NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Mas ... Naf... bingung," ucap Nafiza lirih, memecah keheningan. Suaranya bergetar, mencerminkan kekacauan yang masih berkecamuk di dalam hatinya.

Zayn mengangguk pelan, memahami perasaannya. "Mas ngerti, Sayang. Kamu nggak perlu jelasin apa-apa. Mas tahu, kamu pasti lagi ngerasa sakit, kecewa, marah ... semuanya campur aduk jadi satu," ucap Zayn lembut, berusaha menenangkan Nafiza.

Nafiza menunduk, tak sanggup menatap mata Zayn. Ia merasa malu karena telah meragukan suaminya. Ia merasa bersalah karena telah bersikap kekanak-kanakan.

"Naf ... nggak tahu harus percaya sama siapa," bisik Nafiza, air matanya kembali menetes. "Naf sayang sama Mas Zayn, tapi ... tapi Naf juga nggak bisa ngilangin begitu saja rasa sakit ini." lanjut Nafiza dengan nada bergetar.

Zayn mengangkat dagu Nafiza, memaksanya untuk menatap matanya. "Dengerin Mas, Sayang. Mas tahu, mungkin sulit buat kamu percaya sama Mas sekarang. Tapi Mas janji, Mas nggak akan pernah nyakitin kamu. Mas akan buktiin cinta Mas cuman sama kamu seorang. Mas akan lakuin apa pun buat bahagiain kamu," ucap Zayn tulus, menatap Nafiza dengan tatapan yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Nafiza menatap Zayn dengan tatapan yang penuh dengan keraguan, namun ia juga melihat ketulusan di mata suaminya. Ia ingin mempercayainya, tapi ia takut akan terluka lagi.

"Gimana caranya aku bisa percaya sama Mas lagi?" tanya Nafiza lirih, suaranya bergetar.

Zayn tersenyum lembut. "Dengan waktu, Sayang. Dengan waktu dan kesabaran. Mas nggak maksa kamu buat langsung percaya sama Mas sekarang. Tapi Mas janji, Mas akan terus berusaha buat ngedapetin kepercayaan kamu lagi. Mas akan selalu ada di samping kamu, apapun yang terjadi," ucap Zayn dengan penuh keyakinan.

Nafiza terdiam sejenak, memikirkan kata-kata Zayn. Ia tahu, Zayn bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Ia bisa melihatnya dari tatapan matanya, dari nada suaranya, dari setiap sentuhan lembutnya.

Akhirnya, Nafiza menghela napas dalam-dalam, lalu menatap Zayn dengan tatapan yang lebih lembut. "Aku... aku mau coba," ucap Nafiza lirih, namun penuh dengan harapan.

Zayn tersenyum bahagia mendengar jawaban Nafiza. Ia meraih tangan Nafiza dan menggenggamnya erat. "Makasih, Sayang. Makasih udah mau kasih Mas kesempatan. Mas janji, Mas nggak akan sia-siain kesempatan ini," ucap Zayn dengan penuh syukur.

Nafiza membalas genggaman tangan Zayn dengan erat. Ia merasa sedikit lega, sedikit tenang. Ia tahu, perjalanan mereka masih panjang dan penuh dengan tantangan. Tapi ia percaya, dengan cinta dan kesabaran, mereka akan bisa melewati semuanya bersama.

Zayn mendekatkan wajahnya ke arah Nafiza, lalu mengecup keningnya dengan lembut. "Mas sayang banget sama kamu, Sayang," bisik Zayn tulus.

Nafiza memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut Zayn. Ia merasakan kehangatan dan ketenangan yang sempat menguap karena kesalahpahaman. Perlahan, ia membuka matanya dan menatap Zayn dengan tatapan yang penuh dengan cinta dan harapan.

"Aku juga sayang sama Mas Zayn," bisik Nafiza lirih, namun penuh dengan ketulusan.

Zayn tersenyum bahagia mendengar pengakuan Nafiza. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Nafiza dan menciumnya dengan lembut di bibir yang kini sudah menjadi candunya. Ciuman itu adalah ciuman permintaan maaf, ciuman kerinduan, dan ciuman cinta yang mendalam terhadap istrinya.

Setelah beberapa saat, Zayn melepaskan ciumannya dan menatap Nafiza dengan tatapan yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. "Gimana kalau kita lupain kejadian tadi dan mulai lagi dari awal?" tanya Zayn lembut, mengusap pipi Nafiza dengan sayang.

Nafiza tersenyum kecil dan mengangguk pelan. "Aku mau," jawab Nafiza lirih, namun penuh dengan keyakinan.

Zayn memeluk Nafiza dengan erat, menyalurkan seluruh cinta dan kebahagiaannya. Ia merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungannya dengan Nafiza dan ia berjanji btidak akan membiarkan kesalahan seperti ini terulang lagi.

"Makasih, Sayang. Makasih udah mau maafin Mas, Mas gak akan bisa lama-lama jauh dari kamu," bisik Zayn tulus, membenamkan wajahnya di liher Nafiza yang jenjang.

Nafiza membalas pelukan Zayn dengan erat. Ia merasa nyaman dan aman dalam pelukan suaminya. Ia tahu, perjalanan mereka masih panjang dan penuh dengan tantangan. Tapi ia percaya, dengan cinta dan kesabaran, mereka akan bisa melewati semuanya bersama.

