NovelToon NovelToon
Mencintai Adik CEO

Mencintai Adik CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad girl / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Konflik etika
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Satu kontrak. Satu rahasia. Satu cinta yang mematikan.

Di Aeruland, nama keluarga Aeru adalah hukum yang tak terbantahkan. Bagi Dareen Christ, tugasnya sederhana: Menjadi bayangan Seraphina Aeru dan menjaganya dari pria mana pun atas perintah sang kakak, CEO Seldin Aeru.

Namun, Seraphina bukan sekadar majikan yang manja. Dia adalah api yang mencari celah di balik topeng porselen Dareen. Di antara dinding lift yang sempit dan pelukan terlarang di dalam mobil, jarak profesional itu runtuh.

Dareen tahu, menyentuh Seraphina adalah pengkhianatan. Mencintainya adalah hukuman mati. Namun, bagaimana kau bisa tetap menjadi robot, saat satu-satunya hal yang membuatmu merasa hidup adalah wanita yang dilarang untuk kau miliki?

"Jangan memaksa saya melakukan sesuatu yang akan membuat Anda benci pada saya selamanya, Nona."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penaklukan di Kamar Nomor 14

Lampu meja yang berkedip di sudut kamar motel itu seolah menjadi saksi bisu atas runtuhnya dinding-dinding pertahanan yang dibangun Dareen Christ selama bertahun-tahun. Di atas ranjang yang berderit pelan, Seraphina tidak membiarkan Dareen menarik napas. Ia terus memprovokasi, jemarinya meremas rambut Dareen yang lembap oleh keringat dan sisa darah, menarik pria itu kembali ke dalam ciuman yang lebih brutal dari sebelumnya.

Setiap lumatan yang diberikan Sera bukan sekadar ungkapan gairah, melainkan sebuah proklamasi kemenangan. Ia bisa merasakan bagaimana tubuh atletis di atasnya gemetar hebat. Suara lenguhan tipis lolos dari tenggorokan Sera saat lidah Dareen mulai membalas dengan ritme yang menuntut, membangkitkan hawa nafsu yang selama ini terkunci rapat di bawah seragam pengawal yang kaku.

"Kau ... kau tidak tahu apa yang kau lakukan, Sera," geram Dareen di sela-sela ciumannya. Napasnya memburu, menerpa kulit wajah Sera yang memerah.

"Aku tahu persis apa yang kulakukan, Babe," balas Sera dengan suara serak yang menggoda. Ia melingkarkan kakinya di pinggang Dareen, menarik pria itu agar semakin tenggelam dalam kehangatan tubuhnya. "Berhenti berpikir. Hanya untuk malam ini, jadilah milikku sepenuhnya. Aku tidak akan membuang waktu emas ini karena kita sudah terlanjur ada di tempat ini berdua."

Tangannya meraba setiap inci tubuh Dareen, dari atas sampai menuju ke arah kepemilikan Dareen yang sudah terlihat sangat siap untuk melakukan tugasnya, memberikan kesenangan dan kebahagiaan untuk seorang Nona Muda yang haus akan kasih sayang dan belaian seseorang.

"Kenapa diam saja, Babe? Apa aku tidak menarik di matamu?" tanya Seraphina dengan pertanyaan yang tentu saja akan dibantah oleh Dareen.

"Jangan pernah mengatakan kau tidak menarik!" bantah Dareen sambil terus memandang lekat ke arah gadis yang sudah kacau di bawahnya.

Suasana kamar yang pengap dan sempit itu mendadak terasa seperti surga yang terisolasi dari kekejaman keluarga Aeru. Mereka tidak lagi peduli pada luka di pelipis Dareen yang kembali merembeskan darah, tidak peduli pada Seldin yang mungkin sedang mengerahkan pasukan untuk mencari mereka, dan tidak peduli pada dunia yang memisahkan status mereka.

Tangan Dareen yang biasanya hanya digunakan untuk memegang senjata atau kemudi, kini mulai bergerak nakal. Nafsunya sudah mencapai titik didih yang tak lagi bisa dibendung oleh logika. Dengan gerakan gemetar namun pasti, jemarinya yang kapalan merayap ke arah ritsleting gaun sutra merah yang dikenakan Sera.

Sreeek.

Suara ritsleting yang turun itu terdengar begitu nyaring di tengah kesunyian malam. Dareen berhenti sejenak, menatap mata Sera dengan tatapan yang sarat akan peringatan dan penderitaan.

"Sera, dengarkan aku," bisik Dareen, tangannya tertahan di pinggul Sera. "Jika kita meneruskan ini, tidak akan ada jalan kembali. Ini akan menyakitkan ... bukan hanya secara fisik, tapi bagaimana akhir dari cerita kita nanti. Seldin akan menghancurkanku, dan kau mungkin akan membenciku karena telah merusakmu."

