NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Sopir Taksi.

Rembulan menengok ke belakang. Merasa aman tak ada yang mengikuti. Tapi firasatnya mengatakan, keadaan tak setenang yang tampak di mata.

Ada angin sepoy-sepoy sebelum angin tornado datang!

"Kunyuk! Mengapa harus bertemu sekarang, seharusnya nanti. Setelah aku memiliki hunian impian dan sukses secara ekonomi!" rutuknya mengingat pertemuan tak terduga dengan orang yang dia benci.

"Seharusnya dia tidak mengenaliku, bukankah penampilanku sudah berubah banyak!" rutuknya pelan.

"Mengapa pula, dia begitu penasaran hingga mengejarku. Apa dia mengenaliku!?" geramnya sambil mengepalkan tangannya.

"Pria biadab itu bukan orang bodoh walau tak sepintar om-nya. Dia takkan tinggal diam dan mencari tahu!" batinnya.

"Tempat pertama yang disasarnya adalah markas ojek online. Kedua, nama driver taksi yang bertugas hari ini. Ketiga, aku sebagai subjek pencarian!"

"Kalau aku sendiri, walaupun belum memiliki kekuasaan, namun bisa menghadapi secara fisik Tetapi sopir taksi ini!?"

"Dia tak tahu menahu dan tak ada hubungan dengan masalah kami! Bisa saja terseret dalam pusaran masalah kami yang rumit. Begitu pun keluarga besar yang ada di belakangnya!"

"Tidak! Ini tak boleh terjadi!" Mereka orang-orang tak berdosa yang bekerja mencari nafkah hanya untuk menyambung hidup. Tidak seperti orang-orang serakah itu yang mendapatkan materi berlimpah dengan cara yang tidak benar. Bukan untuk hidup tapi berfoya-foya!" gumamnya geram.

"Maasss!" tegurnya sambil menepuk bahu sopir taksi yang fokus menyetir dan mengganti panggilan.

"Berhenti di depan!" titahnya.

"Loh! Mengapa berhenti disana, mbak. Bukankah alamat yang dituju masih jauh!?" ujarnya kaget.

Tidak terlalu kaget juga dirinya soalnya bukan sekali dua kali, penumpangnya meminta hal seperti itu, turun di luar alamat yang di tuju.

"Sayang ongkos loh, mbak! Tetap saja harus bayar penuh!" ucap sopir taksi memberi saran dengan ramah dan sopan.

"Tak, apa. Saya akan bayar penuh. Saya ada perlu di depan sana!" ujarnya tak mau dibantah.

Dia pun tak membantah dan mengikuti kemauan penumpang. Bukankah konsumen adalah Raja dan dia adalah punggawa yang mengikuti titah!.

Taksi pun berhenti begitu sampai di tempat yang dikehendaki konsumen. Dia pun memperhatikan penumpang dari spion dalam, begitu menyuruh untuk berdiam diri sejenak. Dia pun mengikuti instruksi tersebut.

"Gila! Isterinya cantik begini, spek bidadari turun dari langit, masih saja diselingkuhi. Apa kurangnya?" batinnya memuji paras jelita penumpangnya.

"Ada yah, lelaki tak bersyukur seperti itu! Aku tidak tahu masalah apa di antara keduanya. Yang pasti tidak sederhana dengan cukup si pria selingkuh tapi ada hal yang lebih rumit dari itu. Kasihan sekali!" batinnya berempati pada sang wanita yang menjadi penumpangnya.

"Kalau isteriku cantik begini, jangankan selingkuh, dia keluar rumah sebebas ini takkan ku izinkan. Sudah ku kunci pintu rumah dari luar!" batinnya tak mengerti yang terjadi pada keduanya sambil tak henti menatap wajah sang gadis dari balik cermin.

Bukan maksud hati memuji wanita lain, baginya sang isteri juga salah satu bidadari surga yang dikirim Tuhan untuknya, yang telah membersamainya dari nol. Dalam suka maupun duka. Dia hanya bersimpati sebagai sesama manusia.

"Ck ck ck! Sudah seperti artis saja, kawin cerai!" batinnya sambil mencuri pandang gadis itu yang masih sibuk dengan gawainya.

Merasa diamati, Rembulan mendongak ke arah kaca. Si sopir memalingkan wajah ke arah samping karena tertangkap basah sedang mengamati gadis itu.

"Duh, malunya. Pasti mbaknya yang cantik ini mengira aku mesum!" batinnya malu.

"Nomer rekening?" tanya Rembulan sekonyong-konyong.

"Yah!? Nomer rekening saya, mbak?" tanyanya untuk meyakinkan pendengaran.

"Bayar cash saja, mbak. Sesuai permintaan di aplikasi!" ucapnya cepat.

Bukan tak mau menerima transfer, dia tak memiliki uang tunai yang cukup untuk membeli bensin, malas mencari gerai ATM.

"Nomer rekening si masnya! Cepat!" ucap tegas Rembulan tanpa mau dibantah.

Tak ingin berdebat, dirinya menyebutkan nama bank dan nomer rekening miliknya. Dilihatnya, gadis itu memainkan gawainya kembali.

"DONE! Transferan sudah masuk, yah. Lihat dulu, nanti ku jelaskan!" ucapnya santai.

Dengan penasaran, dia pun mengecek saldo di rekening ABC di gawainya.

Matanya terbelalak kaget!

