NovelToon NovelToon
Cakar Naga Pemutus Takdir

Cakar Naga Pemutus Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.

Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.

Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.

Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayap Putih di Balik Badai

Tiga hari perjalanan dari lokasi penyergapan bandit, pemandangan gurun berubah drastis. Pasir yang semula berwarna kuning kemerahan kini berubah menjadi abu-abu gelap, seolah-olah tanah di sini telah terbakar oleh api neraka ribuan tahun lalu.

Suhu udara tidak lagi panas menyengat, melainkan dingin yang menusuk tulang. Langit di atas mereka tertutup awan hitam yang berputar lambat, menghalangi cahaya matahari.

"Kita memasuki Zona Mati," bisik Xiao Yu, memeluk leher unta tunggangannya erat-erat.

Mereka bertiga mengendarai unta yang mereka ambil dari sisa-sisa karavan. Xiao Yu duduk di depan Li Tian, memegang Kompas Penunjuk Jalan.

Jarum kompas itu berputar gila-gilaan, lalu berhenti menunjuk lurus ke arah dinding badai pasir raksasa yang membentang dari tanah hingga ke langit di hadapan mereka.

Badai Pasir Hitam.

Dinding angin itu bergemuruh seperti ribuan monster yang melolong. Kilatan petir merah menyambar-nyambar di dalamnya.

"Itu bukan badai biasa," kata Su Yan, wajahnya serius. "Itu adalah Turbulensi Qi Kekacauan. Jika kultivator di bawah Inti Emas masuk tanpa perlindungan, jiwa mereka akan tercabik-cabik."

"Tapi kita punya kuncinya," kata Li Tian, menunjuk kompas di tangan Xiao Yu.

Xiao Yu mengangguk. Dia meneteskan sedikit darah dari jarinya ke atas kompas itu.

Wuuung...

Kompas itu memancarkan kubah cahaya keemasan tipis yang menyelimuti mereka bertiga dan unta-unta mereka.

"Pegang erat-erat!" teriak Li Tian. "Kita masuk!"

Mereka memacu unta menembus dinding badai.

BLARR!

Dunia seketika menjadi gelap gulita. Angin menderu memekakkan telinga. Pasir hitam menghantam kubah pelindung emas itu seperti hujan peluru.

Ting! Ting! Ting!

"Kubahnya retak!" teriak Su Yan. "Energi badai ini terlalu kuat!"

"Xiao Yu, fokus!" perintah Li Tian. Dia meletakkan tangan kanannya di bahu gadis kecil itu, mengalirkan Qi-nya untuk memperkuat kompas.

Di saat yang sama, Su Yan mengangkat tangannya.

"Perisai Teratai Es!"

Lapisan es biru melapisi bagian dalam kubah emas, memberikan pertahanan ganda.

Mereka bergerak maju inci demi inci di tengah kegelapan total. Tidak ada atas, tidak ada bawah. Hanya suara angin dan detak jantung mereka sendiri.

Tiba-tiba, di tengah kekacauan badai itu, Li Tian merasakan sesuatu yang lain.

Bukan angin. Bukan pasir.

Sarung tangan perunggunya mulai bergetar. Panas yang membakar menjalar ke lengan kanannya.

"Guru?" panggil Li Tian.

"Dia di sini..."

Suara Zu-Long terdengar berbeda. Tidak ada nada angkuh atau santai. Yang ada hanyalah kebencian purba dan kewaspadaan tingkat tinggi.

"Dia ada di sini, Li Tian! Di atas kita!"

Li Tian mendongak. "Siapa?"

"Si Kadal Putih Sialan itu! BAI-LONG!"

KILAT!

Sebuah kilatan cahaya putih menyilaukan membelah kegelapan badai hitam tepat di atas kepala mereka.

Cahaya itu bukan petir. Itu adalah sepasang sayap.

Sayap energi raksasa yang membentang lebar, memancarkan partikel cahaya biru muda yang indah namun mematikan. Setiap kepakan sayap itu membelah badai pasir, menciptakan jalur vakum di udara.

Di antara kedua sayap itu, melayang sesosok pemuda berjubah putih perak. Wajahnya tampan namun dingin, matanya menatap lurus ke depan, mengabaikan badai di sekitarnya seolah itu hanyalah angin sepoi-sepoi.

Dia tidak terbang menggunakan teknik angin. Dia terbang menggunakan otoritas mutlak atas ruang.

"Siapa itu..." bisik Su Yan, terpukau sekaligus merinding merasakan tekanan energi dari sosok itu.