"Udah ah, jangan sedih lagi," ucap Nafiza lembut, melepaskan pelukannya dan menatap Zayn dengan senyum yang manis. "Mendingan sekarang kita siap-siap, terus kita pergi jalan-jalan. Aku pengen liat sunset di pantai," ajaknya dengan semangat.

Zayn tersenyum bahagia mendengar ajakan Nafiza. "Siap, Nyonya Zayn! Apapun buat kamu," jawab Zayn dengan semangat, mencubit hidung Nafiza dengan gemas.

Mereka berdua kemudian berjalan masuk ke dalam kamar, bergandengan tangan. Mereka meninggalkan semua kesedihan dan kekhawatiran di belakang mereka. Mereka bertekad untuk memulai lembaran baru dalam hubungan mereka, dengan cinta dan kesabaran sebagai panduan mereka.

_______&&________

Beberapa jam kemudian, Zayn dan Nafiza sudah berada di pantai, menikmati keindahan sunset yang memukau. Mereka duduk di atas pasir yang lembut, saling berpegangan tangan, menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam di ufuk barat.

Nafiza menyandarkan kepalanya di bahu Zayn, merasa tenang dan damai. Ia bersyukur bisa melewati badai yang hampir menghancurkan pernikahannya. Ia bersyukur memiliki Zayn, seorang suami yang begitu mencintainya dan bersedia melakukan apa pun untuknya.

Zayn mencium puncak kepala Nafiza dengan lembut, merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia bersyukur memiliki Nafiza, seorang istri yang begitu sabar, pengertian, dan penuh cinta. Ia berjanji pada dirinya sendiri, ia akan selalu menjaga dan melindungi Nafiza, serta berusaha untuk menjadi suami yang lebih baik lagi setiap harinya.

"Indah banget ya, Mas," ucap Nafiza lirih, memecah keheningan. Ia menatap langit yang berwarna-warni dengan kagum.

"Iya, Sayang.Tapi lebih indah bidadari yang sedang duduk di samping Mas," balas Zayn lembut, mengeratkan genggaman tangannya.

Nafiza tersenyum manis mendengar gombalan receh dari Zayn. Ia mencubit lengan Zayn dengan gemas. "Sejak kapan seorang Zayn yang dingin bisa ngegombal, atau jangan-jangan Mas memeng raja gombal dulunya ya?" tuding Nafiza dengan nada bercanda.

Zayn tertawa kecil melihat tingkah sang istri. Ia meraih wajah Nafiza dan menciumny tangan nafiza dan menciumnya lembut. "Mas serius, Sayang. Kamu adalah keindahan yang paling indah dalam hidup Mas," ucap Zayn tulus, menatap Nafiza dengan tatapan yang penuh dengan cinta.

Nafiza tersipu malu mendengar ucapan Zayn. Ia membenamkan wajahnya di dada Zayn, menyembunyikan rona merah di pipinya.

Zayn memeluk Nafiza dengan erat, merasakan kebahagiaan yang sempurna. Ia tahu, mereka masih akan menghadapi banyak tantangan di masa depan. Tapi ia yakin, dengan cinta dan kesabaran, mereka akan bisa melewati semuanya bersama.

Matahari akhirnya tenggelam sepenuhnya di ufuk barat, meninggalkan langit yang berwarna-warni dengan gradasi yang indah. Zayn dan Nafiza terus duduk di pantai, saling berpegangan tangan, menikmati keindahan alam yang memukau.

Akhirnya Zayn dan Nafiza memutuskan untuk kembali ke hotel. Mereka berjalan bergandengan tangan di sepanjang pantai, menikmati deburan ombak yang lembut dan angin malam yang sejuk.

Sesampainya di hotel, Zayn dan Nafiza langsung menuju kamar mereka. Mereka merasa lelah setelah seharian beraktivitas.

Di kamar, Zayn dan Nafiza menunaikan shalat magrib terlebih dahulu. Setelah itu mereka pindah ke ruang santai duduk di atas sofa sambil menonton televisi. Zayn dengan manjanya merebahkan kepalanya ke pangkuan Nafiza dengan manja. Nafiza dengan lembut mengelus rambut Zayn dengan lembut.

Zayn tak melepaskan pandangannya pada wajah cantik alami sang istri yang begitu menggoda.

Hingga keduanya saling berpandangan lalu tersenyum. Hingga tiba waktunya makan malam, Zayn dan Nafiza memutuskan makan malam di kamar saja.

Satu jam kemudian setelah makan malam dan menunaikan ibadah insya. Kini mereka berdua sudah pindah ke atas ranjang siap untuk menunaikan ibadah lainnya. Dengan lembut, Zayn meraih wajah Nafiza dan menciumnya dengan penuh cinta dan gairah. Nafiza membalas ciuman Zayn dengan penuh cinta. Ciuman itu semakin dalam dan intens, membawa mereka berdua ke dalam dunia yang penuh nikmat surga dunia.

Malam itu, Zayn dan Nafiza bersatu dalam cinta yang mendalam. Mereka saling menyayangi, saling mencintai, dan saling memberikan kebahagiaan yang tak terhingga. Malam itu menjadi bukti bahwa cinta mereka begitu kuat dan mampu melewati badai apapun.

Bersambung ....

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!