NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Selingkuh?

Salahkah Aku Selingkuh?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 7

Hari ini memang weekend. Pada umumnya semua orang pasti libur dan tidak bekerja. beberapa orang biasanya akan menghabiskan waktunya bersama keluarga, dan ada juga yang memilih untuk diam di rumah dan beristirahat sebelum kembali bekerja di hari Senin.

Tapi tidak dengan daiky, meskipun libur dia tidak ada di rumah, tidak menghabiskan waktunya bersama istrinya. Setelah pergi tadi pagi dan sampai siang ini dia belum pulang juga.

tok tok

" kak ipar....!" panggil Naoki dari luar kamar Haruka.

" iyaa" jawab Haruka dari dalam kamar.

" makan di luar yok, masa weekend gini cuma berdiam diri di kamar " ajak Naoki

Perlu di ingat! Naoki bukan tipe orang yang suka tinggal di rumah. Dia lebih suka pergi keluar rumah menghirup udara segar dan menghabiskan uang.

Cekleek

Haruka membuka pintu dan melihat Naoki yang sudah rapi. Sepertinya Naoki memang benar benar ingin keluar.

" aku tidak ingin ikut, kamu pergi sendiri saja" ujar Haruka.

Dan perlu kalian ingat juga! Haruka buka tipe orang yang suka keluar rumah. dia paling keluar rumah jika memang ada yang penting atau jika sudah sangat bosan di rumah. atau jika ada yang memaksanya.

" ayo lah kakak ipar, kita ini selama selingkuhan kan? Otomatis kita ini pacaran. Masa weekend gini kita tidak menghabiskan waktu berduaan? Sedangkan kak_"

" sttt! Kamu pintar sekali berbicara " ujar Haruka menghentikan ucapan Naoki yang menurutnya terlalu panjang lebar.

" jadi ayo kita pergi" ajak Naoki.

Haruka berfikir sejenak. apa yang di katakan oleh Naoki memang benar. Suaminya sedang bersenang senang di luar sana bersama wanita lain. Masa dia hanya berdiam diri di rumah? Itu tidak adil.

" tunggu sebentar, aku akan bersiap siap" ujar Haruka lalu kembali masuk ke kamarnya untuk bersiap siap.

tidak butuh waktu lama, Haruka sudah siap dan tampil Cantik. Mereka pun segera keluar dari rumah dari berjalan ke garasi.

Haruka menatap bingung pada Naoki yang menaiki motor sport yang asing haruka. Motor siapa itu? Dan kenapa Naoki menggunakan nya?

" kita pergi dengan motor?" tanya Haruka

" yaa, cepat naik. Aku ingin menguji motor baru ku" jawab Naoki.

Motor baru? Jadi Naoki baru saja membeli motor? pasti dia memakai duit orang tuanya. Dan sekarang mereka akan pergi menggunakan motor? Tahu begini dia tidak akan memakai dress.

" kau pergi sendiri saja, aku menyusul dengan mobil" ujar Haruka.

Haruka tidak suka naik motor. Baginya naik motor itu ribet. angin nya kencang dan tentunya jika naik motor tidak akan nyaman bila memakai dress.

" itu bukan kencan namanya kak ipar" ujar Naoki " naik motor tidak seburuk itu loh" ujar Naoki.

Karna merasa tidak ada gunanya berdebat dengan Naoki. Akhirnya Haruka memilih mengalah dan segera naik ke jok belakang.

" helm nya mana?" tanya Haruka heran karena disini tidak ada helm dana sekali.

" untuk aka helm? Kepala kita sudah memiliki rambut sebagai pelindung" jawab Naoki Santai seraya menyalakan motornya.

" gila kamu! kalo kita kecelakaan gimana?" protes Haruka.

" makanya pegangan biar tidak jatuh " setelah mengatakan hal itu Naoki segera menjalankan motor nya hingga membuat Haruka refleks memegang kedua bahu Naoki agar tidak jatuh.

" peluk sayang, kita ini pacaran bukan teman" ujar Naoki membuat haruka tertegun dengan panggilan sayang itu.

Naoki memanggil nya sayang? Ini pertama kalinya ada seseorang memanggil nya dengan panggilan tersebut. ternyata rasanya seperti ini ya di panggil sayang oleh lawan jenis? Sangat menyenangkan.

" kenapa diam? mau jatuh?" tanya Naoki melirik Haruka melalui spion.