Sera menatap mata pria di atasnya dengan binar yang tak tergoyahkan. Ia meraih wajah Dareen, mengusap noda darah di sana dengan lembut. "Bagi orang lain, ini mungkin kesalahan. Tapi bagiku, ini adalah hal terindah dalam hidupku. Aku tidak peduli bagaimana akhirnya nanti, Dareen. Aku tidak peduli jika besok dunia kiamat, asal malam ini aku menikmatinya bersamamu."

Melihat keteguhan di mata Sera, pertahanan terakhir Dareen luruh total. Ia melepaskan sisa-sisa harga dirinya sebagai pengawal. Dengan gerakan cepat, Dareen melepas jas hitamnya dan melemparkannya ke lantai, diikuti oleh kemeja putihnya yang kini compang-camping. Ia memperlihatkan tubuhnya yang penuh dengan bekas luka—tanda-tanda masa lalu militer yang kelam—namun Sera justru melihatnya sebagai peta kekuatan pria itu.

"Tubuhmu sangat ... sexy, Babe. Entah mengapa kau terlihat sangat gagah tanpa busana dibandingkan kau yang terus mengenakan jas hitammu itu," tutur Sera secara asal, membuat telinga Dareen memerah setelah mendengar pujian aneh Seraphina untuknya.

"Jangan berkata apa pun di saat seperti ini, Nona. Jangan membuatku semakin tidak tahan saja untuk melahapmu sebagai hukuman untukmu." Dareen kembali mengecupi pipi turun ke leher serta bagian dada Sera.

"Maka lakukanlah, jangan menunda apa pun yang sejak tadi aku nantikan," ucap Sera manja semakin menggoda nafsu pria kekar yang berada di atasnya.

Dareen merengkuh tengkuk leher Sera, menariknya mendekat hingga dada mereka bersentuhan tanpa penghalang. Posisi mereka sangat intim; Dareen menindih Sera sepenuhnya, mengunci gadis itu di bawah dominasi tubuhnya yang berat dan berotot. Di saat seperti ini, di bawah tekanan fisik yang begitu nyata, Sera merasa benar-benar menang. Ia telah berhasil menaklukkan sang robot, mengubah mesin pembunuh itu menjadi pria yang mendamba setiap jengkal kulitnya.

"Apakah kau mencintaiku, Dareen?" bisik Sera di tengah keintiman yang kian memanas. Ia ingin mendengar pengakuan itu, ingin memastikan bahwa gairah ini bukan sekadar pelampiasan stres pasca-insiden vila.

Dareen terdiam sejenak. Gengsi dan didikan militer yang kaku membuatnya sulit untuk mengucapkan kata-kata itu. Namun, matanya memberikan jawaban yang jauh lebih jujur. Alih-alih menjawab dengan kata-kata, Dareen memilih untuk bertindak. Ia bergerak mundur sedikit, tangannya beralih membuka celananya dengan terburu-buru, menunjukkan bahwa ia ingin melanjutkan adegan ini ke tingkat yang jauh lebih panas dan tak tertahankan.

Sera terkesiap, matanya membelalak saat menyadari bahwa dalam hitungan detik, mereka tidak lagi mengenakan sehelai pakaian pun. Keindahan tubuh Dareen yang terpapar di bawah cahaya temaram lampu motel membuat napas Sera tertahan. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi kain yang menghalangi.

"Astaga, matamu sampai tidak berkedip sedikit pun melihat tubuhku tanpa busana, Babe." Sera mulai meracau menggoda fokus Dareen.

Tanpa mengatakan apa pun, Dareen kembali menyerang dengan ciuman brutal. Kali ini ia tidak berhenti di bibir. Ia turun ke leher Sera, memberikan kecupan-kecupan dalam yang meninggalkan tanda kemerahan yang sangat jelas dan nyata, lalu terus turun menuju area dada. Kedua tangannya menangkup kedua gundukan kenyal yang memabukkan milik Sera. Sera melengkungkan tubuhnya, jemarinya mencengkeram sprei kasur hingga kusut, sementara lenguhan panjang yang penuh kenikmatan mulai memenuhi kamar nomor 14 itu.

"Dareen ... ahh ...."

Suara itu adalah melodi paling indah bagi Dareen. Ia tidak lagi memikirkan kontrak, tidak memikirkan pengkhianatan militer di masa lalunya, atau ancaman Seldin. Malam ini, di atas ranjang motel murahan, mereka hanya dua jiwa yang saling merengkuh dalam kegelapan. Gairah yang meledak-ledak itu membawa mereka ke dalam malam indah yang tak terlupakan, sebuah penyatuan yang menghapus segala batasan status, kasta, dan luka lama yang pernah ada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!