuhnya juga lebih berotot dibandingkan dulu yang agak kurus.

"Bianca!"

"Eh, emm i-iya?" Bianca terkejut karena dia sedang melamun menatap Kevin.

"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?" Kevin tentu saja penasaran karana baru kali ini Bianca mau pergi bersamanya tanpa paksaan.

"Emm Kak, waktu itu kau pernah menawariku pekerjaan, apa itu masih berlaku?" Bianca terlihat begitu ragu dan malu menanyakan hal itu.

"Tentu saja masih berlaku Bianca. Jadi kau mau menerima tawaranku waktu itu?"

Meski tebakan Kevin tentang tujuan Bianca mengajaknya bertemu itu salah, tapi Kevin tetap senang karena akhirnya dia bisa lebih dekat dengan Bianca kalau dia mau bekerja di kantornya.

"Aku pikir, aku membutuhkan pekerjaan itu Kak!"

"Baiklah kalau begitu, besok datanglah he kantorku. Kau akan ku jadikan sekretarisku!"

"Apa Kak? Sekretaris?"

"Iya, kebetulan aku sedang membutuhkan seorang sekretaris!"

"Kak, aku hanya membutuhkan pekerjaan. Mau dimanapun kau menempatkanku, aku tidak masalah. Tapi kalau menjadi sekretaris rasanya tidak mungkin. Kau tidak lulus kuliah, tentu aku tidak pantas menempati posisi itu!"

Lagi pula, apa jadinya kalau orang-orang di kantor Kevin tau tentang hal itu. Pasti mereka semua akan menganggap jika dirinya hanya memanfaatkan Kevin untuk mendapatkan posisi yang cukup tinggi itu.

"Aku tidak akan mempermasalahkan itu. Aku tau kau mampu melakukannya!"

"Tapi Kak, bagaimana tanggapan orang-orang nanti kalau tau tentang status pendidikanku?"

"Tidak usah pikirkan pendapat orang lain. Kau bekerja denganku, jadi kau hanya perlu mendengarkanku!" Tegas Kevin yang tau betul bagaimana perasaan Bianca tentang hal itu.

Bianca hanya diam menunduk, rasanya ingin mundur, tapi dia tidak enak pada Kevin dan juga menjadi sekretaris tentu akan mendapatkan gaji yang lumayan besar. Tapi kalau terus maju, dia khawatir kalau orang-orang di kantor Kevin tidak menyukainya. Apa lagi kalau mereka mengetahui identitas Bianca yang sebenarnya dimana dia adalah anak seorang koruptor.

"Besok kau boleh mulai bekerja!"

"A-apa Kak? Besok?"

"Iya, lebih cepat lebih baik bukan?"

"Baiklah" Jawab Bianca dengan tak bersemangat.

Bianca tak begitu lama bertemu dengan Kevin karena dia harus menyiapkan segalanya untuk mulai bekerja besok. Juga harus berhenti dari club gang baru beberapa hari ini menjadi tempatnya bekerja.

Bianca mencari semua bajunya yang masih layak beginya untuk bekerja menjadi seorang sekretaris. bagi Kecin. Bianca juga menyiapkan beberapa dokumen tentang riwayatnya untuk Kevin.

Tok.. tok...

Bianca menegang, dia sudah sering mendengar suara ketukan pada pintu apartemennya hingga membuatnya trauma. Mareka para penagih hutang yang sering memeras Bianca demi uang yang tak pernah Bianca pegang sebelumnya,

Tok..tok...

Bianca tak ingin membukanya dan berpura-pura tidak ada di dalam, namun lampu apartemennya yang menyala, tentu saja membuatnya tak bisa mengelak.

"Aku tau kau di dalam. Cepat keluar!"

Bianca akhirnya berjalan menuju pintu setelah mendengar suara perempuan. Dia adalah Nyonya pemilik apartemennya.

"Nyonya?" Sapa Bianca setelah dia membuka pintu.

"Kemana saja kau? Pasti beberapa hari ini kau sengaja menghindariku kan? Cepat bayar sewa apartemen ini! Sudah dua bulan ini kau menunggak, dan aku tidak mau membiarkanmu bertahan di sini secara cuma-cuma!"

"Maaf Bu, saya belum punya yang!"

"Itu lagu lama! Sudah berkali-kali kau seperti ini. Kalau menang kau tidak bisa membayarnya, silahkan keluar dari sini!"