" kamu sangat bawel seperti wanita" ledek Haruka kesal lalu memilih mengalah dan memeluk pinggang Naoki.

" kalo begitu berarti kamu cuek seperti laki laki" balas Naoki laku menambah kecepatan laju motornya.

Haruka terkejut sekaligus takut kala merasakan laju motornya terlalu kencang bahkan Hampir sama dengan orang yang sedang balapan. Haruka memeluk erat pinggang Naoki dan meletakkan kepalanya pada punggung pria itu.

" bisa pelan pelan tidak? Aku belum mau mati" teriak Haruka

" tenang saja kak ipar, aku pandai dalam hal ini" balas Naoki.

Haruka memilih untuk diam saja menahan rasa takut nya. Untungnya tidak lama mereka tiba di sebuah restoran. Haruka bernafas lega kala motor itu berhenti melaju.

" aku akan pulang naik taxi saja nanti" ujar Haruka lalu turun dari motor milik Naoki.

" kenapa? Kakak ipar takut? Lihat lah kita berhasil tiba di sini tanpa luka sedikitpun" ujar Naoki.

bagi Naoki mengendarai motor dengan kecepatan tinggi itu menyenangkan. selain cepat sampai juga bisa menikmati keseruan nya. Dari pada pelan pelan, membosankan.

" di luar memang aman tanpa luka, tadi di dalam sini hampir copot" ujar Haruka menunjukkan dadanya memberi tahu Naoki bahwa jantung nya tidak Baik baik saja.

" haha, kakak ipar lemah sekali" ledek Naoki " oke nanti akan ku bawa dengan pelan" lanjut Naoki lalu menggenggam tangan Haruka mengajaknya untuk masuk.

Keduanya duduk di satu meja yang sama. pelayan datang membawakan menu. Mereka memesan makanan yang ingin mereka makan. Tidak butuh waktu lama makanan pun sudah di sajikan di depan mereka.

" sekarang kita pacaran bukan? Bolehkah aku mengantikan nama panggilan kita?" tanya Naoki sambil menikmati makan siang mereka.

" terserah kamu saja" jawab Haruka.

Baginya nama panggilan itu tidak penting. Mereka juga selingkuh karena terpaksa kan? bukan memang mereka suka. Tapi untuk mereka balas dendam. jadi baginya nama panggilan itu tidak terlalu penting.

" oke sayang" ujar Naoki.

Sontak Haruka langsung menatap Naoki. Sayang? apa itu tidak berlebih? Mereka hanya berpacaran tanpa rasa sayang apa lagi cinta. apa nama itu cocok?

" kenapa sayang? kamu tidak suka nama itu?" tanya Naoki

" ah! Tidak papa " jawab Haruka lalu kembali melanjutkan makannya.

Setelah selesai makan Haruka membayar makanan mereka. tadi Naoki sudah menolak dan ingin dia saja yang bayar. Tapi Haruka tetap ngotot ingin bayar karena perjanjian awal kan dia yang membiayai Naoki bukan Naoki yang membiayai nya. lagian dia juga tahu Naoki tidak memiliki uang selain uang yang di berikan oleh ayahnya dan juga daiky.

" hari masih terlalu awal untuk pulang, bagaimana kalo kita jalan jalan dulu?" tanya Naoki.

ini masih siang. Mereka masih memiliki banyak waktu untuk di habiskan di luar. masa langsung pulang sih? Nggak asik dong ya.

" pulang saja, aku sedang malas pergi ke tempat ramai" jawab Haruka yang memang ingin pulang dan rebahan di rumah tanpa suara bising apapun dan tanpa ada orang lain.

" ayo naik, aku akan membawa kakak ke suatu tempat" ajak Naoki.

" aku sedang tidak ingin bertemu banyak orang nao, kalo kamu ingin jalan jalan pergi saja sendiri. Aku akan pulang dengan taxi " tolak haruka.

Yang ada di pikiran Haruka Naoki pasti ingin mengajak nya ke mall atau ke taman hiburan. Di tempat tempat kek gitu pasti sangat ramai karena ini masih weekend. Dan Haruka sangat malas melakukan nya.

" naik saja sayang, aku pastikan kamu pasti suka" bujuk Naoki

1
euryzaa momeena
ceritanya bagus ka 😍
Clarissa19: terimakasih kk
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Clarissa19: Ok kk, terimakasih
total 1 replies
euryzaa momeena
😍
euryzaa momeena
🤭
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani: sama2👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!