Dia melihat deretan angka nol di belakang

angka 5. Terlihat saldonya bertambah BANYAK!!! Bukan kaleng-kaleng, lima miliar rupiah, saldo yang mengendap saat ini yang ditransfer si gadis.

"Masyaaa Allahhh! Mbak!" serunya.

"Mbak! Yang benar ini mbak. Tidak keliru mentransfer atau salah pijit angka!? Tarifnya hanya 65 ribu rupiah! Aku harus mengembalikan berapa banyak!?" serunya tak percaya akan penglihatannya.

"Aduhhh! Jangan-jangan! Ini uang hasil korupsi. Apa itu namanya, Money Laundry! Bisa berabe urusannya, dengan polisi, cuy!"

Rembulan seolah bisa membaca pikiran sopir taksi lantas berkata.

"Tenang! Itu uang halal bukan hasil korupsi atau pencucian uang!" jelasnya kalem.

Dia sudah menduga si mas sopir pasti kaget setengah mati. Belum pernah melihat atau menerima uang sebanyak itu dari konsumennya.

"Dengarkan baik-baik! Aku takkan mengulangi kedua kali. Jangan membantah dan memotong saat aku berbicara!"

"Paham!?" tegasnya.

"Apa kamu punya anak isteri dan tinggal satu kota, mas Iskandar!?"

Sopir taksi bernama Iskandar itu, yang nama dan perusahaan tempat bernaung, cukup jelas terpampang di dashboard mobil, hanya mengangguk pasrah.

"Mas-nya, setelah saya turun, kembali ke pangkalan dan berhenti dari kerja. Lalu bawa anak isterimu pergi sejauh mungkin dari kota ini. Boleh cerita ke isteri tapi jaga rahasia! Uang itu adalah bekal selama hidup di luar Jakarta. Kalau perlu ke luar pulau. Jangan ke kampung halaman kalian berdua!"

"Paham sampai sini?" tanyanya tegas.

Iskandar pun mengangguk tanpa mengeluarkan suara karena masih dalam mode terkejut dan nge- blank.Hanya kupingnya masih difungsikan untuk mendengar.

"Aku tidak berdusta! Lelaki yang mengejarku itu memang mantan suamiku. Dia benar psikopat dan tak segan membunuh lawan bila tidak disukai atau dianggap sebagai ancaman!" ucapnya mengintimidasi.

"Targetnya tuh saya! Kami punya permasalahan yang tidak bisa saya ceritakan detailnya. Yang pasti dia tidak sesederhana yang kita lihat. Keluarganya juga kejam dan sadis!"

"Dia melihat aku menaiki taksi. Pasti dia akan mencari tahu dan melacak keberadaanku melalui mas Iskandar dan perusahaan!" lanjutnya lagi.

"Paham sampai sini?" tanyanya tegas.

Iskandar pun mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata.

"Mantan suamiku itu anak konglomerat dan mafia. Uangnya banyak, dengan uangnya dia bisa melakukan apa saja. Bahkan menjual dan membeli orang. Pasti jahat! Sangat jahat!"

"Aku saat ini tidak bisa menjamin keselamatanmu dan keluarga sampai beberapa tahun ke depan dan hanya bisa memberikan uang untuk bekal hidup!"

"Jadi di tempat baru, jangan membuat usaha atau kegiatan yang terlalu mencolok dan menarik banyak perhatian warga sekitar atau sampai viral.

"Jangan pula membuat konten video atau upload apapun!"

"Kalau ditanya, kerja di rumah dengan komputer. Nanti beli alat itu setelah keluar kerja. Pakai uang yang saya kasih selama di tempat baru untuk makan dan membeli keperluan sekeluarga."

"Kalau habis tinggal bilang, nanti saya kasih nomer telepon asisten saya!"

"Nanti, mas Iskandar bisa kembali ke Jakarta atau menetap di kampung halaman setelah saya nyatakan keadaan sudah aman. Mungkin satu atau dua tahun ke depan. Jadi bersabar, kalau ingin selamat!" tegasnya memberi penjelasan.

"Jelas, yah!? Nah! Sekarang bisa mengeluarkan suara!"

Iskandar pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengarkan penjelasan dari konsumennya.

"Jelas, mbak! Saya akan membawa sekeluarga, anak, isteri, orangtua dan adik serta keluarga mertua. Semuanya sebelas orang. Disana, kami akan bekerja mencari ikan karena baik orangtua dan mertua adalah nelayan. Dan menunjukan kartu identitas seminim mungkin!"

"Oh, yah! Kalau boleh tahu, saya bicara dengan mbak siapa!?" tanyanya.

Tidak mungkin dia mengatakan nama aslinya maka dia menyebutkan nama samaran.

"Lembayung Jingga!"

Lantas dirinya meminta gawai Iskandar dan mengisikan nomer hapenya. Tanpa diketahui, sopir tersebut, diam-diam Rembulan mengalirkan energi MANNA, ke nomer dan alat komunikasi milik pria tersebut. Gunanya agar nomer tersebut tidak bisa dilacak atau dihack oleh pihak lain bahkan oleh tenaga ahli dari pihak operator itu sendiri!

"Ingat! Hape dan nomernya ini jangan sampai hilang dan berpindah tangan serta memasukan sim card lain (umumnya hape memilik dual sim card) sebab aku sudah memproteksi agar tidak terlacak!"

Iskandar pun mengangguk kembali tanda mengerti dan menerima kembali hapenya.

Kemudian Rembulan pun turun, taksi pun berlalu. Rembulan memesan mobil online menuju apartemennya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!