Pemuda itu seolah merasakan tatapan mereka. Dia berhenti sejenak di udara, menunduk ke bawah. Tatapan matanya bertemu dengan Li Tian.

Mata itu berwarna biru safir. Tenang, namun menghanyutkan.

Saat mata mereka bertemu, Cakar Naga Li Tian berdenyut sakit.

"Li Tian..." bisik Zu-Long. "Itu adalah Sayap Rembulan Pemudar Cahaya. Dan pemuda itu... dia adalah Pewaris Naga Putih."

Pemuda di langit itu tidak menyerang. Dia hanya menatap Li Tian sekilas, seolah menilai seekor semut yang kebetulan lewat, lalu kembali menatap ke depan dan melesat pergi dengan kecepatan supersonik.

BOOM!

Ledakan sonik dari kepergiannya membelah awan badai, menciptakan jalan terbuka bagi Li Tian dan rombongannya.

"Dia... membuka jalan?" Li Tian tertegun.

"Dia tidak membuka jalan untukmu," kata Zu-Long ketus. "Dia hanya sedang terburu-buru. Kehadiranmu terlalu lemah untuk dia anggap sebagai ancaman. Sialan! Ini penghinaan!"

Li Tian mengepalkan tangannya. Diabaikan ternyata lebih menyakitkan daripada diserang.

"Siapa namanya?" tanya Li Tian.

"Di masa lalu, sainganku selalu memiliki takdir yang tinggi," kata Zu-Long. "Jika tebakanku benar, dia pasti berasal dari klan terkuat di benua ini. Hati-hati, Bocah. Kekuatannya adalah Pengurangan. Dia bisa membuat seranganmu menjadi debu hanya dengan menyentuhnya."

Jalan yang terbuka oleh ledakan sonik itu memperlihatkan tujuan akhir mereka.

Badai Pasir Hitam perlahan menipis. Cahaya matahari senja yang merah menyinari pemandangan di depan.

Sebuah kota raksasa yang terkubur setengahnya oleh pasir. Ribuan menara batu yang runcing menjulang tinggi seperti hutan tombak raksasa. Bangunan-bangunan kuno yang runtuh namun tetap megah, dikelilingi oleh parit pasir hisap.

Kota Seribu Menara.

"Kita sampai," kata Xiao Yu, suaranya bergetar. "Rumahku."

"Dan tempat di mana Sayap itu mendarat," tambah Li Tian, menatap jejak cahaya putih yang menghilang ke arah menara tertinggi di pusat kota.

"Jadi, kita akan berebut harta dengan monster terbang itu?" tanya Su Yan, membersihkan es dari jubahnya.

"Bukan berebut," Li Tian tersenyum tipis, meski matanya menyala dengan semangat tempur. "Kita akan menantang takdir."

Mereka memacu unta mereka menuruni bukit pasir terakhir, menuju reruntuhan kota kuno yang menyimpan rahasia masa lalu dan bahaya masa depan.

Di gerbang kota yang hancur, sebuah prasasti batu besar berdiri miring. Tulisannya sudah pudar, tapi Li Tian bisa membacanya berkat bantuan Zu-Long.

"Di sini bersemayam Kaisar Angin. Barangsiapa mengganggu tidurnya, akan hilang dalam badai abadi."

Li Tian melewati prasasti itu tanpa ragu.

"Maaf, Kaisar Angin. Tapi ada dua Naga yang masuk ke rumahmu hari ini."

1
Nanik S
Musuh Lama bermunculan Li Tian
Nanik S
Li Tian... banyak sekali Musuhmu
Nanik S
Kadal Pitih.... Li Tian memang lumayan Konyol
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T
novel ke dua yg aku taruh di rak buku setelah " Legenda Pendekar Naga" karena emank layak di baca.
Nanik S
Keren Tor.. 👍👍👍
Nanik S
Dua Naga yang bermusuhan lagi Bersatu melawan musuh...
Nanik S
Musuh dari musuhmu adalah teman 👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Naga hitam Dan Naga putih bertarung
Nanik S
Apakah mereka akan bertemu kembali untuk adu kekuatan atau hancur bersama
Nanik S
God Joob
Nanik S
Li Tian dapat saingan
Nanik S
Jooooooos
Nanik S
Dimana tepatnya rumah Xiao Yu
Nanik S
Xiao Yu... keturunan terakhir penjaga Malam Kaisar
Nanik S
Dapat 3 inti
Nanik S
Li Tian akhirnya ikut mabuk juga
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
Nanik S
Mau tarung mikirin paaha Ayam
Nanik S
Li Tian... pedang tak bermata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!