"Tolong beri saya waktu beberapa hari lagi Bu. Saya akan melunasinya!"

"Aku tidak percaya! Cepat kau pergi dari sini!" Wanita itu menarik tangan Bianca dan mendorongnya menjauh.

Bianca terhuyung ke depan hingga ingin terperosok ke tangga, namun untung saja ada seseorang yang menahannya.

"Apa yang anda lakukan Nyonya!"

Bianca mendongak karena mendengar suara Elgard yang membentak Nyonya pemilik apartemen. Bianca juga baru tau kalau yang saat ini memeluknya adalah Elgard. Dia buru-buru melepaskan tangan Elgard kemudian sedikit menjauh.

"Anak muda, kau tidak usah ikut campur. Ini urusanku dengan wanita ini!"

"Apa yang anda inginkan sampai anda mendorongnya seperti itu?!"

"Dia belum membayar sewa selama dua bulan. Aku ingin mengusirnya dari sini!"

"Berapa? Katakan, aku akan membayarnya!"

"Jangan!" Tolak Bianca, dia tidak ingin menambah hutangnya lada Elgard. Di samping itu, dia tidak mau kalau Elgard menggunakan kebaikannya itu untuk menekan Bianca lagi.

"Katakan berapa!" Desak Elgard gak mempedulikan Bianca.

Wanita bertubuh tambun dengan perhiasan menghiasi seluruh tubuhnya itu tampak senang. Dia segera mengeluarkan catatan miliknya dari dalam tas.

"Ini, kirim saja ke sini!" Ia memperlihatkan itu pada Elgard dan juga nomor rekeningnya.

Tanpa banyak bicara, Elgard mengotak-atik ponselnya kemudian memperlihatkan layar ponselnya pada Nyonya pemilik apartemen

"Sudah, silahkan anda pergi dari sini!"

"Baiklah, begitu kan enak! Kau harus pertahankan pria ini Bianca, karena dia sumber uang untukmu!" Wanita itu pergi dengan wajah sumringah.

Sedangkan Bianca masih terdiam dan menatap Elgard dengan jengah.

"Apa lagi yang kau inginkan dari bantuanmu kali ini?"

Elgar mengernyitkan keningnya karena pertanyaan Bianca itu.

"Kenapa kau bertanya seperti itu? Lagipula yang menganggap semua bantuanku adalah hutang adalah dirimu! Sejak awal aku selalu membantumu dengan tulus, kau sendiri yang menjadikan itu semua menjadi hutang!"

"Ck!"

Bianca berdecak kemudian kembali masuk ke dalam apartemennya. Dia juga langsung menutup pintu tanpa mempedulikan Elgard yang masih ada di sana.

Tapi dengan cepat Elgard menahan pintu apartemen Bianca.

"Apa lagi?!!" Kesal Bianca.

"Aku lapar!"

1
Suci Uci
semoga biancaa Ama royy aja sama sama gadis dan perjaka
Maria Christanti
wah sdh selesai ya. Mksih Thor sll semangat dlm berkarya.💪
Diah Anggraini
keren el
Diah Anggraini
semangat el..
semangat Bee.. 👍👍
Diah Anggraini
sabar ya el..
kalo kau sedih eke jadi sedih juga dah bacanya
Diah Anggraini
guuut.. el
Diah Anggraini
kereeennnnn Bee💪💪💪
Diah Anggraini
modus aja el
Diah Anggraini
tenang aja ka..
saya suka ko alur ceritanya ..
bagus
Diah Anggraini
cakep el
Diah Anggraini
buat el.. tepat banget datengnya
Diah Anggraini
el.. saya bacnya jadi sedih tau
Diah Anggraini
keren cerita bagus
den
semangat thorr🤍
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 rasanya seperti makan gado-gado...... macam-macam rasanya 🥰🥰🥰🤗
Firgi Septia
aku kira elgard masih perjaka ternyata sdh bekas kasihan Bianca dapat bekas meriana/Smug/
Yeni Fitriani
kan jadinya terlihat bngeet klo erlgard sm sprti boneka mainan bg ayahnya.... dulu di paksa tunangan sm bianca lalu di paksa putus.... skrg pu dipaksa tunangan sm meri tp blm tentu sampai menikah karna sdh di ulti begiti meri pinya skandal kudu langsung putus jg sm meri..... bener2 org tua yg gila....
May Maya
bagus
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik /Heart//Heart/
Sulayah Kingdom
oke thor di maafkan meski lebaran udh lewat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!